Hasil Pencarian

Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dhia Safira
""ABSTRAK
"
Latar Belakang: Impaksi makanan merupakan salah satu faktor lokal penyebab penyakit periodontal. Belum ada penelitian mengenai evaluasi impaksi makanan di Indonesia. Tujuan: Memperoleh evaluasi klinis dan radiografis impaksi makanan gigi posterior serta hubungannya dengan jaringan periodontal. Metode: Studi retrospektif menggunakan data sekunder dengan pendekatan potong lintang dari rekam medik RSKGM FKG UI periode 2015-2016. Hasil: Didapatkan 53 subjek yang mengalami impaksi makanan di regio posterior dengan jumlah 124 kasus. Impaksi makanan lebih sering terjadi pada laki-laki, kelompok usia yang lebih tua, di ruang interdental antara molar-1 dan molar-2 maksila maupun mandibula. Kesimpulan: Impaksi makanan paling sering terjadi akibat hilangnya kontak proksimal pada gigi 47, dengan kedalaman poket absolut dan kehilangan perlekatan sebesar 4-6 mm. Kerusakan tulang paling sering mencapai 1/3 servikal akar dengan pola vertikal, disertai dengan pelebaran ruang periodontal dan kerusakan lamina dura.
"
"
"ABSTRACT
"
Background Food impaction is one of the local factors contributing in periodontal diseases. There has been no research on the evaluation of food impaction in Indonesia. Objective Get the clinical and radiograph evaluation of food impaction in posterior teeth and its relationship with periodontal tissues. Method A cross sectional study using medical records in RSKGM FKG UI 2015 2016. Result There were 53 subjects that had food impaction in posterior teeth with total 124 cases. Food impaction is found more frequently in male subjects, elderly, and in interdental spaces between first and second molars in both maxilla and mandible. Conclusion The most common etiology is the loss of proximal contact in 47, with 4 6 mm periodontal pocket depth and attachment loss. Bone destruction vertically reaches 1 3 of tooth cervix."
Lengkap +
2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sandra Olivia Kuswandani
"ABSTRAK
Stres faktor risiko penyakit periodontal, yang meningkatkan kadar interleukin-1β yang berperan pada kerusakan jaringan periodontal.
Tujuan : analisis hubungan antara stres akademik terhadap kondisi jaringan periodontal dan kadar interleukin-1β dalam cairan krevikular gingiva.
Metode : 38 orang subjek mengisi kuasioner GDES, pemeriksaan klinis, pemeriksaan laboratorium kadar interleukin-1β dengan ELISA.
Hasil : Terdapat perbedaan bermakna antara tingkatan stres akademik dengan kondisi jaringan periodontal dan kadar interleukin-1β (p<0,05); tidak terdapat perbedaan bermakna antara kadar interleukin-1β dengan kondisi jaringan periodontal (p>0,05).
Kesimpulan : Stres faktor risiko penyakit periodontal dengan peningkatan kadar interleukin-1β

ABSTRACT
Background: Stress is a risk factor for periodontal disease, with increase levels of interleukin-1β that act for periodontal destruction.
Objective: To analyze the relationship between academic stress in dental specialist programme in Dentistry on periodontal tissue conditions and levels of interleukin-1β in gingival fluid krevikular.
Methods: 38 subjects fill the quasioner GDES, periodontal examination and laboratorium examination of interleukin-1β with the ELISA test.
Results: Significant differences between academic stress to periodontal tissue and levels of interleukin-1β (p<0,05); no significant differences between levels of interleukin-1β to periodontal tissues (p>0,05).
