Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 23 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Agnesia Dinda Asyla
"ix ABSTRAK Nama : Agnesia Dinda Asyla Program Studi : Profesi Ners Ilmu Keperawatan Judul : Asuhan Keperawatan Pada Pasien Stroke Iskemik dengan Gangguan Menelan Melalui Penerapan Teknik Shaker Exercise Untuk Meningkatkan Kekuatan Otot Menelan. Disfagia adalah gangguan menelan yang merupakan salah satu prognosis yang buruk pada pasien stroke. Insiden terjadinya gangguan menelan sebanyak 34-80% dan dampak yang umum ditemukan setelah terjadinya stroke. Penanganan gangguan menelan yang tertunda akan berpengaruh pada pemunuhan kebutuhan dasar seperti dehidrasi, malnutrisi dan meningkatkan risiko aspirasi. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah menganalisis pemberian intervensi teknik shaker exercise untuk meningkatkan kekuatan otot menelan. Teknik shaker exercise merupakan terapi menelan yang meningkatkan kekuatan otot menelan sehingga meningkatkan fungsi menelan. Pengkajian gangguan menelan dilakukan dengan The Gugging Screening Scale (GUSS). Intervensi yang dilakukan adalah latihan dengan teknik shaker exercise sebanyak 3 kali dalam satu hari. Hasil evaluasi menunjukan adanya peningkatan fungsi menelan yang dinilai dengan Tes GUSS (Gugging Screening Scale). Skor GUSS sebelum intervensi adalah 7 yang menandakan disfagia berat dan skor GUSS setelah intervensi adalah 15 yang menandakan disfagia ringan dan kekuatan otot menelan pasien semakin baik. Berdasarkan hal tersebut terjadi perubahan yang signifikan terhadap kekuatan otot menelan pasien. Oleh karena itu, teknik shaker exercise dapat menjadi salah satu intervensi yang dilakukan perawat untuk meningkatkan kekuatan otot menelan pada pasien stroke.

Dysphagia is a swallowing disorder which is one of the poor prognoses in stroke patients. The incidence of swallowing disorders is 34-80% and the effects are commonly found after a stroke. Delayed treatment of swallowing disorders will affect the fulfillment of basic needs such as dehydration, malnutrition and increase the risk of aspiration. The aim of this scientific work is to analyze the provision of shaker exercise technique intervention to increase swallowing muscle strength. The shaker exercise technique is a swallowing therapy that increases swallowing muscle strength thereby improving swallowing function. Swallowing disorders are assessed using The Gugging Screening Scale (GUSS). The intervention carried out was training using the shaker exercise technique 3 times a day. The evaluation results showed an improvement in swallowing function as assessed by the GUSS Test (Gugging Screening Scale). The GUSS score before the intervention was 7 which indicated severe dysphagia and the GUSS score after the intervention was 15 which indicated slight dysphagia and the patient's swallowing muscle strength was getting better. Based on this, there was a significant change in the patient's swallowing muscle strength. Therefore, the shaker exercise technique can be one of the interventions carried out by nurses to increase swallowing muscle strength in stroke patients.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dastono Susantoro
"Motivasi adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang, sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi juga diartikan sebagai suatu tenaga atau faktor yang terdapat dalam diri manusia yang menimbulkan, mengarahkan dan mengorganisir tingkah lakunya. Bila individu merasakan suatu kebutuhan, maka akan mendorong individu untuk berbuat sesuatu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi klien terhadap tingkat kemandirian pada klien dengan storke non hemoragik.
Desain penelitian yang dilaksanakan adalah metode deskriptif eksploratif, sample yang diambil dalam penelitian ini adalah semua penderita stroke non hemoragik yang dirawat di IRNA B lantai I kanan, lantai II kiri, poliklinik saraf dan Instalasi Rehabilitasi Medik di RS. Cipto Mangunkusumo sebanyak 30 orang. Untuk pengumpulan data, peneliti menggunakan alat pengumpul data berupa kuesioner yang mengacu pada teori dan konsep motivasi. Dari 15 item yang diajukan kuesioner kepada responden, rata-rata klien memiliki motivasi mandiri. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi klien terhadap tingkat kemandirian yaitu faktor pendidikan, pengetahuan, minat, dukungan keluarga, orang terdekat, dan perawat dalam memberi motivasi pada klien baik selama menjalani perawatan, pengobatan maupun rehabilitasi."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5267
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ana Rizana
"Setiap ibu postpartum mengalami nyeri. Nyeri postpartum dapat disebabkan oleh robekan perineum, episiotomi, kontraksi, ketegangan buah dada, hemoroid, sakit kepala maupun karena tindakan cesarian. Nyeri merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi motivasi ibu untuk kontak awal dengan bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana hubungan antara tingkat nyeri postpartum dengan motivasi ibu untuk melakukan bonding attachment. Penelitian dilakukan di RSCM IRNA A lantai II kiri dan kanan dengan kriteria sampel ibu yang melahirkan secara sesarian dan primipara yang melahirkan secara normal. Sampel yang diambil 21 orang dan desain penelitiannya menggunakan deskriptif korelasi dengan metode analisanya korelasi tata jenjang Spearman?s. Hasil penelitian yang diperoleh (rs=0.199 < 0.450) pada taraf kepercayaan 95%. Ini berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat nyeri postpartum dengan motivasi ibu untuk melakukan bonding attachment."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2001
TA5026
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ana Lusiyana
"Salah satu penyebab utama ketidakhadiran sebagian wanita di sekolah dan pekerjaan adalah nyeri saat menstruasi atau dismenore (Rosemary, 2001). Salah satu cara mengurangi dismenore adalah dengan olahraga rutin, teratur serta berkesinambungan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan tingkat dismenore pada remaja putri yang rutin berolahraga dengan remaja putri yang tidak rutin berolahraga, dan menggunakan desain deskriptif perbandingan. Penelitian dilakukan di SMU Muhammadiyah 18, Jakarta Selatan, dengan 50 responden. Alat pengumpul data berupa quesioner yang terdiri atas 18 item dengan teknik random sampling.
