Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Publikasi ini merupakan hasil kerjasama Direktorat Hukum dan Regulasi Kementerian PPN/Bappenas RI dengan Masyarakat Pemantau Peradilan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (MaPPI FHUI) dan Lembaga Demografi UI atas dukungan Pemerintah Australia melalui Australia-Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2). Pandangan yang disampaikan dalam publikasi ini merupakan pandangan penulis. Hak cipta dan tanggungjawab sepenuhnya dimiliki oleh Direktorat Hukum dan Regulasi Kementerian PPN/Bappenas RI .
"
Lengkap +
Jakarta: UI Publishing, 2024
340.114 DIR i
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Kartikasari
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pelatihan problem solving dalam
meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah pada remaja yang mengonsumsi
minuman keras. Saat ini, penyalahgunaan narkoba dan minuman keras sebagian
dilakukan oleh remaja (Kartono, 2008). Ada berbagai macam teori yang
menjelaskan penyebab konsumsi minuman keras pada remaja, salah satunya
adalah model psikologis, yang memandang perilaku ini dapat dilakukan remaja
sebagai caranya untuk menyelesaikah masalah yang tengah dihadapi (Sigelman
dkk dalam Rice & Dolgin, 2002). Keadaan ini menunjukkan kurang
berkembangnya kemampuan penyelesaian masalah yang dimiliki remaja yang
mengonsumsi minuman keras tersebut.
Intervensi dalam penelitian ini adalah pelatihan problem solving, menggunakan
teori yang dikembangkan oleh D’Zurilla dan Nezu (dalam D’Zurilla, Nezu, &
Maydeu-Olivares, 2004). Pelatihan dilakukan selama lima hari, terhadap empat
orang remaja yang mengonsumsi minuman keras yang berusia antara 15-19 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kemampuan
penyelesaian masalah antara sebelum dan setelah mengikuti pelatihan. Sepanjang
dan setelah dilakukannya pelatihan, subyek mengaku tidak mengonsumsi
minuman keras. Akan tetapi, hal ini dipengaruhi oleh faktor eksternal selain
pelatihan yang dilakukan, yaitu pengawasan petugas panti yang menjadi lebih
ketat. Seluruh subyek menyatakan masih memiliki keinginan untuk kembali
mengonsumsi minuman keras dan memandang langkah-langkah penyelesaian
masalah yang dijelaskan dalam pelatihan hanya sebagai cara cadangan.

ABSTRACT
The purpose of this study is to know the effectivity of problem solving training to
enhance problem solving skills in adolescents who have drinking problem.
Nowadays, majority of drugs and alcohol misuse was done by adolescents
(Kartono, 2008). There are various kinds of theory that explain the reasons why
adolescents drinking alcohol, one of them is psychological model which stated
that adolescents could involved in this behavior as their way to solving problems
that they have (Sigelman et al. in Rice & Dolgin, 2002). This situations shows that
adolescents who have drinking problem is lacking in problem solving skills.
The intervention in this study is problem solving training, using theory that was
developed by D’Zurilla and Nezu (in D’Zurilla, Nezu, & Maydeu-Olivares, 2004).
This training was conducted for five days, involving four adolescents who have
drinking problem with 15-19 years of age. Study results shows that there are no
differences in their problem solving skills between before and after following
training. During and after the training was held, all of the subjects stated that they
were no longer drinking alcohol. But, there are other external factors that
influence this behavior, which is supervisor’s monitoring that’s become more
intense. All of them still have intention in drinking alcohol again and think about
the problem solving steps that was explained during the training only as a backup
plan."
Lengkap +
2009
T37626
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Legato, Marianne J
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2006
153.42 LEG w
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Sitorus, Lily Evelina
"Krisis moneter yang menimpa Indonesia pada tahun 1997 menyisakan dampak hingga saat ini melalui kebijakan release and discharge yang dikeluarkan dalam rangka menyelesaikan kewajiban para debitur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan disain studi kasus. Teori yang digunakan dalam penelitian ini merupakan teori-teori ekonomi yang dapat menjawab pertanyaan penelitian.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kebijakan pemberian release and discharge dapat dipakai sebagai kebijakan penyelesaian kasus BLBI, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi para pihak yang terlibat. Selain itu, release and discharge dibuat dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi pada waktu kebijakan diperlukan sehingga penyelesaiannya pun tidak sama dengan penyelesaian yang terjadi pada kondisi normal. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan sudah saatnya alternatif penyelesaian masalah dijadikan jalan keluar terhadap kasus yang membutuhkan penyelesaian cepat, mudah dan biaya ringan."
