Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 186103 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Novi Herawati
"Harga diri rendah merupakan penilaian negatif seseorang terhadap dirinya sendiri berlangsung terus menerus. Perubahan pada lansia memperparah kondisi harga diri rendah pada lansia sehingga menimbulkan gangguan depresif. Perlu memperluas kesadaran diri, mengeksplorasi diri dengan mengenali kemampuan dan aspek positif yang dimiliki dan yang pernah dimilikinya, merencanakan dan bertindak realistis dengan melakukan kegiatan sesuai dengan kemampuannya.
Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk penerapan terapi kognitif dan reminiscence pada klien menggunakan pendekatan Model Stres Adaptasi Stuart dan Adaptasi Roy, sebagai kerangka utama untuk menstabilkan perilaku adaptif dan memodifikasi perilaku inefektif. Analisis dilakukan pada 12 klien.
Hasil analisis menunjukkan terapi kognitif dan reminiscence dapat meningkatkan harga diri, menurunkan tanda dan gejala harga diri rendah, meningkatka kemampuan dan menurunkan tingkat depresi klien. Kombinasi kedua psikoterapi ini dapat diberikan sebagai program pemulihan bagi klien harga diri rendah.

Low self-esteem is a negative judgment over oneself ongoing. Changes in the elderly, the condition of low self esteem in the elderly, causing depressive disorder. Need to expand self-awareness, explore yourself by recognizing the ability and positive aspects that are owned and ever owned, plan and act realistically to perform activities in accordance with its capabilities.
This scientific paper is aimed at the application of cognitive therapy and reminiscence on the client using the approach Model Adaptation Stress and Adaptation Stuart Roy, as the main framework to stabilize and modify the behavior of adaptive behavior ineffective. Analysis was conducted on 12 clients.
The analysis showed cognitive therapy and reminiscence can improve self-esteem, decrease the signs and symptoms of low self esteem, improve capabilities and lower levels of depression client. This combination of both psychotherapy can be administered as a recovery program for low self esteem clients."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Missesa
"Prevalensi gangguan mental emosional termasuk demensia di Jawa Barat berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2013 paling banyak dialami oleh lansia. Karakteristik demensia seperti penurunan kognitif dan gangguan orientasi menimbulkan masalah keperawatan yaitu konfusi kronis.
Tujuan karya ilmiah akhir ini melaporkan penerapan manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa terhadap lansia konfusi kronis di ruang Saraswati RSMM Bogor dengan pendekatan Model Adaptasi Roy melalui intervensi keperawatan jiwa secara generalis, terapi kelompok Reminiscence dan Family Psychoeducation (FPE). Jumlah lansia yang dikelola ada 12 orang.
Hasil manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa menunjukkan bahwa penurunan tanda dan gejala konfusi kronis serta peningkatan kemampuan lansia demensia mengatasi konfusi kronis. Rekomendasi hasil karya ilmiah akhir ini adalah diharapkan perawat jiwa menerapkan terapi keperawatan generalis dan spesialis (Terapi Kelompok Reminiscence dan FPE) untuk perawatan lansia dengan konfusi kronis.

The prevalence of mental disorders including dementia emotional in West Java, based on the results of the Health Research In 2013 most widely experienced by elderly. Characteristic of dementia such as cognitive decline and disorientation that cause nursing diagnosis of chronic confusion. Psychiatric nursing care with Roy Adaptation Model approaches to overcome the chronic confusion through a generalist interventions in psychiatric nursing, therapy and family group psychoeducation Reminiscence (FPE).
The purpose of final scientific papers reporting on the implementation case management of specialist psychiatric nursing to elderly with chronic confusion in Saraswati ward RSMM Bogor, use Roy Adaptation Model approach. The number of elderly who managed 12 people.
The case management result of psychiatric nursing specialists showed that the reduction of signs and symptoms of chronic confusion, and increasing the ability of elderly's dementia to cope chronic confusion. Recommended final outcome of this scientific work is expected to implement nursing therapy generalist and specialist (Reminiscence Therapy and FPE) to elderly care with chronic confusion.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
I Ketut Sudiatmika
"Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan memberikan gambaran manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa pada klien harga diri rendah kronis melalui pendekatan model adaptasi Roy di Ruang Yudistira Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Rational emotive behavior therapy (REBT) dan cognitive therapy (CT) diberikan kepada 25 klien.
Hasil yang ditemukan REBT dan CT efektif dalam menurunkan gejala harga diri rendah kronis yang ditunjukkan melalui respon kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial. REBT dan CT direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada klien harga diri rendah kronis.

