Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 43 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Asniyati Almi
"[ABSTRAK
Gangguan depresi mayor merupakan suatu gangguan kejiwaan ditandai dengan
kemurungan, ketiadaan gairah hidup, perasaan tidak berguna dan putus asa dan
mengalami minimal empat dari gejala berikut yaitu perubahan berat badan dan
nafsu makan, perubahan tidur dan aktivitas, tidak ada energi, rasa bersalah,
masalah dalam berfikir dan membuat keputusan, berfikir berulang tentang
kematian dan bunuh diri tampa riwayat episode manik, campuran atau hipomanik,
sekurang-kurangnya telah dirasakan selama 2 minggu. Survei kesehatan mental
dunia pada 17 negara menemukan sekitar 1 dari 20 orang dilaporkan menderita
episode depresi setiap tahunnya, paling sering terjadi adalah gangguan depresi
mayor. Pengobatan dengan farmakoterapi golongan antidepresan hanya
menunjukkan efektifitas 60-70% disertai efek samping yang serius sehingga
berbagai modalitas terapi dikembangkan, salah satunya akupunktur. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi kombinasi akupunktur dengan
antidepresan dibandingkan kombinasi akupunktur sham dengan antidepresan
terhadap perubahan skor Hamilton Rating Scale for Depression (HAM-D 17)
pada penderita gangguan depresi mayor. Uji klinis acak tersamar tunggal
dilakukan pada 48 pasien gangguan depresi mayor dialokasikan ke dalam
kelompok kombinasi akupunktur dengan antidepresan dan kelompok kombinasi
akupunktur sham dengan antidepresan. Penilaian kemajuan terapi digunakan skor
HAM-D 17. Hasil penelitian menunjukkan rerata skor HAM-D 17 pada kelompok
kasus sebelum terapi 22,2±3,38 dan setelah terapi ke-12 turun menjadi 7,3±2,64.
Sedangkan pada kelompok kontrol rerata skor HAM-D 17 sebelum terapi
21,4±3,10 dan setelah terapi ke-12 turun menjadi 9,3±3,33. Terdapat perbedaan
bermakna antara selisih rerata penurunan skor HAM-D 17 sebelum dan setelah 12
kali terapi pada kelompok kasus 14,9±2,45 dibandingan dengan kelompok kontrol
12,2±4,30 (p<0,005). Terapi kombinasi akupunktur dengan antidepresan lebih
efektif mengurangi gejala gangguan depresi mayor dibandingkan kombinasi
akupunktur sham dengan antidepresan.

ABSTRACT
Major depressive disorder is a psychiatric disorder that is characterized at least
four of the following symptoms, loss of weight and appetite, sleep disturbance and
loss of interest of activity, low energy level, guilt, difficulty concentrating and
making decisions, recurrent death or suicide, without a history of manic
episodes, mixed or hypomanic. These sings and symptoms have been felt at least
for 2 weeks. The mental health survey conducted in 17 countries found that about
1 in 20 people are reported to suffer from a depressive episode each year and
most are major depressive disorder. The effectiveness of antidepressant
medication only 60-70% with serious side effects, so that various therapeutic
modalities developed, one of which is acupuncture. This study aims to determine
the effectiveness of combination therapy of acupuncture with antidepressants
compared to combination of sham acupuncture with antidepressants in patients
with major depressive disorder and the outcome was the score Hamilton Rating
Scale for Depression (HAM-D 17). Single-blind randomized clinical trial
conducted in 48 patients with major depressive disorder and the patients were
allocated into two groups, intervention (acupuncture with antidepressants) and
control (sham acupuncture with antidepressant). The mean of HAM-D 17 score in
the intervention group before treatment was 22,2±3,38 and after treatment was
7,3±2,64. The mean of HAM-D 17 score in control group before treatment was
21,4±3,10 and after treatment was 9,3±3,33. There was significant differences
between intervention and control group before and after 12 times of therapy in the
mean decrease of score on HAM-D 1714.9±2.45 to12.2±4.30 (p<0.005). A
combination of acupuncture therapy with antidepressants is more effective in