Lengkap +
2009
T26682
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Catharina Dwiana Wijayanti
"Pelaksanaan supervisi klinik yang adekuat meningkatkan pelayanan keperawatan optimal, identik dengan proses penyelesaian masalah. Desain penelitian quasi eksperimen pre-post with control group. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh penerapan quality circle oleh perawat clinical care manager terhadap kemampuan melakukan supervisi klinik. Sampel penelitian diperoleh secara purposive sampling terdiri dari 105 perawat pelaksana dan 14 perawat clinical care manager. Instrumen penelitian berjumlah 42 pernyataan yang dikembangkan dari Manchester Clinical Supervision Scale. Penerapan quality circle berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan supervisi klinik pada aspek pengembangan profesional, aspek peningkatan keterampilan klinik, aspek alokasi waktu untuk refleksi, dan aspek kualitas hubungan interpersonal supervisorsupervisee (p=0,000, p=0,004, p=0,007, p=0,017; α=0,05). Pelaksanaan quality circle secara konsisten berpeluang meningkatkan kemampuan supervisi klinik dan kualitas pelayanan keperawatan. Keberlangsungan quality circle memerlukan dukungan dari institusi pelayanan keperawatan dan perlunya standar pelaksanaan supervisi klinik sesuai kompetensi dan tingkat usia perawat pelaksana.
......Implementation of adequate clinical supervision will enhancing the nurse services, is identical to the problem solving process. The research design was quasi experimental pre-post with control group, the aim of this study was to identify the effect of quality circle implementation by clinical care manager nurse to enhance the ability of clinical supervision. Samples obtained by purposive sampling consist of 105 nurses and 14 clinical care manager nurses. Instrument amounted 42 statements were developed from Manchester Clinical Supervision Scale. The application of quality circle increased significantly the ability of clinical supervision on professional development aspect, clinical skill improvement aspect, time allocation for reflection aspect, and interpersonal relationship quality aspect (p=0,000, p=0,004, p=0,007, p=0,017, α=0,05). Consistent implementation of quality circle potentially increasing the ability of clinical supervision and the quality of nursing services. Sustainability of clinical supervision requires the support of nursing care institution and standards procedure of clinical supervision is needed appropriate to the level of competency and age of the nurse."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
T31835
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ambar Purwitasari
"Tugas akhir ini membahas suatu variasi dari masalah program linier, yaitu masalah meminimumkan suatu fungsi yang berbentuk bottleneck dengan kendala linier. Permasalahan ini disebut program linier bottleneck dimana fungsi obyektifnya mempunyai bentuk Z = maks (cjIxjc>0). Masalah program linier bottleneck ini pada dasarnya merupakan generalisasi dari masalah transportasi bottleneck. Dalam hal ini disamping kita mencari waktu yang minimum dari sumber ke tujuan, ada kendala tak nyata lain yang turut dipertimbangkan yakni Jenis barang yang dikirim memiliki kondisi—kondisi seperti : Jenis yang tidak tahan lama atau pengiriman pada keadaan mendesak (perang atau bencana alam). Kedua masalah di atas akan diselesaikan dengan metode yang didasarkan pada metode simplek. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1994
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurhayati
"Masalah etik kerap dihadapi oleh perawat. Kepala ruangan berperan penting dalam pengambilan keputusan untuk menyelesaikan masalah etik yang dihadapi perawat di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan kepala ruangan dalam penyelesaian masalah etik perawat di rumah sakit. Desain penelitian ini adalah cross sectional yang melibatkan 96 perawat selevel kepala ruangan di satu rumah sakit umum tipe A di Jakarta. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengambilan keputusan masalah etik diukur menggunakan kuesioner Managerial Ethical Profile (MEP) scale yang dikembangkan oleh Casali (2010) dan faktor-faktor yang berhubungan terdiri atas faktor individu, faktor organisasi, dan faktor eksternal. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor individu dan eksternal berhubungan dengan pengambilan keputusan kepala ruangan dalam penyelesaian masalah etik perawat (p <0,001; r2 = 0,491) dan faktor individu merupakan faktor yang paling berhubungan dengan pengambilan keputusan kepala ruangan dalam penyelesaian masalah etik perawat. Faktor individu mencakup pengembangan moral dan kemampuan-pengalaman professional. Penelitian ini merekomendasikan perlunya program yang menguatkan dan meningkatkan kemampuan kepala ruangan dalam pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah etik melalui diskusi kasus terkait masalah etik yang dihadapi oleh perawat.