Conclusion: Stress is periodontal risk factor with elevated levels of interleukin-1β
"
Lengkap +
2013
T33190
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lia Hapsari Andayani
"ABSTRAK
Perubahan hormonal yang terjadi pada seorang wanita pada masa kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan jaringan periodontal. Peningkatan kadar estrogen dan progesteron mengubah komposisi bakteri, permeabilitas pembuluh darah, dan kondisi fisiologi jaringan periodontal, sehingga wanita hamil rentan mengalami penyakit periodontal. Penyakit periodontal dapat menyebabkan tanggalnya gigi, komplikasi kehamilan, dan peningkatan risiko penyakit sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor sosial demografi, faktor kehamilan, faktor perilaku kesehatan gigi dan mulut, serta faktor lokal terhadap kejadian penyakit periodontal pada masa kehamilan di Indonesia tahun 2013. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang. Sebanyak 1733 wanita hamil diambil sebagai sampel dari data Riskesdas tahun 2013. Uji statistik menggunakan regresi logistik ganda. Prevalensi penyakit periodontal pada masa kehamilan di Indonesia sebesar 4,4 . Faktor lokal yang mempengaruhi terjadinya penyakit periodontal pada masa kehamilan adalah karang gigi POR 4,297; 95 CI : 2,047 ndash; 9,023 dan gigi berjejal POR 2,126 ; 95 CI :1,232 ndash; 3,669 . Faktor perilaku kesehatan gigi dan mulut yang mempengaruhi terjadinya penyakit periodontal pada masa kehamilan adalah frekuensi menyikat gigi POR 2,543; 95 CI : 1,041 ndash; 6,210 . Tenaga medis harus berkerja sama dan merumuskan kebijakan mengenai perawatan kesehatan gigi dan mulut selama masa kehamilan. Penyuluhan tentang konsep menyikat gigi yang baik, serta keamanan tindakan pembersihan karang gigi selama masa kehamilan sangat diperlukan.

ABSTRACT
Hormonal changes that occur in a woman during pregnancy can affect the health of periodontal tissue. Elevated levels of estrogen and progesterone alter bacterial composition, permeability of blood vessels, and periodontal tissue rsquo s condition so that pregnant women are susceptible to periodontal disease. Periodontal disease may cause tooth loss, adverse pregnancy outcomes, and increased risk of systemic disease. This study aims to determine the relationship of socio demographic, pregnancy, oral health behavior and local factors with periodontal disease during pregnancy in Indonesia in 2013. This is a cross sectional study involved 1733 pregnant women that was retrieved from Riskesdas 2013 data. Statistical test using multiple logistic regression. Periodontal disease was present in 4,4 pregnant women. Local factors that affect the occurrence of periodontal disease during pregnancy are calculus POR 4,297 95 CI 2,047 ndash 9,023 and tooth crowding POR 2,126 95 CI 1,232 ndash 3,669 . Dental and oral health behavior factor that affect the occurrence of periodontal disease during pregnancy is toothbrushing frequency POR 2,543 95 CI 1,041 ndash 6,210 . It is necessary to build good cooperation between medical professionals and dentists to provide oral health service during ante natal care. Introducing the right toothbrushing concept and the safety of calculus removal during pregnancy is recomended."
Lengkap +
2017
T48396
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Al Munawara A.
"Latar belakang: Jumlah perokok di dunia yaitu 1,1 miliar orang dari total jumlah populasi dunia. Kebiasaan merokok berdampak buruk terhadap kesehatan umum dan merupakan faktor risiko penyakit periodontal.
Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswa rumpun ilmu kesehatan mengenai hubungan antara kebiasaan merokok dengan penyakit periodontal.
Metode: Studi analisis potong lintang pada mahasiswa rumpun ilmu kesehatan. Penelitian menggunakan kuesioner yang disebar melalui melalui situs internet yaitu google form, disebar ke semua fakultas dan tingkat semester yang tergabung dalam rumpun ilmu kesehatan.
Hasil: Sebanyak 388 responden yang mengisi kuesioner. Asal fakultas berhubungan secara signifikan bahwa merokok merugikan kesehatan umum (0,000), kesehatan mulut (0,000), menyebabkan terjadinya penyakit periodontal (0.001), dan peningkatan penyakit periodontal (0,024). Tingkat semester berhubungan secara signifikan bahwa merokok merugikan kesehatan umum (0,005), namun tidak berhubungan secara signifikan pada merokok memengaruhi kesehatan mulut (0,075), menyebabkan terjadinya penyakit periodontal (0,996), dan peningkatan penyakit periodontal (0,600).
