Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 35 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ri Pininto
"Paket deregulasi di bidang farmasi, khususnya SK Menkes No. 923/Menkes/Per/X/1993, bertujuan agar berbagai jenis obat yang dibutuhkan masyarakat tersedia dengan harga yang relatif terjangkau. Sebeluin deregulasi mi diluncurkan, badan usaha distribusi harus terpisah dari badan usaha produksi farmasi.
Penelitian mi bertujuan untuk mengetahui dampak deregulasi tersebut terhadap efektifitas kebi,jakan distribusi PT Kalbe
Farina. Hal mi berkaitan dengan adanya beberapa alternatif sistem saluran distnibusi yang kini dapat dipilih perusahaan sehubungan diluncurkannya deregulasi di atas. Penelitian ini
dilakukan dengan menganalisa data primer dan data sekunder, yaitu membandingkan antara kondisi prestasi penjualan
produk perusahaan sebelum dengan sesudah deregulasi farmasi.
Pada masa sebelum deregulasi farmasi, produsen obat tidak boleh mendistrjbusikan sendiri obat hasil produksinya.
Sedangkan pada masa pasca deregulasi farmasi produsen obat boleh inerangkap sebagai distributor produknya sendiri. Dengan demikian PT Kalbe Farina kini bebas untuk misalnya menyalurkan produknya langsung ke apotik atau toko obat, tanpa melalui distributor atau pedagang besar farmasi. Akan tetapi dengan berbagai pertiinbangan, PT Kalbe Farina inemutuskan tetap akan memakai sistem distribusi yang lama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan PT Kalbe Farina tersebut sangat tepat. Terungkap pula bahwa walaupun
ada deregulasi, tingkat efektifitas dan efisiensi saluran distribusi perusahaan tetap stabil, bahkan cenderung
meningkat. Demikian pula kepuasan yang diperoleh konsumen serta Inasing-Inasing anggota sa].uran distribusi tetap dapat
dipertahankan."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1997
S18663
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Cindy Aprilia Hiemawan
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji return saham, dengan menggunakan Fama French Three Factor Model yang ditambahkan dengan variabel pertumbuhan total aset. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda pada 48 sampel saham di Bursa Efek Indonesia. Diperoleh bahwa penambahan variabel pertumbuhan total aset pada Fama French Three Factor Model membuat model memiliki kekuatan lebih baik dalam menjabarkan return saham, serta membuat seluruh variabel independen lainnya berpengaruh signifikan terhadap return saham.

This study aims to test stock returns by using Fama French Three Factor Model Augmented Asset Growth. This study is using multiple linear regressions on 48 samples of stocks in Indonesia Stock Exchange. From the results, we can conclude that Fama French Three Factor Model Augmented Asset Growth has more power to explain stock returns compared to Fama French Three Factor Model. Moreover, asset growth?s contribution to Fama French Three Factor Model causes all independent variables significantly affects the stock returns.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chitarani Kartikadewi
"Penelitian ini menguji bagaimana likuiditas pendanaan mempengaruhi pengambilan risiko bank dan bagaimana ukuran bank menentukan keputusan pengambilan risiko manajemen bank. Menggunakan data dari 89 bank umum di Indonesia dalam periode 2008 hingga 2017 dan mengkategorikan bank berdasarkan kategori ukuran bank (BUKU) Bank Indonesia (bank sentral), penulis menemukan dampak signifikan pendanaan likuiditas terhadap pengambilan risiko pada bank-bank dengan ukuran kecil. Secara khusus, berdasarkan analisis data panel, hasil penelitian menunjukkan bahwa bank-bank yang memiliki simpanan yang lebih tinggi cenderung mengambil risiko yang lebih tinggi atas asetnya dan mengakibatkan terjadinya trade-off risiko, antara risiko likuiditas dan risiko kredit.
Hasil penelitian menunjukkan Aktiva Tertimbang Menurut Risiko dan cadangan kerugian kredit yang lebih tinggi, sebagai proxy dari risiko kredit, pada saat terjadinya kenaikan saldo simpanan. Selain itu, Z-Score yang lebih rendah dan rasio liquidity creation yang lebih tinggi, sebagai proxy dari tingkat solvabilitas bank, dihasilkan dari kenaikan pendanaan masyarakat. Di lain sisi penelitian ini menemukan bahwa bank yang lebih besar cenderung berhati-hati dalam mengambil risiko ketika memiliki saldo likuiditas yang lebih tinggi.

