Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 140600 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Indrati Asyariri
"ABSTRAK
Korea Selatan merupakan salah satu negara yang mengalami aging population. Fenomena ini memberikan
permasalahan tersendiri bagi lansia, salah satunya depresi. Depresi pada lansia digambarkan dalam salah
satu film Korea berjudul Jugyeojuneun Yeoja atau lebih dikenal dengan judul The Bacchus Lady. Penelitian
ini menjelaskan bagaimana depresi di kalangan masyarakat usia lanjut digambarkan dalam film tersebut.
Penulis menunjukkan faktor-faktor apa saja yang menjadi latar belakang tingkat depresi pada lansia di
Korea dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif analisis. Penelitian
dilakukan dengan mengamati film terlebih dahulu, kemudian menganalisis gambaran depresi pada
masyarakat lanjut usia di Korea yang terdapat dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua
faktor yang ada, kurangnya dukungan sosial dari keluarga sebagai akibat dari lunturnya nilai bakti pada
orang tua merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan gejala depresi pada lansia di
Korea.

ABSTRACT
South Korea is one of countries experiencing aging population. This phenomenon presents its own problems
for the elderly, such as late-life depression. Depression on the elderly is depicted on one of Korean movie
titled Jugyeojuneun Yeoja or known as The Bacchus Lady. This research aims to explain how late-life
depression is depicted on the movie. The author will show the factors related to late-life depression in Korea
which is depicted in the movie using qualitative research method through descriptive analysis approach.
This research will be conducted by observing the movie, then analyzing the depictions of late-life
depression in Korea. The results showed that of all the factors that exist, the lack of social support from the
family as a result of the fading of devotion values to the elderly is the most influential factor in improving
depressive symptoms in the elderly in Korea."
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Farah Ainul Mardhiyyah
"Penyakit paru obstruktif kronis merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia yang disebabkan salah satunya oleh rokok. Ironisnya, Indonesia sebagai salah satu negara dengan konsumen rokok terbesar di dunia masih memiliki kesadaran yang rendah akan penyakit ini. Padahal, beberapa penelitian menunjukkan PPOK merupakan penyakit yang rentan mengancam kesejahteraan fisik dan psikis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah resiliensi dan persepsi dukungan sosial berperan dalam memprediksi kecenderungan depresi pada pasien. Penelitian ini melibatkan 125 pasien PPOK dengan tiga instrumen penelitian yakni CD-RISC 10, MSPSS, dan PHQ-9. Analisis statistik membuktikan bahwa kedua variabel secara simultan memiliki pengaruh signifikan (F(6, 118) = 5,951, p < 0,01) dalam memprediksi depresi. Secara parsial, hasil temuan menunjukkan hanya variabel resiliensi yang berperan secara signifikan (β = -0,229; p < 0,05) untuk memprediksi depresi. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan bagi profesional untuk merancang intervensi yang tepat sasaran guna meminimalisir kecenderungan depresi pada pasien PPOK.

Chronic obstructive pulmonary disease is one of the biggest causes of death in the world, which is caused by smoking. Ironically, Indonesia as one of the countries with the largest cigarette consumers in the world still has low awareness of this disease. In fact, several studies have shown that COPD is a disease that is vulnerable to threatening physical and psychological well-being. This study aims to see whether resilience and perceived social support play a role in predicting the tendency of depression in patients. This study involved 125 COPD patients with three research instruments namely CD-RISC 10, MSPSS, and PHQ-9. Statistical analysis proved that both variables simultaneously had a significant effect (F(6, 118) = 5.951, p < 0.01) in predicting depression. Partially, the findings showed that only the resilience variable played a significant role (β = -0.229; p < 0.05) in predicting depression. These results can be taken into consideration for professionals to design targeted interventions to minimize the tendency of depression in COPD patients."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anindiya Fitriana Sari
"Depresi merupakan gangguan psikologis yang sering terjadi pada lansia yang berdampak pada penurunan kesehatan lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada lansia. Desain penelitian yang digunakan adalah deskripsif korelatif. Sampel berjumlah 103 lansia yang tinggal di PSTW Budi Mulia 1, 2, 3, dan 4 Jakarta dengan menggunakan metode quota sampling untuk melihat jumlah sampel setiap PSTW.