reducing the symptoms of major depressive disorder compared to sham
acupuncture combination with antidepressants, Major depressive disorder is a psychiatric disorder that is characterized at least
four of the following symptoms, loss of weight and appetite, sleep disturbance and
loss of interest of activity, low energy level, guilt, difficulty concentrating and
making decisions, recurrent death or suicide, without a history of manic
episodes, mixed or hypomanic. These sings and symptoms have been felt at least
for 2 weeks. The mental health survey conducted in 17 countries found that about
1 in 20 people are reported to suffer from a depressive episode each year and
most are major depressive disorder. The effectiveness of antidepressant
medication only 60-70% with serious side effects, so that various therapeutic
modalities developed, one of which is acupuncture. This study aims to determine
the effectiveness of combination therapy of acupuncture with antidepressants
compared to combination of sham acupuncture with antidepressants in patients
with major depressive disorder and the outcome was the score Hamilton Rating
Scale for Depression (HAM-D 17). Single-blind randomized clinical trial
conducted in 48 patients with major depressive disorder and the patients were
allocated into two groups, intervention (acupuncture with antidepressants) and
control (sham acupuncture with antidepressant). The mean of HAM-D 17 score in
the intervention group before treatment was 22,2±3,38 and after treatment was
7,3±2,64. The mean of HAM-D 17 score in control group before treatment was
21,4±3,10 and after treatment was 9,3±3,33. There was significant differences
between intervention and control group before and after 12 times of therapy in the
mean decrease of score on HAM-D 1714.9±2.45 to12.2±4.30 (p<0.005). A
combination of acupuncture therapy with antidepressants is more effective in
reducing the symptoms of major depressive disorder compared to sham
acupuncture combination with antidepressants]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Airine Hendrawan
"[ABSTRAK
Merokok merupakan masalah kesehatan serius di seluruh dunia. Jumlah
perokok di Indonesia diperkirakan mencapai sepertiga dari jumlah seluruh
penduduk Indonesia, dan sebagian besar memulai merokok pada usia muda.
Merokok dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada jaringan dalam berbagai
tingkatan akibat meningkatnya radikal bebas dan menurunnya mekanisme
antioksidan baik tipe enzimatik maupun non-enzimatik. Banyak penelitian di
bidang akupunktur yang dilakukan untuk meneliti efek akupunktur terhadap kadar
enzim antioksidan dalam tubuh. Metoda akupunktur manual dan
elektroakupunktur frekuensi rendah kerap dilakukan oleh praktisi akupunktur
dalam praktek klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari metode
penusukan akupunktur secara manual dan elektroakupunktur frekuensi rendah
terhadap peningkatan aktivitas enzim antioksidan Glutation peroksidase (GSHPx)
di plasma darah. Desain penelitian yang digunakan adalah uji klinis acak
tersamar ganda dengan kontrol. Penelitian ini melibatkan 42 subjek perokok yang
dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok akupunktur manual (n=21) dan
kelompok elektroakupunktur frekuensi rendah (n=21). Akupunktur dilakukan
pada titik ST36 Zusanli dan SP6 Sanyinjiao bilateral. Hasil penelitian
menunjukkan adanya peningkatan kadar Glutation peroksidase (GSH-Px) yang
bermakna pada kelompok akupunktur manual setelah terapi ke-3. Peningkatan
kadar GPx juga terjadi di kelompok elektroakupunktur frekuensi rendah namun
tidak bermakna secara statistik. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada rerata
perubahan kadar Glutation Peroksidase pada kelompok akupunktur manual
dibandingkan dengan kelompok elektroakupunktur setelah terapi ke-3 (p=0.176).
Kesimpulan penelitian ini adalah akupunktur manual lebih efektif untuk
meningkatkan kadar enzim Glutation peroksidase daripada elektroakupunktur
frekuensi rendah.

