Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nuri Citra Anggestia
"Pandemi COVID – 19 merupakan fenomena yang memberikan dampak di bidang kesehatan dan sosial ekonomi. Fenomena ini mengakibatkan pemindahan fokus tenaga kesehatan yang sebelumnya berfokus pada penyelesaian masalah gizi anak sebagai salah satu target pembangunan Nasional. Masalah gizi yang terjadi pada anak dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Risiko kekurangan gizi menandakan terjadinya ketidakadekuatan pemenuhan kebutuhan gizi pada anak. Ketahanan pangan keluarga adalah faktor keluarga sebagai pengasuh utama anak dalam memenuhi kebutuhan gizi hariannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan ketahanan pangan keluarga dengan risiko kekurangan gizi anak. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan cross-sectional dan teknik quota sampling secara daring. Responden berjumlah 341 pengasuh utama dengan anak usia 12 – 72 bulan di Indonesia. Pengambilan data menggunakan kuesioner karakteristik responden, household food insecurity access scale (α = 0,84; r = 0,682), dan Nutristep (α = 0,92; r = 0,495- 0,828; α = 0,91; r = 0,507-0,684). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan keluarga dengan risiko kekurangan gizi anak usia 12 – 72 bulan (1, n = 341) = 30,82, p < 0,001). Selama pandemi COVID-19 keluarga mengalami kerawanan pangan dengan status anak mengalami risiko kekurangan gizi. Kondisi ini apabila tidak ditangani dengan baik akan menghasilkan generasi dengan masalah gizi di kemudian hari. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan promosi gizi anak sebagai bentuk pencegahan terjadinya kekurangan gizi dan stunting.

The COVID-19 pandemic is a phenomenon that has an impact on the health and socioeconomic fields. This phenomenon has resulted in a shift in the focus of health workers who previously focused on solving nutritional problems in children as one of the national development targets. Nutritional problems that occur in children can inhibit the growth and development of children. The risk of malnutrition indicates the occurrence of inadequate fulfillment of nutritional needs in children. Family food security is a factor that describes how the main caregiver meeting the daily nutritional needs of children. This study was conducted to determine the relationship between family food security and the risk of child malnutrition. This study is an quantitative study with a descriptive analytical research design with cross-sectional approach and quota sampling technique. Respondents were 341 primary caregivers with children aged 12 – 72 months in Indonesia. Data were collected using the respondent characteristic questionnaire, household food insecurity access scale (α = 0.84; r = 0.682), and Nutristep (α = 0.92; r = 0.495-0.828; = 0.91; r = 0.507-0.684). The results of this study indicate that there is a significant relationship between family food security and the risk of malnutrition in children aged 12-72 months (6, N = 341) = 45.52, p < 0.001). It was found that the family experienced mildly food insecurity with the status of children at high risk of malnutrition. This condition if not handled properly will produce generations with nutritional problems in the future. The results of this study may be used as the basis for developing the promotion of child nutrition as a form of preventing malnutrition and stunting."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Luh Lasiyani
"Kanker payudara merupakan penyakit dengan jumlah terbanyak pada populasi wanita Indonesia dengan prevalensi 42,1 per 100.000 penduduk. Kemoterapi menjadi modalitas pengobatan yang sering digunakan, namun menimbulkan berbagai efek samping. Keluhan fisik sebagai efek samping yang sering diungkapkan yakni gangguan tidur yang berdampak pada perkembangan kanker. Relaksasi pranayama merupakan sebuah intervensi non-farmakologi yang mengadopsi kearifan lokal budaya Bali, dipadukan dengan sleep hygine education, dijadikan sebagai upaya meningkatkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas kombinasi relaksasi pranayama dan sleep hygiene education pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Metode penelitian berupa quasi experimen dengan pendekatan pre-post with control group, sampel sebanyak 49 partisipan, terdiri dari 26 kelompok kontrol dan 23 kelompok intervensi. Penelitian dilaksanakan di RSUP Prof Ngoerah Denpasar, dengan mengajarkan teknik relaksasi pranayama dan sleep hygiene education pada kelompok intervensi serta perawatan biasa dan edukasi standar pada kelompok kontrol. Pengukuran menggunakan kuisioner PSQI dan sleep diary. Hasil penelitian menunjukkan relaksasi pranayama dan sleep hygiene education mampu menurunkan skor kualitas tidur kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol, dengan nilai P=0,001 (α<0,05). Relaksasi pranayama dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri perawat onkologi untuk memperbaiki kualitas tidur, serta menurunkan kelelahan, ansietas, mual muntah dan nyeri khususnya pada pasien kanker payudara yang sedang kemoterapi.