Hasil penelitian menunjukan bahwa 58,3% responden memiliki dukungan sosial yang buruk dan 47,6% responden mangalami depresi dengan rincian 9,7% mengalami depresi berat sebanyak dan depresi ringan sebanyak 37,9%. Pada hasil uji Chi-Square menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dan tingkat depresi pada lansia di PSTW Budi Mulia Jakarata (p value = 0,000).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah dukungan sosial dapat meningkatkan resiko depresi pada lansia. Berdasarkan penelitian ini disarankan pihak PSTW untuk lebih meningkatkan dukungan sosial pada lansia guna mengurangi tingkat depresi pada lansia.

Depression is a psychological disorder that often occurs in the elderly that can impact to the health of elderly. The purpose of this study was to determine the relationship of social support and the level of depression in the elderly. The design study is descriptive correlative. The number of samples were 103 elderly who live in PSTW Budi Mulia 1, 2, 3, and 4 Jakarta using quota sampling method to see the number of samples every PSTW.
The results showed that 58.3% of respondents have a poor social support and 47.6% respondents had depression with details of 9.7% had severe depression and mild depression as much as 37.9%. At the Chi-Square test results showed a significant relationship between social support and the level of depression in the elderly in PSTW Budi Mulia Jakarata (p value = 0.000).
The conclusion of this study is the social support may increase the risk of depression in the elderly. Based on this study also suggested the PSTW to further improve social support to the elderly in order to reduce the level of depression in the elderly.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2016
S63613
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Alissa Dian Bratajaya
"Family caregiver bagi lansia dengan demensia sangat rentan terhadap stress. Family caregiver seringkali tidak mengetahui apa yang sedang mereka hadapi dan mengalami kebingungan dalam menghadapi pasien mereka sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dari keluarga. Skripsi ini bertujuan untuk melihat peran anggota keluarga dalam melakukan perawatan untuk lansia dengan demensia dan bentuk dukungan yang diberikan untuk family caregiver. Peneliti menggunakan metode etnografi dengan melakukan wawancara dan observasi terhadap dua keluarga dengan lansia penderita demensia. Skripsi ini menggambarkan perjuangan family caregiver dalam melakukan perawatan untuk pasien mereka. Penelitian ini menemukan bahwa keluarga seringkali tidak menyadari kebutuhan dari family caregiver dan cenderung membiarkan family caregiver untuk melakukan perawatan dengan dukungan sosial yang minim. Dukungan sosial yang diterima oleh family caregiver dapat berbentuk dukungan emosional, kognitif, dan material, meskipun dukungan tersebut tidak selalu dapat diterima oleh caregiver. Dukungan-dukungan tersebut tidak selalu dibutuhkan oleh caregiver karena masing-masing individu memiliki situasi dan kondisi yang berbeda. Keluarga harus dapat memahami situasi dan kondisi yang dihadapi oleh family caregiver agar dapat memberikan dukungan yang tepat.

