Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Vira Febi Febrian
"Innovative work behavior penting untuk dimiliki oleh para pekerja, di mana hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya melalui penerapa gaya kepemimpinan empowering leadership yang memberikan tanggung jawab kepada pekerja melalui serangkaian tindakan manajemen untuk meningkatkan hasil kerja positif, ataupun dengan employe curiosity yang dimiliki oleh pekerja untuk mencari lebih dalam informasi baru, pengalaman yang relevan dan menjelajah peluang baru untuk dirinya. Perusahaan perlu untuk memperhatikan bagaimana Innovative work behavior yang dimiliki oleh pekerja agar tujuan perusahaan ataupun individu tetap tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh empowering leadership dan employe curiosity terhadap Innovative work behavior. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner untuk diolah lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dimana kuesioner disebar kepada 369 pekerja industri kreatif sektor kuliner di DKI Jakarta. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan pengolahan data menggunakan software IBM SPSS Statistics 22. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa empowering leadership dan employe curiosity memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Innovative work behavior.

This research explores the pivotal role of innovative work behavior (IWB) in the realm of employee performance, emphasizing the influence of empowering leadership and employee curiosity. Empowering leadership, characterized by the delegation of responsibilities to employees through strategic management actions, and employee curiosity, driven by a proactive quest for new information and opportunities, are examined as critical determinants of IWB. Utilizing a quantitative approach, 369 employees from the creative industry, specifically the culinary sector in DKI Jakarta, participated in the study through purposive sampling. Data analysis, conducted via multiple linear regression using IBM SPSS Statistics 22, reveals compelling and statistically significant positive effects of both empowering leadership and employee curiosity on IWB. These findings underscore the importance of fostering empowering leadership styles and cultivating employee curiosity to enhance innovative work behavior, thereby contributing to organizational success and individual growth."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yasmin Naila Rachmat
"Employer attractiveness berarti daya tarik tempat pemberi kerja yang mana menjadi salah satu kekuatan agar tempat kerja tersebut dapat bersaing di tengah talent war utamanya di era pasca pandemi. Penelitian ini membahas mengenai analisis studi komparatif dari employer attractiveness dari tech startup, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan instansi pemerintah pusat sebagai tiga jenis perusahaan yang telah mengalami transformasi hingga kini di era pasca pandemi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pengambilan data menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan metode quota sampling atas dua kelompok sampel yang terkumpul 136 responden mahasiswa Universitas Indonesia dan 131 responden mahasiswa Universitas Bina Nusantara. Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis statistik deskriptif, uji Kruskal-Wallis, dan uji Mann-Whitney. Data penelitian diolah menggunakan menggunakan software IBM SPSS Statistics 22. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat employer attractiveness atas ketiga objek penelitian dengan yang tertinggi hingga terendah adalah tech startup, BUMN, dan instansi pemerintahan pusat. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat employer attractiveness pada ketiga objek penelitian. Selain itu, perbandingan employer attractiveness tiap objek penelitian pada dua kelompok responden menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang tidak signifikan pada employer attractiveness tech startup dan terdapat perbedaan signifikan pada employer attractiveness BUMN dan employer attractiveness instansi pemerintahan pusat.

