Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 147075 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Elly Nurhasni
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26671
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rosnani
"Cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Rakit Kulim masih belum mencapai target 90%. Faktor budaya yang menjadi alasan ibu lebih memilih bukan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan. Selain itu faktor pendidikan, pengetahuan, biaya persalinan, pendapatan, dan akses ke fasilitas kesehatan juga mempengaruhi ibu dalam pemilihan penolong persalinan. Hal ini menarik minat peneliti untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2010. Disain penelitian ini menggunakan data primer melalui metode cross sectional terhadap ibu nifas pada tahun 2010. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan sebesar 35,3%, lebih kecil dibandingkan bukan tenaga kesehatan sebesar 64,7%. Berdasarkan hasil penelitian ini ada hubungan bermakna antara budaya, pendidikan, pemeriksaan kehamilan, perencanaan persalinan, pengetahuan ibu, pendapatan, biaya persalinan, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan kerjasama lintas sektoral dan lintas program untuk meningkatkan program KIA yang sudah ada seperti kemitraan dukun, P4K, dan desa siaga. Kerjasama dengan kepala adat (kepala suku) dan dukun/paraji untuk tindak lanjut praktek budaya yang tidak mendukung, penyuluhan dan konseling untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, dan sweeping ibu hamil.

Coverage of births attended by health personnel in Rakit Kulim Public Health Center has not reached the target of 90%. Culture factor is the reason more women choose not health workers a birth attendant. In addition education, knowledge, labor costs, revenue, and access to health facilities also affects the mother in the selection of birth attendant. This is really intrigued writer to know abaout the factors relating to choosing helpers in delivery in work field Rakit Kulim Public Health Centre, Indragiri Hulu Residence year 2010. The design of this study was conducted by analizing the primary data through a cross sectional method of puerperal mothers in 2010. Data were collected through interviews using questionnaires. The data analysis is using univariate and bivariate.
The result of this study indicate that health workers who choose a birth attendant at 35,3%, smaller than non health workers at 64,7%. Based on the results os this study a significant correlation between culture, education, antenatal care, delivery planning, maternal knowledge, income, labor cost, husband support, support health personnel p value ≤0,05. Therefore it needs to be done cross-sectoral cooperation and cross-program to enhance existing maternal and child health programs, P4K, standby village. Cooperation with the batin and non helath workers for follow-up culture customs that do not support, counselling and counselling to improve the knowledge society, and sweeping pregnant women."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sugiati
"Angka Kematian ibu di Indonesia relatif masih tinggi. Upaya penurunan AKI dinyatakan bahwa semua sektor untuk berperan aktif dalam penurunan AKI dimulai sejak kehamilan, persalinan dan masa nifas melalui tenaga kesehatan yang profesional. Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cimahi Selatan Kabupaten Bandung yang memberikan kontribusi penuninan AKI dengan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan sebesar 84%. Hal ini menunjukkan bahwa cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan sudah melebihi target tahun 2000 yaitu 70%.
Penelitian ini dilakukan terhadap ibu-ibu yang melahirkan anak terakhir baik anak lahir hidup maupun mati. Untuk melihat faktor-faktor pada ibu Bersalin yang terdiri dari faktor predisposisi yaitu umur ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, paritas, pengetahuan dan keyakinan, faktor pemungkin yang terdiri dari jarak tempuh serta biaya pertolongan persalinan dan faktor penguat adalah dukungan suami serta dukungan orang lain yang ada hubungannya dengan pemanfaatan tenaga penolong persalinan.
Metode. Studi ini menggunakan desain kasus kontrol. Kasus adalah ibu yang proses persalinannya memanfaatkan tenaga dukun, sedangkan kontrol adalah ibu bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner pada ibu bersalin yang sudah terpilih sebagai kasus dan kontrol.
Besar sampel penelitian sebanyak 320 responden yang terdiri dari 160 kasus dan 160 kontrol.
Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan untuk analisis multivariat digunakan regresi logistik ganda dengan kekuatan uji 95% dan derajat kemaknaan 5%.
