Ditemukan 93665 dokumen yang sesuai dengan query
Rizka Maulani Putri
"Pada berbagai studi sebelumnya, ditemukan kritik pada model penelitian antara job control dan pembelajaran informal karena kurang menekankan mekanisme psikologis dalam menjelaskan hubungan kedua variabel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh occupational future time perspective dalam memediasi hubungan antara job control dan pembelajaran informal pada karyawan senior dengan menggunakan teori Cognitive Affective Processing Sytem (CAPS) dalam menjelaskan model mediasi. Partisipan merupakan karyawan senior dari berbagai perusahaan swasta dan BUMN di Indonesia (N=183). Data dianalisis menggunakan PROCESS macro Hayes pada SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan occupational future time perspective memediasi hubungan antara job control dan pembelajaran informal secara signifikan. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah sebagai bahan evaluasi organisasi dalam merencanakan program seperti career planning untuk meningkatkan occupational future time perspective dan pembelajaran informal pada karyawan senior."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
"Policies to increase participation in learning need to concern themselves not only with increasing access and appreciating the different contexts in which learning takes place, but also with the different forms of learning. This report constitutes an exploratory study of the submerged mass of learning, which takes place informally and implicitly. "
Alexandria, VA: American Society for Training & Development, 2013
e20440883
eBooks Universitas Indonesia Library
Rafika Dwisthiyahapsari
"BUMN dan instansi pemerintahan di Indonesia mulai menyadari pentingnya keterikatan karyawan dalam menyukseskan organisasi. Salah satu indikator keterikatan karyawan yaitu komitmen afektif. Dengan menggunakan teori Conservation of Resources (COR), penelitian ini bertujuan untuk menguji peran occupational self-efficacy sebagai mediator dalam hubungan antara occupational future time perspective OFTP dan komitmen afektif. Peneliti berargumentasi bahwa individu dengan OFTP yang tinggi cenderung memandang masa depannya dipenuhi dengan banyaknya waktu dan kesempatan pekerjaan di organisasi sehingga individu berusaha mengoptimalkan kesempatan tersebut dengan menginvestasikan sumber daya personal dan organisasional dalam membangun kompetensinya. Hal ini mengarah pada peningkatan occupational self efficacy atau keyakinan karyawan pada kompetensinya dalam menangani pekerjaan dan kemudian meningkatkan keterikatan emosional terhadap organisasi yang menyediakan pekerjaan tersebut. Data diperoleh melalui survei secara luring dan daring pada beberapa BUMN dan instansi pemerintah N = 223. Data dianalisis dengan menggunakan Process Hayes macro versi 3.4 pada IBM SPSS versi 22. Hasil menunjukan adanya efek tidak langsung yang signifikan dari OFTP pada komitmen afektif melalui occupational self efficacy. Berdasarkan hasil tersebut, implikasi praktis penelitian ini yaitu organisasi dapat menerapkan program yang membantu meningkatkan OFTP dan occupational self efficacy untuk meningkatkan komitmen afektif."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Heri Supriyanto
"
ABSTRAKTesis ini membahas pelatihan dan pembelajaran informal sebagai metode untuk mengembangkan kompetensi karyawan dengan didukung motivasi belajar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan melibatkan 224 karyawan instansi pemerintah yakni Sekretariat Kabinet sebagai responden. Hasil analisis data dengan menggunakan analisis faktor dan analisis regresi menunjukkan, bahwa pelatihan dan pembelajaran informal berpengaruh signifikan terhadap kompetensi, sedangkan motivasi belajar juga berpengaruh signifikan terhadap pelatihan dan pembelajaran informal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran informal berpengaruh signifikan terhadap kompetensi, namun nilai hasil t-statistik lebih rendah dibandingkan dengan nilai t-statistik antara pengaruh pelatihan terhadap kompetensi. Keberhasilan program pelatihan dan aktivitas belajar akan memperoleh hasil yang maksimal manakala didukung oleh motivasi pegawai dalam mengikuti pelatihan dan melakukan aktifitas-aktifitas pembelajaran informal.
ABSTRACT
This thesis discusses training and informal learning as a method for developing employee competencies to be influenced by the motivation to learn. This research is a quantitative research involving 224 employees of government agencies namely the Cabinet Secretariat as respondents. The results of data analysis using factor analysis and regression analysis showed that the competence of employees affected by the training and informal learning and motivation to learn a significant effect on training and informal learning. The results also showed that despite significant effect on the informal learning competence, but the value of the t-statistic is lower than the value of t-statistics between training towards competencies. The success of the training programs and learning activities will obtain the maximum results when supported by motivation in training and doing informal learning activities
"
2016
T52456
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Febby Sukova N.
