Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"One attempt to control the negative effects of television (TV) is to educate parents about the TV media dan programs. TV Media literacy for parents is needed, so that they as chaperone for their children have the ability to filter messages from TV Programs, translate and interpret in accordance with the moral values. This study were aimed to survey media literacy o parents and develop media literacy learning for parents. The populations in this study were parents of elementary school students of grades 4,5, and 6 in South Tangerang for two districts, namely districts of Ciputat and Distric Setu. Samples were taken purposively of 283 respondents. Data were collected through questionnaires and interviewes of 20 respondents in the activities of Focus Group Discussion. The Process consisted of three stages, namely the survey, model developments and testing models. "
JPUT 12:2 (2011)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"Improving educational quality is a continous procceses done by teachers. One of the strategy to improve the quality is to improve substance or content delivery. This study attempt to elaborate the effect of using overhead projector (OHP) media in lecturing method for Civic and Bahasa Indonesia for high school students. Experiment approach was used to answer research questions. Factorial design was selected to reveal the research outcomes. The result showed that there was significant impact of using OHP to support learning process on Civic and Bahasa Indonesia."
JPUT 12:1 (2011)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Schram, Wilbur
Semarang: IKIP Semarang Press, 1984
371.33 SCH b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Sebagai sebuah model pengajaran, pembelajaran kooperatif dapat diterapkan pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Kelas diatur ke dalam kelompok-kelompok kecil dan guru memberikan petunjuk berkenaan dengan tujuan yang hendak dicapai. Kelompok kecil ini bekerja melalui tugas hingga semua kelompok berhasil memahami dan menyelesaikan tugas tersebut. Pembelajaran kooperatif dapat diterapkan pada semua tugas dalam berbagai kurikulum untuk segala usia siswa. Pembelajaran kooperatif memberikan cara bagi para siswa mempelajari keterampilan hidup antar pribadi yang penting dan mengembangkan kemampuan untuk bekerja secara kolaboratifm, perilaku yang secara khusus diinginkan oleh sebagian besar organisasi untuk mendukung konsep kerja sama. Dewasa ini yang terjadi di sekolah, banyak guru menggunakan sistem komptetisi dalam pengajaran dan penilaian siswa. Dalam model pembelajaran kompetisi, siswa belajar dalam suasana persaingan. Tidak jarang pula, guru memakai imbalan dan ganjaran sebagai sarana untuk memotivasi siswa dalam memenangkan kompetisi sesama siswa. Teknik imbalan dan ganjaran yang didasari oleh teori behaviorisme atau stimulus-respon ini, banyak mewarnai sistem penilaian hasil belajar. Tujuan utama evaluasi dalam model pembelajaran ini adalah menempatkan siswa dalam urutan mulai dari yang paling baik sampai dengan yang paling jelek. Pola penilaian biasanya, menempatkan sebagian besar siswa dalam kategori rata-rata, beberapa anak dalam kategori berprestasi, dan beberapa lagi sebagai calon tidak lulus. Akibat langsung pola penilaian semacam ini adalah sebagian besar anak harus melewati sedikitnya 12 tahun dalam masa hidup mereka sebagai anak yang rata-rata atau biasa-biasa saja. Siswa tidak pernah merasakan kebanggaan sebagai anak berprestasi. Secara positif, model kompetisi bisa menimbulkan rasa cemas yang bisa memacu siswa untuk meningkatkan kegiatan belajarnya. Sedikit rasa cemas memang mempunyai korelasi positif dengan motivasi belajar."
JPUT 15:2 (2014)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Hart, Thomas L.
Englewood, Colorado : Libraries Unlimited, 1990
022 HAR c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Woolls, Blanche
Englewood Cliffs, NJ: Libraries Unlimited, 1990
027.822 WOO s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Iqbal Husaini
"One Piece merupakan sebuah serial asal Jepang yang menjadi teks media populer, memunculkan basis penggemar yang besar di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Komunitas One Piece Indonesia dapat menjadi representasi praktik penggemar dan budaya menyenangkan yang menunjukkan perkembangan media sekarang. Praktik media menjadi kerangka konseptual yang membantu memahami praktik-praktik mereka. Berdiskusi, cosplay, mengoleksi, dan fan art, menjadi praktik penggemar dalam komunitas ini. Selain itu, metode etnografi mampu memahami lebih jauh terwujudnya budaya menyenangkan serta kaitannya dengan praktik yang mereka lakukan sebagai penggemar. Generasi yang sama, audiensi teks, dan teks menjadi nyata menjadi temuan data yang mampu menjelaskan hal tersebut.

