Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 63352 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fadilla Puteri Ismarini
"Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah efek pengamat (audience effect) mempengaruhi kinerja tugas visual pada individu. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan dua kelompok independen. Partisipan dalam penelitian ini adalah 30 mahasiswa dari The University of Queensland (UQ) yang dibagi rata ke dalam dua grup berbeda secara acak. Partisipan dalam kelompok pertama mengerjakan tugas visual, yaitu Spot the Difference Task di bawah pengamatan evaluatif dari eksperimenter sedangkan partisipan dalam kelompok kedua mengerjakan tugas yang sama tanpa pengamatan evaluatif dari eksperimenter. Keberadaan pengamatan evaluatif di kelompok pertama diprediksi menurunkan kinerja partisipan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dalam hal kinerja antara dua kelompok partisipan.
Dengan demikian, efek pengamat pada kinerja tugas visual tidak dapat ditunjukkan dalam penelitian ini. Selain itu juga tidak ada perbedaan perasaan dievaluasi antara kedua kelompok, yang menunjukkan bahwa pengamatan evaluatif di salah satu kelompok tidak cukup untuk menghasilkan penurunan kinerja seperti yang diperkirakan berdasarkan teori evaluation apprehension dan penelitian-penelitian yang lalu.

The present study attempted to examine whether or not audience effect had an effect on individuals visual task performances. This study was an independent-groups experiment. Participants were 30 UQ students randomly assigned into two different groups. They were asked to do a Spot the Difference Task under the presence of evaluative observers in one group, and without the presence of evaluative observers in the other. The present study found no group difference in task performance; suggesting no audience or evaluation apprehension effect on task performance could be shown in this study. It also appears that there was no difference in the feeling of perceived evaluation between participants in two groups suggesting that the evaluative observation in one group did not elicit enough audience effect to deteriorate task performance as predicted based on evaluation apprehension theory and past findings."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Admiranka Vagreta Hanifati
"Saat individu yang sedang melakukan suatu tugas merasa berada di bawah tekanan dari orang lain yang berada di lingkungan yang sama, performa individu akan cenderung berbeda dibandingkan ketika individu mengerjakan tugas sendirian. Fenomena ini dikenal sebagai audience effect. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki audience effect berdasarkan teori evaluation apprehension dalam performa menyocokkan kartu. Empat puluh mahasiswa dari University of Queensland berpartisipasi dalam penelitian antar kelompok ini. Mereka dialokasikan secara acak dalam salah satu dari dua kondisi yaitu kondisi tanpa penonton dan kondisi dengan penonton. Tugas mereka adalah menyocokkan 32 kartu secepat mungkin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan penonton membutuhkan waktu yang secara signifikan lebih cepat untuk menyelesaikan tugas dibandingkan dengan kondisi tanpa penonton. Namun, kami tidak menemukan perbedaan yang signifikan dalam evaluasi yang dirasakan antara dua kondisi tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa untuk penelitian ini, audience effect terjadi tetapi tidak disebabkan oleh perasaan dievaluasi oleh penonton.

When an individual who is performing a task perceives pressure from other people who are in the same environment observing their performance in the task, the individual’s performance would be different compared to when they are alone. This phenomenon is known as the audience effect. The current study aims to explore audience effect based on evaluation apprehension theory in matching card task performance. Forty university students from the University of Queensland participated in this independent-groups experiment. They were randomly allocated in two conditions which were no audience condition and audience condition. Their task was to match 32 cards as quickly as possible. The results showed that participants in the audience condition took significantly less time to complete the task than those in the no audience condition. However, we did not find a significant difference in the perceived evaluation between those conditions. These results implied that for this specific experiment, the audience effect was evident but was not caused by evaluation apprehension.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Lila Naya Anindya
"The present study expands on focal research by Zajonc (1965) and Cottrell (1972) and aims to replicate audience effects in terms of an evaluation apprehension model using an independent measures experiment design. Forty university students were allocated to either an audience or no audience condition, completing both a time-based task and a short survey afterwards. Participants were measured on the time spent on completing the task as well as their self- reported evaluation apprehension. The results showed a significant difference in the time needed for participants to complete the task between the two conditions. Participants spent more time on the task in the no audience condition. Furthermore, the evaluation apprehension of participants in the audience condition did not differ significantly from those in the no audience condition. These findings only partly replicate audience effects but do not suggest evaluation apprehension as the mechanism behind it.

