Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 183 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Irma Detia Rini
"Usia dini merupakan masa emas tumbuh kembang anak yang sangat perlu diperhatikan, terutama oleh ibu sebagai orang tua. Salah satu aspek perkembangan yang dimaksud adalah perkembangan bicara dan bahasa anak. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan bicara dan bahasa anak usia dini. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Responden penelitian ini berjumlah 106 orang dari wilayah RW 09 Kelurahan Tugu. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Insrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari 43 pertanyaan seputar perkembangan bicara dan bahasa anak. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebanyak 67% responden (71 orang) memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perkembangan bicara dan bahasa anak usia dini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk penyusunan materi dalam pendidikan kesehatan tentang perkembangan bicara dan bahasa anak sehingga diharapkan kejadian gangguan bicara pada anak dapat diminimalkan dan dideteksi lebih dini.

Early childhood is golden period for child development which need full attention, especially from mother as parents. One aspect of child development mentioned here is speak and language development. Because of that, this research is doing exploration mother?s knowledge about speak and language development of early childhood. There were 106 respondents participate this research from RW 09 Kelurahan Tugu. Sampling technique used was purposive sampling. Questionare with 43 questions about speak and language development of early childhood was used as instrument of this research. Result of univariat analys showed that 67% respondent has gained high level of knowledge about speak and language development of early childhood. The result of this research can be used as reference to arrange curriculum for health education programm about speak and language development of early childhood, so parents especially mother can detect the problem earlier and decrease amount of speak and language disorder."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S1653
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dini Sulistyanti
"ABSTRAK
Penyakit kanker pada anak adalah salah satu penyakit yang masih mematikan
namun bisa disembuhkan. Anak dengan kanker harus menghadapi perubahanperubahan
sebagai dampak dari penyakit maupun proses pengobatannya.
Perubahan fisik dan psikologis yang terjadi akan berpengaruh pada pembentukan
konsep diri mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep
diri anak kanker. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian adalah anak
dengan kanker di Wilayah Jakarta dan sekitarnya dengan total 41 anak. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 23 anak (56.1%) memiliki konsep diri
positif dan 18 anak (43.9%) masih memiliki konsep diri negatif. Komponen
konsep diri meliputi citra tubuh, ideal diri, harga diri, peran, dan identitas diri juga
sebagian besar responden memiliki nilai yang positif. Saran bagi orang tua dan
praktisi kesehatan adalah untuk memberikan dukungan emosional kepada anak
dengan kanker guna mendukung perkembangan konsep diri positif

Abstract
Pediatric cancer is a terminal disease, but it can be cured. Child with cancer
should face many changes in their body as the impact of the disease or medical
treatment. Physical and psychological changes, could give an effect on their selfconcept
development. The purpose of this study is to describe self-concept in
child with cancer. Design of this study was a quantitative with descriptive method.
The respondents of this study are child with cancer in Jakarta and surroundings,
about 41 school-age children and adolescent who had cancer. The result shows
that as 23 child (56.1%) had a positive self-concept and 18 child (43.9%) still had
a negative self-concept. The component of self-concept such as self-image, selfideal,
self-esteem, role, and self-identity best part had a positive result. This
research suggests parents and health practitioner to give emotional support to
child with cancer in order to support positive development of self-concept.
"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S43485
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fallah Adi Wijayanti
"Hospitalisasi dapat menyebabkan dampak negatif pada anak. Dampak negatif pada anak usia sekolah dan remaja dapat diminimalkan dengan meningkatkan sistem dukungan, meminimalkan perpisahan, dan mempertahankan kontak terutama dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kualitas dan bentuk dukungan teman sebaya pada anak usia sekolah dan remaja yang dirawat di rumah sakit. Penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif melibatkan 100 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mendapat dukungan dari teman sebaya dalam kategori cukup (51%), sisanya dalam kategori kurang (28%) dan baik (21%). Bentuk dukungan yang diterima yaitu: dukungan penghargaan (21,4%); dukungan informasional (21,2%); dukungan kebersamaan (20,8%); dukungan emosional (19,5%); dan dukungan instrumental (17,1%). Penelitian ini merekomendasikan bahwa dukungan teman sebaya pada anak usia sekolah dan remaja yang dirawat di rumah sakit perlu dioptimalkan untuk meminimalkan dampak negatif hospitalisasi.