Family caregivers for elders with dementia are susceptible with stress. Family caregiver often unaware with what they face and come through confusion in dealing with their patient, therefore they needs support from various parts, and one of them is from their families. This thesis aims to see the role of family members on treatment for elderly with dementia and their support for family caregiver. The researcher uses ethnographic methods with interviews and observation on two families with elder with dementia. This thesis describe family caregiver’s struggle on their journey for give treatment and care for their patient. From this research, the researcher find that families are often not aware of the family caregiver’s need and tend to let family caregiver do treatment and care on their own without or with minimal amount of support. Social support that they receives are in the form of emotional support, cognitive support, and material support, although those support are not always acceptable for the caregiver. Not all of the supports that given to them are something they need because each individual has different situation and condition. In order to be able to provide appropriate support, family members must be able to understand the situations and conditions faces by family caregiver."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Isabella Sasqia Mulya
"Individu dengan orientasi homoseksual seringkali mendapatkan prasangka, diskriminasi, dan kekerasan berkenaan dengan orientasi seksual yang dimilikinya. Oleh karena itu, individu homoseksual mengalami salah satu stressor spesifik yaitu stres minoritas yang dapat termanifestasi dalam bentuk kesadaran akan stigma yang akan mengarahkan individu homoseksual pada gejala depresi. Namun, sebelum memiliki pengaruh kepada gejala depresi, kesadaran akan stigma terlebih dahulu mempengaruhi kualitas intrapersonal dari individu homoseksual, yaitu persepsi dukungan sosial dan resiliensi. Penelitian kali ini dilakukan untuk melihat efek mediasi dari persepsi dukungan sosial dan resiliensi pada hubungan antara kesadaran dan gejala depresi. Terdapat 116 partisipan dalam penelitian ini dengan kriteria; memiliki orientasi homoseksual, berusia minimal 18 tahun, warga negara Indonesia, dan cisgender. Analisis regresi berganda menggunakan PROCESS for SPSS model 4 menunjukkan bahwa hipotesis penelitian ini didukung data yaitu persepsi dukungan sosial dan resiliensi memediasi hubungan antara kesadaran akan stigma dan gejala depresi. Berdasarkan hasil penelitian ini, penting bagi individu homoseksual, masyarakat, dan praktisi untuk memahami stres minoritas serta mengidentifikasi faktor-faktor yang turut berpengaruh pada kemunculan gejala depresi yang dapat pada  individu homoseksual.

Homosexuals often experience prejudice, discrimination, and violence regarding their sexual orientation. Therefore, homosexuals experience one specific stressor, namely minority stress which can be manifested in the form of stigma consciousness which will lead homosexuals to depressive symptoms. However, the environment can provide a protective factor in the form of social support and at the intrapersonal level there is a protective factor from the emergence of depressive symptoms, namely resilience. The present study was conducted to examine the mediating effect of perceived social support and resilience on the relationship between stigma consciousness and depressive symptoms. There were 116 participants in this study with the criteria; homosexual, at least 18 years old, Indonesian citizens, and cisgender. Multiple regression analysis using the PROCESS for SPSS model 4 shows that the research hypothesis is supported by data, perceived social support and resilience fully mediate the relationship between stigma consciousness and depressive symptoms. Based on the results of this study, it is important for homosexual individuals, the public, and practitioners to understand the stress of minorities and identify the factors that contribute to the emergence of depressive symptoms that can occur in homosexual individuals."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Umi Khulsum
"Tulisan ini membahas mengenai pandangan perempuan Korea mengenai makna cantik yang berkembang di Korea saat ini. Sempitnya makna cantik dan kerasnya kehidupan di Korea membuat perempuan Korea melakukan operasi plastik untuk mendapatkan paras wajah cantik sesuai dengan yang ia inginkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik observasi film dan studi kepustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa konsep cantik perempuan Korea merupakan inspirasi dan kombinasi cantik Asia dan cantik perempuan Barat. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa paras cantik dalam tubuh seorang wanita dapat memberikan mereka kebahagiaan dalam dunia sosial serta mengantarkan mereka kepada nasib yang lebih baik.