Penelitian ini melanjutkan kajian utama oleh Zajonc (1965) dan Cottrell (1972) dengan tujuan mereplikasi pengaruh audiens dengan kerangka kerja evaluation apprehension dengan menggunakan desain studi independent-measures. Empat puluh mahasiswa dialokasikan ke dalam dua kondisi, yaitu antara kondisi dengan audiens dan tanpa audiens, dengan menyelesaikan sebuah tugas berbasis waktu dan sebuah survei pendek setelahnya. Partisipan diukur pada waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas ini dan juga pada laporan evaluation apprehension mereka sendiri. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan pada waktu yang dibutuhkan partisipan untuk menyelesaikan tugas di antara kedua kondisi. Partisipan membutuhkan waktu lebih banyak pada kondisi tanpa audiens. Selain itu, evaluation apprehension partisipan dalam kondisi dengan audiens tidak berbeda secara signifikan dari mereka yang berada dalam kondisi tanpa audiens. Penemuan ini mereplikasi adanya pengaruh audiens tapi tidak mengindikasi adanya sebuah mekanisme evaluation apprehension di baliknya."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Daffa Ananda Suhendro
"Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh audiens dan Evaluation Apprehension dengan cara mereplikasikan hasil-hasil studi sebelumnya (Triplett, 1898; Zajonc, 1965; Cottrell, 1972). Partisipan terdiri dari 40 mahasiswa dari University of Queensland. Studi ini berbentuk independent groups experiment. Partisipan dibagi kedalam dua kelompok: ada penonton dan tidak ada penonton. Partisipan harus menjawab 15 pertanyaan matematika dalam waktu satu menit. Setelah menyelesaikan tugas tersebut, partisipan ditanya seberapa kuat mereka merasa dievaluasi oleh penonton. Hasil menunjukkan performa partisipan dengan penonton lebih buruk secara signifikan dibanding partisipan tanpa penonton, menunjukkan adanya pengaruh kehadiran audiens terhadap performa partisipan. Akan tetapi, tidak ada perbandingan signifikan diantara dua kelompok untuk skor Evaluation Apprehension, menunjukan bahwa ada penjelasan alternatif yang mempengaruhi performa partisipan.

The research aims to replicate findings and results of previous studies on audience effects and evaluation apprehension to study the effects of those theories (Triplett, 1898; Zajonc, 1965; Cottrell, 1972). The participants were 40 undergraduate students from the University of Queensland. The study is an independent groups experiment. The independent variable, an audience, is divided into two conditions; audience present and no audience. The primary dependent variable is task performance, how many correct answers participants get from 15 mathematical equations in one minute. The secondary dependent variable is evaluation apprehension, how much did the participants felt evaluated by the audience. Participants in the audience condition performed significantly worse compared to the no audience condition, therefore demonstrating social inhibition on their performance due to audience effects. However, there was no significant difference in evaluation apprehension scores, therefore it could be argued that there is an alternative explanation on what causes arousal."
Depok: Fakultas Psikologi, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Maria Astrid Susanti
"ABSTRAK
Evaluation Apprehension Model menunjukkan bahwa kehadiran audiens akan meningkatkan dorongan dalam diri masing-masing orang yang dapat meningkatkan fasilitas sosial dalam menyelesaikan sebuah tugas yang mudah. Mengenai perbedaan budaya, orang-orang yang berasal dari budaya kolektivis lebih khawatir terhadap kritik dari orang lain atau menyelamatkan muka dibandingkan dengan orang-orang dari budaya individualis. Eksperimen ini bertujuan untuk menguji apakah kehadiran audiens akan memengaruhi kinerja antara orang-orang dari budaya kolektivis dan individualis dalam mengerjakan tugas sederhana. 40 mahasiswa dengan jumlah yang seimbang dari masing-masing budaya diuji untuk melakukan tugas dot-to-dot sederhana dalam kondisi sendiri atau kehadiran audiens, dan waktu pengerjaan tugas ini dicatat sebagai ukuran kinerja. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara individualis dan kolektivis dalam kedua kondisi. Kesimpulannya, kekhawatiran untuk di-evaluasi model tidak mempengaruhi perbedaan budaya.

