Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 107252 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Astri Maulinda Sari
"Migrain merupakan gangguan nyeri kepala primer dengan prevalensi tinggi dan cukup berdampak pada masalah sosial ekonomi. Studi yang dilakukan yaitu pengkajian kelengkapan resep serta analisis terhadap resep obat migrain yang diterima oleh Apotek Roxy Galaxy selama periode Januari 2023.Pengkajian dilakukan dengan mengumpulkan resep yang diterima selama bulan Januari tahun 2023 kemudian memilih dua resep resep yang memuat obat migran untuk dilakukan pengkajian resep.Pengkajian resep obat migrain yang diterima di Apotek Roxy selama periode bulan Januari 2023 ditemukan bahwa resep yang diterima sudah rasional namun kelengkapan administratif dan farmasetik tidak tercantum dengan lengkap. Resep yang diterima sudah rasional namun perlu dilakukan pengkajian resep dengan data yang lebih banyak dan periode pengkajian lebih panjang sehingga data yang diperoleh lebih banyak dan beragam.

Migraine is a primary headache disorder with a high prevalence and quite an impact on socio-economic problems. The study carried out was a review of the completeness of prescriptions and an analysis of migraine drug prescriptions received by Apotek Roxy Galaxy during the January 2023 period. A review of migraine drug prescriptions received at the Apotek Roxy during the January 2023 period found that the prescriptions received were rational but the administrative and pharmaceutical aspects were not listed completely. The prescriptions received are rational, but it is necessary to review the prescriptions with more data and a longer review period so that the data obtained is more numerous and varied."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yanuar Indah Pratiwi
"Polifarmasi merupakan penggunaan bersamaan enam obat atau lebih oleh seorang pasien. Semakin banyak obat yang digunakan maka semakin tinggi potensi interaksi yang terjadi dan dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui resiko efek samping dan potensi interaksi obat pada resep polifarmasi nonracikan. Identifikasi terkait potensi efek samping dan interaksi obat dinilai berdasarkan database dari Medscape Drug Interaction Checker, RxList Drug Interaction Checker, drugs.com Drug Interaction Checker, dan WebMD Drug Interaction Checker. Pada resep polifarmasi nonracik pertama ditemukan potensi efek samping berupa ketidakseimbangan elektrolit, hipotensi, hiperurisemia, asam urat, sakit kepala, dan mual/muntah serta terdapat dua potensi interaksi major dan empat potensi interaksi moderate. Sementara pada resep polifarmasi nonracik kedua ditemukan potensi efek samping berupa pencernaan yang terganggu, mengantuk, tremor otot rangka, peningkatan BUN atau kreatinin, dan bronkospasme serta terdapat lima potensi interaksi moderate. Berdasarkan mekansimenya, mayoritas potensi interaksi obat yang ditemukan adalah interaksi farmakodinamik (45.4%). Sementara berdasarkan tingkatannya, mayoritas potensi interaksi obat yang ditemukan adalah interaksi moderate (81.8%).

