Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 114658 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nurmalinda Zahara
"ABSTRAK
Penelitian Simanjuntak (2002), Wulandari (2007), dan Surasno (2008)
menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kecenderungan status gizi kurang (kurus)
pada mahasiswa FKM UI. Hal ini mendasari peneliti melakukan penelitian dengan
tujuan mengetahui gambaran dan hubungan antara asupan makanan (konsumsi
energi, karbohidrat, lemak, dan protein), perilaku makan (kebiasaan sarapan dan
kebiasaan konsumsi fast food), dan faktor lainnya dengan status gizi kurang
(kurus) mahasiswi S1 Reguler angkatan 2008-2010 FKM UI tahun 2011.
Penelitian dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
pada bulan April tahun 2011 dengan 138 responden. Jenis penelitian kuantitatif
dengan rancangan studi cross sectional. Metode pengambilan sampel dilakukan
dengan Stratified random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu
kuesioner, alat pengukuran berat badan dan alat pengukuran tingi badan. Uji
statistik yang digunakan adalah uji chi-square untuk melihat hubungan dua
variabel. Pada penelitian ini didapat gambaran status gizi mahasiswa FKM UI
angkatan 2008-2010 yaitu mahasiswi yang kurus sebesar 23,2% dan mahasiswi
yang tidak kurus sebesar 76,8%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada
hubungan yang bermakna antara konsumsi lemak dan protein, pengetahuan gizi
dan kebiasaan olahraga dengan status gizi kurang (kurus) mahasiswi S1-Reguler
angkatan 2008-2010 FKM UI tahun 2011.

ABSTRACT
Researches Simanjuntak (2002), Wulandari (2007), and Surasno (2008)
showed that an increase in the tendency of undernutritional status (thinness) at
FKM UI students. These researches underlying the researcher to conduct the study
aiming to know the description and the relationship between nutrient intake
(consumption of energy, carbohydrates, fats, and proteins), eating behavior
(breakfast habits and habits of consumption of fast food), and other related factors
with undernutritional status (thinness) of female student S1-Regular class of 2008
to 2010 FKM UI in 2011. This research was conducted at the Faculty of Public
Health University of Indonesia in April 2011 of 138 respondents. Type of research
is a quantitative cross-sectional study design. The method of sampling carried out
by stratified random sampling. Research instruments used were questionnaires,
weight body measurement tools, and height body measurement tools. The
statistical test used chi-square to see the relationship between two variables. In the
study showed that the description of the undernutritional status (thinness) of
female students of the FKM UI class of 2008-2010 whose thin at 23.2% and the
others who are not thin at 76.8%. Statistical analysis showed that there was a
significant correlation between fat and protein intake, nutrition knowledge, and
exercise habit with undernutritional status (thinness) of female student S1-Regular
class of 2008 to 2010 FKM UI in 2011."
2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Larasati Indrawagita
"Skripsi ini membahas hubungan status gizi, aktivitas fisik dan asupan gizi dengan kebugaran yang diukur melalui daya tahan kardiorespiratori dengan tes bangku 3 menit YMCA.
Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasi dengan desain studi cross-sectional dan dilakukan pada 83 orang mahasiswi Program Studi Gizi FKMUI pada tahun 2009 berusia 17-19 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan norma tes kebugaran 86.7 persen mahasiswi tergolong tidak bugar sedangkan berdasarkan nilai median denyut nadi setelah tes 54.7 persen tergolong tidak bugar. Variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan kebugaran pada penelitian ini adalah status gizi menurut IMT dan persen lemak tubuh.
Penulis menyarankan agar IMT dan persen lemak tubuh dijaga pada tingkat normal dengan mengatur konsumsi karbohidrat, protein dan lemak serta mengikuti kegiatan olah raga dan seni tari pada Unit Kegiatam Mahasiswa (UKM) untuk meningkatkan aktivitas fisik.

The focus of this study is the physical fitness of female students of Nutritional Sciences FPHUI 2009. The purpose of this study is to understand the relations between nutritional status, physical activity and nutrient intakes to physical fitness measured by cardiorespiratory endurance using YMCA 3-minute step test method.
This study is an observational study, using cross-sectional design. The data were collected from 83 female students at Nutritional Study Program FPHUI aged 17-19.
The result shows that based on the test norms, 86.7 percent of the respondents belong to the unfit group while based on the median score there are 54.7 percent. BMI and percent body fat (nutritional status) are significantly related to the physical fitness.