ABSTRACT
Evaluation Apprehension Model suggests that the presence of audience will increase the drive within people that leads to social facilitation in completing an easy task. Regarding cultural differences, people from collectivist culture are more apprehensive about others critics or saving face compared to people from individualist culture. This experiment aims to test whether the presence of audience will affect performance in a simple task between the individualist and collectivist culture. 40 college students with equal amount from each culture were tested to do a simple dot-to-dot task in audience or alone condition, and the time taken was recorded as the measure of performance. The results showed that there was no significant difference in performance between individualists and collectivists in both conditions. In conclusion, evaluation apprehension theory may not affect the cultural differences."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Kumari Nihal Kaur
"Teori evaluasi aprehensi dikuak dalam konteks berbicara di depan publik dan kinerja daya ingat, juga dengan memperhitungkan tingkat evaluasi dari publik. Tiga puluh partisipan diinstruksikan untuk mengingat 20 kata dalam 60 detik, serta untuk mengingat kata-kata tersebut kembali dalam 60 detik. Para partisipan diuji untuk mengingat sendirian, dengan kehadiran experimenter yang sedikit evaluatif, atau dengan kehadiran experimenter yang sangat evaluatif. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa partisipan dapat mengingat lebih banyak jumlah kata dalam kondisi sendirian dibandingkan dua kondisi lainnya. Tidak ada perbedaan ditemukan di dalam kondisi rendah evaluasi dan tinggi evaluasi. Penemuan-penemuan ini didukung oleh penelitian-penelitian sebelumnya mengenai teori evaluasi aprehensi. Penelitian di masa mendatang harus dapat membedakan antara rendah evaluasi dan tinggi evaluasi.

The effect of evaluation apprehension theory in public speaking context on verbal recall performance was explored, while taking into account low and high evaluation conditions.  Thirty participants were required to memorise a list of 20 words for 60 seconds and to recall them for another 60 seconds, either alone, with the presence of an inattentive experimenter or attentive experimenter.  Findings of this study revealed that participants recalled more words correctly in the alone condition compared to evaluation conditions.  There was no difference in recall performance between low and high evaluation condition.  These findings supported previous studies regarding evaluation apprehension theory.  Future studies should successfully distinguish low and high evaluation conditions."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2016
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ayu Namira Paramecwari
"Penelitian ini bertujuan untuk mereplikasi efek klasik Audience effect dan menyelidiki apakah evaluation apprehension theory cocok untuk memperluas Drive theory dalam menjelaskan efek audiens. Dengan menggunakan eksperimen kelompok independen, penelitian ini meminta 40 mahasiswa untuk menyelesaikan Spot the Different Task (SDT) yang sulit dengan memanipulasi kehadiran audiens (audiens dan tanpa audiens) dalam pengerjaan tugas tersebut. Hasil menemukan bahwa (1) peserta menemukan tugas diberikan sebagai cukup sulit, (2) peserta dalam kondisi audiens merasa bahwa mereka dievaluasi lebih dari kondisi tanpa audiens (3) tidak ada perbedaan yang signifikan dalam penyelesaian SDT tingkat moderat antara kedua kondisi. Hasil penelitian ini masih sepenuhnya mendukung Evaluation apprehension theory karena tidak bertentangan dengan teori tersebut. Karena teori tidak merinci hipotesis untuk kinerja pada tugas bertingkatan moderat, studi di masa depan disarankan untuk menyelidiki apa yang menentukan kinerja dalam tugas moderat.

This study aims to replicate the classic audience effect and investigate whether evaluation apprehension fits the extension of drive theory on audience effect. Using independent-groups experiment, this study asked 40 university students to complete a difficult spot the difference task (SDT) with different manipulation of audience presence (audience and no audience). The results found that (1) participants found the task to be moderately difficult, (2) participants in audience condition felt that they were evaluated more than no audience condition (3) there was no significant difference in moderate SDT performance between the two condition. Findings still fully supported the apprehension theory as it did not contradict the theory. As the theory did not specify hypothesis for task performance on moderate task, future study is suggested to investigate what determines performance in moderate task."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Lanang Satrio
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kehadiran penonton terhadap performa. Teori evaluation apprehension menyatakan bahwa dengan kehadirannya penonton performa dalam aktivitas dapat dipengaruhi olehnya. Eksperiment ini berisi 40 mahasiswa relawan untuk menjadi peserta yang dibagi menjadi dua kelompok, kelompok penonton dan kelompok tanpa penonton. Setiap kelompok ditugaskan untuk memainkan Piano Tile, yang merupakan permainan telephone ritme. Pengukuran yang diambil adalah skor performa mereka yang dilihat dari skor permainan tersebut dan perasaan mereka sedang dievaluasi yang dilihat dari survey yang telah diberikan. Hasilnya penelitian ini menunjukan tidak ada efek audience dari hasil skor performa dan survey peserta