Polypharmacy is the concomitant use of six or more drugs by a patient. The more drugs used, the higher the potential for interactions that occur and can cause dangerous side effects. The purpose of this study was to determine the risk of side effects and potential drug interactions in nonconcocted polypharmacy prescriptions. Identification of potential side effects and drug interactions is assessed based on databases from Medscape Drug Interaction Checker, RxList Drug Interaction Checker, drugs.com Drug Interaction Checker, and WebMD Drug Interaction Checker. In the first non-mixed polypharmacy prescription, potential side effects were found in the form of electrolyte imbalance, hypotension, hyperuricemia, gout, headache, nausea, and vomiting, and there were two potential major interactions and four potential moderate interactions. While the second non-mixed polypharmaceutical prescription found potential side effects in the form of disturbed digestion, drowsiness, skeletal muscle tremors, increased BUN or creatinine, and bronchospasm, there were five potential moderate interactions. Based on the mechanism, the majority of potential drug interactions found were pharmacodynamic interactions (45.4%). Based on the level, the majority of potential drug interactions found were moderate (81.8%)."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mellynia Tri Sugiarti
"
Dalam meningkatkan mutu maupun cakupan pelayanan kefarmasian yang baik di apotek, standar pelayanan kefarmasian perlu diperhatikan agar sesuai dengan protokol untuk pelayanan pelanggan di apotek tersebut. Bentuk pelayanan resep, mulai dari penerimaan, pemeriksaan ketersediaan, penyiapan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai termasuk peracikan obat, pemeriksaan, hingga penyerahan obat pada pasien perlu disertai pemberian informasi yang tepat pada pasien. Hal tersebut agar pengobatan yang diberikan pada pasien tepat dan sesuai harapan terapi yang diinginkan. Pada setiap tahap alur pelayanan resep juga perlu dipastikan sebagai upaya pencegahan terjadinya kesalahan pemberian obat (medication error), salah satunya terjadinya interaksi obat maupun efek samping yang tidak diinginkan. Pengamatan terkait efek samping dan interaksi obat pada obat-obatan yang diresepkan pasien dilakukan pada lima resep polifarmasi racikan yang diberikan per Januari 2023. Obat-obatan yang diresepkan tersebut biasanya terdiri atas lima atau lebih kandungan zat aktif obat yang dilakukan peracikan untuk dijadikan bentuk sediaan lain yang lebih praktis digunakan pasien. Beberapa resep obat racikan polifarmasi yang telah diamati dapat berpotensi menimbulkan interaksi obat, baik interaksi dalam level menengah (intermediate) maupun level mayor serta beberapa efek samping tidak diinginkan dapat timbul dari penggunaan obat, baik sebagai akibat dari penggunaan bersamaan dengan obat lain maupun akibat penggunaan jangka panjang.

In improving the quality and scope of good pharmaceutical services in pharmacies, it is necessary to pay attention to pharmaceutical service standards in accordance with the protocols for customer service in these pharmacies. The form of prescription services, starting from reception, checking availability, preparation of pharmaceutical preparations, medical devices and consumable medical materials including dispensing drugs, examinations, to dispensing drugs to patients needs to be accompanied by providing appropriate information to patients. This is so that the treatment given to the patient is appropriate and according to the expectations of the desired therapy. At each stage of the prescription service flows it is also necessary to ensure as an effort to prevent medication errors, one of which is the occurrence of drug interactions and unwanted side effects. Observations related to side effects and drug interactions for medicines prescribed by patients were carried out on five concoction polypharmacy prescriptions given as of January 2023. The prescribed medicines usually consist of five or more active ingredients of the drug which are compounded to be made into other dosage forms which is more practical for patients to use. Several prescriptions for polypharmacy concoctions that have been observed have the potential to cause drug interactions, both interactions at the intermediate level and major level and some unwanted side effects can arise from drug use, either as a result of concomitant use with other drugs or as a result of long- term use."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Risa Rahmayati
"Obat merupakan suatu bahan atau paduan bahan yang dapat digunakan sebagai pencegahan, penyembuhan, pemulihan, serta peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia (Menteri Kesehatan RI, 2016). Obat dapat diperoleh secara bebas atau berdasarkan resep dari dokter. Pasien yang memiliki masalah kesehatan tertentu dan menjalani terapi obat, umum diberikan resep obat dari dokter (Megawati & Santoso, 2017). Resep merupakan permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi baik tertulis pada kertas maupun secara elektronik kepada apoteker, untuk menyediakan dan menyerahkan obat bagi pasien sesuai dengan peraturan yang berlaku (Menteri Kesehatan RI, 2016). Resep dari dokter harus memuat informasi yang jelas dan memenuhi aspek administratif, farmasetik, serta pertimbangan klinis agar apoteker serta petugas kefarmasian dapat memahami obat yang akan diberikan kepada pasien (Menteri Kesehatan RI, 2016). Tugas khusus ini dilakukan dengan mendokumentasikan serta secara metode deskriptif, dilakukan pengkajian resep terhadap aspek administratif, farmasetik, dan klinis. Pengkajian resep dilakukan terhadap dua resep yang berbeda tetapi memiliki indikasi beririsan, yaitu sebagai terapi obat gangguan kardiovaskular. Berdasarkan kedua resep tersebut, aspek yang dikaji secara administratif, kesesuaian farmasetik, dan pertimbangan klinis cukup lengkap dan memberikan informasi yang cukup untuk apoteker dan tenaga kefarmasian lainnya dalam menyediakan dan memberikan obat yang sesuai kepada pasien.