This research studies about nowadays korean women's perspective about being beautiful. The importance of being beautiful in the life of korean women leads them to having plastic surgery in order to gain the beautiful face that they want. This research uses qualitative research method with movie observing technic and literature study. The goal of this research is to prove that the beauty concept of korean woman is inspired by the combination of the beauty concept of asian woman and western woman. The result of the analysis show that being beautiful can give a woman happiness in her social life and can also lead them to have a better life.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Rostineu
"Studi ini menganalisis peran organisasi perempuan Kristen yang dikenal sebagai Korea- YWCA (Young Women Christian Association), dalam demokratisasi bagi kaum buruh perempuan di kawasan industri kota Seoul, Republik Korea, tahun 1961 hingga 1987. Korea-YWCA adalah organisasi perempuan Kristen pertama yang dibentuk di Korea tahun 1922 pada masa kolonial Jepang (1910-1945). Melalui peristiwa demo buruh perempuan yang terjadi di kota Seoul tahun 1975, penelitian ini menganalisis peran organisasi Korea-YWCA dalam menghidupkan kembali semangat demokrasi dan sumbangsihnya dalam meruntuhkan kediktatoran pemerintah. Dengan menerapkan pendekatan strukturis dari Lloyd dan sumber arsip dari Republik Korea, penelitian ini menekankan dinamika peran Korea-YWCA dalam penegakan demokrasi yang terjadi sepanjang rentan waktu yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa secara konseptual, gagasan penegakan demokrasi oleh Korea-YWCA di periode 1961 hingga 1979 berakar dari reformasi politik nasional Korea di akhir abad ke-19 yang berhasil mencetak perempuan modern Korea, yang disebut sinyeoseong.Gerakan kemerdekaan rakyat Korea yang disebut Samil Undong, yang meletus di masa kolonisasi Jepang (1910-1945), menjadi titik tolak Korea-YWCA sebagai organisasi berbasis ajaran Kristen yang bersifat politis sehingga peran Korea-YWCA dalam demokratisasi pun sudah terlihat sejak dibentuk di tahun 1922. Peran Korea- YWCA dalam demokratisasi di tahun 1961 hingga 1987 berhasil mempresentasikan peran agency bernama Park Esterd dalam bentuk perluasan sektor kerja bagi kaum buruh perempuan Korea. Adapun peran Korea YWCA dalam demokratisasi pada periode ini bersumber dari gagasan Park Esterd yang diakui telah menghadirkanminjujueui room (ruang demokrasi) yang sangat menekankan kebebasan. Gagasan demokratis dari Park Esterd menjadi fondasi dalam transformasi pada kaum perempuan Korea yang dapat dijelaskan alasannya sebagai berikut. Bahwa, ajaran agama Kristen bagi masyarakat Korea tidak hanya dipandang sebagai agama baru, tetapi juga sebagai ideologi yang dipupuk dalam wadah organisasi sehingga melahirkan perempuan modern. Selain itu, terkait dengan demokratisasi, di bawah kepemimpinan Park Esterd, peran Korea-YWCA dapat sekaligus mengungkap semangat Puritanisme Amerika yang membentuk karakter kaum Kristen Korea yang menekankan nilai-nilai toleransi, tekun, dan rajin sehingga mengantarkan Republik Korea menjadi negara yang maju.

This study analyzes the role of the Christian women's organization known as Korea- YWCA (Young Women Christian Association) in the democratization for women workers in the industrial area of Seoul, Republic of Korea from 1961 to 1987. Korea- YWCA is the first Christian women's organization to be formed in Korea since 1922 during the Japanese colonial period (1910-1945). Through the events of the women's labor demonstrations that took place Seoul in 1975, this study analyzes the role of the Korea-YWCA organization in reviving the spirit of the democratization and its contribution to overthrowing the government dictatorship. Applying a structurist approach from Lloyd's and archival sources from the Republic of Korea, this study emphasizes the dynamics of the Korea-YWCA influence in social change that occurs over a defined period of time. The results showed that conceptually the idea of upholding democracy by the Korea-YWCA in the period 1961 to 1979 was rooted in the Korean national political reforms in the late 19th century which succeeded in producing modern Korean women called sinyeoseong. The Korean people's independence movement called Samil Undong which occured during the Japanese colonization (1910- 1945) became the starting point for Korea-YWCA as a political organization based on Christian teachings so that the roke of Korea-YWCA in democratization has been seen since its formation in 1922. The role of Korea-YWCA in democratization from 1961 to 1987 succeeded in presenting the role of an agency named Park Esterd in the form of expanding the employment sector for Koren women workers. The Korea YWCA’s role in democratization in the period stemmed from the idea of Park Esterd who has acknowledged to have presented the minjujuei room (democracy room) which strongly emphasized freedom. Park Estherd’s democratic ideas became the foundation for the transformation of Korean women, which can be explained as follows. Whereas, the teachings of Christianity for the Korean people are not seen as a new religion, but also as an ideology that is fostered in organization so as to give birth to modern women. In addition, with regard to democratization, under the leadership of Park Esterd, the role of Korea-YWCA can simultaneously reveal the spirit of American Puritanism that shapes the character of Korea Christians who emphasize the values of tolerance, perseverance, and diligence so as to lead the Republic of Korea to become a developed country."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anissa Daniarizki Hamdani
"Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan yang dihadapi oleh manajer perempuan serta gambaran mengenai sumber dan bentuk dukungan sosial yang didapatkan dalam mengatasi tantangan tersebut. Fenomena perempuan bekerja telah mengalami perkembangan yang signifikan dengan banyaknya perempuan yang memasuki industri formal salah satunya industri perbankan. Banyak perusahaan telah menerapkan kebijakan kesetaraan dan kesempatan pengembangan karier sehingga jumlah manajer perempuan semakin meningkat. Seorang manajer memiliki peran dan keterampilan yang harus dimiliki, serta tidak jarang mengalami tantangan dalam kepemimpinan, manajemen waktu, adaptasi yang cepat, dan pengambilan keputusan. Tantangan tersebut menjadikan seorang manajer perempuan mengalami kesulitan untuk menyeimbangkan antara tuntutan pekerjaan dengan tanggung jawab keluarga. Hal ini berdampak kepada kesejahteraan individu baik dari segi fisik maupun emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan kajian literatur. Informan penelitian adalah manajer perempuan di PT Bank X Tbk. Penelitian dilakukan dalam periode Januari hingga Juni 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajer perempuan mengalami berbagai tantangan atau permasalahan, baik yang berkaitan dengan pekerjaan seperti beban kerja dan waktu yang panjang, maupun tantangan keluarga seperti tanggung jawab sebagai istri dan ibu. Dukungan sosial yang diterima mencakup dukungan dari keluarga inti (pasangan dan anak), keluarga besar (orang tua dan mertua), serta lingkungan seperti rekan kerja dan perusahaan. Bentuk dukungan ini meliputi dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental, dukungan informasi, dan dukungan jaringan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pembahasan terkait kesejahteraan pekerja. Dengan adanya dukungan sosial yang efektif, memudahkan manajer perempuan untuk mengatasi tantangan pekerjaan dan keluarga. Perusahaan yang menerapkan kebijakan seperti fleksibilitas kerja dan fasilitas, tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pekerja tetapi juga produktivitas dan loyalitas karyawan.

This research aims to describe the challenges faced by female managers as well as an overview of the sources and forms of social support obtained in overcoming these challenges. The phenomenon of working women has experienced significant development. This is proven by the large number of women entering formal industries, one of which is the banking industry. Currently, many companies have implementes policies of equality and career development opportunities so that the number of female managers is increasing. A manager has roles and skills that must be possessed, and often experiences challenges in leadership, time management, adaptation, and decision making. These challenges make it difficult for a women manager to balance work demands with family responsibilities. This has an impact on individual well-being both physically and emotionally. This research uses a qualitative approach by collecting data through interviews, observation, and literature review. The research informant was a women manager at PT Bank X Tbk. The research was conducted inn the period of January to June 2024. The results of this research show that women managers experience various challenges or problems, both work-related such as workload and long hours, as well as family challenges such as responsibilities as wives and mothers. The social support received includes support from the nuclear family (spouse and children), extended family (parents and in-laws), and the environment such as colleagues and companies. This form of support includes emotional support, appreciation support, instrumental support, informational support, and social network support. This research contribustes to discuss related to worker welfare. With effective social support, it is easier for female managers to overcome work and family challenges. Companies that implement policies such as work flexibility and facilities not only improve worker welfare but also employee productivity and loyalty."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Daffa Reyza Rafif