Kesimpulan: Mahasiswa FKG memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai hubungan antara kebiasaan merokok dengan penyakit periodontal.

Background: The number of smokers in the world is 1.1 billion people from the total world population. Smoking habits adversely affect general health and risk factors for periodontal disease.
Objective: To determine the knowledge of health science students about the relationship between smoking habits and periodontal disease.
Method: Cross-sectional analysis study on health science students. The research used a questionnaire distributed through the internet site, namely google form, distributed to all faculties and semester levels who are members of the health science clusters.
Results: A total of 388 respondents filled out the questionnaire. The faculty origin associations were significantly detrimental to general health (0.000), oral health (0.000), causing the incidence of periodontal disease (0.001), and an increase in periodontal disease (0.024). The level of association was significantly detrimental to health (0.005), but not significantly associated with smoking affecting oral health (0.075), causing the incidence of periodontal disease (0.996), and an increase in periodontal disease (0.600).
Conclusion: FKG students have better knowledge about the relationship between smoking and periodontal disease.
"
Lengkap +
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jocelin Tania Kusnadi
"ABSTRACT
Periodontitis merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang umum diderita penduduk dunia. Klasifikasi penyakit periodontitis direvisi pada tahun 2017, menggabungkan periodontitis kronis dan periodontitis agresif menjadi periodontitis yang memiliki tiga dimensi untuk menjelaskan periodontitis. Data epidemiologi penyakit periodontitis menggunakan klasifikasi terbaru dapat digunakan sebagai informasi dalam menyusun rencana pencegahan dan penanganan penyakit periodontitis. Data tersebut masih belum ada di Indonesia. Tujuan: Mengetahui distribusi penyakit periodontitis menggunakan klasifikasi penyakit periodontal tahun 2017 di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia Periode 2014-2017. Metode: Penelitian deskriptif data sekunder dengan subjek 392 rekam medik. Hasil: Penyakit periodontitis terbanyak menurut pembagian staging adalah stage 3 (52,2%) dan stage 4 (35,8%), menurut pembagian grading adalah grade A (60,4%), dan menurut distribusi dan perluasan adalah generalis (82,6%). Kesimpulan: Klasifikasi terbaru periodontitis tahun 2017 memberikan detil yang lebih baik dalam menggambarkan kondisi rongga mulut pasien. Penyakit periodontitis terbanyak menurut klasifikasi tahun 2017 adalah stage 3 grade A generalis.

ABSTRACT
Periodontitis is one of the most common oral disease infected world citizen. Periodontitis classification was revised in 2017, which merge chronic periodontitis and aggressive periodontitis into periodontitis with three dimensions as descriptor. Epidemiology information of periodontitis can be used as information for prevention and treatment plan of periodontitis. In Indonesia, there is no data about the new classification. Objective: Discover the distribution of periodontitis at Periodontal Clinic RSKGM FKG UI 2014-2017. Methods: Descriptive study using 392 medical records as subjects. Results: The most common periodontitis based on staging is stage 3 (52,2%) and stage 4 (35,8%), grade A (60,4) based on grading, and generalized (82,6%) based on distribution and extent. Conclusion: The new periodontitis classification in 2017 gives better detail in describing patient oral cavitiy condition. The most common periodontitis based on 2017 classification is stage 3 grade A generalized."
Lengkap +
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reza Sawitri
"ABSTRAK
Peningkatan prevalensi penyakit periodontal berhubungan dengan faktor peningkatan usia, jenis kelamin, dan kebiasaan merokok. Data epidemiologi dapat menjadi sumber informasi dalam penyusunan rencana strategis dalam penanganan penyakit periodontal. Tujuan: Menganalisis hubungan penyakit periodontal berdasarkan kelompok usia, jenis kelamin dan kebiasaan merokok di RSKGM FKG UI periode 2010-2015. Metode: Penelitian potong lintang dengan subjek 538 rekam medik. Hasil: Penyakit periodontal yang paling banyak diderita oleh seluruh kelompok usia adalah periodontitis kronis dengan mayoritas pasien wanita dan kebiasaan tidak merokok. Kesimpulan: Uji chi-square menunjukkan.

