Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 157485 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Layanan keperawatan yang bermutu adalah layanan yang tidak hanya melihat dari hasil akhir yaitu kesembuhan pasien tetapi juga dari proses pemberian layanan. Kepuasan pasien dapat memberi manfaat terhadap beberapa hal yaitu hubungan antara institusi layanan dan pasien menjadi harmonis, pasien akan datang kembali dan mendorong keluarga serta orang lain untuk memanfaatkan layanan kesehatan/rumah sakit. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat kepuasan pasien yang mendapat pelayanan keperawatan oleh perawat yang belum mendapat pelatihan komunikasi terapeutik dan yang sudah mendapat pelatihan komunikasi terapeutik. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross sectional) dengan jumlah responden 23 pasien untuk diminta pendapathya tentang kepuasannya pada pelayanan keperawatan. Tempat penelitian di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purpose sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara kepuasan dengan pelatihan dimana kepuasan pasien terhadap perawat yang sudah pelatihan lebih tinggi dibanding dengan yang belum pelatihan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan komunikasi terapeutik secara reguler dan evaluasi berkala terhadap kepuasan pasien untuk menjaga alas meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan sehingga membuat pasien senang dan ingin kembali memanfaatkan jasa rumah sakit."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
TA5722
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Herlina Pratiwi
"Komunikasi terapeutik perawat di ruang laniai 3 B Penyakit Dalam Rumah Sakit Bunda Margonda dirasakan belum optimal sehingga klien masih banyak yang belum puas terhadap asuhan keperawatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan klien. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasi menggunakan pendekatan cross sectional. Tehnik penarikan sample adalah accidental sampling. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan klien dalarn menerima asuhan keperawatan. Dengan komunikasi terapeutik yittig baik oleh perawat, diharapkan klien merasa puas dalam menerima asuhan keperawatan.

Therapeutic communication of nurse in the Internist Room 3B floor Bunda Margonda Hospital was thought not optimum so that most client still not satisfied with nursing care provided The purpose of this research to determine the relationship between therapeutic communication of nurse with client satisfaction levels. This research is qualitative correlate interpretive with approach of cross sectional. The technique of sample is accidental sampling. The results of analysis determine there is significant correlation between therapeutic communication of nurse with client satisfaction level in nursing care. With a good therapeutic communication by nurse, satisfied clients expected to receive nursing can."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
TA5938
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Sentosa pada seminar PPNI di RSU Kardinah menyebutkan bahwa salah satu
permasalahan terhadap pelayanan kesehatan adalah komunikasi yang kurang baik antara
tenaga kesehatan dan pasien (Suara Merdeka, 2001). Dalam hasil survei di RSUP
Sanglah Bali, didapat data bahwa keluhan yang sering disampaikan oleh klien adalah
perawat yang judes, sering cemberut, kurang komunikasi, dan sangat tidak ramah (Bali
Post, 2001)- Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penerapan
komunikasi terapeutik perawat dan bagaimana persepsi pasien terhadap komunikasi
perawat. Penelitian ini dilakukan di RS Karya Medika Tambun, Bekasi, dengan jumlah
responden sebanyak 28 orang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif
sederhana, dengan menggunakan alat pengumpulan data kuesioner. Analisa data yang
digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 68%
perawat menerapkan komunikasi terapeutiknya dengan baik, 32% perawat kurang
menerapkan komunikasi terapeutiknya, dan tidak ada perawat yang tidak menerapkan
komunikasi terapeutik. Penelitian ini merekomendasikan agar penerapan komunikasi
terapeutik lebih ditingkatkan."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5485
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ida Farida Yahya
"Dalam pelayananasuhan keperawatan, komunikasi terapeutik memegang peranan penting untuk membantu klien memecahkan masalahnya. Untuk mewujudkan terlaksananya komunikasi terapeutik secara efektif diperlukan adanya kemauan dan kesadaran diri yang tinggi dari perawat. Perawat harus mampu menciptakan kondisi (keterpercayaan) yang dapat menimbulkan adanya rasa percaya klien terhadap perawat, klien merasa diperhatikan: diterima, merasa aman, nyaman (deskripsi) merasa diikutsertakan dalam setiap tindakan yang akan dilakukan untuknya (orientasi masalah) pelayanan yang diberikan perawat dirasakan tulus, tidak dengan paksaan (spontanitas) informasi yang dibutuhkan klien harus jelas (kejelasan) klien merasa perawat dapat membantu mengurangi hal-hal yang mengganggu pikirannya dalam menghadapi penyakitnya dan tanpa memandang siapa klien tersebut (persamaan) sehingga klien merasa puas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang menumbuhkan hubungan interpersonal baik dengan efektifitas komunikasi terapeutik perawat-klien di ruang rawat inap rumah sakit Sumber Waras. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian ini terdiri dari 2 sampel yaitu 139 perawat pelaksana dan 248 klien yang dirawat. Data yang diperoleh dianalisis dengan mempergunakan koefisien korelasi Product Moment, untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Selanjutnya dilakukan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui bagaimana variabel dependen dapat diprediksi oleh variabel independen. Untuk mengetahui prediksi yang paling berhubungan antara variabel dependen dan independen digunakan regeresi liner ganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan variabel independen, lima variabel independen yang berhubungan secara signifikan dengan variabel dependen yaitu deskripsi, orientasi masalah, kejelasan, keterpercayaan dan kesinambungan & konsistensi. Sedangkan tiga variabel yang tidak berhubungan adalah spontanitas, persamaan dan provisionalisme.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa komunikasi terapeutik perawat-klien di ruang rawat inap RS Sumber Waras sudah dilaksanakan dengan baik, namun masih perlu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta sikap perawat pelaksana dalam berkomunikasi dengan klien, Mengingat masih adanya keluhan-keluhan dari klien terhadap pelayanan asuhan keperawatan di RS Sumber Waras."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2003
T10317
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Manurung, Idawati
"Recent health service should ti-y to grant comprehensive service, in line with technology demand and society interest, clients have resumed to pay attention to profits of hospital providing qualified service, efficient cost and satisfaction to its clients. A hospital, if dose not pay attention to its client?s satisfaction, will diminish its clients and eventually will suffer a financial loss. One of many factors influencing client?s satisfaction is client-nurse communication.
The survey at Karya Bhakti Hospital, Bogor indicated that its clients have felt satisfied, yet they still have complaint on that the communication between nurses and clients in inpatient unit has not been active. In consequence, this research was to prove that there was a relation between nurse-client communication and a level of client?s satisfaction with the nursing service. The used method was descriptive correlation and the data collecting utilized cross sectional. The sample of research was 100 people who were patients of inpatient unit of Karya Bhakti Hospital, Bogor. The research was conducted in June and July 2001. The instrument of this research broke down into three part, namely: first client?s characteristics; second, nurses? communication toward client; and third, client?s satisfaction.
Characteristics of respondent were: age between 15-73 years old of age, mostly women educational level ranging from elementary to university, mostly from new patients who got service at first; and length of caring ranging from 3-12 days. The research was conducted at four inpatient units. The result of communication variable implied that the clients often got empathy, involved in planning and decision making lfl controlled caring process, entrusted and often got detail, systematic and transparent information as well as rewarding as an individu in nurse communication (Confirmation). The result finding at satisfaction level showed that the level of corespondent?s satisfaction was high enough. Their characteristic did not indicate a significant relation with the level of satisfaction There was a significant Connection between nurse-client COflhrfltiflication (confirmation) and client?s satisfaction on detail-systematic information granting (transparency) as well as attitude to appreciate client as an indivìdu (confirmation).
Based on the research, it is recommended that policy makers of the hospital should remain this achievement. And ¡t should be enhanced so the entire staffs of the hospital could run communication well and it could be remained by rewarding to executing nurse whom has carried his/her communication well, emphasizing to all hospital to do so. And they should establish teamwork that handles matter of communication in a hospital and compose a program which focuses on information restructuring such as health education through discharged planning that is adjusted with individual needs.
It is suggested that nurses should carry out nursing care using excellent communication. And create a program that control and facilitate communication program in environment of care. For further research, it is recommended that this result should be base of the following research using more complete method such as experiment equation or by direct-qualitative-interview on factors influencing clients? satisfaction. Due to the fact that this research had analyzed the content of communication, so the further research is recommended to ilivestigate some relations between nurse-client communication techniques and achievement of nursing service quality.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2001
T4578
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yulianti Savitri
"Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan crosssectional yang dilakukan pada periode rawat 4-15 Maret 2013 pada 114 pasien sebagai responden. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi pasien terhadap efektivitas komunikasi terapeutik perawat di ruang rawat inap RSU Bhakti Yudha Depok.