This study aims to describe the case management specialist in mental nursing to the patients with chronic low self-esteem using Roy adaptation model approach at Yudistira Room Dr. H. Marzoeki Mahdi Hospital in Bogor. Rational emotive behavior therapy (REBT) and cognitive therapy (CT) provided to 25 clients.
The results of REBT and CT were found effective in reducing symtoms of chronic low self-esteem is demonstreted through the response of cognitive, affective, physiological, behavioral and social. REBT and CT is recommended as therapy of nursing specialists at the client's chronic low selfesteem.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Satrio Kusumo Lelono
"Perilaku kekerasan atau risiko perilaku kekerasan adalah salah satu gejala positif dari skizoprenia (Sinaga, 2007). Asertiveness training (AT) dapat menurunkan perilaku kekerasan pada klien Skizoprenia (Wahyuningsih, 2009). REBT dan RECBT merupakan terapi yang dapat diberikan pada klien dengan perilaku kekerasan yang memberikan dampak penurunan tanda gejala dan peningkatan kemampuan koping (Putri, 2010; Lelono, 2012).
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan dengan pendekatan model adaptasi Roy dan Interpersonal Peplau pada klien dengan risiko perilaku kekerasan. Penerapan assertiveness training REBT dan RECBT dilakukan pada 30 orang klien di ruang Kresna Pria pada kurun waktu 20 Februari - 20 April 2012.
Hasil assertiveness training sangat efektif pada 21 klien menunjukkan peningkatan dalam mencegah perilaku kekerasan. Terapi REBT dan RECBT juga menunjukkan efektifitasnya dimana sebanyak 22 klien selain mampu mengatasi keyakinan irrasional, pikiran dan perilaku negatif yang mengarah pada perilaku kekerasan.
Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa AT, REBT dan RECBT dengan pendekatan 6 (enam) peran perawatdapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa dan perlu disosialisasikan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan.

Risk of violent behavior or violent behavior is one of the positive symptoms of skizoprenia (Sinaga, 2007). Asertiveness training (AT) can reduce violent behavior on the client Skizoprenia (Wahyuningsih, 2009). REBT and RECBT is a therapy that can be given to the client with violent behavior that gives the impact of the signs and symptoms of increased coping abilities (Putri, 2010; Lelono, 2012).
The purpose of this final scientific work is to describe the management of nursing care with the Roy adaptation model approach and Peplau Interpersonal on the client with a risk of violent behavior. Assertiveness training and application of REBT RECBT performed on 30 clients in the Krishna man during the period 20 February to 20 April 2012.
The results of assertiveness training is very effective on 21 clients showed improvement in preventing violent behavior. REBT therapy and RECBT also demonstrated its effectiveness in which as many as 22 clients in addition to be able to overcome irrational beliefs, negative thoughts and behaviors that lead to violent behavior.
Based on the above results need to be recommended that the AT, and RECBT REBT approach 6 (six) role of nurses can be used as standard therapy nursing specialists need to be socialized to people and the whole fabric of health care.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anang Nurwiyono
"Prevalensi gangguan jiwa berat Skizofrenia di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 prevalensi Skizofrenia di Indonesia sebesar 1,7‰. Resiko perilaku kekerasan adalah salah satu gejala positif dari Skizofrenia.
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah memperoleh gambaran manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa terhadap pasien risiko perilaku kekerasan dengan pendekatan stres adaptasi Stuart dan model adaptasi Roy. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah assertiveness training dan acceptance and commitment therapy pada 32 Pasien dalam kurun waktu 17 Februari - 18 April 2014 di Ruang Utari RSMM Bogor.
Hasil pelaksanaan manajemen kasus spesialis dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial serta peningkatan kemampuan koping adaptif pasien.
Rekomendasi penulisan ini adalah bahwa penerapan stres adaptasi Stuart dan model adaptasi Roy dengan intervensi keperawatan assertiveness training dan acceptance and commitment therapy dapat menurunkan perilaku kekerasan.