ABSTRAK
Background Prevalence of periodontal disease increasing by several factor such as age, gender, smoking habit. Epidemiology data of periodontal disease can be a source to create strategic plan to decrease the prevalence of the disease. Objective analyze relationship of periodontal disease by age, gender and smoking habit in RSKGM FKG UI period 2010 2015. Method The study design is cross sectional using 538 medical records. Result The most common periodontal disease in every age group is chronic periodontitis with majority of women and non smoking habit. Conclusion Chi Square test showed "
Lengkap +
2016
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yorenva Cahaya
"Latar Belakang : Penyakit periodontal pada ibu hamil memberikan risiko untuk terjadinya bayi prematur dan BBLR. Hal ini terjadi karena selama masa kehamilan hormon tubuh meningkat, khususnya estrogen dan progesteron. Peningkatan hormon tersebut menyebabkan manifestasi pada rongga mulut seperti gusi bengkak dan mudah berdarah karena penumpukkan bakteri dan plak. Edukasi yang diberikan perlu menggunakan media yang efektif. Tujuan : Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang risiko penyakit periodontal terhadap bayi prematur dan BBLR dengan menggunakan dua media yaitu flipchart dan kartu puzzle. Metode : Desain studi adalah kuasi eksperimental. Subjek penelitian terdiri dari 44 ibu hamil di daerah sekitar Pulogadung,
Jakarta Timur yang di edukasi oleh 10 kader posyandu. Dari total 44 ibu hamil, dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 22 kelompok flipchart dan 22 kelompok kartu puzzle. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil dari sebelum sampai setelah di edukasi dengan menggunakan masing-masing media. Di antara kedua media, media yang paling efektif yaitu media flipchart Kesimpulan: Adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang risiko penyakit periodontal terhadap bayi prematur dan BBLR setelah diberi edukasi dengan media flipchart maupun kartu
puzzle.
Background: Periodontal disease in pregnant women poses a risk for premature and low birth weight babies. This happens because during pregnancy the body's hormones increase, especially estrogen and progesterone. The increase in these hormones causes manifestations in the oral cavity such as swollen gums and easy bleeding due to the buildup of bacteria and plaque. The education provided needs to use effective media. Objective: To increase the knowledge of pregnant women about the risk of periodontal disease to premature and low birth weight babies by using two media, namely flipcharts and puzzle cards. Methods: The study design was quasi-experimental. The research subjects consisted of 44 pregnant women in the area around Pulogadung, East Jakarta, which was educated by 10 posyandu cadres. From a total of 44 pregnant women, they were divided into two groups, namely 22 groups of flipcharts and 22 groups of puzzle cards. Results: There was an increase in knowledge of pregnant women from before to after being educated by using each media. Among the two media, the most effective media is flipchart media Conclusion: There is an increase in knowledge of pregnant women about the risk of periodontal disease to premature and low birth weight babies after being educated with flipchart media and cards
puzzle"
Lengkap +
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Valdy Hartono
"Penyakit periodontal, termasuk gingivitis dan periodontitis, merupakan penyakit yang memiliki prevalensi tinggi. Pandemi COVID-19 mempersulit pasien untuk mendapatkan perawatan periodontal, sedangkan kebutuhan akan perawatan terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas mobile application periodontal, yakni suatu inovasi dan solusi untuk permasalahan tersebut, dengan cara membandingkan parameter inflamasi klinis dan psikomotor penderita gingivitis maupun periodontitis, antara kelompok yang diberikan intervensi mobile application dan kelompok yang tidak diberikan intervensi setelah satu dan tiga bulan penggunaan. Subjek penelitian berjumlah 40 orang yang terbagi secara acak dan merata pada kelompok uji dan kelompok kontrol. Parameter inflamasi klinis yang diperiksa ialah bleeding on probing (BoP) dan probing pocket depth (PPD). Peneliti menganalisis hasil perbandingan rerata nilai BoP, PPD, dan psikomotor antar kelompok uji dan kontrol serta dalam masing-masing kelompok uji dan kontrol setelah satu dan tiga bulan penggunaan. Hasil analisis antar kelompok menunjukkan adanya perbedaan bermakna secara statistik rerata nilai BoP, PPD, dan psikomotor, kecuali parameter PPD pada penderita periodontitis. Hasil analisis dalam kelompok menunjukkan adanya perbedaan bermakna secara statistik pada seluruh parameter pada kelompok uji, sedangkan pada kelompok kontrol, tidak ditemukan adanya perbedaan rerata nilai psikomotor yang bermakna. Studi ini menunjukkan bahwa perawatan periodontal berbasis mobile application dinilai efektif khususnya dalam pandemi COVID-19.