ABSTRACT
Cigarette moking is a worldwide serious health problem. Smoking
prevalence in Indonesia is approximately one third of all population, and most of
them start to smoke since very young age. Smoking can cause oxidative damage
in body tissues in various levels due to the increase of free radicals and the
decrease of antioxidant mechanisms of enzymatic and non-enzymatic reactions.
Many trials have been conducted to find the acupuncture effect on antioxidant
enzymes in the body. Manual acupuncture and low frequency electroacupuncture
are often used by acupuncture professionals in clinical practice. The aim of this
study is to determine the effect of manual acupuncture and low frequency
electroacupuncture on serum levels of Gluthatione peroxidase (GSH-Px). The
design of the trial is a double-blind randomized controlled trial, involving 42
smokers which randomly allocated into groups of manual acupuncture (n=21) and
low frequency electroacupuncture (n=21). Acupuncture was conducted at ST 36
Zusanli dan SP 6 Sanyinjiao bilaterally. The results showed a significant increase
of serum Glutathione peroxidase on manual acupuncture group after the 3rd
treatment. The increase of serum Glutathione peroxidase was also shown on low
frequency electroacupuncture group, but not statistically significant. There was no
significant differences on the mean difference of Glutathione peroxidase levels in
manual acupuncture group and electroacupucture group after the 3rd treatment
(p=0.176). Conclusion of this study is manual acupuncture found to be more
effective in increasing the serum levels of GSH-Px than low frequency
electroacupuncture., Cigarette moking is a worldwide serious health problem. Smoking
prevalence in Indonesia is approximately one third of all population, and most of
them start to smoke since very young age. Smoking can cause oxidative damage
in body tissues in various levels due to the increase of free radicals and the
decrease of antioxidant mechanisms of enzymatic and non-enzymatic reactions.
Many trials have been conducted to find the acupuncture effect on antioxidant
enzymes in the body. Manual acupuncture and low frequency electroacupuncture
are often used by acupuncture professionals in clinical practice. The aim of this
study is to determine the effect of manual acupuncture and low frequency
electroacupuncture on serum levels of Gluthatione peroxidase (GSH-Px). The
design of the trial is a double-blind randomized controlled trial, involving 42
smokers which randomly allocated into groups of manual acupuncture (n=21) and
low frequency electroacupuncture (n=21). Acupuncture was conducted at ST 36
Zusanli dan SP 6 Sanyinjiao bilaterally. The results showed a significant increase
of serum Glutathione peroxidase on manual acupuncture group after the 3rd
treatment. The increase of serum Glutathione peroxidase was also shown on low
frequency electroacupuncture group, but not statistically significant. There was no
significant differences on the mean difference of Glutathione peroxidase levels in
manual acupuncture group and electroacupucture group after the 3rd treatment
(p=0.176). Conclusion of this study is manual acupuncture found to be more
effective in increasing the serum levels of GSH-Px than low frequency
electroacupuncture.]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Suzanna Juanieta
"Obesitas adalah suatu kondisi ketidaknormalan atau kelebihan akumulasi lemak pada jaringan adiposa. Tingkat prevalensi di Indonesia sebesar 44%, sehingga menyebabkan persoalan yang sangat serius karena berkaitan dengan peningkatan prevalensi penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Beberapa penelitian di bidang kedokteran menyatakan bahwa Leptin memiliki peran yang sangat penting pada keadaan obesitas. Akupunktur diharapkan menjadi salah satu terapi yang dapat digunakan karena memiliki respon terapi yang baik, efisien dan relatif aman. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan apakah modalitas akupunktur manual dan elektroakupunktur mempunyai pengaruh yang sama terhadap kadar Leptin pasien obesitas. Penelitian ini menggunakan metode uji acak tersamar tunggal dengan kontrol. Penelitian ini dilakukan terhadap 38 pasien obesitas dan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok akupunktur manual dan kelompok elektroakupunktur, yang masing-masing terdiri dari 19 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih rerata kadar Leptin plasma pada kelompok akupunkur manual 6029,6 ± 2276,3 (p =0,016) dan selisih rerata kadar Leptin pada kelompok elektroakupunktur 8079,6 ± 1763,7 (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa kedua modalitas mempunyai pengaruh yang sama terhadap kadar leptin pasien obesitas (p>0,05).