Employer attractiveness means the attractiveness of the place of employment which is one of the strengths so that the workplace can compete in the midst of talent wars, especially in the post-pandemic era. This research discusses a comparative study analysis of the employer attractiveness of tech startups, State-Owned Enterprises (BUMN), and central government agencies as three types of companies that have undergone transformation until now in the post-pandemic era. The approach used in this research is quantitative research with data collection using a questionnaire. Sampling using the quota sampling method for two sample groups collected 136 respondents of University of Indonesia students and 131 respondents of Bina Nusantara University students. Data analysis in this study includes descriptive statistical analysis, Kruskal-Wallis test, and Mann-Whitney test. The results of this study indicate that there are differences in the level of employer attractiveness of the three research objects with the highest to the lowest being tech startups, BUMN, and central government agencies. The research data was processed using IBM SPSS Statistics 22 software. The comparison results show that there are differences in the level of employer attractiveness in the three research objects. In addition, the comparison of employer attractiveness of each research object in two groups of respondents shows that there is an insignificant difference in the employer attractiveness of tech startups and there is a significant difference in the employer attractiveness of SOEs and the employer attractiveness of central government agencies."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yan Putra Pratama
"Skripsi ini membahas tentang bagaimana persepsi pelanggan pada pemulihan layanan (service recovery) yang dilakukan pada penyedia layanan jasa kesehatan SBU Garuda Sentra Medika. Penelitian ini menggunakan dimensi pemulihan layanan seperti interactional justice, procedural justice, dan distributive justice yang diimplementasikan oleh SBU Garuda Sentra Medika. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Data yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 50 orang responden dengan kriteria pelanggan SBU Garuda Sentra Medika yang pernah merasakan kegagalan jasa dan pemulihan layanan di SBU Garuda Sentra Medika.
Hasil dari penelitian ini menyarankan bahwa pihak penyedia layanan harus memperbaiki prosedur penanganan keluhan pelanggan yang berpihak kepada pelanggan (customer oriented), memudahkan pelanggan, membuat pelanggan lebih fleksibel dalam mengajukan suatu keluhan pelanggan, serta waktu penyelesaian keluhan yang disajikan kepada pelanggan ditangani dengan cepat dan jelas jangka waktunya, interaksi tidak hanya sekedar ramah dan sopan kepada pelanggan tetapi harus juga memiliki empati yang tinggi terhadap pelanggan, sehingga pelangganpun merasa nyaman, dan pada akhirnya hasil penanganan keluhan pun dipersepsikan oleh pelanggan dengan baik dan menciptakan kepuasan pelanggan.

This thesis discusses how the perception of customers on service recovery are made to the service provider's services health SBU Garuda Sentra Medika. This research uses the dimensions of the recovery services such as interactional justice, procedural justice, and distributive justice is implemented by SBU Garuda Sentra Medika. This research using quantitative descriptive analysis. Searching data through the dissemination of the questionnaire to respondents with 50 customer criteria SBU Garuda Sentra Medika ever sense the failure and restoration of services in service SBU Garuda Sentra Medika.
The results of this research suggest that the service provider must improve the procedures of handling customer complaints in favour to the customer (customer oriented), makes it easy for customers, making customers more flexible in asking a customer complaints, as well as the time resolution of the complaint presented to the customer are handled quickly and obviously, interaction duration not just friendly and courteous to customers but must also have high empathy towards the customer, so that pelangganpun feel comfortable, and in the end result of any complaint handling are perceived by customers and create customer satisfaction.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Vidi Primadhania
"Penelitian ini meneliti mengenai pengaruh budaya organisasi terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Otsuka Indonesia Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui data kepustakaan dan studi lapangan yang dilakukan dengan kuesioner dan interview. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah 66 karyawan. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional atau kausal satu variabel independen (budaya organisasi) dengan satu variabel dependen (produktivitas karyawan). Hasil penelitian menyatakan bahwa produktivitas karyawan dipengaruhi oleh budaya organisasi.

This research examines the influence of organizational culture on work productivity of employees at PT. Otsuka Indonesia Jakarta. The study was a quantitative study with data collection techniques through the data of literature and field studies conducted by questionnaire and interview. The sampling technique of this study using convenience sampling technique. The number of samples from this study we 66 employees. Data analysis technique used was simple linear regression based on a functional or causal relationship of the independent variables (organizational culture) with one dependent variable (employee productivity). Result of the study states that the productivity of employees affected by organizational culture."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Simalango, Antonius
"Kualitas layanan rumah sakit perlu dijaga, salah satunya dengan manajemen Sumber Daya Manusia(SDM) yang baik. Kepuasan kerja dapat menjadi indikator dalam evaluasi manajemen SDM, terutama terkait kinerja dan juga dalam perencanaan kebutuhan SDM. SDM terbesar yang penting dan jumlahnya besar di rumah sakit adalah perawat. RSU X adalah rumah sakit rujukan di Jawa Barat yang memiliki tugas dalam hal pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pertumbuhan jumlah layanan semakin bertambah, mengharuskan rumah sakit untuk selalu melakukan evaluasi layanannya, dan tak ketinggalan melakukan evaluasi manajemen SDM. Penelitian ini hendak melihat dan menganalisis faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja di Instalasi Gawat Darurat, Bedah Sentral, Rawat Intensif dan Hemodialisis RSU X tersebut.
Jenis penelitian non ekperimental dengan pendekatan studi kuantitatif dan desain cross sectional. Populasi dan sampel adalah perawat perawat IGD, IBS, ICU dan HD tahun 2020, yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa variabel yang menunjukkan ada 3 variabel yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna dan secara bersama-sama dengan faktor kepuasan kerja, yaitu kesempatan pengembangan karir kesempatan peningkatan kompetensi dan keamanan kerja yang merupakan bagian dari pekerjaan/organisasi. Disarankan untuk membuat perbaikan pengelolaan/perencanaan manajemen pengembangan SDM, peningkatan kompetensi dan juga keamanan kerja pada critical unit.