Hasil. Hasil akhir uji multivariat menunjukan : responden yang bekerja lebih memanfaatkan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dengan nilai p value = 0,026, OR 1,696, selang kepercayaan 95% = 0,347 - 0,887; responden yang merasa biaya murah cenderung memanfaatkan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dengan biaya pertolongan persalinan p value = 0,001, OR = 0,089, selang kepercayaan 95% = 0,021-0,387; dan responden dengan keyakinan baik terhadap penolong persalinan p value = 0,002, OR = 2,093, selang kepercayaan = 1,326-3,301.
Kesimpulan. Pekerjaan ibu bersalin, faktor biaya dan keyakinan ibu berhubungan dengan pemanfaatan penolong persalinan.
Saran. Petugas kesehatan khususnya bidan atau dokter yang menolong persalinan hendaknya lebih meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan melalui pendidikan formal, pelatihan-pelatihan dan seminar, mendorong masyarakat untuk membentuk tabungan bersalin atau dengan cara lain agar kebutuhan biaya pelayanan kesehatan dapat terpenuhi serta meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk berperilaku sehat dan pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan lebih ditingkatkan.
Daftar bacaan : 36 (1975 - 2002)

Factors on Delivery Mothers related to the Utilization of Birth Attendance Personnel, at the Working Area of South Cimahi Community Health Center, Kabupaten Bandung in 2003The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still relatively high. Several efforts are already worked out, as there is so many sectors have been actively played a role in reducing the number of the MMR, since the period of pregnancy, at the time of delivery, and after delivery period, through the assistant of professional health personnel. The working area of South Cimahi Community Health Center has contributed the effort on reducing the number of MVIR by having the coverage of the birth attendance by health personnel at 84%. This means that the coverage is higher than the target of the year 2000, which is 70%.
This study is carried out among women who have their last delivery within a year (from March 2002 to February 2003), whether the baby is life or dead. Factors observed from respondents are consists of the i) predisposing factors: age, education, occupation, parity, knowledge, and belief; ii) enabling factors: the distance to the delivery service and it's cost; and iii) reinforcing factors: support from the husband and other persons related to the utilization of birth attendance personnel.
Method. The case-control design is used for this study. The case group is mothers who utilize the traditional birth attendant for their delivery prows, and the control group is mothers who utilize the health personnel birth attendant. A structured questionnaire is using for the instrument of the study and the number of sample is comprises 160 mother of the case group and another 160 mothers of the control group.
The study is using the univariate, bivariate, and multivariate analysis. The last analysis is using the double logistic-regression test with 95% power and level of significance at 5%.
Result. The result of the study showed that from multivariate analysis, there are a significant relationship between occupation and the utilization of birth attendance personnel, with its p-value at 0.026, OR: 1.696, and confidence interval (CI) 95% at 0.347 --- 0.887; the respondents who feel that cost of the delivery service is categorized as low cost with p-value at 0.001, OR: 0.089, and its CI 95% at 0.021 - 0.387; and a good beliefs towards birth attendance personnel have p -value at 0.002, OR: 2.093 and have CI 95% at 1.326 - 3.301.
Conclusion. Variables that mostly have influence on the utilization of birth attendance personnel are: mother's occupation, cost of the delivery service, and the beliefs toward birth attendance personnel.
Suggestion. Health personnel, especially for midwives and doctors who assist the delivery, should increase their knowledge and skill through a formal education, trainings and seminars, to encourage the community to establish the "delivery saving" or tabungan bersalin, or other ways, in order to cover the cost of the delivery service, and also increasing the community knowledge to have a healthy behavior and to utilize the maternal health services. Another suggestion is that the coverage of birth attendant by health personnel should be increased to prevent the maternal and child mortality.
References: 36 (1975 - 2002)
"
Depok: Universitas Indonesia, 2003
T13029
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hutapea, Ellyana
"Persalinan oleh tenaga kesehatan merupakan faktor penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu. Persalinan oleh tenaga kesehatan di wilayah kerja puskesmas Cibungbulang sebesar 76,8% masih di bawah target Kabupaten Bogor yaitu 87,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Cibungbulang Kabupaten Bogor Jawa Barat tahun 2012.