Drug is a material or combination of ingredients that can be used as prevention, cure, recovery, and health improvement and contraception for humans (Menteri Kesehatan RI, 2016). Drug can be obtained with or without prescription from a doctor. Patients who have certain health problems and undergo drug therapy, are generally given drug prescriptions from the doctors (Megawati & Santoso, 2017). Prescription is a written request from a doctor or dentist either written on paper or electronically to the pharmacist, to provide and deliver drugs for patients in accordance with applicable regulations (Menteri Kesehatan RI, 2016). Prescriptions from doctors must contain clear information and meet administrative, pharmaceutical, and clinical considerations aspects so that pharmacists and pharmaceutical personnel can understand the drugs to be given to patients (Menteri Kesehatan RI, 2016). This task is carried out by documenting and reviewing prescriptions on administrative, pharmacological, and clinical aspects with descriptive method. The review of prescriptions was carried out on two different prescriptions but had intersecting indications, specifically for cardiovascular disorders. Based on these two prescriptions, the aspects reviewed administratively, pharmaceutical suitability, and clinical considerations are quite complete and provide sufficient information for pharmacists and other pharmaceutical personnel in providing and delivering appropriate drugs to patients."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fadli Maulana
"edication error (interaksi obat dan duplikasi terapi), ketidakpatuhan dan efek samping obat sehingga diperlukan pengkajian resep, baik adminitrasi, farmasetik, dan klinis untuk meminimalkan risiko medication error akibat pemberian obat polifarmasi. Laporan ini bertujuan untuk melakukan pengkajian resep yang meliputi kajian administrasi, kajian farmasetik, dan kajian klinis terhadap resep polifarmasi yang masuk ke Apotek Roxy Depok. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Hasil yang diperoleh menunjukkan, bahwa aspek administrasi berupa data berat badan dan nomor telepon dokter perlu dilengkapi pada kedua resep dan dari aspek farmasetik perlu ditanyakan kembali kepada dokter yang meresepkan terkait bentuk sediaan (resep 1) dan data stabilitas obat (resep 1 dan 2). Dari aspek klinis pada resep 1 perlu dilakukan penambahan aturan pakai medixon dan alopurinol sementara resep 2 terdapat potensi interaksi obat.

The use of drugs in large quantities can lead to an increased risk of medication errors (drug interactions and duplication of therapy), non-compliance and side effects of drugs, so it is necessary to study prescriptions, both administrative, pharmaceutical, and clinical to minimize the risk of medication errors due to the administration of polypharmacy drugs. This report aims to conduct a prescription review which includes administrative review, pharmaceutical review, and clinical review of polypharmacy prescriptions that enter the Roxy Depok Pharmacy. The method used is literature study. The results obtained show that the administrative aspects in the form of weight data and the doctor's telephone number need to be completed on both prescriptions and from the pharmaceutical aspect it is necessary to ask the prescribing doctor regarding the dosage form (prescription 1) and drug stability data (recipes 1 and 2). From a clinical aspect, prescription 1 needs to be added to the rules for using medixon and allopurinol, while prescription 2 has the potential for drug interactions."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Valentina Novita Sari Bago
"Kegiatan pengkajian resep meliputi kajian administrasi, kesesuaian farmasetik, dan pertimbangan klinis. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian dari hasil pengkajian apoteker harus menghubungi dokter penulis resep. Pada setiap tahap alur pelayanan Resep dilakukan upaya pencegahan terjadinya kesalahan pemberian obat (medication error). Penyusunan tugas khusus Praktik Kerja Profesi Apoteker di Apotek Roxy Sawangan bertujuan untuk mengidentifikasi kelengkapan resep obat terapi gangguan pencernaan berdasarkan aspek administratif, aspek farmasetik dan aspek klinis yang terdapat pada Apotek Roxy Sawangan periode April 2023.Tugas khusus ini disusun dengan metode deskriptif dan melakukan kegiatan pengkajian resep pada dua resep pasien di Apotek Roxy Sawangan. Obat yang terdapat pada kedua resep tersebut memiliki indikasi yang beririsan yaitu sebagai terapi gangguan pencernaan. Berdasarkan pengkajian resep yang dilakukan terhadap kedua resep dapat disimpulkan pada resep 1 aspek administratif dan farmasetik sudah lengkap tetapi pada aspek klinis menunjukkan ketidaktepatan dosis pemberian sirup sukralfat. Selanjutnya pada resep 2, aspek administratif kurang lengkap karena tidak ada alamat , paraf dokter dan berat badan pasien pada aspek administratif dan farmasetik sudah lengkap dan sesuai.