Quality of hospital services needs to be maintained, one of them is with good human resources management. Job satisfaction can be used as an indicator in the evaluation of human resources management, especially related to performance and also in the planning of human resources needs. The largest human resources that are important and have large numbers in hospitals are nurses. RSU X is a referral hospital in West Java that has a duty in terms of public health services. The increasing of heatlh services requiring hospitals to always evaluate their services, and the human resources management. This study was about to analyze factors related to job satisfaction in the Emergency, Central Surgery, Intensive Care and Hemodialysis unit at RSU X Public Hospital.
This is a non-ekperimental research with quantitative study approach and cross sectional design. The population and sample are emergency unit, central surgery, intensive care and hemodialysis nurses in 2020, who meet inclusion and exclusion criteria.
The results showed that the variables showed that there are three variables that show a relationship, partial and together with the job satisfaction factors. They are career development, opportunities for increased competency and job . It is recommended to make improvements to the human resources anagement, competency improvement and also job security in special/critical unit.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Aini Sabichiyyah
"ABSTRAK
Masa nifas adalah saat ibu mengalami perubahan fisiologis dan psikologis dalam enam minggu pertama setelah melahirkan. Salah satu perubahan yang terjadi adalah rahim akan langsung berkontraksi hebat di sekitar pembuluh darah tempat plasenta dilepaskan. Hal ini pada kebanyakan ibu postpartum multipara dapat menyebabkan efek kontraksi uterus yang tidak stabil yang disebut nyeri punggung. Rasa sakit setelah melahirkan menimbulkan masalah ketidaknyamanan menyusui pasca melahirkan. Intervensi yang digunakan untuk mengontrol afterpains adalah posisi tengkurap dan aromaterapi lavender. Intervensi diberikan selama tiga hari berturut-turut, tiga kali sehari yaitu pagi, siang, sore, dan / atau saat timbul rasa bagal selama 10 menit setiap intervensi. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada ibu postpartum multipara yang mengalami nyeri pasca persalinan dengan menerapkan posisi tengkurap dan pemberian aromaterapi lavender. Karya ilmiah ini menggunakan metode studi kasus pada satu pasien di Puskesmas Ambal. Evaluasi intervensi menunjukkan adanya penurunan skala keledai dari sedang menjadi ringan dengan menggunakan Numeric Rating Scale dan klien merasa lebih nyaman. Batasan penelitian ini adalah intervensi yang diberikan hanya diterapkan pada satu klien.
ABSTRACT
The puerperium is when the mother experiences physiological and psychological changes in the first six weeks after delivery. One of the changes that occurs is that the uterus will immediately contract violently around the blood vessels where the placenta is released. This in most multiparous postpartum mothers can cause an unstable effect of uterine contractions called back pain. Pain after childbirth creates a problem with postpartum breastfeeding discomfort. The interventions used to control afterpains were prone position and lavender aromatherapy. Interventions were given for three consecutive days, three times a day, namely morning, afternoon, evening, and / or when a mule arose for 10 minutes each intervention. This paper aims to analyze nursing care in multiparous postpartum mothers who experience postpartum pain by applying the prone position and administering lavender aromatherapy. This scientific work uses a case study method in one patient at Puskesmas Ambal. The intervention evaluation showed a decrease in the donkey scale from moderate to mild using the Numeric Rating Scale and the client felt more comfortable. The limitation of this research is that the intervention given is only applied to one client."
2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Keyla Lembayung Layana
"Pada era disruptif seperti sekarang ini, mengharuskan perusahaan perlu memiliki sumber daya manusia yang unggul serta berupaya untuk dapat mengoptimalkan job performance para karyawannya. Job performance dapat ditingkatkan dari adanya pengaruh employee engagement dan employee psychological wellbeing. Tujuand ari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh employee engagement terhadap job performance melalui mediasi employee psychological wellbeing sebagai variabel mediasi pada karyawan PT Mitra Kiara Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menyebarkan kuesioner Google Form kepada 117 responden yang merupakan karyawan tetap di PT Mitra Kiara Indonesia yang sudah bekerja minimal selama enam bulan dengan Teknik penarikan sampel berupa total sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis regresi sederhana, uji interaksi, dan uji sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara employee engagement dan job performance melalui mediasi employee psychological wellbeing. Penelitian ini membuktikan bahwa employee engagement mampu mememngaruhi secara positif kepada employee psychological wellbeing yang memicu peningkatan job performance secara signifikan.