Obesity is a condition of abnormal or excess accumulation of fat in adipose tissue. The prevalence rate itself in Indonesia has been gained 44%, resulting in a very complex issue, relating to the prevalence of chronic diseases such as diabetes mellitus, hypertension, cardiovascular disease and many other diseases. Several studies in the field of acupuncture, concludes that Leptin has a very important role in obesity. Acupuncture therapy is expected to be one that can be applied since it has a better response to therapy, efficient and without side effects. This study aims to compare whether the modalities of manual acupuncture and electro-acupuncture have the same effect for Leptin levels on obese patients. This study uses a single-blind randomized trials with a control. This study was conducted on 38 obese patients and were divided into 2 groups, namely the manual acupuncture and electroacupuncture group, each of which consists of 19 people. The results showed that the difference in mean plasma Leptin levels in the group of manual acupuncture is 6029,6±2276,3 (p=0,016) and the difference in mean levels of Leptin in the electro-acupuncture group is 8079,6±1763,7 (p=0,000). It can be conclude that both modalities have the same effect on leptin levels of obese patients."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Stefanus Agung Budianto
"ABSTRAK
Laserpunktur merupakan salah satu tindakan akupunktur untuk penanganan kasus nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laserpunktur pada titik LI4 Hegu terhadap kadar β-endorfin plasma darah subjek sehat. Uji acak tersamar ganda dengan kontrol plasebo dilakukan pada 29 subjek sehat yang dialokasikan ke dalam kelompok laserpunktur (n=15) dan kelompok laserpunktur plasebo (n=14). Kadar β-endorfin plasma darah digunakan untuk mengukur keluaran penelitian yang dinilai sebelum perlakuan, dan pasca perlakuan. Terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada rerata kadar β-endorfin plasma darah sebelum dan sesudah perlakuan dalam kelompok laserpunktur, perubahan nilai rerata dari 0,22±0,06 ng/ml menjadi 0,29±0,07 ng/ml dengan nilai p=0,005 (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada rerata kadar β- endorfin plasma darah sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok laserpunktur plasebo, perubahan nilai rerata dari 0,22±0,06 ng/ml menjadi 0,26±0,09 ng/ml dengan nilai p=0,195 (p>0,05). Pada rerata selisih kadar β- endorfin plasma darah antara kelompok laserpunktur dengan kelompok laserpunktur plasebo juga tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik (p=0,183, p>0,05). Kesimpulan penelitian ini laserpunktur dapat mempengaruhi kadar β-endorfin plasma darah subjek sehat, namun tidak berbeda bermakna secara statistik pada rerata selisih kadar β-endorfin plasma darah antar kelompok perlakuan.