Hasil penelitian menggambarkan 66,7% responden menilai komunikasi perawat efektif, analisis lebih lanjut dengan regresi logistik menujukkan tidak ada hubungan signifikan antara umur, jenis kelamin, pendidikan, tipe kepribadian dengan persepsi pasien terhadap efektivitas komunikasi terapeutik perawat. Hanya variabel motivasi yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi pasien terhadap efektivitas komunikasi terapeutik perawat.
Dengan hasil penelitian ini disarankan kepada rumah sakit agar diadakan rencana pelatihan komunikasi terapeutik secara berkelanjutan bagi perawat. Selain itu, mengupayakan adanya penerapan komunikasi terapeutik perawat dengan optimal serta adanya pengawasan dari supervisor maupun kepala ruangan, dan pembinaan dari komite keperawatan bagi perawat.

The study was a quantitative cross sectional study conducted during the periodMarch 4th to March 15th 2013 and covering 114 client. The aim of the study was to determine the factors associated with patient's perceptions about effectiveness of therapeutic communication nursing inpatient unit.
The result was found 66,7% respondents think nurses have effectiveness communication and with the logistic regression analysis showed there was no association between age, sex, education, personality traits with patient’s perceptions about effectiveness of therapeutic communication nursing. It also found that there was association between motivation with patient's perceptions about effectiveness of therapeutic communication nursing.
This study recommends to hospital for make therapeutic communication periodic training. Besides that, seek the implementation of therapeutic communication nursing and monitoring from supervisor and the head of the room, also coaching from nursing committee for nurses.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
T35560
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yessy Wirani
"Metode komunikasi kolaboratif untuk meningkatkan keselamatan pasien adalah komunikasi SBAR (Situation, Background, Assessment, Recomendation). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan SBAR terhadap pengetahuan, sikap, dan keterampilan perawat di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang tahun 2016. Jenis penelitian quasi eksperimental dengan desain one group pretest-posttest dilanjutkan pendekatan kualitatif (Mixed Research). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna pengetahuan dan keterampilan perawat sebelum dan sesudah pelatihan komunikasi SBAR dan perawat memiliki reaksi baik sesudah pelatihan. Pelatihan komunikasi SBAR efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat. Saran untuk rumah sakit untuk membentuk unit diklat, membuat post training action plan secara konsisten dan program inhouse training lanjutan.

Collaborative communication methods to improve patient safety is communication SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation). This study aims to determine the effectiveness of training SBAR to knowledge, attitudes, and skills of nurses at Pelabuhan Hospital Palembang in 2016. Type quasi experimental design with one group pretest-posttest followed a qualitative approach (Mixed Research). The results showed significant differences in the knowledge and skills of nurses before and after training SBAR communication and nurses have a good reaction after training. SBAR communication training effectively improve knowledge and skills of nurses. Suggestions for the hospital to restructurisation a unit training, evaluate a post training action plan consistently and advanced in-house training
program.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2017
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Doloksaribu, Riama
"Komunikasi merupakan alat penting bagi perawat dalam berinteraksi dengan klien. Komunikasi terapeutik yang digunakan oleh perawat dapat membina hubungan yang terapeutik. Pada dasarnya klien selalu mengharapkan informasi yang lengkap dan jelas berkaitan dengan masalah kesehatannya serta kondisi yang sedang dialaminya. Setiap perawat mampu berkomunikasi dengan klien tetapi tidak semua mampu menerapkan komunikasi yang terapeutik. Kurangnya komunikasi dan interaksi yang terapeutik dari perawat ke klien sering menyebabkan kesalahpahaman dan ketidakpuasan pemenuhan harapan klien. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan penerapan komunikasi terapeutik dengan tingkat kepuasan klien dalam menerima pelayanan keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan mengambil sampling klien di ruang rawat inap penyakit dalam dan bedah di rumah sakit Internasional Bintaro. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembar evaluasi kinerja penerapan komunikasi terapeutik dalam memberikan asuhan keperawatan dan lembar kuesioner kepuasan klien, dengan analisis data univariat dan bivariat yang menggunakan uji hipotesis Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan penerapan komunikasi terapeutik dengan tingkat kepuasan klien dalam menerima pelayanan keperawatan."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TA5621
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Kepuasan klien adalah kesan klien terhadap rumah sakit yang membuat klien dapat
menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Kurangnya interaksi atau
komunikasi perawat kepada kliennya dapat menyebabkan klien merasa tidak puas.
