Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tri Yuliza
"Perempuan penggemar fans kisah percintaan antar lelaki tersebut di sebut fujoshi Fujoshi sendiri adalah sebutan istilah yang diambil dari bahasa Jepang sedangkan boy s love adalah sebutan untuk genre penerbitan media fiksi yang berfokus pada hubungan antar pria yang bersifat homoerotis maupun homoromantis Di Jepang ada beberapa istilah atau genre yang berkaitan dengan boy s love dalam komik manga Istilah istilah tersebut adalah june shota con shounen ai yaoi dan lain lain Dalam skripsi saya ini saya berfokus pada genre yaoi yaitu kisah percintaan antar lelaki yang berisikan materi hubungan seksual yang lebih banyak dan lebih jelas Penelitian yang digunakan adalah penelitian etnografi dengan mengunakan metode wawancara mendalam in depth interviews dan pengamatan berperanserta participant observation dengan para informan di dunia maya atau biasa dikenal dengan metode cyberetnography dimana subyek fujoshi yang di ambil tidak terbatas Melalui wawancara mendalam dan pengamatan berperanserta diharapkan bisa mengetahui apa saja fantasi dan representasi fujoshi terhadap gay terutama dalam genre yaoi.

Females who is into and is a fan of love story between men is called fujoshi. Fujoshi itself is a reference term taken from the Japanese language, while "boy's love" is the term used as the genre of a fiction story focusing on the relationships between men in a homoromantic and homoerotic nature. In Japan there are several terms or genre of comic books (manga) that are associated with "boy's love", these terms are june, shota-con, shounen-ai, yaoi and others. My thesis will be focusing on the genre, yaoi, which is a love story between men with a more obvious depiction of sexual relationship. This thesis is an ethnographic research using in-depth interviews and participative observation as the data collecting methods. These methods are used as I interact with the informants in cyberspace, commonly known by the method of 'cyberethnography', where fujoshi subjects are unlimited. Through in-depth interviews and observations this thesis is expected to be able to inform the fantasies and representation of fujoshi towards gays, especially in the genre, yaoi.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
S60957
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Septia Winduwati
"Tesis ini membahas pengalaman kenikmatan bermedia dengan muatan fiksi boy(s)?s love
Jepang atau yang lebih dikenal dengan yaoi oleh remaja putri. Dengan menggunakan
kerangka pemikiran dalam perkembangan teori entertainment, penelitian ini mengkaji
kenikmatan yang diperoleh fujoshi remaja dalam mengonsumsi fiksi yaoi, baik dalam hal
pemilihan preferensi yang disukai, alasan, hingga pengalaman kenikmatan yang dirasakan
secara individual. Penelitian ini adalah studi kualitatif dengan paradigma post positifistis
dengan indepth interview sebagai metode pengambilan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fiksi yaoi memberikan pengalaman kenikmatan berupa
engagement feeling seperti perasaan terhanyut ke dalam cerita serta pleasant joy yang
membuat individu fujoshi mengalami perasaan emosional seperti bahagia, sedih dan marah.
Pemilihan media yaoi didasari atas pertimbangan unsur-unsur di dalam media yaoi (seperti
artwork, tema cerita, dan gaya bahasa), maupun di luar individu (seperti teknologi, pergaulan
dan lingkungan sekitar). Selain itu karakter fujoshi remaja dengan perkembangan psikologis
khusus serta pengalaman terkait lingkungan keluarga dan sosial menentukan pola konsumsi
dan pandangan mereka terhadap media bermuatan yaoi.
Secara akademis, penelitian ini memberikan pandangan baru terhadap pengaplikasian
kerangka pemikiran teori entertainment dan konsep media enjoyment dalam media yang
diakses melalui on line serta dalam konten isi pornografi yang menentang norma asusila di
masyarakat Indonesia pada umumnya.

This thesis explores the experience of media enjoyment of Japanese Boy(s) 's love content
fiction, or better known as yaoi by young women. Using the framework in the development of
entertainment theory, this study examines the pleasure that teens fujoshi obtained from
consuming yaoi fiction, both in terms of the selection of a preferred preference, reasons, and
pleasure experiencse that they perceived individually. This research is a qualitative study
with post positivist paradigm and indepth interview as a data collection method.
The results showed that yaoi fiction make teens fujoshi experience enjoying experience, as the
feeling of drifting into a pleasant story and joy that make them feel emotional feelings such as
happy, sad and angry. Yaoi media selection is based on the consideration of the elements in
the media yaoi, (such as artwork, the theme of the story, and writing style), and outside the
individual (such as technology, social relationships, and environment). Additionally fujoshi
with adolescents character with special psychological development and related experience in
family and social environment determine consumption patterns and their mindview of yaoi
media.
Academically, this study provides a new view of the application of the theoretical framework
and the concept of media entertainment and enjoyment in media accessible via on-line as
well as the content of pornographic content that defy the immoral norm in Indonesian society
in general."
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
T41831
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Putri Andam Dewi
"Penelitian ini mengeksplorasi negosiasi gender di kalangan perempuan Indonesia penggemar budaya populer Jepang genre YAOI. Artikulasi negosiasi gender tercermin dalam imaji maskulinitas dan relasi gender doujinshi YAOI karya fujoshi Indonesia. Konsep maskulin hegemonik, heteronormatif, elemen manga dan komik digunakan sebagai landasan pemikiran. Objek penelitian adalah doujinshi YAOI berjudul Love Heat at Tropical Island karya minatu/minataka94. Pengumpulan data melalui analisis panel komik. Penelitian ini menemukan bahwa doujinshi YAOI Love Heat at Tropical Island sebagai bentuk strategi praktek penulisan ulang oleh fujoshi Indonesia dalam menegosiasikan isu-isu tabu dalam masyarakat Indonesia. Isu-isu tersebut antara lain relasi gender alternatif, homoseksualitas, dan pornografi. Doujinshi Love Heat at Tropical Island menawarkan sebuah sarana bagi penulis Indonesia untuk mengapropriasi manga dan anime original untuk mengekspresikan ideologi gender mereka. lebih jauh lagi, dengan kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan internet doujinshi tersebut membuka ruang tanpa batas dan waktu bagi fujoshi Indonesia untuk berbagi dan menyebarkan hasil karya mereka di kancah global.
This research explored gender negotiation among Indonesian women who are fans of YAOI genre from Japanese popular culture. The gender negotiation is articulated by the image of masculinity and gender relation in the form of YAOI doujinshi. The study employs hegemonic masculinity, heteronormativity, and element of manga and comic theory as the theoretical groundwork for this dissertation. The object of research is YAOI doujinshi titled Love Heat at Tropical Island created by minatu minataka94. Comic panel analysis is utilized to explore My approach to explore the purpose of this research is through comic panel analysis. This research found that the YAOI doujinshi Love Heat at Tropical Island is a strategy rewriting practice of Indonesian fujoshi in negotiating tabooed issues in the Indonesian society, such as alternative gender relations, homosexuality, and pornography. Love Heat at Tropical Island offers a mean for Indonesian writers to appropriate the original manga and anime to express their gendered ideology. Furthermore, with the advanced of telecommunication technologies and internet networks, the doujinshi opens unlimited space for Indonesian fujoshi to share and connect their works globally."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2017
D2278
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library