The author suggests that the female students should control the BMI and percent body fat on the normal level by reducing carbohydrate, protein and fat intakes. Joining sport or dancing communities to increase the physical activity level is recommended as well.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2009
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Indri Fathu Rizqi
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26455
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Dhea Shavira
"ABSTRAK
Emotional eating merupakan kecenderungan seseorang untuk makan secara berlebih dalam menanggapi emosi negatif. Kecenderungan emotional eating erat hubungannya dengan konsumsi makanan tinggi gula, garam dan lemak, makanan bertekstur renyah, dan minuman berpemanis. Apabila pola konsumsi ini dilakukan secara terus menerus, akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan Diabetes Mellitus tipe II. Kecenderungan emotional eating dapat terjadi karena berbagai faktor seperti tingkat stres, stresor perkuliahan, status gizi, dan eating dysregulation. Untuk melihat hubungan emotional eating dengan faktor-faktor tersebut dilakukan penelitian cross-sectional pada mahasiswi S1 Reguler FKM UI. Pengambilan sampel dalam penelitian dilakukan dengan metode stratified random sampling. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan dua cara, yaitu uji chi square dan uji t independen. Hasil uji t independen menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan skor eating dysregulation berdasarkan kecenderungan emotional eating (p value = 0.011). Pada penelitian ini, tidak ada perbedaan proporsi yang signifikan kejadian emotional eating berdasarkan status gizi, namun ditemukan bahwa variabel eating dysregulation juga dapat menjadi variabel confounding yang mempengaruhi hubungan antara status gizi dengan emotional eating (p value = 0.035)."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eka Safrita Oktaviana
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, asupan serat, asupan cairan, dan gaya hidup (aktivitas fisik, stres, konsumsi kopi, konsumsi minuman probiotik, dan posisi saat buang air besar) dengan konstipasi fungsional. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dan dilakukan pada 99 orang mahasiswi FKM UI tahun 2013. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Mei 2013. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner, Food Recall 2 x 24 jam, dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode acak stratifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kejadian konstipasi fungsional di FKM UI sebesar 52,5%. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kejadian konstipasi fungsional (p value = 0,014), ada hubungan yang bermakna antara asupan serat dengan kejadian konstipasi fungsional (p value = 0,045), dan ada hubungan yang bermakna antara posisi saat buang air besar dengan kejadian konstipasi fungsional (p value = 0,043). Diharapkan mahasiswi dapat meningkatkan kualitas kesehatannya sehingga dapat mengurangi kejadian konstipasi fungsional.

This study aim’s to know the relationship between knowledge, fiber intake, fluid intake, and lifestyle (physical activity, stress, coffee consumption, probiotic consumption and body position on defecation) with functional constipation. This study used cross sectional design and the data were collected from 99 FKM UI students in 2013. The study was conducted from April to Mei 2013. Data collected with self administered questionnaire, Food Recall 2 x 24 hour, dan Food Frequency Questionnaire (FFQ). Data was analyzed by Chi-square. Sample was selected by stratified random sampling method. The result showed that the prevalence of functional constipation was 52,5%. The results of bivariate analysis showed that there was a significant association between knowledge with incidence of functional constipation (p value = 0,014), there was a significant association between fiber intake with incidence of functional constipation (p value = 0,045), and there was a significant association between body position on defecation with incidence functional constipation (p value = 0,043). Students is expected to further improve the quality of their health so as to reduce the incidence of functional constipation."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S47286
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hannah Silvia
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi pangan probiotik pada mahasiswi Program Studi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2011. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampel jenuh pada mahasiswi Program Studi Gizi seluruh angkatan.
Hasil penelitian menunjukkan konsumsi terakhir pangan probiotik pada > 4 minggu lalu sebesar 37,4%, disusul oleh responden yang mengonsumsi pangan probiotik pada < 2 minggu lalu yakni 34,6%, konsumsi 2-4 minggu lalu sebesar 27,9%. Pihak yang menganjurkan konsumsi adalah inisiatif sendiri yakni 86,3%, sebagian besar mengaku merasakan manfaat dari konsumsi probiotik yakni 56,9%, tidak melihat saran/petunjuk pemakaian produk yakni sebesar 72,1%, dan responden mengkonsumsi dua merek produk pangan probiotik sebesar 50,3%. Rata-rata skor pengetahuan responden mengenai probiotik adalah 38,84 poin dari skor maksimal 80 poin. Sebanyak 44,7% memiliki uang saku Rp.0-Rp 500.000, memiliki skor aktivitas fisik 0,7184, tidak memiliki riwayat konstipasi dalam satu bulan terakhir sebesar 83,1%, dan memiliki rata-rata frekuensi keterpaparan media promosi mengenai probiotik sebanyak 29,15 kali dalam satu bulan.