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Variabel yang diteliti sebagai variabel dependen yaitu penolong persalinan sedangkan variabel independen adalah umur, paritas, pendidikan ibu, pengetahuan, sikap ibu, pemeriksaan kehamilan, keikutsertaan kelas ibu hamil, biaya, jarak/akses ke fasilitas pelayanan kesehatan, dukungan suami. Data pada penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder.
Pengambilan sampel dengan cara simple random sampling yaitu berdasarkan daftar nama ibu bersalin dari register kohort ibu. Pengumpulan data dengan cara menggunakan kuesioner yang diberikan pada ibu yang bersalin pada bulan Januari sampai Desember 2011 yang terpilih sebagai sampel. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71% persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan dan 29% ditolong oleh bukan tenaga kesehatan. Hasil analisis data bivariat menunjukkan variabel yang secara statistik berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan adalah pengetahuan, sikap ibu, keikutsertaan kelas ibu hamil dan dukungan suami.

Deliveries by health personnel is an important factor in efforts to reduce maternal mortality. Deliveries by health personnel in the work area by 76.8% Cibungbulang health centers are still below the target of 87.5% Bogor regency.
The purpose of this study was to determine the factors associated with the selection of delivery helper in the work area Cibungbulang Health Center Bogor West Java in 2012. The study was a descriptive study with a design study is a cross sectional. Variables examined as the dependent variable is the labor helpers while independent variables are age, parity, maternal education, knowledge, mother's attitude, prenatal care, maternal-class participation, cost, distance/access to health care facilities and husband support. The data in this study using primary data and secondary data.
Sampling by simple random sampling is based on a list of names from register cohort maternal mother. Data collection by using a questionnaire given to mothers who birth in January to December 2011 was selected as the sample. Analysis of data using univariate and bivariate test with chi square test.
The results showed that 71% of births attended by skilled health and 29% are not helped by medical personnel. The results of the bivariate data analysis showed a statistically significant variables associated with the selection of auxiliary labor is knowledge, mother's attitude, maternal-class participation and husband support.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dede Lina Lindayanti
"Kabupaten Bangka Tengah, khususnya Puskesmas Lubuk Besar cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan 88,2% (Profil Kesehatan PKM Lubuk Besar 2012), masih dibawah target Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan pada tahun 2015 harus mencpai 90%. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah. Desain cross sectional digunakan pada penelitian terhadap 126 ibu bersalin dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner.
Hasil penelitian didapatkan riwayat ANC dan sikap terhadap penolong persalinan berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan. Sikap merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan, dimana ibu yang bersikap positif terhadap penolong persalinan 28 kali memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dibanding ibu yang bersikap negatif setelah dikontrol oleh riwayat ANC. Untuk meningkatkan kesadaran pentingnya pemeriksaan kehamilan (ANC) dan menanamkan sikap positif terhadap pelayanan kesehatan diperlukan koordinasi dan bekerja sama dengan lintas sektor Pemda serta menggerakkan pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan.

Regency of Bangka Tengah especially Central Public Health of Lubuk Besar, target of labour by health worker are 88 % (Profile of Central Public Health of Lubuk Besar, 2012). Still under target of Minimal Delivery Standar in health area in 2015 year must obtained 90 %. This goal research to know related factors to choice labour attendant in Central Public Health Regency of Bangka Tengah. Research desain was cross sectional, total of sample are 126 early post partum woman with interview with quisionair.
Result of research indicated history of antenatal and attitude to labour attendant related to choice of labour attendant. Attitude is dominant factor related to choiced of labour attendant. Positive attitude to labour attendant have risk 28 to choice helath worker among negative attitude of post partum woman after controlled antenatal history. To increased awareness of important pregnancy assessment and have positive attitude to health delivery by sector line coordination with Regional Government to activate public empowerment in used helath worker as a labour attendant.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
T36736
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tika Aidha Rahmalia
"Persalinan oleh tenaga kesehatan merupakan faktor penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu. Persalinan oleh tenaga kesehatan di wilayah kerja puskesmas Caringin sebesar 83,3% masih di bawah target Kabupaten Bogor sebesar 90%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Caringin Kabupaten Bogor tahun 2015.