ABSTRACT
Laserpuncture is one of acupuncture method for pain management. This study
aims to determine the effect laserpuncture at LI4 Hegu point on plasma levels of β-endorphin in healthy subjects. A randomized double-blind controlled trials with placebo controls carried out on 29 healthy subjects, they were allocated into laserpuncture group (n=15) and laserpuncture placebo group (n=14). Plasma levels of β-endorphin is used to measure the output of the study assessed both before treatment and post-treatment. There are statistically significant in the mean plasma levels of β-endorphin before and after treatment in the laserpuncture group, changes in mean value from 0.22±0,06 ng/ml to 0.29±0,07 ng/ml with a p value=0,005 (p<0,05). There are no statistically significant in the mean plasma levels of β-endorphin before and after treatment in the laserpuncture placebo group, changes in mean value from 0,22±0,06 ng/ml to 0,26±0,09 ng/ml with p values=0,195 (p>0,05). Between groups, there were no statistically significant in the mean difference of plasma levels of β-endorphin (p=0,183, p>0,05). The conclusion of this study laserpuncture can affect the plasma levels of β-endorphin in healthy subjects, but no statistically significant in the mean difference of plasma levels of β-endorphin between groups"
2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cherry Presilia Tanudjaja
"Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia, dan merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan penurunan kualitas hidup dan faktor resiko perkembangan berbagai penyakit lainnya. Obesitas juga berhubungan dengan status inflamasi kronik yang berperan dalam perkembangan disfungsi metabolik dan sindrom metabolik. Akupunktur diketahui dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara menekan nafsu makan dan mengurangi resiko sindrom metabolik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi kombinasi akupunktur tanam benang catgut dan intervensi diet terhadap kadar Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α) dan lingkar perut pada pasien obesitas. Uji klinis acak tersamar ganda dengan pembanding dilakukan pada 36 pasien obesitas yang dialokasikan secara acak menjadi kelompok terapi kombinasi akupunktur tanam benang catgut dan intervensi diet (kelompok kasus) atau kelompok akupunktur sham dan intervensi diet (kelompok kontrol).
Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna kadar TNF-α awal dengan akhir dalam kelompok kasus (p < 0,01) dan terdapat perbedaan bermakna selisih lingkar perut awal dan akhir antara kedua kelompok (p < 0,01; IK 95% 1,68 sampai 6,13). Kesimpulan penelitian ini terapi kombinasi akupunktur tanam benang catgut dan intervensi diet memiliki pengaruh terhadap kadar TNF-α plasma darah dan lingkar perut pada pasien obesitas.

Obesity is a health problem in Indonesia and associated with decreased quality of life and a risk factor for the development of other diseases. Obesity is also associated with chronic inflammatory status that play a role in the development of metabolic dysfunction and metabolic syndrome. Acupuncture is known to help you lose weight by suppressing appetite and reducing the risk of metabolic syndrome.
The aim of this study was to establish the effectiveness of acupoint catgut embedding therapy combined with dietary intervention on tumor necrosis factor-α (TNF-α) levels and abdominal circumference in obese patients. This study is a randomized, double-blind and controlled clinical trial involving 36 obese patients that are allocated into groups of catgut embedding method combined with dietary intervention (case group) or sham acupuncture combined with dietary intevention (control group).
The results showed there was significant difference in TNF-α levels within case group (p < 0,01) and there were significant differences in abdominal circumference changes between the two groups (p < 0.01; 95% CI: 1.68 to 6.13). The conclusion of this study is acupoint catgut embedment combined with dietary intervention has effects on TNF-α levels of blood plasma and abdominal circumference in obese patients.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Wahdini
"Prosedur esofagogastroduodenoskopi (EGD) dapat menimbulkan kecemasan, sehingga diperlukan intervensi untuk membuat pasien tenang dan rileks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek akupunktur telinga terhadap kecemasan dan tekanan darah serta frekuensi denyut nadi pasien pada prosedur EGD. Penelitian acak tersamar tunggal dengan kontrol ini melibatkan 40 pasien yang dibagi menjadi kelompok perlakuan yang mendapatkan akupunktur telinga menggunakan press needle pada titik shenmen, relaksasi dan zero point. Sedangkan kelompok kedua sebagai kontrol mendapatkan press needle sham pada titik yang sama. Pengukuran kecemasan dilakukan menggunakan kuesioner Spielberger State Anxiety Inventory (SAI) yang diberikan sebelum intervensi dan 10 menit setelah endoskopi selesai. Dilakukan pencatatan tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum intervensi, selama dan setelah EGD. Terdapat penurunan skor SAI yang bermakna pada kelompok akupunktur (p<0,001). Rerata selisih skor SAI kelompok akupunktur lebih besar dibandingkan dengan kelompok sham (p<0,001). Tidak terdapat perbedaan rerata tekanan darah dan frekuensi denyut nadi antara kedua kelompok. Akupunktur telinga menggunakan press needle pada titik shenmen, relaksasi dan zero point dapat menurunkan kecemasan pasien selama prosedur EGD.