Breast cancer is the most common disease in the Indonesian female population with a prevalence of 42,1 per 100.000 population. Chemotherapy is a treatment often used, but it causes various side effects. Physical complaints as a side effect that are often expressed are sleep disorders which have an impact on the development of cancer. Pranayama relaxation is a non-pharmacological intervention that adopts local Balinese cultural wisdom, combined with sleep hygiene education, as an effort to improve sleep quality. This study aims to identify the effectiveness combination of pranayama relaxation and sleep hygiene education in breast cancer patients undergoing chemotherapy. The method used quasi-experiment with a pre-post with control group approach, with a sample of 49 participants, consist of 26 control groups and 23 intervention groups. The research was conducted at Prof. Ngoerah General Hospital, by teaching pranayama relaxation techniques and sleep hygiene education to the intervention group as well as usual care and standard education to the control group. Measurements used the PSQI questionnaire and sleep diary. The results showed that pranayama relaxation and sleep hygiene education were able to reduce the sleep quality score of the intervention group compared to the control group, with a value of P=0.001 (α<0.05). Pranayama relaxation can be used as an independent intervention for oncology nurses to improve sleep quality, as well as reduce fatigue, anxiety, nausea, vomiting and pain, especially in breast cancer patients undergoing chemotherapy"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tarigan, Gita Apriani Br
"Pendahuluan Fatigue dan gangguan tidur masalah yang sering terjadi pada anak dengan kanker selama menjalani pengobatan. Salah satu intervensi non farmakologis yang dapat menurunkan fatigue dan gangguan tidur adalah slow deep breathing dan sleep hygiene education. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi efektivitas slow deep breathing dan sleep hygiene education terhadap fatigue dan gangguan tidur pada anak usia sekolah dengan kanker. Metode Penelitian eksperimental desain quasi experiment pendekatan nonrandomized pretest and posttest control group. Responden anak usia sekolah dengan kanker berjumlah 36 anak, terdiri dari kelompok kontrol (n=18) dan kelompok intervensi (n=18). Kelompok intervensi diberikan slow deep breathing dan sleep hygiene education sedangkan kelompok kontrol dengan perawatan rutin. Penilaian skala fatigue menggunakan instrumen skala FOA-A dan gangguan tidur dengan skala GATIA. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan skor fatigue antara kelompok intervensi dan kontrol (p value=0,001); adanya hubungan karakteristik dengan skor fatigue, yaitu jenis kanker (p value=0,024), stadium kanker (p value=0,001), jenis pengobatan (p value=0,001), dan gangguan tidur (p value=0,002); sedangkan tidak ada hubungan usia, jenis kelamin, dan lama pengobatan dengan skor fatigue. Rekomendasi penelitian yaitu penerapan slow deep breathing dan sleep hygiene education karena mudah dilakukan, nyaman, murah dan tidak berisiko membahayakan dalam menurunkan fatigue dan gangguan tidur pada anak.