This research examines how funding liquidity affects bank risk-taking and the how the bank size determines bank’s management risk-taking decisions. Using data of 89 commercial banks in Indonesia within the period of 2008 to 2017, and categorizing the banks based on Bank Indonesia (central bank) bank-size category (BUKU), the author finds a significant impact of funding liquidity to bank risk-taking in smaller size banks. In particular, based on panel data analysis, the research result shows that banks with higher deposits incline to take a higher risk on its assets and resulted to risk-trade off, between liquidity risk and credit risk.
The result shows higher Risk-Weighted Assets and Loan Loss Provisions, as the proxy of credit risk, as the impact of deposits increment. In addition, lower Z-Score and higher liquidity creation ratios, as the proxy of bank’s solvency level, are resulted from deposit increment. However, this research finds that bigger banks tend to be cautious in taking risks when having higher liquidity position.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T54677
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dimar Mohammad
"

Pemerintah Indonesia terus mendorong pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah untuk meningkatkan pertumbuhan dan daya saing Indonesia dalam persaingan ekonomi dunia. Ini bisa dilihat dari indikator anggaran infrastruktur dalam APBN yang terus meningkat setiap tahun. Pengembangan infrastruktur tidak terlepas dari partisipasi perusahaan infrastruktur dan pendukungnya seperti semen, perbankan dan pertambangan yang dalam penelitian ini diwakili oleh indeks SMinfra18 yang merupakan salah satu indeks di bursa efek Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini juga memiliki kepentingan sebagai entitas untuk dapat meningkatkan kinerja dan memberikan nilai optimal kepada pemegang sahamnya. Namun, dalam mencapai tujuan ini perusahaan menghadapi berbagai macam masalah, ketidakpastian dan juga konflik kepentingan. Mempertimbangkan kompleksitas masalah, perusahaan kemudian berusaha untuk mengadopsi Enterprise Risk Management (ERM) dan Corporate Governance (CG) yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh penerapan Enterprise Risk Management (ERM) yang diwakili oleh Indeks Manajemen Risiko (RMI) dan Corporate Governance (CG) secara terpisah terhadap kinerja perusahaan indeks SMinfra18. Indikator kinerja perusahaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return on Asset (ROA) dan ukuran pasar (Tobin Q) untuk Periode 2013-2017. Metodologi yang digunakan untuk penelitian ini adalah data panel dengan regresi linier. Selain itu, variabel kontrol yang terdiri dari Leverage, Pembayaran Dividen, Ukuran Perusahaan dan Usia Perusahaan digunakan. Berdasarkan hasil regresi, menunjukkan bahwa penerapan ERM dan CG memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA dan Tobin Q. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi perusahaan infrastruktur lain yang tidak termasuk dalam indeks dalam melihat indeks manfaat penerapan ERM dan GCG dalam mendukung kinerja mereka.


The Government of Indonesia continues to encourage infrastructure development in various region to increase Indonesia’s growth and competitiveness in world economic competition. This can be seen from the infrastructure budget indicator in the APBN which continues to increase every year. The Infrastructure development is inseparable from participation of infrastructure companies and their supporters such as cement, banking and mining which in this research represented by SMinfra18 index that is one of the index in the Indonesia stock exchange. These companies also have an interest as an entity to be able to improve performance and provide optimal value to it’s shareholder. However, in achieving these goals the company face various kinds of problems, uncertainty and also conflicts of interests. Considering the complexity of the problems, the company then strive to adopt Enterprise Risk Management (ERM) and Good Corporate Governance (GCG) which expected to improve performance. This research was conducted to see the effect of the implementation of Enterprise Risk Management (ERM) represented by the Risk Management Index (RMI) and Good Corporate Governance (GCG) separately to the performance of SMinfra18 index companies. Company performance indicator that used in this research are Return on Assets (ROA) and market measure (Tobin Q) for the Period 2013-2017. The methodology used for this research is panel data with linear regression. In addition, a control variable that consists of Leverage, Dividend Payment, Company Size and Company Age is used. Based on the regression results, has shown that the implementation of ERM and GCG has a significant effect on ROA and Tobin Q. The results of this study can be used as a guide for other infrastructure companies that are not included in the index in seeing the benefits of implementing ERM and GCG in supporting their performance.

