Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 49 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Collins, Jim
New York: Routledge, 1989
700.904 COL u
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yogyakarta: Jalasutra, 2010
305.42 TAT
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Banny Rahayu
"Akibat kemunculan kebudayaan populer, wacana like sering disebut sebagai perangkat linguistik remaja Amerika, khususnya perempuan muda. Hal ini tergambar dalam film Juno (2007) karena like sering digunakan oleh karakter-karakter perempuan muda pada dialognya. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kerangka teori coding wacana like oleh Terraschke, penelitian ini bertujuan meninjau fungsi wacana like dan hubungannya dengan identitas remaja Amerika.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa like tidak hanya menguatkan stereotipe kelompok gender atau usia tertentu, tetapi juga merepresentasikan gaya bahasa individual sang karakter. Artikel ini berkontribusi dalam penelitian komparatif mengenai representasi linguistik antara wacana terencana dan tidak terencana dalam media Amerika.

Due to the emergence of popular culture, the discourse like is commonly labeled as the linguistic device of American adolescents, particularly young women. This is portrayed in the movie Juno (2007) since like is frequently used by the young female characters throughout their dialogs. Using both quantitative approach and Terraschke?s framework of coding like, the study aims to examine the functions of the discourse like and how they are correlated with American teenage identity.
The findings reveal that like does not only strengthen the stereotype of a certain age or gender group, but also represents the characters? individual speech style. This paper contributes to the comparative studies of linguistic representation between natural and planned discourse in American media."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Irayna Putri
"Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses penyajian konten 2.5-D musical pertunjukan sandiwara panggung yang mengadaptasi cerita dari karya budaya populer Jepang seperti anime, manga, dan game berjudul Live Spectacle NARUTO Akatsuki no Shirabe selanjutnya disebut NARUTO AnS dari manga ke atas panggung dan melihat motivasi dari pengadaptasian tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis teks untuk memetakan perbedaan penyajian dari manga ke teater dan studi pustaka. Dari penelitian ini ditemukan bahwa NARUTO AnS mengalami berbagai penyesuaian untuk memenuhi tuntutan di medium barunya, namun tetap setia pada karya yang diadaptasi. Kesetiaan terhadap karya yang diadaptasi tersebut dilakukan untuk memenuhi tuntutan di medium barunya serta untuk mencapai motivasinya, yaitu tujuan kreatif dan ekonomis. Penelitian ini menunjukkan bahwa, sesuai dengan teori Balodis, kesetiaan terhadap karya yang diadaptasi tersebut dilakukan atas dua motivasi yaitu motivasi kreatif dan motivasi ekonomis.

