Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Edinburgh: Churchill Livingstone , 2002
616.047 2 PAI
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Mahar Santoso
"Beban rehabilitasi medis di Indonesia sangat tinggi. Menurut WHO Rehabilitation Need Estimator 2019, 76 juta orang Indonesia memerlukan rehabilitasi. Data Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukkan proporsi disabilitas pada anak 5-17 tahun sebesar 3,3%, dewasa 18-59 tahun sebesar 22%, dan lansia sebesar 2,6%. Terapis Okupasional membantu pemulihan kinerja fungsional pasien agar hidup mandiri. Penelitian ini menganalisis beban kerja Terapis Okupasional menggunakan diskusi kelompok terfokus, data SISDMK, Data Sampel BPJS Kesehatan 2022, serta membuat sistem pendukung keputusan untuk kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan beban kerja tinggi di beberapa provinsi seperti Jawa Tengah, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan. Distribusi tenaga Terapis Okupasional hanya ada di ibu kota provinsi, seperti di Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Utara. Kesenjangan antara persediaan dan kebutuhan layanan terapi okupasional menyebabkan masyarakat tidak terlayani dengan baik. Perbaikan diperlukan di enam bidang: kepemimpinan, keuangan, kebijakan, pendidikan, kemitraan, dan sistem manajemen sumber daya manusia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perlu membuka program studi terapi okupasi di universitas atau bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Kerjasama dengan pemerintah daerah untuk memberikan beasiswa dan distribusi tenaga kesehatan yang merata diharapkan dari Direktorat perencanaan tenaga kesehatan.

The burden of medical rehabilitation in Indonesia is very high. According to the WHO Rehabilitation Need Estimator 2019, 76 million Indonesians need rehabilitation. RISKESDAS 2018 results shows that the proportion of disabilities in children 5-17 years is 3.3%, adults 18-59 years is 22%, and the elderly is 2.6%. Occupational Therapists help restore patients' functional performance so they can live independently. This research analyzes the workload of Occupational Therapists using focus group discussions, SISDMK data, 2022 BPJS Health Sample Data, and creates a decision support system for policy. The research results show high workloads in several provinces such as Central Java, Banten, DKI Jakarta, East Kalimantan, DI Yogyakarta, and South Sulawesi. The distribution of Occupational Therapist staff is only in provincial capitals, such as in North Sulawesi, South Sulawesi and North Kalimantan. The gap between the supply and need for occupational therapy services means that the community is not served well. Improvements are needed in six areas: leadership, finance, policy, education, partnerships, and human resource management systems. The Ministry of Education and Culture needs to open occupational therapy study programs at universities or collaborate with the Ministry of Health. Collaboration with local governments to provide scholarships and equal distribution of health workers is expected from the Directorate of Health Manpower Planning."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dewi Murdiyanti Prihatin Putri
Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2019
610.73 DEW t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Zenita Emeralda
"Gangguan muskuloskeletal pada fisioterapi dapat menyebabkan hilangnya hari kerja hingga pergantian pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dan frekuensi jenis serta tingkat keluhan gangguan muskuloskeletal, dan faktor risikonya pada fisioterapis di Rumah Sakit X Jakarta. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan semi kuantitatif deskriptif. Data diperoleh dari 14 responden dengan menggunakan kuesioner nordic body map, REBA, dan focus group discussion. Data dianalisis dengan menggunakan spss dan transkrip.
Hasil analisis menunjukkan bahwa 92.9% responden mempunyai keluhan ringan yang paling banyak dirasakan pada pinggang berupa pegal (42.9%) dan nyeri (14.3%). Keluhan gangguan muskuloskeletal terjadi pada semua responden usia ≤35 tahun, perempuan, semua ukuran tubuh kecuali kurus, mantan perokok, olahraga kurang dari atau sama dengan 2 kali seminggu, bekerja kurang dari 5 tahun, menangani ≥10-20 pasien per hari, semua spesialisasi kecuali neuromuskular dan kegiatan fisioterapi. Berdasarkan perhitungan skor REBA, keluhan muskuloskeletal dirasakan pada risiko ergonomi rendah dan tinggi 100%. Hasil penelitian ini dapat berguna sebagai masukan dalam upaya pencegahan gangguan muskuloskeletal pada fisioterapis serta lebih waspada dalam bekerja.