Prevalence of the serious mental disorder Schizophrenia in Indonesia each year has increased significantly. Riskesdas result in 2013 the prevalence of Schizophrenia in Indonesia is 1,7‰. Violence risk behavior is one of the positive symptoms of Schizophrenia.
The objective of this paper was to describe the application a psychiatric nursing specialist case management for Patients with a risk of violence behavior by using the stress adaptation Stuart and Roy’s adaptation model. Nursing interventions was assertiveness training, asceptance and commitment therapy to the 32 Patients during 17 Februari - 18 April 2014 at Utari Ward RSMM Bogor.
The result of using the application a psychiatric nursing specialist has proven it can reduce symptoms of violence behavior in cognitive, affective, physiological, behavioral and social as well as improving adaptive coping Patients.
Recommendation from this report is by applying stress adaptation models of Stuart's and Roy's adaptation models with nursing intervention, assertiveness training acceptance and commitment therapy, it can reduce violence risk behavior.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fathra Annis Nauli
"Harga diri rendah situasional adalah Evaluasi diri atau persepsi diri negatif tentang harga diri sebagai respon terhadap situasi saat ini (Herdman, 2012). Terapi kognitif adalah suatu proses mengenali atau mengidentifikasi pikiran – pikiran yang negative dan merusak yang dapat mendorong ke arah rendahnya harga diri dan depresi yang menetap (Granfa, 2007). Psikoedukasi keluarga merupakan terapi yang memberikan informasi, pengetahuan dan mengajarkan keluarga tentang bagaimana manajemen stres keluarga yang mengalami distress sehingga keluarga memahami dan menggunakan koping dalam penyelesaian masalah yang terjadi di keluarga (Goldenberg, I dan Goldenberg, H, 2004).
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan hasil manajemen kasus harga diri rendah situasional dan kemampuan pasien dan keluarga (care giver) dalam mengatasi harga diri rendah situasional dengan penerapan terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga dengan pendekatan model adaptasi Roy. Penerapan terapi kognitif pada pasien dan psikoedukasi pada care giver dilakukan pada 33 orang pasien di ruang Cempaka Atas dan Bedah kelas RSUP Persahabatan pada kurun waktu 20 Februari - 20 April 2012.
Hasil terapi kognitif sangat efektif pada 33 pasien menunjukkan mampu mengatasi pikiran negatif dan peningkatan kemampuan dalam mengatasi harga diri rendah situasional. Psikoedukasi keluarga juga menunjukkan efektifitasnya dimana sebanyak 33 care giver mampu merawat pasien dengan harga diri rendah situasional, manajemen ansietas dan manajemen beban pada keluarga.
Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa untuk pasien dan care giver dengan harga diri rendah situasional dan perlu disosialisasikan pada seluruh tatanan pelayanan kesehatan.