Prescription review activities include administrative review, pharmaceutical suitability, and clinical considerations. If there is a discrepancy from the results of the review, the pharmacist must contact the prescribing doctor. At each stage of the prescription service flow, efforts are made to prevent medication errors. The preparation of a special assignment for Pharmacist Professional Work Practice at Roxy Sawangan Pharmacy aims to identify the completeness of the prescription of indigestion therapy drugs based on administrative aspects, pharmaceutical aspects and clinical aspects found at Roxy Sawangan Pharmacy for the period April 2023.This special assignment was prepared using a descriptive method and carried out prescription review activities on two patient prescriptions at Roxy Sawangan Pharmacy. The drugs contained in the two prescriptions have indications that overlap, namely as therapy for indigestion. Based on the prescription review carried out on the two prescriptions, it can be concluded that in recipe 1 the administrative and pharmaceutical aspects are complete but the clinical aspects show the inaccuracy of the dose of sucralfate syrup. Furthermore, in prescription 2, the administrative aspect is incomplete because there is no address, the doctor's initials and the patient's weight in the administrative and pharmaceutical aspects are complete and appropriate.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Tyas Ayunda
"Penulisan resep memainkan peran penting dalam memastikan komunikasi yang optimal antara dokter, apoteker, dan perawat untuk meningkatkan keselamatan pasien. Kesalahan dalam penulisan resep sering terjadi dan dapat menyebabkan kesalahan pengobatan yang dapat berakibat fatal bagi pasien. Skrining resep, khususnya untuk polifarmasi, sangat penting untuk mencegah masalah terkait obat dan kesalahan pengobatan. Masalah dan Tujuan Penelitian: Masalah penelitian berfokus pada pentingnya skrining resep, khususnya untuk polifarmasi, untuk mencegah kesalahan pengobatan dan meningkatkan outcome pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dampak skrining resep dalam mengurangi kesalahan pengobatan dan meningkatkan keselamatan pasien di lingkungan apotek. Metodologi: Desain penelitian melibatkan pelaksanaan skrining resep, termasuk skrining administratif, farmasi, dan klinis, untuk memastikan legalitas obat. resep dan meminimalkan kesalahan pengobatan. Partisipan penelitian terdiri dari apoteker yang bekerja di Apotek Roxy Beji, dan konteksnya adalah pada periode bulan Juli saat program Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA). Temuan menunjukkan bahwa skrining resep, khususnya untuk polifarmasi, sangat penting dalam mencegah masalah terkait obat dan kesalahan pengobatan. Proses skrining membantu menghindari salah tafsir, kegagalan komunikasi, dan kesalahan pengobatan di antara para profesional layanan kesehatan, yang pada akhirnya meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas hidup. Implikasi: Studi ini menyoroti pentingnya skrining resep dalam mengurangi kesalahan pengobatan dan meningkatkan keselamatan pasien. Penerapan protokol skrining yang ketat di apotek dapat membantu mencegah masalah terkait obat dan meningkatkan hasil pengobatan bagi pasien.