Esophagogastroduodenoscopy (EGD) procedure can cause anxiety, so that the necessary interventions that can make patients relax and calm. The objective of this study was to investigate the effect of auricular acupuncture towards anxiety, blood pressure and pulse rate of patient on the oesophagogastroduodenoscopy procedure. This randomised, single blinded study with 40 patients undergoing EGD without sedation were divide into two groups acupuncture and sham acupuncture group. Patients received press needle or sham press needle at the shenmen, relaxation, and zero point. Anxiety was assessed using the Spielberger State Anxiety Inventory (SAI) before and 10 min after procedure. Blood pressure and pulse rate were monitored before intervention, during and after endoscopy using automated blood pressure monitor. Mean score of SAI were decreased after auricular acupuncture (p<0,001). Mean difference score of acupuncture group was higher than sham group (p<0.001). The mean change in systolic and diastole blood pressure and pulse rate between groups were not significant different. Auricular acupuncture with press needle on senmen, relaxation and zero point reduces anxiety during EGD procedure.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ainil Masthura
"Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah suatu kondisi kembalinya cairan lambung ke esofagus. Terapi akupunktur tanam benang telah menjadi salah satu terapi yang digunakan untuk alternatif terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar Nitrit Oksida (NO) serum setelah terapi akupunktur tanam benang dan medikamentosa. Uji acak tersamar tunggal dilakukan pada 50 responden dengan GERD yang di bagi kepada kelompok akupunktur tanam benang dan medikamentosa dibandingkan dengan kelompok akupunktur sham dan medikamentosa. Pemeriksaan kadar NO menjadi parameter yang dinilai pada saat sebelum perlakuan dan 30 hari setelah 2 kali terapi dengan durasi 15 hari sekali.
Hasil penelitian menunjukkan terjadi kenaikan kadar NO pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok sham namun tidak ada perbedaan bermakna antara kedua kelompok. Kesimpulan penelitian ini akupunktur tanam benang belum terbukti secara statistik mempengaruhi kadar NO pada pasien GERD.

OksidaGastroesophageal reflux disease (GERD ) is a condition that causes the return of gastric fluid into the esophagus. Catgut embedding acupuncture has become one of the therapies used for alternative therapies. This study aimed to determine changes in serum Nitric Oxide (NO) levels after catgut embedding acupuncture therapy and conventional medicine. Single -blind randomized trials is used on 50 respondents with GERD were divided to group catgut embedding acupuncture therapy and conventional medicine compared with sham acupuncture group and medicine. The level of NO into the parameters assessed at the time before treatment and 30 days after treatment with 2 times the duration of 15 days.
The results showed increased levels of NO in catgut embedding acupuncture therapy and conventional medicine group compared with sham acupuncture group and medicine but there was no significant difference between the two groups. The conclusion of this study catgut embedding acupuncture has not been proven statistically in influencing the levels of NO in patients with GERD.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Stefanus Agung Budianto
"ABSTRAK
Laserpunktur merupakan salah satu tindakan akupunktur untuk penanganan kasus
nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laserpunktur pada titik
LI4 Hegu terhadap kadar β-endorfin plasma darah subjek sehat. Uji acak tersamar
ganda dengan kontrol plasebo dilakukan pada 29 subjek sehat yang dialokasikan
ke dalam kelompok laserpunktur (n=15) dan kelompok laserpunktur plasebo
(n=14). Kadar β-endorfin plasma darah digunakan untuk mengukur keluaran
penelitian yang dinilai sebelum perlakuan, dan pasca perlakuan. Terdapat
perbedaan bermakna secara statistik pada rerata kadar β-endorfin plasma darah
sebelum dan sesudah perlakuan dalam kelompok laserpunktur, perubahan nilai
rerata dari 0,22±0,06 ng/ml menjadi 0,29±0,07 ng/ml dengan nilai p=0,005
(p<0,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik pada rerata kadar β-
endorfin plasma darah sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok
laserpunktur plasebo, perubahan nilai rerata dari 0,22±0,06 ng/ml menjadi
0,26±0,09 ng/ml dengan nilai p=0,195 (p>0,05). Pada rerata selisih kadar β-
endorfin plasma darah antara kelompok laserpunktur dengan kelompok
laserpunktur plasebo juga tidak terdapat perbedaan bermakna secara statistik
(p=0,183, p>0,05). Kesimpulan penelitian ini laserpunktur dapat mempengaruhi
kadar β-endorfin plasma darah subjek sehat, namun tidak berbeda bermakna
secara statistik pada rerata selisih kadar β-endorfin plasma darah antar kelompok
perlakuan.