Hubungan yang bermakna hanya ditemui pada variabel aktivitas fisik (p=0,016), sedangkan variabel lainnya tidak memiliki hubungan yang signifikan yakni hubungan konsumsi pangan probiotik sebagai variabel dependent dengan pengetahuan (p=0,173), besar uang saku (p=0,695), riwayat konstipasi dalam satu bulan terakhir (p=0,915), dan media promosi probiotik (p=0,833) sebagai variabel independen. Dibutuhkan penelitian lanjutan pada kelompok usia yang berbeda dengan penambahan variabel penelitian seperti kebiasaan makan.

This study aims to determine the factors associated with the consumption of probiotic foods in female students of Nutrition Program of Public Health Faculty at the University of Indonesia in 2011. This study is a quantitative study using cross-sectional study design and sampling is done by saturated sampling of students at Nutrition Program Study throughout the year.
The result showed final consumption of probiotic foods in > 4 weeks ago are 37,4%, followed by respondents who consumed probiotic foods at < 2 weeks ago are 34,6%, consumption of 2-4 weeks ago are 27,9%. Students that promote the consumption their own initiative are 86,3%, most claim to feel the benefits of probiotic foods consumption are 56,9%, did not see a suggestion/user of products are 72,1%, and the respondents consume two brands of probiotic food products are 50,3%. An average score of knowledge about probiotics is 38,84 points from 80 maximum points. A total of 44,7% had an allowance (per month) of Rp.0-Rp.500.000, an average score of physical activity are is 0,7184, no history of constipation in the past month are 83,1%, and has an average 29,15 time in a month of exposure to media promotion of probiotics.
A significant association was only found on the variable of physical activity (p=0,016), whereas other variables had no significant relationship which is the relationship of food consumption of probiotic foods as a dependent variable with knowledge, (p=0,173), large pocket money (p=0,695), history of constipation in the past month (p=0,915), and media promotion (p=0,833) as independent variables. Further research is needed in different age groups with the addition of the study variables such as eating habit.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Salampessy, Hany
"Gizi lebih merupakan suatu masalah gizi yang prevalensinya cenderung meningkat. Berdasarkan survei pendahuluan pada bulan Mei 2006 terhadap 36 mahasiswa program pascasarjanan FKM UI didapatkan 19.4% mahasiswa mempunyai status gizi lebih. Sebelumnya penelitian yang dilakukan oleh Lianawati (2005) terhadap mahasiswa pascasarjana FKM UI menemukan prevalensi gizi lebih sebesar 36.8%. Keadaan tersebut tentunya berbahaya dan mencemaskan karena dapat berdampak pada timbulnya penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner (PJK) di masa mendatang.
Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara konsumsi makanan (energi, karbohidrat, lemak, protein), umur, jenis kelamin, suku, pendidikan, pengeluaran, status perkawinan, dan status tempat tinggal dengan status gizi mahasiswa pascasarjana (S2) FKM UI angkatan 2006 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan disain crosssectional yang dilakukan pada tanggal 5 Mei-2 Juni 2007. Jumlah sampel adalah 146 orang berumur 22-48 tahun. Instrumen yang digunakan antara lain kuesioner, timbangan seca, mikrotois, dan food model. Pengumpulan data makanan menggunakan metoda food record 2 hari. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan stratifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata IMT adalah 23.6 kg/m2 dan prevalensi gizi lebih sebesar 33.6%. Bila dilihat dari tingkat konsumsi makanan, maka rata-rata energi yang dikonsumsi adalah 1576.9 Kalori yang mana 48% berasal dari karbohidrat, 37.0% dari lemak, dan 15.0% dari proein. Terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi energi, konsumsi karbohidrat, jenis kelamin, dan status perkawinan dengan status gizi mahasiswa. Hasil analisis stratifikasi menunjukkan bahwa jenis kelamin dan status perkawinan merupakan variabel konfonding terhadap konsumsi makanan dan status gizi. Guna mencegah dan menanggulangi masalah gizi lebih, maka diperlukan upaya-upaya seperti peningkatan KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) gizi dan penelitian lanjutan berdasarkan faktor lain yang belum diteliti.