Prescription writing plays a crucial role in ensuring optimal communication between doctors, pharmacists, and nurses to enhance patient safety. Errors in prescription writing are common and can lead to medication errors, which can be fatal for patients. Screening prescriptions, especially for polypharmacy, is essential to prevent drug-related problems and medication errors.Research Problem and Aim: The research problem focuses on the importance of screening prescriptions, particularly for polypharmacy, to prevent medication errors and improve patient outcomes. The aim of the study is to investigate the impact of prescription screening on reducing medication errors and enhancing patient safety in a pharmacy setting.Methodology: The research design involves conducting prescription screening, including administrative, pharmaceutical, and clinical screening, to ensure the legality of prescriptions and minimize treatment errors. The study participants consist of pharmacists working at Apotek Roxy Beji, and the context is within the period of July during a Professional Work Practice of a Pharmacist (PKPA) program. The findings indicate that prescription screening, especially for polypharmacy, is essential in preventing drug-related problems and medication errors. The screening process helps in avoiding misinterpretations, communication failures, and medication errors between healthcare professionals, ultimately improving patient safety and quality of life. The study highlights the significance of prescription screening in reducing medication errors and enhancing patient safety. Implementing rigorous screening protocols in pharmacies can help prevent drug-related problems and improve treatment outcomes for patients."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Annissatul Fitria
"Berdasarkan Pedoman tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, pengkajian resep merupakan salah satu aspek dari kegiatan farmasi klinis. Risiko terjadinya kesalahan atau medication error yang paling besar adalah prescribing error dengan persentase sebesar 99,12% yang dapat terjadi baik pada aspek administratif resep, aspek farmasetik, dan aspek klinis seperti polifarmasi atau interaksi obat. Adanya polifarmasi pada resep akan meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Laporan ini disusun untuk menganalisa adanya masalah terkait obat pada resep polifarmasi baik dari aspek administratif, farmasetik, dan klinis. Pengkajian resep dilakukan terhadap 2 resep dengan polifarmasi mayor dan minor yang masuk ke Apotek Roxy Depok pada periode November 2022. Terdapat beberapa hal yang harus dilengkapi kembali terkait data berat badan pasien, nomor telepon dokter, dan paraf dokter untuk aspek administratif. Pada aspek farmasetik resep 1 perlu ditanyakan kembali kepada dokter yang meresepkan terkait bentuk sediaan ramipril dan kekuatan sediaan gliquidon. Pada aspek klinis resep 1 perlu ditambahkan terkait aturan penggunaan allopurinol, serta melakukan konfirmasi kembali kepada dokter yang meresepkan bahwa terdapat interaksi mayor yang perlu diwaspadai pada resep 2.

Based on the Guidelines on Standard for Pharmaceutical Services in Pharmacies, prescription screening is an aspect of clinical pharmacy activities. The greatest risk of medication error is prescribing error with a percentage of 99.12% which can occur both in the administrative aspects of the prescription, pharmaceutical aspects, and clinical aspects such as polypharmacy or drug interactions. The presence of polypharmacy in the prescription will increase the risk of drug interactions. This report was prepared to analyze drug-related problems in polypharmacy prescriptions in administrative, pharmaceutical, and clinical aspects. The prescription review was conducted on 2 prescriptions with major and minor polypharmacy that entered Apotek Roxy Depok in the November 2022 period. There are several things that must be completed again regarding patient’s weight data, doctor's telephone number, and doctor's initials for administrative aspects. In the pharmaceutical aspect, prescription 1 needs to be asked again to the prescribing doctor regarding the dosage form of ramipril and the strength of the gliquidon preparation. In the clinical aspect, prescription 1 needs to be added regarding the rules for using allopurinol, as well as confirming again to the prescribing doctor that there are major interactions that need to be watched out for in prescription 2.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Larasati Nurhidayah
"Multimorbiditas adalah kondisi dua atau lebih penyakit diidap oleh seseorang yang lebih sering terjadi diantara pasien geriatri dan pasien penyakit kronis lainnya. Adanya beberapa penyakit yang sedang diobati akan memengaruhi jumlah dari jenis obat yang digunakan untuk indikasi tersebut. Penggunaan obat yang banyak secara teratur disebut dengan polifarmasi. Polifarmasi cenderung terjadi pada pasien dengan penyakit kompleks seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan penyakit kejiwaan yang disertai komorbid. Penggunaan beberapa obat ini harus dipantau dengan teliti untuk menghindari risiko reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD) dan meningkatkan health outcome pasien. Apotek Roxy merupakan fasilitas kesehatan yang melayani resep polifarmasi setiap harinya. Pengawasan pasien dengan resep polifarmasi dapat meningkatkan keselamatan pengguna. Penelitian ini dilakukan untuk mendokumentasikan dan mengkaji resep polifarmasi yang dilayani Apotek Roxy pada periode April 2023. Resep yang digunakan di-sampling dengan metode purposive sampling dengan syarat resep memiliki jumlah jenis lebih dari lima obat. Resep dikaji dalam aspek administratif, farmasetik, dan klinis. Ditemukan pada lima resep polifarmasi memiliki masalah dalam aspek administratif dan klinis. Drug related problem didapatkan diantara lain adanya interaksi obat.