One Piece is a series from Japan that became a popular media text, giving rise to a large fan base around the world, including Indonesia. Komunitas One Piece Indonesia can be a representation of fan practice and fun culture that draws the development of the media today. Media practices become a conceptual framework that can help understand their practices. Discussing, cosplaying, collecting, and fan art have become fan practices in this community. In addition, the ethnographic method is able to understand more deeply the form of fun culture and the practices they do as fans. The same generation, audience text, and text become real are the results of data that can explain this."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sekarlangit Putri Akbar
"Stunting merupakan isu kesehatan masyarakat di Indonesia. Dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang stunting, pemahaman terhadap faktor-faktor penyebabnya menjadi penting dilakukan oleh pengasuh anak. Edukasi berperan sebagai katalisator penting dalam peningkatan perilaku kesehatan, dengan keberhasilan program berhubungan dengan berbagai faktor yang mendukung tingkat penerimaan media edukasi. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan buklet edukasi gizi pada program Rumah Anak X, sebuah intervensi pencegahan stunting untuk pengasuh anak usia 0-3 tahun yang beroperasi sejak 2019 di lima lokasi Jakarta. Penerimaan media edukasi diukur menggunakan instrumen Suitability Assessment of Materials yang meliputi aspek konten, kemudahan membaca, gambar, tata letak, dorongan pembelajaran, dan kesesuaian budaya. Faktor yang diuji meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan, status ekonomi, motivasi belajar, dan pengetahuan. Sebanyak 167 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan 91,2% responden menilai media sangat sesuai kebutuhan dengan skor median 85,71 dari 100,00. Motivasi belajar merupakan satu-satunya faktor yang signifikan berhubungan dengan tingkat penerimaan media (p-value <0,001). Penelitian merekomendasikan peningkatan pendekatan pembelajaran interaktif yang relevan dengan kebutuhan personal peserta untuk mempertahankan motivasi belajar sekaligus kualitas media edukasi.

Stunting is a public health issue in Indonesia that requires understanding of causal factors by child caregivers. Nutrition education serves as an important catalyst in improving health behaviors, with program success influenced by the level of educational media acceptance. This study analyzes factors associated with acceptance of nutrition education booklets in the Rumah Anak X program, a stunting prevention intervention for caregivers of children aged 0-3 years’ operating since 2019 in five Jakarta locations. Educational media acceptance was measured using the Suitability Assessment of Materials instrument covering content, readability, graphics, layout, learning stimulation, and cultural appropriateness aspects. Factors examined included age, gender, education, economic status, learning motivation, and knowledge. A total of 167 respondents participated in this study. Results showed 91.2% of respondents rated the media as highly suitable for their needs with a median score of 85.71 out of 100.00. Learning motivation was the only factor significantly associated with media acceptance level (p-value <0.001). The study recommends enhancing interactive learning approaches relevant to participants' personal needs to maintain learning motivation while preserving the quality of educational media.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Collins, Janet
London: Routledge, 1997
371.102 COL t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Gita Belinda
"ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk melihat efektivitas penggunaan media pembelajaran terhadap kemampuan number sense anak usia 3 hingga 5 tahun. Seluruh partisipan terbagi ke dalam tiga kelompok: 1 belajar menggunakan media pembelajaran audiovisual; 2 belajar menggunakan media pembelajaran visual; dan 3 tidak belajar menggunakan media pembelajaran. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 48 anak. Kemampuan number sense anak diukur menggunakan Number Knowledge Test sebelum dan sesudah penelitian berlangsung. Hasil dari penelitian ini adalah skor rata-rata number sense yang diperoleh pada tiga kelompok penelitian berbeda secara signifikan, F 2, 45 = 13.232, p < .05, ?2 = 0.37. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran, terutama media pembelajaran audiovisual efektif untuk meningkatkan kemampuan number sense anak.

ABSTRACT
This experimental research has aimed to examine the effectivity of instructional media usage towards number sense ability for children aged 3 to 5 years old. All participant dividid into three groups 1 learning with audiovisual instructional media 2 learning with visual instructional media 3 learning without instructional media. Children rsquo s number sense ability was measured using Number Knowledge Test before and after experiment. The result showed that the mean from three groups signifficantly different, F 2, 45 13.232, p .05, 2 0.37. From this research we can conclude that instructional media, especially audiovisual instructional media can increase children rsquo s number sense effectively. "
[;, ]: 2017
S66919
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>