Penelitian ini menggunakan dua design penelitian yaitu kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif dengan design potong lintang (cross-sectional) serta penelitian kualitatif untuk mendukung hasil penelitian kuantitatif. Variabel yang diteliti sebagai variabel dependen adalah pemilihan penolong persalinan sedangkan variabel independen adalah umur, paritas, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap ibu, akses ke fasilitas kesehatan, ketersediaan fasilitas persalinan, riwayat ANC, biaya persalinan, dukungan suami, peranan dari tenaga kesehatan dan peranan kader.
Cara pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh ibu yang bersalin di bulan April 2015 dan wawancara mendalam pada 3 ibu yang bersalin oleh tenaga kesehatan dan 3 ibu yang bersalin oleh dukun. Analisis data menggunakan univariat serta bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83% persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan dan 17% ditolong oleh tenaga non kesehatan. Hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang secara statistik berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan adalah paritas, pengetahuan, sikap ibu, akses ke fasilitas kesehatan, biaya persalinan, dukungan suami, dan peranan tenaga kesehatan.

Deliveries by health personnel is an important factor in efforts to reduce maternal mortality. Deliveries by health personnel in the work area by 83,3% Caringin health centers are still below the target of 90% Bogor regency. The purpose of this study was to determine the factors associated with the selection of birth attendants in the work area Caringin Health Center Bogor in 2015.
This study uses two (2) design, namely quantitative and qualitative researh. Quantitative research with cross sectional and qualitative research to support the result of quantitative research. Variables examined as the dependent variable is the birth attendants while independent variables are age, parity, education, work, knowledge, mother's attitude, distance/access to health care facilities, availability of maternity facilities, prenatal care, cost, husband support, role of health personnel, and role of health volunteers.
Data collection by using a questionnaire given to mothers who labor in April 2015 and by dept interviews with three mothers who labor by health personnel and three mothers who labor by traditional birth attendant. Analysis of data using univariate and bivariate test with chi square test.
The results showed that 83% of births attended by skilled health and 17% are not helped by medical personnel. The results of the bivariate analysis showed a statistically significant variables associated with the selection of auxiliary labor is parity, knowledge, mother's attitude, distance/access to health care facilities, cost, husband support and role of health professional.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2015
S61112
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Tiurlan
"Cakupan persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Puskesmas Nulle 40,8%, masih dibawah target Standar Pelayanan Minimum bidang kesehatan. Penelitian ini merupakan studi cross sectional terhadap 141 ibu yang bersalin tahun 2013, dengan tujuan untuk menganalisis faktor- faktor yang berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Nulle Tahun 2013. Pengumpulan data dengan metode wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian mendapatkan hubungan yang signifikan antara pendidikan, ketersediaan faskes dan riwayat kehamilan dengan pemilihan penolong persalinan. Pendidikan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan (p=0,001; OR=9,92) artinya ibu yang berpendidikan tinggi berpeluang 10 kali memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dibanding ibu dengan pendidikan rendah, setelah dikontrol oleh ketersediaan fasilitas kesehatan, riwayat kehamilan dan jarak tempuh.

Maternity coverage of Nulle?s public health center are 40,8%, still under the target of Health Minimum Standard Service. This study is cross sectional study in 141 maternity mothers 2013, with the goals to analyze factors associated with the birth attendants election in Puskesmas Nulle. Data collection is done by interview using a questionnaire. Results of this studi concluded that education, the availability health facilities and history of pregnancy were significantly associated with the birth attendants election. Education is the most dominant factor related to birth attendants election(p = 0,001; OR = 9,92) means that highly educated mothers 10 times choose health personnel as birth attendants than mothers with low education, after adjusted by the availability of health facilities, pregnancy history and mileage."
Depok: Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ardiana
"Angka kematian ibu di Indonesia masih tinggi dibanding dengan negaranegara Asia Tenggara. Rendahnya cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan merupakan salah satu penyebab tingginya AKI. Cakupan persalinan tenaga kesehatan di Kecamatan Bantan tahun 2012, 78,1% (target SPM 90%). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pemilihan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan di wilayah kerja UPTD Kesehatan Puskesmas Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel 290 dari 793 ibu bersalin pada tahun 2012. Di analisis secara univariat dan bivariat.