Introduction Fatigue and sleep disorders often occurs in children with cancer. One of the non-pharmacological interventions that can reduce fatigue and sleep disorders is slow deep breathing and sleep hygiene education. The purpose of the study was to identify the effectiveness of slow deep breathing and sleep hygiene education. Purpose of the study was identify effectiveness of slow deep breathing and sleep hygiene education to fatigue and sleep disorders in school age children with cancer. Methods Experimental research design quasi experiment approach nonrandomized pre-post test control group. School age children respondents with cancer totaled 36 children consisting of control groups (n=18) and intervention groups (n=18). Intervention group was given slow deep breathing and sleep hygiene education while control groups with routine care. Fatigue scale assessment using FOA-A scale instruments and sleep disorders with GATIA scale. Results research shows that there is differences in fatigue scores between intervention and control groups (p value=0.001); there is a characteristic relationship with fatigue score cancer type (p value=0.024), stage of cancer (p value=0.001), type of treatment (p value=0.001) and sleep disorders (p value=0.002); whereas there is no relationship age, sex, and long treatment with fatigue score. Recommendations research application of slow deep breathing and sleep hygiene education are easy to do, convenient, cheap and not risk harmful in reducing fatigue and sleep disorders in children."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Ketut Sri Armini
"Fatigue adalah gejala yang paling sering muncul pada anak dengan kanker, fatigue dirasakan sangat mengganggu, mencemaskan, dan dapat melemahkan fungsi fisik, mental, emosional, sehingga apabila tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup anak. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi efektivitas terapi mindfulness breathing dan mindfulness body scanning terhadap skor fatigue pada pasien anak dengan kanker. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre post test with control group, jumlah sampel dalam penelitian ini 39 (20 intervensi dan 19 kontrol). Kelompok intervensi diberikan perlakuan terapi mindfulness breathing dan body scanning, kelompok kontrol diberikan perlakuan terapi standar (relaksasi napas dalam). Perlakuan pada kedua kelompok masing-masing diberikan 20 kali latihan (1 kali/hari, 5 kali dalam seminggu) Hasil penelitian menunjukkan terapi mindfulness breathing dan mindfulness body scanning lebih efektif menurunkan skor fatigue dibandingkan terapi relaksasi napas dalam (p value 0.001). Variabel confounding usia, jenis kanker dan tipe obat kemoterapi pada penelitian ini tidak ada hubungan dengan perubahan skor fatigue, namun variabel jenis kelamin dan kadar hemoglobin ada hubungan dengan skor fatigue. Terapi mindfulness breathing dan body scanning dapat menjadi intervensi non farmakologi untuk manajemen fatigue karena dapat dengan mudah diterapkan di rumah dan area pelayanan kesehatan.

Fatigue is a symptom that most often appears in children with cancer, fatigue is felt very disturbing, worrying and can weaken physical, mental, emotional functions, so that if not managed it can cause a decrease in the quality of life of children with cancer.The purpose of this study was to identify the effectiveness of mindfulness Breathing and Mindfulness Body scanning therapy on fatigue in pediatric patients with cancer. This study used a quasi experiment design with a pre post test with control group approach, the number of samples was 39 (20 intervention and 19 control). The intervention group was given mindfulness breathing and body scanning therapy, the control group was given standard therapy treatment (deep breath relaxation). The treatment of both groups was given 20 times (1 time / day, 5 times a week) The results showed that mindfulness breathing and mindfulness body scanning  therapy was more effective in reducing fatigue scores than deep breath relaxation therapy (p value 0.001). The confounding variables of gender and hemoglobin levels were associated with fatigue. Mindfulness breathing and body scanning can be a non-pharmacological intervention for fatigue because it can be easily applied at home and health service areas."
Depok: Fakultas ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Msy. Martikasari
"Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker dengan kejadian tertinggi pada perempuan di Indonesia. Tesis ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan sosial dengan koping dan resiliensi serta faktor demografi yang memengaruhi pada pasien kanker serviks. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 213 responden dari RSK Dharmais. Instrumen yang digunakan meliputi Edmonton Symptom Assessment System, Multidimensional Scale of Perceived Social Support, Cancer Coping Questionnaire, dan Connor-Davidson Resilience Scale. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan chi-square, dan uji multivariat dilakukan untuk melihat faktor yang paling memengaruhi hubungan koping dan resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berpengaruh positif terhadap koping dan resiliensi pasien kanker serviks, dengan faktor seperti status perkawinan dan dukungan sosial yang berkontribusi dalam hubungan ini.