"Skripsi ini membahas tentang pelaksanaan pendidikan non-formal pada Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Cinta Anak Bangsa. Adapun tujuan dari penelitian ini yang pertama adalah mengetahui proses pelaksanaan PKBM Cinta Anak Bangsa. Kedua mengetahui kendala dalam proses pelaksanaan PKBM Cinta Anak Bangsa. Proses pelaksanaan pada PKBM Cinta Anak Bangsa mencakup pendidikan secara umum maupun kegiatan penunjang pendidikan lainnya. Pada lain sisi, kendala yang dihadapi berupa resistensi warga belajar untuk mengenyam pendidikan dan tekanan dari faktor eksternal meliputi keluarga dan teman.
This thesis decribes about the implementation of non-formal education at Cinta Anak Bangsa Community Learning Centre (CLC). The first purpose from the research is to detect the implementation process of the Cinta Anak Bangsa community learning centre. The second is to detect the constraint in implementation process of Cinta Anak Bangsa Community Learning Centre. The implementation process at Cinta Anak Bangsa Community Learning Centre includes education in general as well as other supporting activities. On the other hand, constraint emerged are the students resistance to take education and the pressure from external factors includes families and friends."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
S47428
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Shafa Salsabila Karim
"Ketika bertransisi dari kuliah ke dunia kerja, Generasi Z ditemukan mengalami kesenjangan soft skills, kurang mengetahui potensi diri dan minat karier, dan khawatir tidak bisa mendapat pekerjaan yang diinginkan. Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa mereka belum memiliki adaptabilitas karier yang baik. Adaptabilitas karier adalah sumber daya psikososial yang dapat membantu Generasi Z untuk menghadapi masa transisi dan tantangan dalam berkarier. Kepribadian proaktif adalah faktor yang kritis dalam pembentukkan adaptabilitas karier dan dapat membantu Generasi Z untuk bertahan dalam lingkungan kerja yang tidak terprediksi. Selain itu, agar Generasi Z bisa terus memenuhi tuntutan dunia karier yang kompleks, kemampuan self-directed learning (SDL) menjadi penting untuk dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran SDL dalam memediasi hubungan antara kepribadian proaktif dan adaptabilitas karier. Partisipan penelitian adalah 131 lulusan baru Generasi Z yang sudah bekerja atau magang selama maksimal 1 tahun. Hasil analisis regresi dengan Hayes Macro PROCESS menunjukkan bahwa SDL memediasi parsial hubungan antara kepribadian proaktif dan adaptabilitas karier. Artinya, SDL tidak sepenuhnya menjelaskan hubungan antara kepribadian proaktif dan adaptabilitas karier. Penelitian ini merekomendasikan Generasi Z agar memanfaatkan kepribadian proaktifnya yang tinggi untuk mengoptimalkan adaptabilitas kariernya. Penyedia kerja dapat menyediakan mentoring karier atau coaching untuk memfasilitasi pengembangan adaptabilitas karier Generasi Z.
In transitioning from college to the workforce, Generation Z was found to experience soft skills gaps, lack of self-potential and career interests understanding, and worry about securing their desired job. This phenomenon indicates that they do not have good career adaptability. Career adaptability is a psychosocial resources that can help Generation Z to face transitions and challenges in their careers. Proactive personality is a critical factor affecting the formation of career adaptability and can help Generation Z to survive in an unpredictable work environment. In addition, self-directed learning (SDL) skills are important for Generation Z to meet the demands of a complex career world. This study aims to determine how SDL mediates the relationship between proactive personality and career adaptability. The participants of this study are 131 Generation Z fresh graduates with working or internship experience for a maximum of 1 year. The regression analysis result using Hayes Macro PROCESS shows that SDL partially mediates the relationship between proactive personality and career adaptability. In other words, SDL does not fully explain the relationship between proactive personality and career adaptability. This research recommends Generation Z utilize their proactive personality to continue optimizing their career adaptability. Job providers can facilitate Generation Z with career mentoring or coaching to advance their career adaptability."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Avhyra Zalfa Cahyani Virgyanne
"Software engineer tengah dibutuhkan karena semakin maraknya transformasi digital. Software engineer menghadapi tuntutan kerja kognitif dan kuantitatif yang tinggi dan hal tersebut dapat menurunkan keterlibatan kerja. Keterlibatan kerja penting bagi software engineer karena diperlukannya produktivitas untuk memenuhi target kerja yang tinggi. Dukungan sosial dapat meningkatkan keterlibatan kerja, tetapi terdapat inkonsistensi mengenai dampak langsung dukungan sosial terhadap keterlibatan kerja. Penelitian ini kemudian mengajukan kerja sebagai mediator. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara dukungan sosial dan keterlibatan kerja serta peran mediasi kreasi kerja dalam hubungan antara keduanya. Penelitian ini menggunakan tipe kuantitatif, desain cross-sectional, dan strategi korelasional. Partisipan adalah 113 software engineer yang telah bekerja minimal satu tahun di perusahaan saat ini. Ditemukan hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial dan keterlibatan kerja dan kreasi kerja memediasi penuh hubungan antara keduanya. Hasil mengimplikasikan bahwa kreasi kerja berperan penting dalam peningkatan keterlibatan kerja dan kreasi kerja dapat ditingkatkan dengan dukungan sosial.