Sebanyak 33,3% persalinan ditolong oleh dukun bayi. Terdapat 5 variabel yang berhubungan dengan pemilihan penolong persalinan oleh tenga kesehatan, yaitu pendidikan ibu (p=0,000 dan OR= 5,000), pengetahuan ibu (p=0,000 dan OR=6,191), riwayat pemeriksaan kehamilan (p=0,000 dan OR=6,270), pendapatan keluarga (p=0,000 dan OR=3,375) dan dukungan dari keluarga (p=0,033 dan OR=2,231). Sedangkan umur, paritas dan biaya persalinan tidak berhubungan dengan pemilihan tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan.
Disarankan kepada pihak Puskesmas Kecamatan Bantan untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan masyarakat tentang KIA melalui kelas ibu hamil, kerjasama lintas sektor untuk revitalisasi kemitraan dukun bayi dan bidan.

Maternal and infant mortality rate in Indonesia is still high compared with other countries in Southeast Asia. The low utilization at medical labour attendants (midwives) is one of the factors contributed to the high rates. The coverage number of labour by medical attendants in Bantan District is 78,1% (target SPM 90%). This study aims at determine the factors associated with the selection of medical professional as the labour attendants in the area of Occupational Health District Health Clinics UPTD Bantan. This study is a quantitative cross-sectional design. The sample was taken from 290 women who giving birth in January to December 2012. Data are collected by descriptive analysis techniques and analysis of the relationship between two variables.
Research findings show that there is a big involvement of Traditional Birth Attendants as birth attendants (33.3%). The results of the analysis of the relationship of five variables show that Education (p = 0.000 and OR=5,000), Knowlegde (p = 0.000 and OR=6,191), Ante Natal Care (p = 0.000 and OR=6,270), Income Family (p = 0.000 and OR=3,357) and Family Support (p= 0.033 and OR=2,231) are the variables related to the selection of birth attendants. Furthermore, the results of this study show that age, parity, and cost has no significant relation with the selection of medical professional as the labour attendants .
The result of this study recommends to the District Health Clinics Health UPTD Bantan to increase public knowledge about the health of the mother and maternal through pregnancy class, cross-sector cooperation related to the revitalization of Traditional Birth Attendants and midwives partnership.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S52677
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wati Sufiawati
"Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Cibadak masih rendah, karena ibu bersalin masih percaya pada dukun atau bukan tenaga kesehatan untuk menolong persalinannya yang seringkali menimbulkan berbagai masalah yang merupakan penyebab kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam pemilihan tenaga penolong persalinan di Puskesmas Cibadak pada tahun 2012. Desain penelitian yang di gunakan adalah Cross sectional dengan total sampel 100 ibu yang telah bersalin dengan masa persalinan 0-3 bulan.
Hasil penelitian menunjukkan rendahnya cakupan persalinan ke tenaga kesehatan yaitu 46%. Adapun hasil uji statistik terdapat faktor-faktor yang bermakna terhadap pemilihan tenaga penolong persalinan diantaranya adalah pendidikan, pengetahuan, persepsi terhadap jarak, persepsi terhadap biaya, riwayat persalinan keluarga, dan dukungan suami/keluarga. Maka sebaiknya tenaga kesehatan lebih meningkatkan penyuluhan dan pendekatan pada ibu dan keluarganya melalui perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K), meningkatkan kemitraan Bidan dengan paraji juga menjalin kerja sama lintas program dan lintas sektoral untuk mendukung persalinan ke tenaga kesehatan.

Scope of labor by health officers in public health center Cibadak is still low, because of expectants are more belief to traditional midwife or non medic officer as their labor support that often bring various problems regarding to mortality and morbidity of expectant and infant. Therefore, it needs to have a study which aims to find out factors related to election of labor support personnel in public health center Cibadak 2012. Study design used is cross sectional by 100 expectants with labor period 0-3 months as sample. Study result shows that small number of labor scope which using medic officers (46%).
Result of statistical test shows that there are significant factors in electing labor support that are education, knowledge, perception about distance, and cost, history of family delivery, and husband/family support. In order to improve their services, medic officers must give more counseling and more close to expectant and their family through labor planning and prevention of complication (P4K), develop partnership between midwife and traditional midwife, and also cooperating as cross-program and sector to effort expectant using medic officer.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>