ABSTRACT
Laserpuncture is one of acupuncture method for pain management. This study
aims to determine the effect laserpuncture at LI4 Hegu point on plasma levels of
β-endorphin in healthy subjects. A randomized double-blind controlled trials with
placebo controls carried out on 29 healthy subjects, they were allocated into
laserpuncture group (n=15) and laserpuncture placebo group (n=14). Plasma
levels of β-endorphin is used to measure the output of the study assessed both
before treatment and post-treatment. There are statistically significant in the
mean plasma levels of β-endorphin before and after treatment in the
laserpuncture group, changes in mean value from 0.22±0,06 ng/ml to 0.29±0,07
ng/ml with a p value=0,005 (p<0,05). There are no statistically significant in the
mean plasma levels of β-endorphin before and after treatment in the
laserpuncture placebo group, changes in mean value from 0,22±0,06 ng/ml to
0,26±0,09 ng/ml with p values=0,195 (p>0,05). Between groups, there were no
statistically significant in the mean difference of plasma levels of β-endorphin
(p=0,183, p>0,05). The conclusion of this study laserpuncture can affect the
plasma levels of β-endorphin in healthy subjects, but no statistically significant in
the mean difference of plasma levels of β-endorphin between groups."
2016
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Wahdini
"Prosedur esofagogastroduodenoskopi (EGD) dapat menimbulkan kecemasan, sehingga diperlukan intervensi untuk membuat pasien tenang dan rileks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek akupunktur telinga terhadap kecemasan dan tekanan darah serta frekuensi denyut nadi pasien pada prosedur EGD. Penelitian acak tersamar tunggal dengan kontrol ini melibatkan 40 pasien yang dibagi menjadi kelompok perlakuan yang mendapatkan akupunktur telinga menggunakan press needle pada titik shenmen, relaksasi dan zero point. Sedangkan kelompok kedua sebagai kontrol mendapatkan press needle sham pada titik yang sama. Pengukuran kecemasan dilakukan menggunakan kuesioner Spielberger State Anxiety Inventory (SAI) yang diberikan sebelum intervensi dan 10 menit setelah endoskopi selesai. Dilakukan pencatatan tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum intervensi, selama dan setelah EGD. Terdapat penurunan skor SAI yang bermakna pada kelompok akupunktur (p<0,001). Rerata selisih skor SAI kelompok akupunktur lebih besar dibandingkan dengan kelompok sham (p<0,001). Tidak terdapat perbedaan rerata tekanan darah dan frekuensi denyut nadi antara kedua kelompok. Akupunktur telinga menggunakan press needle pada titik shenmen, relaksasi dan zero point dapat menurunkan kecemasan pasien selama prosedur EGD.