Musculoskeletal disorders in physical therapist can lead to absenteeism and even change jobs. The purpose of this study is to understand the distribution and frequency of types, level of musculoskeletal disorders complaints, and risk factors in physical therapist at Jakarta X Hospital. This research is semi quantitative descriptive. The data were collected from 14 respondents by using Nordic Body Map questionnaire, REBA and focus group discussion. Quantitative data were analyzed by SPSS and transcripts.
The results of the analysis showed that almost all respondents (92.9%) have mild complaints. it is mostly in lower back in the form of soreness (42.9%) and pain (14.3%). Musculoskeletal disorders complaint occur in all respondents aged ≤ 35 years, women, ex-smokers, exercise less than twice a week, working less than 5 years, treat ≥10-20 patients per day, all body size except skinny, all specialties except neuromuskular, and every physical therapy activity. 100% of respondent in low and high ergonomic risk had musculoskeletal complaint based on REBA score calculation. The results of this study can be useful as recommendation to prevent musculoskeletal disorders in phsycial therapists and to be more aware of good ergonomic practices while working.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dutton, Mark
"Presents an introduction to the art, science, and practice of physical therapy. This book provides a foundation upon which to build a career in the challenging yet rewarding field of physical therapy. It provides the conceptual framework necessary to understand every aspect of physical therapy and eventually perform physical therapy intervention. "
New York: McGraw-Hill, 2014
615.82 DUT i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tasnima Ranti Weningtyas
"Terapis wicara, profesi yang berperan penting dalam memberikan penanganan pada anak-anak dengan gangguan berkomunikasi dan menghindari dampak negatif dalam jangka panjangnya, tetapi masih minim diteliti di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran yang mendalam mengenai pengalaman terapis wicara di Indonesia dan bagaimana mereka menghayati pekerjaan yang dilakukan, juga dengan harapan bahwa apa yang ditemukan dalam penelitian ini dapat menjadi permulaan dari lebih banyak penelitian terkait terapi wicara dan terapis wicara di Indonesia. Melalui wawancara semiterstruktur bersama lima terapis wicara dan dengan menggunakan metode analisis practical thematic analysis oleh Saunders et al. (2023), penelitian ini menemukan 6 tema dan 15 subtema yang mewakili penghayatan pengalaman terapis wicara di Indonesia, baik sebelum memulai pekerjaannya maupun hingga saat ini. Penelitian ini mengungkapkan latar belakang dari para terapis wicara dalam memilih bidang keterapian, tantangan dalam bekerja yang banyak berasal dari orang tua atau keluarga pasien, bagaimana terapis wicara menavigasi peran mereka di ranah pekerjaan dan keluarga, aspek menyenangkan dan tidak menyenangkan yang dialami, pemaknaan terapis wicara terhadap profesi mereka, serta refleksi lebih dalam terkait pekerjaan yang memberi kesempatan para terapis wicara mengungkapkan keluhan, harapan, dan kekhawatiran selama bekerja. 