Periodontal disease, including gingivitis and periodontitis, is a highly prevalent disease. The COVID-19 pandemic has made it challenging for patients to receive periodontal therapy, despite the demand for treatment is still increasing. This study aims to evaluate the effectivity of periodontal mobile application, which is an innovation and solution for this problematic situation, by comparing clinical parameters of inflammation and psychomotor scores in gingivitis and periodontitis patients, between the group that was given the mobile application and the group that was not given the intervention after 1 and 3 months of use. Forty subjects were randomly and evenly distributed into the test and control group. The clinical inflammation parameters examined were bleeding on probing (BoP) and probing pocket depth (PPD). The author analyzed the comparison results of the mean values of BoP, PPD, and psychomotor between the groups (inter-group) and within the groups (intra-group) after one and three months of use. The results of the inter-group analysis showed that there were statistically significant differences in the mean values of BoP, PPD, and psychomotor, except for PPD parameter in patients with periodontitis. The results of the intra-group showed that there were statistically significant differences in all parameters in the test group, while in the control group, there was no significant differences in the mean of psychomotor scores. This study shows that mobile application-based periodontal treatment is considered effective especially in COVID-19 pandemic."
Lengkap +
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sulthan Farhan Athallah
"Latar Belakang: Periodontitis adalah penyakit yang ditandai inflamasi dan menyebabkan kerusakan pada gingiva, jaringan periodontal, dan tulang alveolar yang menjadi tempat bertumpunya gigi-geligi. Penelitian yang pernah ada sebelumnya mencoba menggunakan alat penilaian risiko penyakit periodontal untuk memprediksi kehilangan gigi. Dalam sistem klasifikasi terbaru penyakit periodontal, World Classification 2017, periodontitis dikategorikan menjadi stage dan grade berdasarkan parameter seperti kehilangan tulang yang juga merupakan faktor risiko kehilangan gigi, sehingga World Classification 2017 berpotensi untuk menilai risiko kehilangan gigi pada pasien periodontitis.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara Stage dan Grade Periodontitis dengan kehilangan gigi akibat periodontitis pada follow-up 0-3 bulan, 3-6 bulan, 6-9 bulan, 9-12 bulan, dan 12-24 bulan.
Metode: Penelitian dilakukan secara retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis periodontal pasien RSKGM FKGUI Tahun 2018-2021 yang diambil melalui consecutive sampling. Seratus enam puluh enam sampel rekam medis diperoleh dalam penelitian ini. Data sampel diolah dengan uji komparasi statistik menggunakan program IBM SPSS Statistics 26.
Hasil: Ada perbedaan signifikan kehilangan gigi akibat periodontitis pada stage IV antar waktu follow-up 0-3 bulan dengan 12-24 bulan; grade A antar waktu follow-up 0-3 bulan dengan 12-24 bulan; grade C antar waktu follow-up 12-24 bulan dengan 0-3 bulan, 3-6 bulan, dan 9-12 bulan.
Kesimpulan: Kehilangan gigi akibat periodontitis pada masing-masing stage dan grade berbeda antar waktu follow-up.