Cervical cancer is one of the most common types of cancer among women in Indonesia. This thesis aims to examine the relationship between social support, coping, and resilience, as well as the demographic factors influencing cervical cancer patients. The research employs a cross-sectional design with 213 respondents from Dharmais Hospital. The instruments utilized include the Edmonton Symptom Assessment System, the Multidimensional Scale of Perceived Social Support, the Cancer Coping Questionnaire, and the Connor-Davidson Resilience Scale. Data analysis is conducted using univariate and bivariate methods with chi-square tests, while multivariate analysis is performed to identify the most influential factors in the relationship between coping and resilience. The findings indicate that social support positively impacts coping and resilience among cervical cancer patients, with factors such as marital status and social support was contributing to this relationship."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadine Lailatus Sakinah
"Keterampilan motorik kasar melibatkan kemampuan untuk melakukan gerakan tunggal yang menggunakan otot besar. Pada usia prasekolah, motorik kasar menjadi indikator yang penting untuk terlibat dalam berbagai kegiatan olahraga nanti saat di sekolah. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berhubungan dengan perkembangan motorik kasar seorang anak usia prasekolah. Faktor yang diteliti hubungannya dengan perkembangan motorik kasar dalam penelitian ini adalah stimulasi, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, jenis kelamin anak, usia ibu, usia anak, dan pekerjaan ibu. Desain penelitian ini menggunakan analisis korelatif dengan jumlah responden 94 ibu dan anak usia prasekolah. Teknik yang digunakan convenience sampling di DKI Jakarta. Penelitian ini memiliki hasil terdapat hubungan antara perkembangan motorik kasar dengan stimulasi ibu. Di sisi lain tidak terdapat hubungan antara perkembangan motorik kasar dengan pendidikan ibu dan pendapatan keluarga. Diperlukan penelitian selanjutnya dengan desain penelitian, populasi, dan sampel yang berbeda  untuk mendapatkan hasil yang lebih representatif.

Gross motor skills involve the ability to perform single movements that use large muscles. In preschool age, gross motor is an important indicator for engaging in various sports activities later in school. Therefore, this study aims to determine the factors associated with gross motor development of a preschool-age child. This research design uses correlative analysis with a total of 94 respondents of mothers and preschool children. The technique used was convenience sampling in DKI Jakarta. This study has the result that there is a relationship between gross motor development and maternal stimulation. On the other hand, there is no relationship between gross motor development with mother's education and family income. Further research is needed with different research designs, populations, and samples to get more representative results. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Diyanah Azhrika Putri
"Neonatus dengan kelahiran prematur cenderung mengalami beberapa masalah kesehatan, salah satunya adalah gangguan menelan. Gangguan menelan pada bayi prematur terjadi karena perkembangan refleks mengisap dan menelan bayi belum matang sehingga terjadi ketidaksempurnaan koordinasi antara mengisap-menelan-bernapas pada bayi. Bayi prematur dengan gangguan menelan tidak dapat diberikan nutrisi melalui oral secara penuh sehingga bergantung kepada pemberian nutrisi melalui selang makan selama masa awal perawatan. Intervensi stimulasi oral dapat dilakukan untuk meningkatkan perkembangan refleks mengisap dan menelan serta mengurangi lama waktu transisi dari pemberian makan melalui selang makan ke pemberian makan langsung melalui oral pada bayi prematur. Studi kasus ini akan menggambarkan penerapan stimulasi oral pada bayi prematur dan pengaruhnya dalam meningkatkan refleks mengisap dan menelan bayi selama 5 hari perawatan. Intervensi dilakukan pada salah satu bayi prematur di ruang perinatologi dengan kelahiran usia gestasi 34 minggu. Intervensi ini dilakukan setiap hari dengan durasi 15-20 menit sebelum makan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kemampuan mengisap dan menelan bayi serta koordinasi antara mengisap-menelan-bernapas bayi. Kesimpulan: Stimulasi oral dapat meningkatkan kemampuan mengisap dan menelan pada bayi prematur dengan gangguan menelan.