......Nurses often face ethical problems. The head nurse in the ward has an important role in making decisions to solve nurses' ethical problems in the hospital. This study aims to identify factors related to the head nurses' decision-making in solving nurses' ethical problems in the hospital. This study's design was a cross-sectional study involving 96 nurses at the head of the room in a public hospital in Jakarta. The sample was selected by purposive sampling technique. Ethical decision making was measured using the Managerial Ethical Profile (MEP) scale questionnaire developed by Casali (2010), and related factors consisted of individual factors, organizational factors, and external factors. Data analysis using multiple linear regression. The results showed that individual and external factors were related to the head nurses' decision-making in solving nurses' ethical problems in the hospital (p <0.001; r2 = 0.491). The individual factors were the most related to the head nurses' decision-making in solving nurses' ethical problems in the hospital. Individual factors include moral development and professional experience. This study recommends the need for a program that strengthens and improves the head nurses' decision-making ability in solving nurses' ethical problems in the hospital through discussion of cases related to ethical problems faced by nurses."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mutia Rahmah
"Perubahan-perubahan pada aspek perkembangan usia remaja dapat memicu terjadinya stres dan mengarah pada perilaku berisiko seperti merokok, minum minuman keras, dan penyalahgunaan NAPZA. Terapi kelompok terapeutik dan problem-solving therapy merupakan tindakan spesialis keperawatan jiwa yang diharapkan mampu meningkatkan aspek perkembangan dan kemampuan penyelesaian masalah untuk mencegah penggunaan NAPZA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok terapeutik dan problem-solving therapy terhadap aspek perkembangan, kemampuan penyelesaian masalah, dan penggunaan NAPZA dalam pencegahan penyalahgunaan NAPZA pada remaja di SMK. Desain penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental pre-post test with control group. Sebanyak 125 remaja dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok yang mendapatkan terapi kelompok terapeutik dan problem-solving therapy dan kelompok yang mendapatkan terapi kelompok terapeutik. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan systematic random sampling.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aspek perkembangan dan kemampuan penyelesaian masalah secara bermakna setelah mendapatkan terapi kelompok terapeutik namun masih belum optimal (p value < 0,05); peningkatan aspek perkembangan dan kemampuan penyelesaian masalah secara bermakna setelah mendapatkan terapi kelompok terapeutik dan problem-solving therapy namun masih belum optimal (p value < 0,05); peningkatan aspek perkembangan dan kemampuan penyelesaian masalah pada remaja yang mendapatkan terapi kelompok terapeutik dan problem-solving therapy lebih tinggi secara bermakna (p value < 0,05) dibandingkan remaja yang mendapatkan terapi kelompok terapeutik; penggunaan NAPZA pada remaja setelah mendapat terapi kelompok terapeutik ditemukan ada 2 orang pada kategori rendah; penggunaan NAPZA pada semua remaja yang mendapatkan terapi kelompok terapeutik dan problem-solving therapy dapat bertahan pada kategori bersih dari NAPZA, sedangkan pada remaja yang mendapatkan terapi kelompok terapeutik ditemukan ada 4 orang pada kategori rendah. Terapi kelompok terapeutik dan problem-solving therapy direkomendasikan sebagai tindakan pencegahan penyalahgunaan NAPZA pada remaja di sekolah menengah kejuruan.
......Changes in the developmental aspects of adolescence can trigger stress and lead to risky behaviors such as smoking, drinking alcohol, and drug abuse. Therapeutic group therapy and problem-solving therapy are the intervention of psychiatric nursing specialists which are expected to be able to improve developmental aspects and problem-solving abilities to prevent drug use. This study aimed to determine the effect of therapeutic group therapy and problemsolving therapy on aspects of development, problem-solving ability, and the use of drugs in preventing drug abuse in adolescents in vocational high schools. The research design was used a quasi-experimental pre-post test with the control group. 125 adolescents were divided into 2 groups, one group received therapeutic group therapy and problem-solving therapy and the others received therapeutic group therapy. Sampling technique used purposive sampling and systematic random sampling.
The results showed significantly increased in the developmental aspects and the ability to solve problems after receiving therapeutic group therapy but still not optimal (p-value <0.05); the developmental aspects and the ability to solve problems increase significantly after getting therapeutic group therapy and problem-solving therapy but still not optimal (p-value <0.05); there was significantly increase in developmental aspects and the ability to solve problems in adolescents who received therapeutic group therapy and problemsolving therapy was higher (p-value <0.05) than adolescents who only received therapeutic group therapy; drug use in adolescents found there were 2 people in the low category after receiving therapeutic group therapy; drugs use in all adolescents who get therapeutic group therapy and problem solving therapy can survive in the "none" category of drugs, whereas in adolescents who get therapeutic group therapy found there was 4 people in low category. Therapeutic group therapy and problem-solving therapy are recommended as a drug use prevention for adolescents in vocational high schools."
Lengkap +
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
T53352
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library