This study aims to understand the presence of an audience influence toward performance. The evaluation apprehension theory explains that the performance of doing a task can be influenced by the presence of an audience. A total of 40 university student volunteer to be the participants are divided into two groups, the audience group and the no audience group. The participants are tasked to play Piano Tile, which is a rhythm phone game. The measurement that are taken are their performance score that recorded from the game and their feeling of being evaluated from their response in the survey that were given. The result does not show an audience effect happening at the experiment based on the performance score and the survey."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Aurellia Salsabila Maheswari
"Penelitian ini dilakukan untuk mereplikasi pengaruh audiens terhadap performa tugas berdasarkan teori evaluation apprehension. Sebuah eksperimen dengan desain independent-groups dilakukan pada 40 mahasiswa sarjana dari University of Queensland. Partisipan dibagi menjadi kondisi audiens (empat confederates) dan kondisi tanpa audiens. Untuk mengukur task performance, partisipan diminta untuk mengerjakan 15 soal matematika dalam waktu satu menit. Untuk mengukur evaluation apprehension, kami menggunakan sebuah item yang menanyakan seberapa jauh partisipan merasa terevaluasi. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kami berhipotesis bahwa partisipan yang berada pada kondisi audiens akan memiliki perasaan dievaluasi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang berada pada kondisi tanpa audiens. Selain itu, mereka yang berada pada kondisi audiens diperkirakan memiliki jumlah jawaban benar yang lebih sedikit dibandingkan kondisi tanpa audiens. Hasil dari penelitian ini menunjukkan skor performa tugas yang lebih rendah secara signifikan pada kondisi audiens (M = 26.05, SD = 4.41) dibanding tanpa audiens (M = 29.95, SD = 4.06), t(38) = -2.91, p = .006. , d = .92. Namun demikian, tidak ada perbedaan yang signifikan pada skor evaluation apprehension antara kondisi audiens (M = 5.05, SD = 1.54) dan tanpa audiens (M = 4.45, SD = 1.54), t(38) = 1.23, p = .225. , d = .39. Hal tersebut mengindikasikan bahwa efek audiens membuat partisipan pada kondisi audiens memiliki performa yang lebih rendah dibanding mereka yang berada pada kondisi tanpa audiens. Namun begitu, tidak dapat dipastikan apakah hal tersebut disebabkan oleh evaluation apprehension atau tidak.

This study was aimed to replicate the audience effect on task performance from the evaluation apprehension theoretical perspective. An independent-groups experiment was conducted on 40 undergraduate students from the University of Queensland. Participants were divided into the no audience and audience (four confederates) condition. To measure task performance, participants were asked to solve 15 mathematical equations within one minute. To measure evaluation apprehension, we used an item asking about the extent of participants’ feeling of being evaluated. Based on previous studies, we hypothesized that individuals in the audience condition would rate higher on the extent of being evaluated in comparison to those in the no audience condition. Furthermore, those in the audience condition are estimated to have fewer right answers than those in the no audience condition. Results of this experiment indicated a significantly lower task performance score on the audience condition (M = 26.05, SD = 4.41) compared to the no audience condition (M = 29.95, SD = 4.06), t(38) = -2.91, p = .006. , d = .92. However, there was no significant difference in evaluation apprehension between the audience condition (M = 5.05, SD = 1.54) and the no audience condition (M = 4.45, SD = 1.54), t(38) = 1.23, p = .225. , d = .39. It indicated that the audience effect made participants perform worse on a difficult task, yet whether it is due to evaluation apprehension or not is inconclusive."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Aldi Riawan
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh audience effect pada kinerja seseorang berdasarkan perspektif teori evaluation apprehension. Sebanyak 40 mahasiswa University of Queensland direkrut untuk berpartisipasi dalam percobaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan variabel bebas yaitu kehadiran audiens. Dua kelompok dimanipulasi ke dalam dua kondisi, yaitu: kelompok beraudiens dan kelompok tanpa audiens. Setiap peserta pada masing-masing kelompok kemudian diinstruksikan untuk mengerjakan tugas teka-teki pencarian kata. Hasil kinerja peserta dalam mengerjakan teka-teki digunakan sebagai variabel terikat primer yang menunjukkan perbedaan rata-rata yang tidak signifikan, sedangkan evaluation apprehension sebagai variabel terikat sekunder menunjukkan hasil yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja tugas tidak dipengaruhi oleh evaluation apprehension. Hasil ini inkonsisten dengan teori evaluation apprehension yang diajukan oleh Cottrell (1972), yang merupakan pengembangan dari drive theory oleh Zajonc (1965).

The study aims to investigate audience effects on performance task based on the evaluation-apprehension theoretical perspective. A total of 40 University of Queensland students were recruited to participate in the experiment. The present study is an independent group experiment research with two different groups (audience and no audience) uses word-search puzzle for the participants to perform. The result on task performance as the primary dependent variable showed a non-significant mean difference, while evaluation apprehension as secondary dependent variable showed a significant result. This shows that task performance is not affected by evaluation apprehension which shows inconsistency with the proposed theory of evaluation apprehension by Cottrell (1972) which is an extended original drive theory of Zajonc’s (1965)."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>