Neonates with premature birth tend to experience some health problems, including swallowing difficulty. Swallowing difficulty in preterm infants occur because the immature development of sucking and swallowing reflexes, resulting in imperfect coordination between sucking-swallowing-breathing in infants. Premature infants with swallowing difficulty cannot be given full oral nutrition and thus they have to rely on feeding tube to meet their nutritional needs during the initial treatment. Oral stimulation intervention can be carried out to improve the development of sucking and swallowing reflexes and reduce the transition time from using tube feeding to direct oral feeding in preterm infants. This case report will describe the application of oral stimulation on preterm infants and its effect on improving sucking and swallowing reflexes of infants during 5 days of treatment. The intervention was carried out to one of the preterm infants with 34 weeks gestational age in the perinatology room. The intervention was carried out every day with a duration of 15-20 minutes before eating. The results of the evaluation showed that there was an improvement in the infant’s sucking and swallowing abilities and the infant sucking-swallowing-breathing coordination. Conclusion: Oral stimulation can improve sucking and swallowing abilities in preterm infants with swallowing difficulties. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Angie Prabhata Putri
"Bayi prematur merupakan bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu (WHO, 2021). Bayi yang lahir prematur juga memiliki risiko yang tinggi terkait masalah kesehatan (Hockenberry & Wilson, 2015). Bayi prematur memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami masalah kesehatan. Hal ini dikarenakan belum matangnya janin ketika dilahirkan. Organ-organ yang berperan sebagai  oromotor pada bayi prematur belum berkembang secara sempurna, sehingga sebagian besar bayi prematur mengalami gangguan fungsi menghisap dan mekanisme menelan. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan stimulasi oromotor secara rutin. Tujuan dilakukan penulisan ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian stimulasi oromotor dengan peningkatan refleks hisap bayi premature. Pemberian stimulasi oromotr dinilai memberikan pengaruh yang positif dalam peningkatan refleks hisap bayi premature. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah case report. Case report ini sebagai dasar untuk melakukan penelitian lebih lanjut pada pasien dengan masalah yang sama.

Premature babies are babies born before 37 weeks of gestation (WHO, 2021). Babies born prematurely also have a high risk of health problems (Hockenberry & Wilson, 2015). Premature babies have a higher risk of developing health problems. This is because the fetus is immature when it is born. The organs that act as oromotor in premature babies are not fully developed, so that most premature babies have impaired sucking and swallowing functions. One of the interventions that can be done to overcome this problem is to carry out regular oromotor stimulation. The purpose of this paper is to determine the effect of giving oromotor stimulation with an increase in the suction reflex of premature babies. Giving oromotr stimulation is considered to have a positive effect in increasing the suction reflex of premature babies. The method used in this paper is a case report. This case report serves as the basis for conducting further research on patients with the same problem."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Aisyah Syifa Salama
"Kemudahan akses internet dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja masa kini. Namun, penggunaan internet yang berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya cyberbullying. Cyberbullying merupakan bentuk kekerasan digital yang semakin marak di kalangan remaja dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya keterlibatan orang tua dan interaksi dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara keterlibatan orang tua dan interaksi teman sebaya dengan perilaku cyberbullying pada remaja di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik korelasional dengan desain potong lintang (cross-sectional), yang dilaksanakan secara luring melalui penyebaran kuesioner. Sebanyak 218 remaja dari SMAN 78 Jakarta dan SMPN 268 Jakarta berpartisipasi dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan meliputi Revised Cyberbullying Inventory II, The Parent-Child Interaction Questionnaire, dan Friendship Quality Scale. Terdapat hubungan yang signifikan antara keterlibatan orang tua dengan perilaku cyberbullying (p < 0,05). Keterlibatan orang tua berperan penting dalam membentuk perilaku remaja di ranah digital. Diperlukan kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan untuk mencegah perilaku cyberbullying pada remaja.