Abstract
Hospitalization might have negative impact on children. Impact of hospitalization in school-age children and adolescents can be minimized by improving the support system, minimizing separation, and maintaining contact, especially with peers. The aim of the study was to describe the quality and form of peer group support in hospitalized school-age children and adolescents. Quantitative descriptive study was conducted among 100 respondents by purposive sampling. Most of the respondent had enough peer support (51%), the rest had less peer support (28%) and had good peer support (21%). Forms of support received were esteem support (21,4%); informational support (21,2%); companionship support (20,8%); emotional support (19,5%); and instrumental support (17,1%). There is need to optimizing any form of peer group support in order to minimize the negative impact of hospitalization in school-age children and adolescents."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S43687
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Fina Devy Aryanti
"Sindrom Down merupakan kelainan genetik yang dikarakteristikkan dengan keterlambatan perkembangan yang dapat mempengaruhi kemandirian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari pada anak dengan sindrom Down usia sekolah dan remaja dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif non-eksperimen. Responden penelitian berjumlah 43 orang tua/ pengasuh anak dengan sindrom Down di Kota Depok.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas anak berada dalam kategori mandiri sebagian: 31 anak (72,1%); selebihnya mandiri total: 7 anak (16,3%) dan ketergantungan total: 5 anak (11,6%). Untuk itu, diperlukan pendidikan kesehatan dan dukungan emosional bagi keluarga, untuk mencapai kemandirian yang optimal pada anak dengan sindrom Down.

Down syndrome is a genetic disorder which characterized by lack of developmental that may affect the child's independence. This study aims to determine the level of independence of child with Down syndrome in school age and adolescents. This study used descriptive quantitative non-experimental approach with 43 parents or caregivers of child with Down syndrome in Depok.
The result showed that the majority of respondents belongs to modified independence: 31 children (72,1%), while respondents who belongs to total independence: 7 children (16,3%) and total dependence: 5 children (16,3%). For the reason, health education and emotional support for families is needed to achieve optimum independence in children with Down syndrome.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
S52891
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shinta Rahmi Putri
"Kelompok lanjut usia berisiko mengalami stres yang dapat mendorong pengembangan mekanisme koping, yang salah satunya berupa aktivitas spiritual. Penelitian ini merupakan studi korelasi dengan pendekatan potong lintang yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat spiritualitas dan tingkat stres lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3. Responden sebanyak 59 orang didapat dengan metode total populasi. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat spiritualitas dan tingkat stres lansia (p value = 0,001). Sedangkan untuk karakteristik responden (jenis kelamin, status pernikahan, dan keberadaan orang terdekat), tidak ada hubungan yang signifikan dengan tingkat stres (p value = 0,367; 0,868; 0,931).
Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan spiritual (pembinaan, pemantauan, dan kerja sama) perlu dipertahankan dan ditingkatkan untuk mencegah atau menurunkan stres demi mencapai kesejahteraan lansia, khususnya di panti wreda.

The elderly at risk of stress that can encourage the development of coping mechanisms, one through spiritual activities. This study was a correlation study with cross sectional approach, aimed to find out relationship between spirituality level and stress level of elderly people in Social House of Tresna Werdha Budi Mulia 3. Respondents as many as 59 people were obtained by total population method. Analysis done by univariate and bivariate, with chi square test.
The results showed that there were significant correlation between spirituality level and stress level of elderly people (p value = 0,001). Whereas, for respondent characteristics (gender, marital status, and existence of closest people) there were no significant correlation with stress level (p value = 0,367; 0,868; 0,931).
Base on these results, spiritual activities (establishment, monitoring, and cooperation) should be maintained and improved to prevent or reduce stress in order to achieve welfare of the elderly, particularly in nursing homes.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
S46006
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ria Nurjanah
"Kecerdasan emosional dihasilkan dari lingkungan sosial dimana individu dapat mengembangkan kemampuan kesadaran, kontrol, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial. Salah satu lingkungan sosial tersebut adalah wahana kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dengan tingkat kecerdasan emosional remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-korelatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian ini berjumlah 106 siswa SMAN 14 Jakarta dengan menggunakan teknik quota sampling.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara tingkat partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan tingkat kecerdasan emosional remaja (p= 0,041, α= 0,05). Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kuantitas dan kualitas pembinaan kegiatan ekstrakurikuler sehingga dapat menunjang optimalisasi kecerdasan emosional siswa.