In a disruptive era like today, companies need to have superior human resources and strive to optimize their employees' job performance. Job performance can be enhanced by influencing employee engagement and employee psychological wellbeing. The aim of this research is to analyze the influence of employee engagement on job performance through mediation of employee psychological wellbeing as a mediating variable for PT Mitra Kiara Indonesia employees. This research uses a quantitative approach and distributes a Google Form questionnaire to 117 respondents who are permanent employees at PT Mitra Kiara Indonesia who have worked for a minimum of six months using a sampling technique in the form of total sampling. Data analysis was carried out using simple regression analysis, interaction tests, and Sobel tests. The research results show that there is an influence between employee engagement and job performance through mediation of employee psychological wellbeing. This research proves that employee engagement can positively influence employee psychological wellbeing which triggers increased job performance significantly."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Aini Sabichiyyah
"Periode postpartum merupakan waktu dimana ibu mengalami perubahan fisiologis dan psikologis pada enam minggu pertama setelah melahirkan. Salah satu perubahan yang terjadi adalah uterus akan segera berkontraksi dengan kuat disekitar pembuluh darah tempat pelepasan plasenta. Hal tersebut pada sebagian besar ibu postpartum multipara dapat menimbulkan efek munculnya kontraksi uterus yang tidak stabil yang disebut afterpains. Afterpains menimbulkan masalah keperawatan ketidaknyamanan pasca partum. Intervensi yang digunakan untuk mengontrol afterpains adalah prone position dan pemberian aromaterapi lavender. Intervensi yang diberikan dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dilakukan tiga kali sehari yaitu pagi, siang, malam, dan atau ketika rasa mules muncul selama 10 menit setiap intervensi. Karya tulis ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada ibu postpartum multipara yang mengalami afterpain dengan penerapan prone position dan pemberian aromaterapi lavender. Karya ilmiah ini menggunakan metode case study pada satu pasien di wilayah puskesmas Ambal. Evaluasi dari intervensi didapatkan adanya penurunan skala mules dari sedang menjadi ringan dengan menggunakan Numeric Rating Scale dan klien merasakan lebih nyaman. Keterbatasan dari penelitian ini adalah intervensi yang diberikan baru diterapkan pada satu orang klien.