Easy access to the internet and social media has become an integral part of adolescents' daily lives. However, excessive internet use increases the risk of cyberbullying. Cyberbullying is a form of digital violence that is increasingly prevalent among adolescents and is influenced by various factors, including parental involvement and peer interaction. This study aimed to examine the relationship between parental involvement and peer interaction with cyberbullying behavior among adolescents in Jakarta. A correlational analytic study with a cross-sectional design was conducted offline using questionnaires. A total of 218 adolescents from SMAN 78 Jakarta and SMPN 268 Jakarta participated in the study. The instruments used were the Revised Cyberbullying Inventory II, the Parent-Child Interaction Questionnaire, and the Friendship Quality Scale. A significant relationship was found between parental involvement and cyberbullying behavior (p < 0.05). Parental involvement plays an important role in shaping adolescent behavior in the digital realm. Collaboration between families, schools, and health professionals is essential in preventing cyberbullying among adolescents. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aprilia Dian Prawesti
"Perubahan aspek seksualitas yang dihadapi mulai diagnosis, terapi, dan pascaterapi pada penyintas kanker ginekologi berbeda-beda. Eksplorasi yang mendalam pada penyintas kanker ginekologi dibutuhkan untuk diketahui secara kronologis aspek seksualitas mulai terdiagnosis, terapi, dan pasca terapi. Studi ini menggunakan metode naratif untuk mengeksplorasi secara kronologis aspek seksualitas pada penyintas kanker ginekologi. Studi ini penting untuk diteliti lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data aspek seksualitas pada setiap tahapan trajektori penyintas kanker ginekologi. Partisipan dalam studi ini berjumlah lima orang yang divariasikan berdasarkan jenis kanker ginekologi, pendidikan, pekerjaan. Analisa yang digunakan dalam studi ini adalah analisa tematik. Hasil studi ini terdapat sepuluh tema tema. Tema yang ditemukan saat terdiagnosis: (1) kehilangan rasa percaya diri; (2) tidak melakukan hubungan seksual saat terdiagnosis sampai menjalani terapi; (3) tidak menjalankan peran sebagai istri. Tema ketika menjalani terapi kanker antara lain: (1) vagina menjadi lecet, bengkak, sempit dan kering; (2) Komunikasi dengan suami menjadi lebih baik ketika menjalani terapi, (3) hubungan intimasi dengan suami meningkat saat menjalani terapi; (4) suami menjalani peran caregiver. Tema saat pascaterapi: (1) menghindari melakukan hubungan seksual; (2) kembali berperan sebagai istri; (3) menjadi tidak sempurna sebagai perempuan. Penyintas kanker ginekologi membutuhkan dukungan dari pasangan dan tim kesehatan untuk menentukan mekanisme koping aspek seksualitas sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan pernikahan. Konseling pasangan direkomendasikan untuk penyintas kanker ginekologi dan suami untuk meningkatkan kualitas kehidupan pernikahan

The changes in sexuality aspect faced from diagnosis, therapy and post-therapy among gynecological cancer survivors are different. In-depth exploration of gynecological cancer survivors is needed to chronologically know the aspects of sexuality from diagnosis, therapy, and post-therapy. This study uses the narrative method to chronologically explore the aspects of sexuality in gynecological cancer survivors. This study is important to be researched further so that data can be obtained on aspects of sexuality at each stage of the trajectory of gynecological cancer survivors. Participants in this study amounted to five people who varied based on the type of gynecological cancer, education, occupation. The analysis used in this study is thematic analysis. The results of this study contained ten thematic themes. Themes found at diagnosis: (1) loss of self-confidence; (2) not having sexual intercourse when diagnosed until undergoing therapy; (3) not carrying out the role as a wife. Themes when undergoing cancer therapy included: (1) vaginal blisters, swelling, narrowness and dryness; (2) communication with husband became better when undergoing therapy, (3) intimacy with husband increased when undergoing therapy; (4) husband as caregiver. Post-therapy themes: (1) avoiding sexual intercourse; (2) returning to the role of wife; (3) becoming imperfect as a woman. Gynecological cancer survivors need support from their spouse and health team to determine coping mechanisms for sexuality aspects so as to improve quality of life and married life. Couples counseling is recommended for gynecological cancer survivors and husbands to improve the quality of married life."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>