"
2019
T54637
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fajar Adiwibowo
"

Fluktuasi harga batubara yang sangat tinggi telah membuat ketidakpastian tentang keberlanjutan bisnis, terutama perusahaan di sektor pertambangan batubara. Dari kondisi tidak stabilnya harga batubara Indonesia dapat memberikan dampak negative kepada perusahaan yang pada akhirnya perusahaan masuk kedalam kondisi kesulitan keuangan bahkan kebangkrutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediksi kebangkrutan perusahaan pertambangan batubara yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode tahun 2014 hingga tahun 2018. Perhitungan dilakukan menggunakan empat model prediksi lalu dibandingkan dengan analisa kredit menggunakan analisa trend. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 15 perusahaan sampel yang berada pada sector pertambangan batubara, empat diantaranya masuk kedalam zona kesulitan keuangan (financial distress).

 


Fluctuations in coal prices are very high has created uncertainty about business sustainability, especially companies in the coal mining sector. From the unstable condition of Indonesian coal prices can have a negative impact on the company, which in the end the company entered into a condition of financial difficulties and even bankruptcy. This study aims to analyze the bankruptcy predictions of coal mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2014 to 2018. Calculations were performed using four prediction models and compared with credit analysis using trend analysis. The results of this study indicate that of the 15 sample companies in the coal mining sector, four of them entered the zone of financial distress.

 

"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Purba, Ronald Dasni Putra
"ABSTRAK
Dividen Payout Ratio (DPR) merupakan persentase besarnya dividen yang akan dibayarkan perusahaan dari total earning yang diperoleh perusahaan kepada pemegang saham. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Current Ratio (CR), Return On Equity (ROE), Debt To Equity (DTE), Ukuran Perusahaan (Size), Pertumbuhan (Growth), dan Free Cash Flow (FCF) terhadap Dividen Payout Ratio (DPR) pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI. Sampel penelitian terdiri dari 60 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2005 hingga 2008. Berdasarkan analisis regresi linier berganda (multiple regression analysis) dengan menggunakan uji t-statistik dengan tingkat kepercayaan 0.05, menunjukkan bahwa variabel Current Ratio (CR), Return On Equity (ROE), Debt To Equity (DTE), dan Pertumbuhan Net sales (Growth) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Dividen Payout Ratio (DPR) pada perusahaan dengan nilai signifikiansi di bawah 0.05, sedangkan variabel Ukuran Perusahaan (SIZE) dan Free Cash Flow (FCF) tidak berpengaruh signifikan terhadap Dividen Payout Ratio (DPR) dengan nilai signikansi di atas 0.05.