Esophagogastroduodenoscopy (EGD) procedure can cause anxiety, so that the necessary interventions that can make patients relax and calm. The objective of this study was to investigate the effect of auricular acupuncture towards anxiety, blood pressure and pulse rate of patient on the oesophagogastroduodenoscopy procedure. This randomised, single blinded study with 40 patients undergoing EGD without sedation were divide into two groups acupuncture and sham acupuncture group. Patients received press needle or sham press needle at the shenmen, relaxation, and zero point. Anxiety was assessed using the Spielberger State Anxiety Inventory (SAI) before and 10 min after procedure. Blood pressure and pulse rate were monitored before intervention, during and after endoscopy using automated blood pressure monitor. Mean score of SAI were decreased after auricular acupuncture (p<0,001). Mean difference score of acupuncture group was higher than sham group (p<0.001). The mean change in systolic and diastole blood pressure and pulse rate between groups were not significant different. Auricular acupuncture with press needle on senmen, relaxation and zero point reduces anxiety during EGD procedure.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Febyana Anggraeni Tjahjar
"Artritis reumatoid AR adalah penyakit autoimun yang ditandai oleh sinovitis erosif dengan inflamasi sistemik kronik dan progresif, dimana sendi merupakan target utama dan dapat berlangsung lama. Terapi farmakologi saat ini tidak selalu memberikan hasil memuaskan dan pengobatan jangka panjang dapat mengakibatkan efek samping seperti gangguan gastrointestinal, hepar, renal, dan lain sebagainya. Akupunktur merupakan terapi non-farmakologi dengan jarum halus yang ditusukkan pada titik akupunktur tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi akupunktur dan medikamentosa. Uji klinis acak tersamar ganda dengan kontrol sham dilakukan pada tiga puluh subjek dengan AR yang dibagi ke dalam dua kelompok. Lima belas subjek kelompok terapi akupunktur dan medikamentosa; dan lima belas subjek kelompok akupunktur sham dan medikamentosa. Baik terapi akupunktur maupun akupunktur sham dilakukan dua kali seminggu hingga sepuluh kali. Disease Activity Score 28 ndash; C Reactive Protein DAS28-CRP beserta dengan empat komponennya, yaitu 28 Tender Joint Count 28TJC , 28 Swolen Joint Count 28SJC , General Health GH melalui pengukuran Visual Analogue Scale VAS , dan CRP diukur sebagai keluaran penelitian yang dinilai sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna penurunan rerata DAS28-CRP sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok terapi akupunktur dan medikamentosa dibandingkan dengan kelompok akupunktur sham dan medikamentosa p < 0,05 . Perbedaan bermakna juga terlihat pada penurunan rerata VAS sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok terapi akupunktur dan medikamentosa dibandingkan dengan kelompok akupunktur sham dan medikamentosa p < 0,001 . Tidak terdapat perbedaan bermakna pada median penurunan 28TJC, 28SJC, dan CRP antara kedua kelompok. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi akupunktur dapat mempengaruhi aktivitas penyakit AR.

Rheumatoid arthritis AR is autoimmune disease characterized by erosive synovitis with chronic systemic inflammation and progressive, where the joints are the main targets and can be prolonged. Pharmacological therapy currently do not always give satisfactory results and long term treatment can cause side effects such as gastrointestinal disorders, hepatic, renal, and so forth. Acupuncture is a non pharmacological therapy with fine needle, punctured to acupuncture points on the body. This study aims to determine the effectiveness of acupuncture therapy and medical treatment. Double blind randomized clinical trials with sham control was conducted on thirty subjects with AR who were divided into two groups, fifteen subject in acupuncture therapy and medical treatment groups and fifteen subjects in sham acupuncture and medical treatment. Both acupuncture therapy and sham acupuncture is done two times a week for up to ten times. Disease Activity Score 28 C reactive protein DAS28 CRP along with its four components 28 Tender Joint Count 28TJC , 28 Swolen Joint Count 28SJC , General Health GH by measuring the Visual Analogue Scale VAS , and CRP were measured as the output of research, assessed before and after treatment. The results showed a significant decrease in the mean difference in DAS28 CRP before and after treatment in acupuncture therapy and pharmacology treatment group compared with sham acupuncture and pharmacology treatment groups p
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
T55592
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>