Software engineers are pivotal in the era of Indonesia’s digital transformation. They face high quantitative and cognitive demands, which may lower work engagement. Work engagement is essential for software engineers to improve productivity and meet their work targets. Work engagement can be increased with social support. This study presents job crafting as a mediator due to the inconsistency regarding the direct effect of social support on work engagement. This study aims to examine the relationship between social support and work engagement and the mediating role of job crafting. This study is quantitative with a correlational strategy and cross-sectional design. Participants were 113 software engineers with at least one year of experience in their current organization. Social support positively and significantly relates to work engagement, and job crafting fully mediates the relationship. The result implies that job crafting is crucial in increasing work engagement and can be enhanced by social support."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ifandi Khainur Rahim
"
ABSTRAKPenelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak konsisten pada hubungan antara kreativitas dan kinerja. Beberapa penelitian menemukan hubungan positif, sementara penelitian lain menemukan hubungan negatif atau tidak signifikan antara kreativitas dan kinerja. Hal ini mengindikasikan adanya mekanisme psikologis yang menghubungkan kreativitas dan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh grit sebagai mediator pada hubungan antara kreativitas dan kinerja, dengan mengacu pada investment theory of creativity. Partisipan merupakan 390 dosen aktif yang bekerja di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode self-report dengan kuesioner daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran grit sebagai mediator tidak signifikan. Akan tetapi, hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi perseverance of effort berperan sebagai mediator pada hubungan antara kreativitas dan kinerja dosen. Sementara itu dimensi consistency of effort tidak berperan sebagai mediator pada hubungan tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa dimensi perseverance of effort merupakan dimensi yang lebih penting dibandingkan consistency of interest pada subyek dosen.
ABSTRACTPrevious studies found inconsistent results in the relationship between creativity and job performance, indicating an underlying mechanism to occur between the variables. This study aimed to examine grit as the mediator in the relationship between creativity and performance using investment theory of creativity. Participants were 390 active lecturers who worked in various universities in Indonesia. This study used self-report method with online questionnaire directed at lecturers. The results of the study indicated that grit did not mediate the relationship between creativity and lecturer job performance. Further analyses showed that perseverance of effort dimension fully mediated the relationship, but consistency of interest dimension did not mediate the relationship. These findings showed that the perseverance of effort was an important mediator compared to consistency of interest in lecturers."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Neal, Bruno
"Contents :
- Characteristics of informal learning
- Informal Learning and The Addie Proces
Step 1: Analysis-discovering learner needs
Step 2: Design-meeting learning objectives
Step 3: Development-writing the informal learning course
Step 4: Implementation-learning promoters
Step 5: Evaluation-measuring informal learning
- Addressing the informal learning challenge
- References & resources
- Job aids "
Alexandria, VA: American Society for Training & Development, 2012
e20440878
eBooks Universitas Indonesia Library
Pradita Artha Incentia
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara locus of control dan job insecurity pada pekerja kontrak bank X di Solo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui skala sikap. Pengukuran locus of control menggunakan alat ukur Internal- Powerful others-Chance Scale (Levenson, 1972) dan pengukuran job insecurity menggunakan Job Insecurity Scale (Ashford, Lee & Bobko, 1989). Responden dalam penelitian ini berjumlah 121 orang pekerja kontrak yang berasal dari Bank X cabang Solo Slamet Riyadi.
Hasil dari penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara locus of control internal dengan job insecurity (r(22)= 0.135, p>0,05) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara locus of control eksternal dengan job insecurity (r(95)= -0.004, p>0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa kecenderungan locus of control pada pekerja kontrak bank X di Solo tidak memiliki hubungan dengan tingkat job insecurity yang dirasakan oleh pekerja kontrak bank X di Solo.
This research was conducted to find the correlation between locus of control and job insecurity among temporary workers at Bank X in Solo. This research used quantitative approach by collecting data through attitude scale. Locus of control was measured by Internal-Powerful others-Chance Scale (Levenson, 1972) and job insecurity was measured by Job Insecurity Scale (Ashford, Lee & Bobko, 1989). The participants of this research are 121 temporary workers at Bank X from Solo Slamet Riyadi branch. The result showed that internal locus of control is not correlated significantly with job insecurity (r(22)= 0.135, p>0,05) and external locus of control is not correlated significantly with job insecurity (r(95)= -0.004, p>0,05). This result indicated that the disposition of locus of control is not correlated with job insecurity among temporary workers at Bank X in Solo."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2013
S46748
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library