Speech therapist, a profession with a crucial role in giving treatment for children with communication disorder and preventing long-term negative impacts, but remains under-researched in Indonesia. Using a qualitative approach, this study aims to explore in depth the experience of speech therapist in Indonesia and how they internalize the work they do, and with hopes that the findings in this study can act as the start of more studies about speech therapy and speech therapist in Indonesia. Through semi-structured interviews with five speech therapists and utilizing the practical thematic analysis method by Saunders et al. (2023), this study found 6 themes and 15 subthemes that represents the experience of speech therapist in Indonesia, both before they begin working and up to this day. This study reveals speech therapists’ background in choosing the field of therapy, challenges in work that comes from parents and families of patients, how speech therapists navigate their role in work and family, the fun and not-so-fun aspects that they experience, how they put meaning to their profession, and a deeper reflection of their work that gives them a chance to disclose complaints, hopes, and concerns throughout their job."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ilmah Yanuarti Barmawi
"Latar belakang : Stres kerja ini dilaporkan terjadi secara global dan menempati posisi utama sebagai penyebab stres yang paling sering terjadi di antara penyebab stres lainnya. Pekerjaan sebagai terapis anak autis (Akanaeme et al., 2021)adalah salah satu pekerjaan paling sering meningkatkan stres, karena menghadapi anak autis dengan gangguan tumbuh kembang yang kadang bersifat agresif dan impulsif. Hal ini dapat terjadi juga pada terapis anak autis di Yayasan Tumbuh Kembang Anak Shine Kids Ministry Indonesia Kota Jakarta Selatan . Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada terapis anak autisme di Yayasan Tumbuh Kembang Anak Shine Kids Ministry Indonesia Kota Jakarta Selatan Tahun 2024. Metode : penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan cross sectional. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan 51,7% terapis anak autis di di Yayasan Tumbuh Kembang Anak Shine Kids Ministry Indonesia mengalami stres kerja berat, sedangkan 48,3% terapis mengalami stres kerja ringan. Berdasarkan hasil uji chi square faktor beban kerja, konflik peran, faktor komunikasi efektif dan faktor konflik keluarga berhubungan secara signifikan dengan stres kerja. Berdasarkan uji regresi logistik multivariat didapatkan hasil faktor yang paling dominan berhubungan terhadap stres kerja adalah faktor konflik keluarga (p-value 0,003) dan faktor konflik peran (p-value 0,012). Kesimpulan : Faktor konflik keluarga dan faktor konflik peran merupakan faktor yang paling dominan berhubungan terhadap stres kerja pada penelitian ini. Diperlukan mitigasi stres kerja dengan meningkatkan pemahaman mekanisme koping stres sebagai strategi pengeloaan stres kerja pada terapis anak autis di Yayasan Tumbuh Kembang Anak Shine Kids Ministry Indonesia Kota Jakarta Selatan.

Background: Occupational stress is reported occur globally and occupies a leading position as the most frequent stressor among other stressors. According to Akanaeme et al (2021), work as a therapist for autistic children is one of the most common jobs that increase stress, because they face autistic children with developmental disorders who are sometimes aggressive and impulsive. This can also happen to autistic child therapists at the Shine Kids Ministry Indonesia Child Development Foundation, South Jakarta City. Objective: To determine the factors associated with work stress in autistic children therapists at the Shine Kids Ministry Indonesia Children's Growth and Development Foundation, South Jakarta City in 2024. Method: quantitative research using cross sectional design. Results: The results showed 51.7% of autistic children therapists at the Shine Kids Ministry Indonesia Foundation experienced severe work stress, while 48.3% of therapists experienced mild work stress. Based on the results of the chi square test, workload factors, role conflict, effective communication factors and family conflict factors are significantly related to work stress. Based on the multivariate logistic regression test, the most dominant factors related to work stress are family conflict factors (p-value 0.003) and role conflict factors (p-value 0.012). Conclusion: Family conflict factors and role conflict factors are the most dominant factors related to work stress in this study. It is necessary to mitigate work stress by increasing understanding of stress coping mechanisms as a strategy for managing work stress in autistic child therapists at the Shine Kids Ministry Indonesia Child Growth and Development Foundation, South Jakarta City. "
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
DiZazzo-Miller, Rosanne, editor
"Preparing for the Occupational Therapy National Board Exam: 45 Days and Counting is a comprehensive overview for occupational therapy students preparing to take the National Board for Certification in Occupational Therapy (NBCOT) exam. Containing more than just study questions, this comprehensive review guide is organized by domain areas and each subject is addressed according to the degree it is covered on the NBCOT examination. Corresponding workbook pages include specific references to occupational therapy curricula, enabling additional exploration of content that is challenging or unfamiliar. Also included with each new print copy of the review guide, the companion CD-ROM simulates online testing with multiple choice practice questions, each providing evidence-based rationale for why a particular answer is correct or incorrect.