Hasil analisa dengan uji statistik chi square menunjukkan tidak ada perbedaan tingkat dismenore pada remaja yang rutin berolaraga dengan remaja yang tidak rutin berolahraga ( X2=0,669 ). Peneliti merekomerldasikan penelitian Selanjutnya mengunakan desain quasi eksperimen untuk mengetahui dampak langsung olahraga terhadap penurunan nyeri menstruasi."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5109
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Ramawati
"Diare persisten adalah pengeluaran tinja secara terus-menerus selama lebih dari 7-14 hari yang dapat menyebabkan dehidrasi, malnutrisi, bahkan kematian pada anak Angka kejadian diare persisten pada anak balita cukup tinggi, yaitu sekitar sepersepuluh persen dari angka kejadian diare akut di Indonesia dikarenakan masih banyak ibu tidak memberikan ASI secara eksklusif atau rnenghentikan sama sekali pemberian ASI kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap angka kejadian diare persisten pada anak balita.
Metode penelitian yang digunakan adalah koreIasi deskriptif. Data diperoleh dari responden atau ibu dengan anak balita yang menderita diare di Kel. Pisangan Timur yang memenuhi kriteria dan bersedia menjadi rexponden. Metode pengolahan data yang digunakan yaitu fisher exact probability rest.
Hasil penelitian menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan antara pemberian ASI eksklusif terhadap angka kejadian diare persisten pada anak balita."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2001
TA5016
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Citra Rahmawati
"Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan siswanya melalui peningkatan motivasi siswa dalam menjaga perilaku sehat. Saat ini hampir 85% SD di Jakarta memiliki UKS. Program UKS yang dijalankan dengan baik dan dengan kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan, praktisi sekolah, dan siswa dapat meningkatkan internalisasi nilai-nilai dalam program UKS pada diri siswa yang kemudian akan berpengaruh terhadap perilaku sehatnya.
Peneliti tertarik untuk mengetahui seberapa besar pengaruh UKS di SDN Baru 01 Pagi dalam memotivasi siswanya untuk menjaga perilaku sehat. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif sederhana dngan jumlah sampel 40 orang siswa kelas V-VI di SDN Baru 01 Pagi yang diambil dengan Cara random sampling. Kuesioner berbentuk skala likert dengan 100% responden menunjukkan internalisasi program UKS dan motivasi yang baik dalam menjaga perilaku sehat.
Hasil analisa dengan uji Spearman rank menunjukkan adanya hubungan yang kuat sekali (rs = O,759) antara internalisasi program UKS dengan tingkat motivasi siswa untuk menjaga perilaku sehat. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2001
TA4999
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Permata Sari
"Stres merupakan fenomena kehidupan yang pasti dialami semua orang. Stres yang terjadi pada anak usia sekolah memberikan dampak yang sangat buruk bagi kehidupan anak, bahkan dapat mendorong anak melakukan tindakan bunuh diri. Begitu banyak faktor-faktor yang dapat menyebabkan anak mengalami stres, baik faktor internal maupun eksternal di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi terjadinya stres pada anak usia sekolah di sekolah.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi. Populasi penelitian adalah anak usia sekolah kelas enam SDN Pondok Cina I Depok. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 40 responden, dengan menggunakan metode purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji korelasi Chi-Square (p = 0,05).