ABSTRACT
Dividend Payout Ratio (DPR) is a percentage of the amount of dividends to be paid out of the company's total earnings obtained by the company to shareholders The objective of this research is to analyse the influence of Current Ratio (CR), Return On Equity (ROE), Debt To Equity (DTE), Firm Size (Size), Net Sales Growth (Growth) and Free Cash Flow (FCF) toward Dividen Payout Ratio (DPR) on Manufacture Companies listed in Indonesian Stock Exchange. Sample of this research consists of 60 companies that listed on Indonesian Stock Exchange since 2005 until 2008 period. Based on multiple linear regression analysis using t-test statistics with a confidence level 0.05, indicates that the variable Current Ratio (CR), Return On Equity (ROE), Debt To Equity (DTE) and net sales growth (Growth) have positive and significant impact on Dividend Payout Ratio (DPR) in companies with significant values below 0.05, while the others variable such as the company's size (SIZE) and Free Cash Flow (FCF) have no significant effect on Dividend Payout Ratio (DPR) with significant values above 0.05."
2013
S43915
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Niken Larasati Sosodoro
"Permintaan dan penawaran komoditas energi dunia terus meningkat, begitu pula dengan permintaan dan penawaran di negara-negara ASEAN. Pertumbuhan permintaan energi tahunan rata-rata di ASEAN adalah 4.2%, begitu pula dengan penawarannya, hal ini berlangsung selama tujuh tahun terakhir (ASEAN Energy Outlook 2011). Berkaitan dengan aspek ini, maka salah satu fokus utama dari organisasi ASEAN adalah untuk mendorong investasi di sektor energi (APAEC, 2011), sehingga menimbulkan adanya kepentingan untuk mengetahui bagaimana pola perilaku investasi perusahaan energi di ASEAN.
Riset ini memberikan salah satu alternatif pendekatan analisis perilaku investasi pada Top Five ASEAN Countries, dimana riset yang dilakukan berdasarkan pada penemuan riset terbaru yang dilakukan oleh Cleary et al 2007. Tujuan utama dari riset ini adalah untuk mengetahui apakah hubungan investasi dan dana internal perusahaan berbentuk kuva U atau tidak. Dimana hal ini memiliki perbedaan dengan riset yang dilakukan sebelumnya, yang menyatakan hubungan investasi dan dana internal perusahaan adalah positif.

The world's demand and supply of energies are increasing, so does with ASEAN countries. The annual growth of energy demand in ASEAN was 4.2% in the past seven years, meanwhile the supply growth was also 4.2% (ASEAN Energy Outlook 2011). Since one of the concerns of ASEAN is to stimulate investment in energy sectors (APAEC, 2011), the urgency of knowing how energy firms doing investment in the past is raising. This research provides one of approaches to determine investment behavior of Top Five ASEAN Countries, consider on method and the recent findings in behavioral finance by Cleary et al 2007.
This research main aim is to see whether the relationship between internal fund and investment of the firms has U-shaped pattern or not. Contrary to the previous research about internal fund and investment stated that the relationship was only monotonically increasing. Meanwhile, based on Cleary et al 2007 findings, the relationship was U-shaped, where the firms will decrease its investment at a very low internal fund position, and started to increase investment at a certain internal fund position.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S54281
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Faris Marino
"Penelitian ini merupakan sebuah analisis likuiditas saham, yang diukur oleh zeros, terhadap keputusan investasi perusahaan dengan lag time satu tahun, yang diukur oleh pertumbuhan total assets, total inventori, PPE dan current assets. Penelitian ini menggunakan data panel 121 perusahaan dengan tiga sampel yang berbeda, yaitu seluruh 121 perusahaan, lalu dipisahkan menjadi 21 perusahaan LQ 45 dan 100 perusahaan Non LQ 45. Hasilnya adalah ada hubungan yang positif signifikan antara likuiditas saham dengan investasi perusahaan.

This paper is analyze the impact of stock liquidity, as measured by zeros, on firms level investment decision as measured by growth in total assets, total inventory, PPE and current assets, by one year lag time. This paper using panel data with 121 firms listed in BEI. Then we split the sample into three different groups, all firms included, only LQ 45 firms included and Non LQ 45 firms included. The result is that there is a positive relationship between stock liquidity and firms investment decisions.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S53989
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Willy Sebastian
"Tujuan dari penelitian yang dilakukan dalam karya akhir ini adalah untuk menguji pengaruh variabel agregat ICC (Implied Cost of Capital) tehadap pergerakan agregat return yang berupa market return dan portfolio return. Nilai dari agregat ICC dihitung sesuai dengan metode yang diajukan oleh Li, Ng, dan Swaminatan (2013) dimana ICC untuk tiap perusahaan akan dibobot berdasarkan kapitalisasi pasarnya. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model regresi dari 120 observasi pada nilai agregat ICC bulanan selama sepuluh tahun dari periode Januari 2003 sampai Desember 2012. Hasil dari penelitian ini membuktikan bawah agregat ICC berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pergerakan agregat return, bahkan setelah dikontrol dengan beberapa variabel valuation ratio seperti agregat dividend yield, agregat market to book ratio, dan agregat price to earning ratio.