"
Sudburry, Mass.: Jones and Bartlett, 2011
615DIZP001
Multimedia  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Ima
"Agregat batita bayi tiga tahun di perkotaan berisiko mengalam risiko keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa. Faktor penyebabnya yaitu kurangnya pengetahuan orang tua dalam stimulasi bicara dan bahasa serta faktor kesibukan dari orang tua. Tujuan dari karya ilmiah ini untuk mengetahui ke efektifan intervensi stimulasi bicara dan bahasa pada tiga keluarga binaan di RW 2, Kelurahan Curug. Desain dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan 3 keluarga binaan. Hasil dari intervensi yang telah diberikan sebanyak tujuh kali kunjungan keluarga dengan stimulasi bicara dan bahasa menunjukan adanya peningkatan bicara dan bahasa pada keluarga binaan. Stimulasi bicara dan bahasa yang efektif adalah stimulasi menggunakan gambar dan kegiatan sehari-hari yang ada di lingkungan anak dan dapat di observasi secara langsung. Saran dari studi kasus ini adalah diharapkan keluarga berperan aktif untuk stimulasi bicara dan bahsa serta mempertahankan komunikasi yang intensif pada anak.

Toddler aggregate in urban area susceptible to have risk of delay in speech and language development. Main factors that caused the problem are parent rsquo;s deficiency of knowledge in the stimulation of speech and language and also parent rsquo;s busy activities. The purpose of this paper is to know the effectiveness of speech and language stimulation intervention to three assited families in RW 2, Kelurahan Curug. The design of this research is case study with 3 assisted families. The results of interventions that have been given for seven family visits with speech and language stimulation indicate an increase in speech and language in the built family. Effective speech and language stimulation is the stimulation of images and daily activities that exist in the child 39;s environment and can be observed directly. The recommendations from this case study are to do an active role in the stimulation of speech and language for the family and also maintain intensive communication in children."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2018
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nila Rachmatal Azza
"Kasus keganasan sistem saraf pusat merupakan jenis keganasan kedua terbanyak yang menyerang anak-anak hingga dewasa. Pada tumor medulla spinalis, ditemukan manifestasi khas seperti nyeri servikal, kelemahan motoric dan sensorik, hingga gangguan dalam kontrol eliminasi. Tatalaksana utama yang dilakukan umumnya adalah pembedahan. Efek samping dari manifestasi klinis dan tatalaksana yang dilakukan dapat mempengruhi fisik hingga psikologis pasien kanker anak. Sebagian besar pasien kanker anak mengalami kecemasan selama periode perawatan. Manajemen ansietas dilakukan untuk menurunkan tingkat kecemasan, salah satunya dengan teknik distraksi terapi seni menggambar dan mewarnai.
Penerapan intervensi terapi seni menggambar dan mewarnai selama 8 hari yang didasari oleh bukti penelitian didapatkan tingkat kecemasan pasien menurun yang ditandai dengan penurunan skor instrument PROMIS Pediatric Anxiety dari skor 22 menjadi 15. Hasil dari penerapan intervensi ini diharapkan dapat dijadikan masukan dan pertimbangan bagi pelayanan keperawatan, institusi ilmu keperawatan, dan penelitian selanjutnya.

Malignancy of central nervous system are the second most common type of cancer that occurs in children to adults. Typical manifestation of spinal cord tumors such as cervical pain, motor and sensory weakness, impaired elimination control are found. Surgery is the main treatment to tumors. The side effects of clinical manifestations and the treatment can affect the physical and psychological aspects of pediatric cancer patients. Most of the pediatric cancer patients experience anxiety during the treatment period. Drawing and coloring art therapy can be used for anxiety management to reduce the patient anxiety level.
The results of applying the art therapy intervention of drawing and coloring for 8 days based on evidence-based practice showed that the patient's anxiety level decreased, which was indicated by a decrease in the score of the PROMIS Pediatric Anxiety instrument from a score of 22 to 15. The results of implementing this intervention are expected to be used as recommendation and consideration for nursing services, institute of nursing science, and further research.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2023
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>