"Kesehatan jiwa merupakan isu krusial di Indonesia yang disebabkan oleh pelayanan kesehatan jiwa yang belum memadai, ditambah dengan stigma negatif mengenai gangguan kejiwaan yang masih melekat di masyarakat. Pasien skizofrenia dan orang terdekatnya merasakan dampak pada kualitas hidupnya. Oleh karena itu menjadi penting untuk melakukan kajian tentang dukungan sosial dan keberfungsian sosial caregiver keluarga orang dengan skizofrenia di Indonesia. Kajian literatur ini ditulis dengan bentuk ulasan kritis terhadap kelebihan dan kekurangan penelitian sebelumnya, yang berlandaskan kaidah-kaidah penulisan ilmiah, guna mengungkapkan bagaimana peran dukungan sosial terhadap keberfungsian sosial caregiver keluarga orang dengan skizofrenia di Indonesia. Kajian literatur dilakukan pada lima literatur yang dipublikasi dari tahun 2014 sampai tahun 2024. Kajian ini mengungkapkan bahwa skizofrenia merupakan suatu kondisi yang kompleks yang berdampak secara besar bukan hanya kepada pasien, namun juga maupun orang yang merawatnya, atau biasa disebut caregiver. Stigma yang melekat pada pasien skizofrenia juga berdampak terhadap pengalaman caregiver. Dukungan sosial berperan sebagai upaya dari orang terdekat untuk meringankan beban dari caregiver keluarga, baik dengan bentuk dukungan informasi, instrumental, emosional, maupun penghargaan, agar mereka dapat berfungsi secara sosial. Caregiver yang menerima dukungan sosial memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan berfungsi sosial karena mampu mengelola beban sosial, beban finansial, beban fisik, serta beban psikologis dengan lebih efektif.

Mental health is a crucial issue in Indonesia due to inadequate mental health services, compounded by the negative stigma surrounding mental disorders that still persists in society. Patients with schizophrenia and their close ones experience impacts on their quality of life. Therefore, it is important to conduct studies on social support and the social functioning of family caregivers of people with schizophrenia in Indonesia. This literature review is written in the form of a critical review of the strengths and weaknesses of previous research, based on scientific writing principles, to reveal how the role of social support affects the social functioning of family caregivers of people with schizophrenia in Indonesia. The review refers to literature published from 2014 to 2024 and selects five main pieces of literature. The literature review reveals that schizophrenia is a complex condition that significantly impacts not only the patients but also those who care for them, commonly referred to as caregivers. The stigma attached to patients with schizophrenia also affects the caregiver's experience. Social support plays a role as an effort from close ones to alleviate the burden on family caregivers, either in the form of informational, instrumental, emotional, or appraisal support, so that they can function socially. Caregivers who receive social support have a better quality of life and social functioning because they are able to manage social, financial, physical, and psychological burdens more effectively."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Levina Adiputri
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah persepsi dukungan sosial berperan sebagai mediator dalam hubungan antara rasa syukur dan gejala depresi pada perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan KTD. Hal ini mengingat masih minimnya penelitian terkait kondisi psikologis perempuan yang mengalami KTD di Indonesia. Selain itu, penelitian terkait mekanisme hubungan antara rasa syukur dan gejala depresi juga masih sangat terbatas. Penelitian berdesain korelasional ini dilakukan pada 89 perempuan Indonesia usia 17 tahun ke atas yang pernah mengalami KTD dalam lima tahun terakhir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Beck Depression Inventory BDI, The Gratitude Questionnaire-Six Item Form GQ-6, and Multidimensional Scale Of Perceived Social Support MSPSS. Hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa: a terdapat hubungan yang signifikan antara rasa syukur dan gejala depresi ? = -1,04, p

This study aims to find out whether perceived social support has a mediating role in the relationship between gratitude and depressive symptoms among women who experienced unintended pregnancy. This came from the fact that theres a lack of research studies investigating the psychological conditions of women with unintended pregnancy. Furthermore, researches about the relationship mechanism between gratitude and depressive symptoms are also limited. This current correlational research involved 89 Indonesian women who are older than 17 years old and have experienced unintended pregnancy in the past five years. Research instruments are Beck Depression Inventory BDI, The Gratitude Questionnaire Six Item Form GQ 6, and Multidimensional Scale Of Perceived Social Support MSPSS. Result of the mediation analysis shows that a there rsquo s a significant relationship between gratitude and depressive symptoms 1,04."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>