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara komunikasi terapeutik perawat
dengan tingkat kepuasan klien. Penelitian ini dilakukan di IRNA B Lantai IV dan V
Kanan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSUPNCM)
Jakana. Desain penelitian adalah Cross sectional dan penarikan sampel menggunakan
tehnik convenience sampling. Jumlah sampel 25 orang. Data dikumpulkan dengan
kuesioner tentang harapan dan kenyataan komunikasi perawat. Data dianalisa dengan
statistik deskriptif dengan menggunakan sentral tendensi. Penelitian ini telah
menemukan bahwa rata-rata umur klien adalah 33.64 tahun dengan Sd = 13.16
tahun. Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (52%) Tingkat pendidikan terbanyak
adalah SLTA (40%) Lama klien dirawat rata-rata 7.28 hari, dan 68% sudah pernah
dirawat di ruang yang sama sebelumnya. Nilai rata-rata harapan klien terhadap
komunikasi perawat adalah 56.36 dengan Sd = 6.49, dengan demikian harapan klien
tergolong dalam kategori tinggi. Sedangkan nilai rata-rata kenyataan komunikasi
perawat yang dialami klien adalah 39.68 dengan Sd = 7.06, sehingga kenyataan yang
diterima klien tergolong dalam kategori kurang. Dalam penelitian ini ditemukan
apabila kenyataan lebih besar dari harapan maka klien akan puas, dan apabila
kenyataan lebih kecil dari harapan maka klien akan tidak puas, dimana hasil yang
didapatkan 84% klien menyatakan tidak puas dengan komunikasi perawat. Oleh
karena itu dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan klien dapat dipengaruhi oleh
komunikasi terapeutik perawat."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5099
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Anggraini
"Timbang terima adalah salah satu bentuk komunikasi antar profesi dan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan perawat untuk menyampaikan informasi tentang kondisi pasien. Komunikasi dengan alur Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) adalah salah satu metode komunikasi efektif yang jelas, fokus, dan terstruktur.
Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi perbedaan pengetahuan dan kemampuan perawat setelah pelatihan, desain penelitian dengan pre-eksperiment dengan pre-post tanpa kelompok kontrol, sampel penelitian seluruh Perawat Primer dan Penanggung Jawab shift (n= 17), analisis data dengan uji t berpasangan dan uji Wilcoxon.
Ada perbedaan yang bermakna rerata pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan (p value < 0,001), ada perbedaan yang bermakna rerata kemampuan perawat sebelum dan sesudah pelatihan komunikasi SBAR dalam timbang terima pasien antar shift (p value < 0,001). Efektifitas pelaksanaan komunikasi SBAR perlu dukungan dari pihak manajerial dan komitment perawat, dengan adanya pedoman komunikasi efektif dengan metode SBAR, motivasi, mentoring, dan supervisi, serta pengembangan pendidikan yang berkelanjutan.

Handover is a form of communication among the professions as routine activities carried out by the nurses to give information about the patient's condition. Communication with the groove Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) is one of the effective clear, focused and structured communication method.
The objective of this research is to identify differences in the knowledge and ability of nurses after training, research design with preexperiment with pre-post without a control group, the study sample whole Nurses Primary and responsible shift (n = 17), data analysis with paired t test and Wilcoxon test.
There is a significant difference in the average nurse's knowledge before and after training (p value <0.001), and there is a significant difference means the ability of nurses before and after training SBAR communication in shifts handover (p value <0.001). Effective implementation of the SBAR communication needs of the managerial support and commitment of nurses, with the guidance effective methods SBAR communication, motivation, mentoring, and supervision, as well as the development of continuing education."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
T45303
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>