The objective of this research is to analyze the influence of aggregate implied cost of capital toward the movement of aggregate return which are market return and portfolio return. The construction of aggregate ICC is based on the method of Li, Ng, and Swaminatan (2013) which the ICC of each firm are weighted by its market capitatlization. Hypotesis testing is conducted using regression models with 120 observations of ten-year period of montly aggregate ICC from January 2003 to December 2012. The empirical result from this research shows that the aggregate ICC has a significant positive influence toward aggregate return, even after being controlled by several aggregate valuation ratio such as aggregate dividend yield, aggregate market to book ratio, and aggregate price to earning ratio.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tafia Sulistyani Prasojo
"Tesis ini membahas mengenai analisis kinerja saham berdasarkan perbedaan komposisi Index LQ45 menggunakan metode empat faktor Carhart. Penelitian dilakukan terhadap ketiga jenis saham, yaitu saham yang secara konsisten berada dalam indeks (saham inti), dikeluarkan dari indeks, dan menjadi saham pengganti dari saham yang keluar indeks LQ45 selama Tahun 2009-2014. Analisis kinerja saham dilakukan menggunakan metode empat faktor Carhart, antara lain konstanta intercept, market premium, faktor SMB (kapitalisasi pasar), faktor HML (nilai buku terhadap nilai pasar), dan faktor WML (momentum). Menggunakan metode empat faktor Carhart, hanya saham inti yang memiliki excess return positif, yang ditunjukkan oleh konstanta intercept positif. Variabel dependen saham inti dapat dijelaskan oleh nilai konstanta intercept dan HML (rasio nilai buku terhadap nilai pasar). Variabel dependen saham yang dikeluarkan dari indeks LQ45 dapat dijelaskan oleh faktor SMB (nilai kapitalisasi pasar). Sedangkan variabel dependen saham yang masuk sebagai pengganti di indeks LQ45 dapat dijelaskan oleh faktor rm-rf, HML (rasio nilai buku terhadap nilai pasar), dan faktor WML (momentum). Bila dibandingkan dengan hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Chan et al (2013), menggunakan periode 1962-2003 dengan 788 saham yang masuk ke dalam indeks S&P 500 dan 244 saham yang dikeluarkan dari indeks S&P 500, Chan et al memiliki kesimpulan kedua jenis saham dipengaruhi secara signifikan oleh nilai konstanta intercept, faktor SMB (kapitalisasi pasar), dan faktor HML (nilai buku terhadap nilai pasar).

The objective of this research is to analyze the stock performance based on differences in the composition of the LQ45 Index using the Carhart four-factor. This research is conducted on three types of stocks, which are stocks that consistently remain in the index, being removed from the index, and become substitution of the stock that comes out from LQ45 index during the year of 2009-2014. The analysis of the stock performance uses Carhart four factors method, which are the intercept constant value, market premium, SMB factor (market capitalization), HML factor (book value to market value), and WML factor (momentum). Using the method of Carhart four factors, only stocks that consistently remain in the index LQ45 have positive excess return, while also demonstrating positive intercept constants. These intercept constants value and HML factor (ratio of book value to market value) explain dependent variable of stocks that consistently remain in the index LQ45. SMB factor (market capitalization) explain dependent variable of stocks that are removed from LQ45 index. While market premium, HML factor (ratio of book value to market value) and WML factor (momentum) explain dependent variable stocks that is being substitution of the stock that comes out from LQ45 index. In comparation to the results of previous studies by Chan et al (2013), using period of 1962-2003 with 788 of shares join into the S&P 500 and removal 244 of shares from S&P 500, Chan et al conclude that intercept constants value, SMB factor and HML factor influence both types of stock significantly."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>