Overnutrition is one of nutritional problems that tends to increase in adult. A rapid survey conducted in May 2006 to 36 postgraduate students showed that 19.4% of them were overnutrition. Lianawati (2005) also showed that 36.8% of postgraduate students at FKM UI classified as overnutrition. These situation, of course, harmed and worried because its impact on emerged degenerative disease such as coronary heart disease (CHD) in the future.
The study aimed to find out the relationships between dietary intake (energy, carbohydrate, fat, and protein), age, sex, ethnic, and social-economic factors with nutritional status in postgraduate students at FKM UI. This study used cross sectional design, a quantitative approach, conducted between 5th May-2nd June 2007. Total sample were 146 students aged 22-48 years old. The instrument of the study were questionnaire, seca electronic digital scale, microtoise, and a food model. Dietary data collection used a two-day food record. The data were analyzed through univariate, bivariate, and stratification-analyses.
This study showed that average BMI was 23.6 kg/m2 and the prevalence of overnutrition was 33.6%. The average of total energy intake was 1576.9 Calories out of which 48% comes from carbohydrates, 37.0% from fat, and 15% from protein. There was relations between nutritional status and total energy, % energy from carbohydrate, sex, and marital status. Stratification analysis showed that sex and marital status were confounding factors to nutritional status. To prevent and treatment overnutrition some efforts like increasing a pockage of communication, information, and education training; health promotion; and following study based on others factors need to be done."
Depok: Universitas Indonesia, 2007
T41345
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eko Cipako Sinamo
"Skripsi ini membahas hubungan antara indeks massa tubuh (IMT), persen lemak tubuh (PLT), asupan zat gizi makro (kalori, karbohidrat, lemak dan protein), asupan zat gizi mikro (thiamin, riboflavin, piridoksin, vit.C dan Fe), dan aktivitas fisik dengan VO2max. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 81 mahasiswa Reguler Gizi Kesehatan Masyarakat FKM UI angkatan 2010 dan 2011. VO2max diukur dengan menggunakan alat Fitmate Med Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan negatif antara IMT (r= -0,231) dan persen lemak tubuh (r= -0,447) dengan VO2max pada responden keseluruhan. Terdapat hubungan positif antara asupan Fe (r=0,231), dan aktivitas fisik (r=0,338) dengan VO2max pada responden keseluruhan. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar pada atlet dengan pengendalian yang lebih ketat terhadap faktor-faktor lain yang berpotensi menyebabkan bias dalam penelitian agar korelasi variabel indepenen dengan data VO2max dapat merepresentasikan kekuatan hubungan yang sebenarnya.

This thesis discusses the relationship between body mass index (BMI), body fat percent (BFP), the intake of macro nutrients (calories, carbohydrates, fats and proteins), the intake of micro nutrients (thiamin, riboflavin, pyridoxine, vit. C and Fe), and physical activity with VO2max. The study was a quantitative study with cross sectional design conducted in 81 undergraduate students of Public Health University of Indonesia majoring Nutrition in 2012. VO2max was measured by using Fitmate Med. The result of correlation test showed a negative relationship between BMI (r= -0,231) and percent body fat (r= -0,447) with VO2max in the overall respondents. Artifacts positive association between intake of Fe (r=0,231) and physical activity (r=0,338) with VO2max in the overall respondents. There were no significant relationship between other independent variables with VO2max. Further research is needed with larger samples in athletes with a more strict control of other factors that could potentially lead to bias in the study so that the data correlation with VO2max independen variables can represent the real strength of the relationship."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Pratiwi Ayuningtyas
"Diet, jika dilakukan secara berlebihan akan menyebabkan perilaku makan menyimpang. Perilaku diet banyak ditemukan remaja putri di belahan dunia, maupun di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan antara faktor individu dan lingkungan perilaku diet pada mahasiswi Prodi Gizi dan Ilmu Komunikasi UI angkatan 2009.
Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional yang dilakukan dengan cara total sampling pada 173 mahasiswi. Penelitian dilakukan pada April-Mei 2012. Variabel dependen dari penelitian ini adalah perilaku diet dan variabel independennya adalah IMT, citra tubuh, penghargaan diri, pengetahuan diet, pengaruh keluarga, teman sebaya, dan media massa. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner, seca, dan stadiometer. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 36.4% responden melakukan diet dengan tujuan paling banyak adalah agar lebih sehat, yaitu sebanyak 73% responden. Cara diet yang paling banyak dilakukan adalah diet sehat, yaitu sebanyak 60.3% responden. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara IMT, citra tubuh, pengetahuan diet, dan pengaruh paparan media massa terhadap perilaku diet.
Sesuai dengan perkembangan psikososialnya, remaja mulai berusaha nyaman dengan tubuhnya dan risau untuk menjadi lebih menarik. IMT memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku diet. Selain itu, citra tubuh juga berhubungan bermakna karena internalisasi "kurus adalah ideal" oleh media akan menanamkan ketidakpuasan citra tubuh bagi yang belum kurus sehingga remaja banyak melakukan diet untuk menjadi "ideal". Selain itu, pengetahuan diet juga akan berhubungan dengan perilaku diet. Media massa menampilkan gambar atau model yang kurus sehingga berhubungan dengan citra tubuh dan akhirnya berhubungan bermakna dengan perilaku diet.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa IMT, citra tubuh, pengetahuan diet, dan pengaruh paparan media massa memiliki hubungan bermakna dengan perilaku diet. Disarankan untuk melakukan intervensi melalui penyuluhan atau pelatihan mengenai gizi seimbang, diet, perhitungan IMT kepada remaja putri serta kerja sama dengan media massa.

Excessive diet can cause eating disorder. Dieting behavior is common found in girl adolecents in the world and even in Indonesia. The objective of this study was to determine the description and relationship of individual and environmental factors with dieting behavior among university students of Nutrition and Communication Science Universitas Indonesia Batch 2009.
The method used in this study is cross sectional design which was conducted towards 173 samples with total sampling. The study was done at April-May 2012. The dependent variable is dieting behavior and the independent variables are BMI, body image, self-esteem, diet knowledge, family, peer group, and mass media influence. The instruments that used in this research are questionnaire, seca, and stadiometer.The statistical analysis is using chi-square test.
The result of this study found that proportion of respondents who are dieting was 36.4% with the purpose of that behavior was to be more healthy at most (73%). Healthy diet is the most common which was 60.3% respondents. The result of analysis showed that BMI, body image, diet knowledge, and mass media influence have significant association with dieting behavior.
As their psychosocial development, adolecents start trying to pleasant with their body and concern to looks attractive. The BMI has the significant relation to dieting behavior. Besides that, body image also significantly related to dieting behavior because the internalization of thin is ideal by mass media will instill body disatisfaction to those who are not thin so that they diet to be ideal. The diet knowledge also related to dieting behavior. Mass media show the pictures and the models that are thin so that those are related to body image and eventually related to dieting behavior.
The conclusion of this study is BMI, body image, diet knowledge, and mass media influence have significant association with dieting behavior. The author suggest to do the intervention through education or training related to balance nutrition, diet, BMI measurment to girl adolecents and also cooperation with mass media.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Shinta Normala Sari
"Saat ini kanker payudara mulai menyerang wanita muda. Oleh karena itu, mereka harus melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai upaya deteksi dini terhadap kanker payudara. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dirancang untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan paparan informasi melalui media massa mengenai kanker payudara dengan perilaku SADARI pada mahasiswi S1 reguler angkatan 2008 FKM UI tahun 2011. Disain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan melibatkan 257 mahasiswi sebagai responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai kanker payudara, paparan informasi melalui media internet, majalah, poster/leaflet/pamflet, website, dan blog, serta frekuensi paparan informasi melalui media cetak dan internet. Saran yang diberikan agar lebih memaksimalkan penggunaan media massa sebagai alat penyampaian informasi mengenai kanker payudara di masyarakat.

Nowadays, the breast cancer case is getting common in young woman. Thus, breast self examination (BSE) is needed by young woman as early detection for breast cancer. Based on that problem, this research intended to analyze correlation between knowledge and information exposure of breast cancer through mass media with BSE practice using a cross sectional survey design, 257 female students were surveyed.
The research found that significant correlation existing between knowledge of breast cancer; information exposure by internet media, magazine, poster/leaflet/pamphlet, website, blog; and frequency of information exposure by printed media and internet with BSE practice. The researcher suggests to maximize mass media roles in broadcasting information of breast cancer among Indonesian woman."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>