This study aims to describe the content presentation process of 2.5 D musicals theater performances from stories of popular Japanese culture such as anime, manga, and game of Live Spectacle NARUTO Akatsuki no Shirabe hereafter referred to as NARUTO AnS ndash from manga to on stage performance and to understand the motivation behind its adaptation. This study is conducted through text analysis method in order to map the presentation difference from manga to on stage theater, and through literature study. From this study it is found that there are several adjustments in NARUTO ndash AnS ndash in order to fulfill requirements in its new medium, though in some areas still remain loyal to its adapted work. Its loyalty towards the adapted work is to fulfill requirements of the new medium to meet its creative and economic motivations. This study reveals that in accordance to Balodis rsquo theory, loyalty towards the adapted work is based on two motivations, creative and economical motivation.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Okke Saleha K. Sumantri Zaimar
"Masalah gender telah lama menerik perhatian para peneliti bidang ilmu-ilmu sosial dan humaniora di seluruh dunia. Demikian pula di Indonesia, banyak karya sastra yang menampilkan permasalahan kaum wanita, antara lain Layar Terkembang karya St Takdir Alisyahbana. Jumlah tesis dan disertasi tentang wanita dalam karya sastra, tak dapat lagi dihitung dengan jari banyaknya. Hal ini mudah dipahami, karena hingga kini wanita masih belum mendapat tempat yang selayaknya di samping kaum pria Bahkan pada masa kini, masih juga dipersoalkan apakah seorang wanita dapat menjadi seorang presiden atau tidak. Keadaan seperti ini sering terpantul dalam karya sastra, terutama sastra popular.
Sementara itu, sepanjang sepengetahuan saya, masih sangat sedikit - kalau tak dapat dikatakan tak ada - penelitian tentang kaum pria, padahal sikap pria, citranya dalam masyarakat, mempunyai kaitan yang sangat erat dengan kondisi kaum wanita. Dengan memahami sikap dan pemikiran pria, ada kalanya kaum wanita dapat memperbaiki kondisi mereka.
Perumusan masalah:
Bagaimanakah citra kaum pria dalam cerpen di majalah-majalah popular Indonesia menjelang milenium ke tiga? Apakah ada perubahan citra di dalam penggambaran sosok pria, baik secara fisik maupun mental? Bagaimanakah pemikirannya, juga kedudukan dan dan perannya dalam keluarga maupun di masyarakat? Bagaimana. pula sikapnya secara keseluruhan, terutama terhadap kaum wanita? Banyak lagi hal yang perlu di babas dan penelitian ini akan mecoba menemukan jawaban atas permasalahan tersebut..."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2001
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Fajaria
"ABSTRACT
Penulisan tesis ini bertujuan untuk menunjukkan dan menjelaskan bagaimana posfeminis di era Spice Girls dalam sepuluh lirik lagu dan penampilan panggung mereka. Spice Girls merupakan salah satu grup musik pop fenomenal asal Inggris di era 1990-an yang terdiri dari lima perempuan belia dan cantik. Fenomena Spice Girls menjadi menarik karena slogan Girl Power yang selalu mereka bawakan dalam setiap kesempatan baik dalam lirik-lirik lagu maupun penampilan panggung mereka. Terdapat perdebatan yang hadir menanggapi isu perempuan baik terhadap Girl Power maupun penampilan Spice Girls. Perdebatan tersebut adalah dengan adanya pendapat yang menyatakan bahwa Spice Girls sebagai salah satu posfeminis masa itu atau Spice Girls adalah grup yang hanya menampilkan sensualitas semata. Berdasarkan hal tersebut penelitian dilakukan terhadap sepuluh lirik lagu Spice Girls dikaitkan dengan penampilan panggung mereka serta menghubungkannya dengan posfeminisme yang berkembang di masa itu. Posfeminisme di era Spice yakni di tahun 1990-an hadir dalam kemasan budaya populer dan sisterhood yang membentuk Girl Power. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesepuluh lirik lagu Spice Girls terkait dengan penampilan panggungnya yang fenomenal menunjukkan bahwa posfeminis di era Spice Gilrs membawa semangat Girl Power.

ABSTRACT
This thesis is aimed to point out and describe post-feminism in the Spice Girls era as reflected in ten song lyrics and performances of Spice Girls. Spice Girls that consists of five young and beautiful girls was one of the most famous British pop music in the decade of 1990s. They became a huge phenomenon for their Girl Power slogan that they immortalize in their lyrics as well as in their stage performances as a part of pop culture. There was also a debate concerning the phenomenon of the slogan and their performances. On one hand they were seen negatively by the critics. However, on the other hand they were regarded as the representations of post-feminists of the 1990s. This research tried to analyze the ten song lyrics of Spice Girls by relating them with the group?s stage performances. They are then examined with the post-feminism in the 1990s. Postfeminism of Spice Girls era appeared in the form of pop culture and sisterhood which are creating Girl Power. In conclusion, the writer found that the ten song lyrics as related to their stage performances are represent post-feminism of Spice Girls era which is bring a spirit named Girl Power.
"
2010
T26623
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rima Febriani
"Tesis ini merupakan penelitian tentang proses-proses budaya yang terjadi pada aktivitas nobar di kafe. Sebagai fenomena budaya, aktivitas ini terbentuk dari beberapa proses sosial yang relasional dan dialogis. Secara umum nobar di kafe merupakan salah satu bentuk konsumsi oleh penonton sepakbola. Namun ia juga tidak lepas dari proses lain yang memengaruhi pola konsumsi tersebut yaitu representasi, identitas, produksi dan regulasi. Pemaknaan terjadi bukan karenbobjek tetapi bagaimana objek itu dikonsumsi. Ketenangan kafe bisa berkompromi dengan keriuhan penonton sepakbola yang bisa terjadi dengan adanya sistem yang menjadikannya sebagai salah satu bentuk konsumsi penonton sepakbola.