Introduction: Periodontitis is a disease revolving around inflammation and result in destruction of gingiva, periodontal tissue, and alveolar bone which function as anchorage of teeth. Past studies tried to use periodontal risk assessment tools to predict tooth loss. The new classsification of periodontal disease, World Classification 2017, categorized periodontitis into stages and grades based on parameter such as bone loss, which also a risk factor of tooth loss, so it was considered to be potential periodontal tooth loss predictor.
Objectives: To investigate relationship between diagnosed periodontitis stages and grades on baseline to tooth loss on 0-3 months, 3-6 months, 6-9 months, 9-12 months, and 12-24 months recall.
Methods: This study is done retrospectively using secondary data from 2018-2021 RSKGM FKGUI dental records collected by consecutive sampling. One hundred sixty six samples collected for the study. Data is analyzed by comparative test using IBM SPSS Statistics 26 Program.
Results: There is significant difference of tooth loss by periodontitis stage IV between 0-3 months to 12-24 months recalls from baseline; grade A between 0-3 months to 12-24 months; grade C between 12-24 months to 0-3 months, 3-6 months, and 9-12 months recalls from baseline.
Conclusions: Tooth loss due to periodontitis is differ based on stages and grades between recalls.
"
Lengkap +
Depok: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sarah Sania
"Latar belakang: Prevalensi penyakit periodontal baik pada negara maju maupun negara berkembang sekitar 20-50% dari seluruh populasi global. Perawatan periodontal berupa pembersihan karang gigi atau scaling merupakan salah satu perawatan periodontal yang efektif sebagai upaya preventif untuk mencegah penyakit periodontal Selama pandemi COVID-19, terjadi penurunan kepedulian pasien terhadap kesehatan gigi dan mulut dan rutinitas untuk melakukan perawatan dental, termasuk perawatan periodontal berupa scaling. Tujuan: Mendapatkan persepsi Mahasiswa UI mengenai perawatan periodontal berupa scaling pada pandemi COVID-19. Metode: Studi analisis potong lintang pada Mahasiswa Universitas Indonesia Angkatan 2018, dengan menggunakan kuisioner melalui Google Form. Hasil: Sebanyak 473 responden yang mengisi kuisioner. Terdapat perbedaan pengetahuan mengenai penyakit periodontal dan COVID-19 berdasaarkan jenis kelamin dan rumpun ilmu, serta perbedaan persepsi mengenai kunjungan ke dokter gigi untuk perawatan scaling sebelum pandemi dan selama pandemi COVID-19. Kesimpulan: Pengetahuan mengenai penyakit periodontal dan COVID-19 pada mahasiswa perempuan lebih tinggi dari laki-laki, dan pada mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan lebih tinggi dibanding mahasiswa dari rumpun ilmu lainnya. Selain itu, terdapat perubahan persepsi berupa penurunan mengenai pentingnya melakukan perawatan scaling antara sebelum pandemi dengan selama pandemi COVID-19.

Background: Prevalence of periodontal disease in developed and developing countries are about 20-50% of global population. Scaling as a periodontal treatment is one of the effective treatment to prevent the periodontal disease. During pandemic COVID-19,there is a patient decreased concern regarding oral and dental health, including scaling treatment. Objective: To evaluate the perception about scaling as a periodontal treatment among students of Universitas Indonesia class 2018. Methods: Cross-sectional analysis study on students of Universitas Indonesia class 2018, using quistionnaire via Google Form. Results: The research subjects were 473 students. There is a difference in the level of knowledge regarding the periodontal disease and COVID-19 among Universitas Indonesia class 2018 based on gender and faculties clusters, and there is a difference in the perception about scaling treatment on dental care visits before the pandemic and during the pandemic COVID-19. Conclusion: The level of knowledge regarding periodontal disease in female students was higher than that of male students, and in health science faculties (RIK) students was higher than students of pther diciplines. Beside that, there is a decreased perceptions about the importance of scaling treatment before the pandemic and during the pandemic COVID-19."
Lengkap +
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>