Multimorbidity is a condition in which a patient has two or more illness, usually occured in geriatric and chronic illness patients. Multiple condition needs to be treated and affecting the amount of drug type patients need to consume. Regularly consuming substantial amount of drug is called polypharmacy. Polypharmacy tend to occur in patients with complex disease such as hypertension, DM, or mental illness with comorbid. Multiple drug type used to treat diseases need to be monitored thorough to avoid adverse drug reaction and increase patient’s health outcome. Apotek Roxy is a health facility that attend to polypharmacy prescriptions on the daily basis. Monitoring of polypharmacy patients can increase user’s safety. This study was dedicated to document and assess polypharmacy prescriptions throughout April 2023. Prescription sampling was done by purposive sampling method for prescriptions with at least five types of medication. Prescriptions were assessed in three aspects; administration, pharmaceutic, and clinical. In five selected polypharmacy prescriptions, incompabilities were found in administation and clinical aspects. Possible drug related problems are found, such as drug interactions.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Haolin Rusnur Efanda
"Apoteker dituntut harus memiliki kompetensi yang memadai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kefarmasian di apotek. Oleh karena itu, calon apoteker harus dipersiapkan dengan baik sebelum memegang tugas dan tanggung jawab tersebut. Salah satu program untuk mempersiapkan calon apoteker yaitu melalui Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA). Pelaksanaan PKPA dilakukan mulai tanggal 3-31 Juli 2023 di Apotek Roxy Depok. Metode yang digunakan dalam penyusunan laporan tugas khusus ini menggunakan metode berupa studi literatur dan penelusuran terkait interaksi dan efek samping obat yang dapat terjadi pada resep polifarmasi pada periode bulan Juli 2023. Berdasarkan 5 resep yakng dikaji, hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang bersifat moderat pada resep 2,4 dan 5. Oleh karena itu interaksi tersebut perlu dimonitor agak tidak membahayakan keselamatan pasien. Apoteker memiliki peran penting untuk memberikan konseling bagi pasien yang mendapatkan resep polifarmasi serta berusahan untuk melakukan kerja sama yang baik dengan dokter pembuat resep dalam rangka memberikan pengobatan yang efektif dan aman bagi pasien.Peran apoteker dalam meminimalkan risiko obat yang membahayakan bagi pasien sangat diperlukan. Apoteker dapat memaksimalkan konseling terhadap pasien untuk menyampaikan efek samping yang dapat terjadi terkait dengan obat serta penanganannya. Selain itu apoteker memiliki peran penting untuk mencegah adanya interaksi yang membahayakan pasien terkait polifarmasi yakni dengan memaksimalkan kolaborasi dengan dokter pembuat resep terkait pengobatan yang efektif bagi pasien.

Pharmacists are required to have adequate competence in carrying out pharmaceutical duties and responsibilities in pharmacies. Therefore, prospective pharmacists must be well-prepared before assuming these tasks and responsibilities. One program aimed at preparing prospective pharmacists is through the Pharmacist Professional Internship Program (PKPA). The PKPA was conducted from July 3-31, 2023, at Roxy Pharmacy Depok. The method used in preparing this specific task report employed literature review and investigation methods related to drug interactions and side effects that may occur in polypharmacy prescriptions during the July 2023 period. Based on the analysis of five prescriptions, the study results showed moderate drug interactions in prescriptions 2, 4, and 5. Therefore, these interactions need to be monitored to avoid endangering patient safety. Pharmacists play a crucial role in counseling patients receiving polypharmacy prescriptions and strive to collaborate effectively with prescribing doctors to ensure effective and safe treatment for patients. The pharmacist's role in minimizing the risk of dangerous drug effects for patients is essential. Pharmacists can maximize counseling for patients to convey potential drug-related side effects and their management. Additionally, pharmacists play a critical role in preventing dangerous interactions related to polypharmacy by maximizing collaboration with prescribing doctors regarding effective patient treatment.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>