This thesis examines the cultural processes happening in nobar in cafes. As a cultural phenomenon, this activity is formed of several relational and dialogicalvsocial processes. Generally, nobar in cafes is one of the consumption form practiced by the football viewers. However, it also cannot be separated from the other processes that influence the consumption, which are representation, identities, production and regulation. Meaning is constructed not by the object but how the object is consumed. The calm of the cafes can compromise with the
excitement of football viewers that can happen with the existence of a system that turns it into one of a consumption form of football viewers."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2011
T27991
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ardietyo Hartoro
Depok: Universitas Indonesia. Sekolah Kajian Stratejik dan Global, 2018
T52474
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Afifah Dyah Puspa
"ABSTRAK
Perkembangan komunikasi dan teknologi membuat adanya beragam strategi baru dalam bermanajemen persona online. Facebook merupakan salah satu media sosial yang membuat batasan antara persona publik dan privat menjadi kabur. Penelitian ini ingin mengeksplor praktik pseudonim yang dilakukan oleh fans budaya populer Jepang dalam Facebook dalam memisahkan akun untuk identitasnya sebagai fans dan sebagai non-fans. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan analisis fenomenologi interpretif. Hasil penelitian menemukan bahwa motivasi utama partisipan untuk memisahkan akun adalah untuk menghindari ancaman stereotip dari masyarakat. Penelitian ini juga menemukan adanya bentuk strategi manajemen persona baru yang memanfaatkan fitur-fitur teknologi dalam sosial media seperti memblokir teman, memberhentikan pertemanan (unfriend), mengatur privasi, dan strategi-strategi lainnya sehingga meskipun persona mereka berada dalam ranah publik, persona mereka akan tetap berada dalam level privat kepada audiens tertentu

ABSTRAK
The development of communication technology makes a new form of persona management strategies. Facebook is one of social media which can make the borders of public persona and private persona to be blurred and invisible. This research aims to explore the persona management in pseudonym practice by Japanese popular culture?s fan on Facebook by separating their personas in RL (real life) account and fannish account. This research is a qualitative research and using an interpretative phenomenological approach. Study found that the main motive of fans using pseudonimity in social media is to avoid the stereotype threats from their real life society. Study also found that there?s a new form of persona management strategies by using social media?s technology features such as blocking, unfriend-ing, and using privacy setting feature, and the other strategies. So, their persona is public yet private towards some audience.
"
2016
S64218
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mutiara Fallahdani
"ABSTRAK
Skripsi ini membahas tentang pandangan fans pria single di wilayah JABODETABEK terhadap AKB48 sebagai produk budaya populer Jepang yang masuk ke Indonesia. Penelitian ini dikhususkan bagi pria single berusia 25 ndash; 35 tahun. Teori yang digunakan dalam penilitian ini adalah teori-teori yang berkaitan dengan budaya populer, idol dan fanatisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didalam pandangan fans pria single terhadap AKB48 terdapat kesamaan pada kriteria pasangan idaman mayoritas responden dengan kriteria sosok Idol dan tampilan fisik serta kepribadian anggota AKB48 sebagai acuan atau tolak ukur dalam memilih pasangan. Selanjutnya, penelitian ini menemukan bahwa adanya kecenderungan kearah sifat fanatis pada mayoritas fans pria Single di wilayah JABODETABEK.

ABSTRACT
This study is focused on the views of single male fans in JABODETABEK area towards AKB48 as Japan popular culture product that succeed to penetrate Indonesia. This study devoted to single male fans age 25 ndash 35 years old. This study are using theories that have relation with popular culture, idol and fanaticism. The result of this research shows there are similarity between ideal partner criteria of the majority of respondents with idol criteria in the views of single male fans towards AKB48, and also AKB48 members physical figure and characteristics as benchmark for them when choosing a partner. This study also found that there is tendency towards the fanatic trait of the majority single male fans in JABODETABEK area."
2016
S66827
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>