The postpartum period is the time when mother experiences physiological and psychological changes in the first six weeks after giving birth. One of the changes that occurs is uterine contractions. Uterine contractions occur when the placenta is born and immediately contract the blood vessels where the placenta is released. Based on study, most postpartum multipara women often experience an unstable uterine contractions or afterpains that lead to discomfort. The application of prone position and lavender aromatherapy become one alternative to overcome this problem. The interventions were given for three days with three times such as in the morning, afternoon, evening, and when the pain appeared for 10 minutes each intervention. This paper aims to analyze nursing care in postpartum multipara women who experience afterpains with post-partum discomfort by the application of prone positions and lavender aromatherapy. This work uses a case study method in one of the patients in the Ambal District Health Center area. The results is the pain decreased from moderate to mild by used numeric rating scale, so that the client feels more comfortable. The limitation of this study is that the intervention given was only applied to one client."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2020
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Aini Sabichiyyah
"ABSTRAK
Periode postpartum merupakan waktu dimana ibu mengalami perubahan fisiologis dan psikologis pada enam minggu pertama setelah melahirkan. Salah satu perubahan yang terjadi adalah uterus akan segera berkontraksi dengan kuat disekitar pembuluh darah tempat pelepasan plasenta. Hal tersebut pada sebagian besar ibu postpartum multipara dapat menimbulkan efek munculnya kontraksi uterus yang tidak stabil yang disebut afterpains. Afterpains menimbulkan masalah keperawatan ketidaknyamanan pasca partum. Intervensi yang digunakan untuk mengontrol afterpains adalah prone position dan pemberian aromaterapi lavender. Intervensi yang diberikan dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dilakukan tiga kali sehari yaitu pagi, siang, malam, dan atau ketika rasa mules muncul selama 10 menit setiap intervensi. Karya tulis ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada ibu postpartum multipara yang mengalami afterpain dengan penerapan prone position dan pemberian aromaterapi lavender. Karya ilmiah ini menggunakan metode case study pada satu pasien di wilayah puskesmas Ambal. Evaluasi dari intervensi didapatkan adanya penurunan skala mules dari sedang menjadi ringan dengan menggunakan Numeric Rating Scale dan klien merasakan lebih nyaman. Keterbatasan dari penelitian ini adalah intervensi yang diberikan baru diterapkan pada satu orang klien.

ABSTRACT
The postpartum period is the time when mother experiences physiological and psychological changes in the first six weeks after giving birth. One of the changes that occurs is uterine contractions. Uterine contractions occur when the placenta is born and immediately contract the blood vessels where the placenta is released. Based on study, most postpartum multipara women often experience an unstable uterine contractions or afterpains that lead to discomfort. The application of prone position and lavender aromatherapy become one alternative to overcome this problem. The interventions were given for three days with three times such as in the morning, afternoon, evening, and when the pain appeared for 10 minutes each intervention. This paper aims to analyze nursing care in postpartum multipara women who experience afterpains with post-partum discomfort by the application of prone positions and lavender aromatherapy. This work uses a case study method in one of the patients in the Ambal District Health Center area. The results is the pain decreased from moderate to mild by used numeric rating scale, so that the client feels more comfortable. The limitation of this study is that the intervention given was only applied to one client.
"
2020
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Febriana
"

 

Abstrak

Fenomena perilaku seksual berisiko pada remaja cukup tinggi di Indonesia. Pengetahuan dan pengontrolan orangtua yang kurang terhadap remaja menjadi penyebab dari munculnya perilaku menyimpang tersebut. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran penerapan program SEKOLAH AKTIF dalam asuhan keperawatan keluarga dan komunitas. Sampel sebanyak 120 siswa di sekolah SMP kelurahan Mekarjaya Kota Depok dan 10 keluarga binaan. Hasil penelitian menunjukan ada nya perubahan yang signifikan pada nilai pre maupun post test pengetahuan, sikap, efikasi diri remaja (p value 0,000). Hasil penelitian ini merekomendasikan agar perawat komunitas dapat melakukan pengembangan program yang inovatif dengan menggunakan strategi intervensi SEKOLAH AKTIF ini sebagai intervensi yang komprehensif dalam pemberian asuhan keperawatan komunitas dan keluarga.

Kata kunci; remaja, perilaku seksual berisiko, aplikasi web, intervensi keperawatan

 

 


Abstract

The phenomenon of risky sexual behavior in adolescents is quite high in Indonesia. Knowledge and control of parents who lack of adolescents is the cause of the emergence of deviant behavior. The purpose of this study is to provide an overview of the application of ACTIVE SCHOOL programs in family and community nursing care. A sample of 120 students in the Mekarjaya Junior High School in Depok City and 10 target families. The results showed that there were significant changes in the pre and post test scores of adolescent knowledge, attitudes, self-efficacy (p value 0,000). The results of this study recommend that community nurses can develop an innovative program using the ACTIVE SCHOOL intervention strategy as a comprehensive intervention in the provision of community and family nursing care.

Keyword; adolescents, risky sexual behavior, web applications, nursing interventions

"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2020
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>