Emotional intelligence is a result of social environment where can improve five competences: self-awareness, self-control, self-motivation, empathy, and social- skill. One of it is the extracurricular activity. The purpose of this study is to examine the relationship between participation in extracurricular activity and adolescent’s emotional intelligence. This study used correlative-descriptive with cross sectional design approach. The sample of this study are 106 students in 14 Senior High School Jakarta through quota sampling.
The result showed that was significant relationship between participation in extracurricular activity and adolescent’s emotional intelligence (p= 0,041, α= 0,05). This study recommended educational institutions to improve quantity and quality of estabilishing extracurricular activities in order to support optimalization of emotional intelligence.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
S47349
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Emi Listiyani
"Sekolah merupakan suatu sarana pendidikan yang berperan penting dalam memupuk kebiasaan hidup sehat sehingga anak memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan perilaku sehat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pengetahuan siswa tentang perilaku sehat antara sekolah dasar negeri dan sekolah dasar swasta. Desain penelitian ini adalah kuantitatif perbandingan menggunakan sampel anak usia sekolah kelas 4, 5, dan 6 di dua jenis sekolah dengan total sampel sebanyak 264 responden yang dipilih melalui teknik klaster. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna antara jenis sekolah dengan pengetahuan responden mengenai perilaku sehat (p=0,999, α=0,05). Penelitian ini menyarankan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya tidak melihat dari sisi pengetahuan saja, melainkan perlu melihat juga bagaimana penerapan perilaku sehat siswa dalam kehidupan sehari-hari.

School has important role to form children healthy behavior. The aim of this study to compare knowledge level of healthy behavior between elementary school students and private. This is a quantitative comparison design with 264 respondents, selected by a random sampling with cluster techniques approach. The result showed that there are no significant differences between type of school and student’s knowledge about healthy behaviors. Further study shouldn’t only focus on student’s knowledge of healthy see behavior, but also how they adopt healthy behavior in their daily life.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
S52894
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Seri Wardah
"ABSTRAK
Thalasemia adalah penyakit kronik yang memberi dampak fisik, psikologis dan
sosial budaya kepada anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Tujuan penelitian ini
adalah mengeksplorasi secara mendalam tentang pengalaman anak yang
mengidap thalasemia dalam menjalani pengobatan dan aktivitasnya sehari-hari.
Partisipan penelitian ini adalah anak usia sekolah yang mengidap thalasemia.
Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara semi struktur yang
dianalisis dengan Metode Collaizi. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema
yaitu: anak mengetahui tentang penyakitnya, anak merasakan dampak
penyakitnya, aktivitas anak setelah dan sebelum transfusi, dampak pengobatan
yang dirasakan anak, dan koping yang dilakukan anak. Hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan masukan kepada praktisi kesehatan khususnya
perawat anak, sehingga pelayanan keperawatan yang diberikan kepada anak yang
mengidap thalasemia menjadi lebih optimal.

ABSTRACT
Thalassemia is a chronic disease that has a physical, psychological and sociocultural
impact on children. This study uses qualitative research methods with
descriptive phenomenological approach. The purpose of this study is to explore in
depth about the experience of children with thalassemia in treatment and daily
activities. Participants of this study were school-age children suffering from
thalassemia as many as seven people. Semi-structure interview was used to collect
the data. Data was analyzed using Collaizi methods. The results identified five
themes, namely: children learn about the disease, children feel the impact of the
disease, after and before transfusion activities, the impact of perceived child
treatment, and coping son had done. Results of this study are expected to provide
feedback to the particular health practitioner pediatric nurse, so the nursing care
given to children who suffer from thalassemia become more optimal."
2013
T35663
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lina Gustiana
"Leukemia adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada masyarakat perkotaan khususnya pada anak-anak. Tujuan karya ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada anak yang menderita leukemia dan optimalisasi perawatan mulut pasca kemoterapi. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan pada kasus kelolaan yang terdiagnosis leukemia limfoblastik akut (ALL), didapatkan prioritas masalah keperawatan yaitu ketidakefektifan bersihan jalan napas, kerusakan membran mukosa oral, risiko cedera, dan risiko kekurangan volume cairan.
Hasil evaluasi asuhan keperawatan didapatkan bahwa penerapan perawatan mulut berupa menggosok gigi dan berkumur-kumur dengan normal salin (NaCl 0.9%). Perawatan mulut secara teratur dengan normal salin sangat efektif dilakukan dalam mencegah dan mempercepat penyembuhan mukositis. Untuk itu, pendidikan kesehatan dan evaluasi secara rutin terkait perawatan mulut pada anak yang menderita leukemia menjadi penting untuk dilakukan.

Leukemia is one of the types of cancer which most commonly found in urban communities, especially in children. The purpose of this scientific work is to describe nursing care to child who suffering leukemia and optimization of oral care in post-chemotherapy. Based on the assessment conducted on the management of diagnosed cases with acute lymphoblastic leukemia (ALL), obtained priority nursing problems that are inforced are ineffective airway clearance, oral mucous membrane damage, risk of injury, and risk of lack of fluid volume.
The evaluation results application of nursing showed that implementation of oral care such as teeth brushing and mouth rinsing with normal saline (0.9% NaCl). Regular oral care with normal saline is very effective in preventing and accelerating the healing process the mucositis. Therefore, health education and evaluation are routinely associated oral care in children with leukemia be important to do.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>