Penelitian ini mendapatkan hasil tidak adanya pengaruh antara hubungan dengan teman dan beban tugas sekolah terhadap terjadinya stres pada anak usia sekolah di sekolah. Sedangkan sikap guru mempengaruhi terjadinya stres pada anak usia sekolah di sekolah. Peneliti merekomendasikan penelitian selanjutnya. untuk memilih tempat penelitian yang Iebih sesuai, melakukan uji validitas dan reliabilitas lengkap terhadap instrumen, serta memperbanyak jumlah responden penelitian."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5496
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Syifa Fauziah
"ABSTRAK
Persepsi positif tentang kinerja perawat dalam menjalankan peran perawat akan
meningkatkan motivasi masyarakat untuk berkunjung ke puskesmas. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran persepsi masyarakat tentang peran perawat
puskesmas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif sederhana dengan
pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner
kepada 96 pengunjung puskesmas di Kelurahan Bintara dengan teknik purposive
sampling. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 55,2% responden memiliki
persepsi positif tentang peran perawat secara keseluruhan. Dengan demikian,
persepsi masyarakat hampir seimbang karena selisih persetasi antara persepsi baik
dan buruk hanya 10,4.

ABSTRACT
Positive perception to quality of nursing service would increase motivation to
come to puskesmas. The purpose of this study was to determine community
perception of nurse role in puskesmas. The method of this study used simple
descriptive method with point time approach cross sectional. Sampling technique
that used in this study was purposive sampling. The data have collected by
questionnaire to 96 visitors in Kelurahan Bintara. This study showed that 55,2%
respondent have totally positive perception of nurse role. Thereby, community
perception almost balanced because the difference percentage of positive and
negative only 10,4."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S43130
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Joko Purnomo
"Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif yang sering terjadi pada sendi, dimana dapat mengakibatkan ketidakmampuan beraktifitas dan perubahan kualitas hidup karena adanya inflamasi dan nyeri. Ketika masyarakat sunda merasakan nyeri maka akan memendam rasa nyeri yang dirasakannya. Walaupun merasakan nyeri masyarakat sunda tetap melakukan aktifitas sehari hari hal ini sesuai dengan pepatah Mun teu ngarah moal ngarih, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngoprek moal nyapek yang berarti kalau tidak berusaha tidak mungkin bisa menanak nasi atau makan. Derajat nyeri dapat diukur menggunakan skor VAS Visual Analogue Scale dan kualitas hidup menggunakan skor SF 36. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik Non Probability Sampling Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat nyeri dengan kualitas hidup pasien osteoartritis. Hasil uji analisa menggunakan uji Pearson Chi square menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat derajat nyeri dengan kualitas hidup pasien osteoartritis pada suku sunda p=0,000;p<0,05. Direkomendasikan penelitian selanjutnya untuk dapat membandingkan terkait persepsi derajat nyeri pasien osteoartritis yang dirasakan suku sunda dengan suku lain di Indonesia terhadap kualitas hidup.

Osteoarthritis is a degenerative disease that often occurs in joints, which can lead to inability to activity and changes in quality of life due to inflammation and pain. When Sundanese people feel pain, they will harbor the pain they feel. Although feeling the pain Sundanese people continue to do daily activities this is in accordance with the saying Mun teu ngarah moal ngarih, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngoprek moal nyapek which means that if you do not try it is impossible to cook rice or eat. The degree of pain can be measured using the VAS Visual Analogue Scale score and quality of life using an SF 36 score. This study used a cross sectional design with the Non Probability Sampling technique. The results of the analysis test using the Pearson Chi square test showed a significant relationship between the degree of pain and the quality of life of osteoarthritis patients in the Sundanese tribe p = 0,000; p <0,05. Perceived Sundanese tribes with other tribes in Indonesia towards quality of life."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Ikhsan
"Luka bakar merupakan salah satu cedera yang banyak ditemukan di masyarakat dan masyarakat adalah orang yang pertama menemukan korban luka bakar. Ketika melakukan penanganan awal luka bakar masyarakat perlu mengetahui cara penanganan awal luka bakar yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan penanganan awal luka bakar dengan perilaku penanganan awal luka bakar oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Instrumen yang digunakan disesuaikan dengan target pengetahuan yang ingin dicapai. Dalam pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dan berdasar atas kriteria inklusi yang sudah ditentukan. Uji statistik yang dilakukan menggunakan uji Chi Square dengan signifikasi (α < 0,050) menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan penanganan awal luka bakar dengan perilaku penanganan awal luka bakar oleh masyarakat (p = 0,017). Perilaku masyarakat akan tepat dalam melakukan penanganan awal luka bakar dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan awal luka bakar melalui pelatihan atau edukasi yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan.

Burn injury are one of the most common injuries found in the community and the community was the first to find burn victims. When conducting burn first aid early management community need to know how to do it properly. The researche aims to identify the correlation between knowledge and behaviors of burn first aid early management in the community. This study used cross sectional design with 100 respondent. This instrument used are adjusted to the target of knowledge to be achieved. Simple random sampling is used by researchers in taking data. The statistical test using Chi Square with significance (α < 0,050) showed a significant correlation between knowledge of burn first aid and behaviors of burn first aid by the community (p = 0,017). Community behavior will be appropriate in the burn first aid treatment by increasing community knowledge about burn first aid through training or education conducted by health facilities."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3   >>