Situational low self-esteem is development of a negative perception of self-worth in response to a current situation (Herdman, 2012). Cognitive therapy is a process to recognize or identify the mind negative and destructive thoughts that can lead to low self-esteem and depression that permanent (Granfa, 2007). Family psychoeducation is a therapy that provides information, knowledge and teach families about how families experiencing stress management so that families understand the distress and the use of coping in the resolution of problems that occur in families (Goldenberg, I, and Goldenberg, H, 2004).
The goal of this scientific paper is to describe the results of case management situational low self esteem and the ability of the patient and the family to overcome situational low self esteem with the application of cognitive therapy and family psychoeducation by using Roy’s adaptation model. cognitive therapy and family psychoeducation is done for 33 patients along with general therapy in Cempaka atas and Bedah class room at range of time 20 February - 20 April 2012.
The results of cognitive therapy is effective in 33 patients showed able to overcome negative thoughts and increased ability to cope with situational low self esteem. Family psychoeducation also show effectivelly as much 33 care givers able to caring patients with situational low self esteem, anxiety management and management burden on the family.
Based on the above results need to be recommended that cognitive therapy and family psychoeducation can be used as standard therapy of nursing specialist for patient and care giver with situational low self esteem and require to be socialized at all of health service.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Florensa
"Riskesdas (2007) mengungkapkan data yang menunjukkan bahwa semakin bertambahnya usia seseorang maka akan meningkatkan risiko untuk mengalami gangguan mental emosional yang apabila tidak ditangani dengan tepat dapat berkembang menjadi suatu keadaan yang patologis (gangguan jiwa berat). Terapi Reminiscence merupakan salah satu psikoterapi yang efektif untuk mengatasi harga diri rendah dan isolasi sosial pada lansia yang mengalami gangguan jiwa.
Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah diperolehnya gambaran hasil penerapan terapi Reminiscence pada klien harga diri rendah dan isolasi sosial dengan menggunakan pendekatan model Stress Adaptasi Stuart dan model Interpersonal Peplau di ruang Saraswati Rumah Sakit dr Marzuki Mahdi Bogor. Penerapan terapi Reminiscence ini dilaksanakan pada periode 13 September - 15 November 2013. Terapi ini dilakukan pada 10 orang klien.
Hasil pelaksanaan terapi Reminiscence menunjukkan adanya penurunan yang bermakna pada kondisi harga diri rendah dan isolasi sosial. Terapi kelompok Reminiscence direkomendasikan untuk mengatasi harga diri rendah dan isolasi sosial pada lansia.

Riskesdas (2007) revealed the data that showed when people growing old they increase the risk of getting mental emositional disturbance that if it is not handled effectively can spread to become a pathology condition (heavy mental disurbance). The therapy of Reminiscence is one of the effective psicotherapy in facing the low self-esteem dan social isolation toward old people that having the mental disturbance.
The pupose of this final scientific paper is to get illustration of the result the implementation of the Reminiscence therapy toward the low selfesteem and social isolation client using Stress Adaptation model and Interpersonal Peplau's model approach in Saraswati dr. Marzuki Mahdi Hospital in Bogor. The implementation of Reminiscence therapy is done in period of September 13th until spetember 15th 2013. The therapy was giving to 10 clients.
The result of this Reminiscence therapy showed there was the meaningful decrease to the condition of low self-esteem dan social isolation. Reminiscene group therapy is recommended in handling the low self-esteem and social isolation toward old people.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Retty Octi Syafrini
"Harga diri rendah (HDR) merupakan penilaian atau perasaan negatif mengenai diri sendiri atau kemampuan diri sendiri. Munculnya pikiran negatif pada klien skizofrenia dikarenakan adanya kesulitan dalam berfikir jernih dan logis, sering kali sulit konsentrasi sehingga perhatian mudah teralih yang berlanjut membuat klien gaduh gelisah dan menyebabkan perilaku kekerasan. Upaya yang dapat dilakukan untuk pasien dengan gangguan jiwa yang didiagnosa HDR dan risiko perilaku kekerasan (RPK) yaitu dengan memberikan psikoterapi diantaranya cognitive therapy (CT), cognitive behaviour therapy (CBT), rational emotive behaviour therapy (REBT), dan assertive training (AT). Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan dengan pendekatan model adaptasi. Kegiatan asuhan keperawatan dilakukan pada 13 orang klien di ruang Sadewa RSMM Bogor. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa CT, CBT, dan REBT efektif diberikan pada klien HDR dan AT, CBT, REBT, serta kombinasi CBT dan AT efektif diberikan pada klien RPK. Berdasarkan hasil diatas perlu direkomendasikan bahwa terapi spesialis perlu diberikan pada klien HDR dan RPK.

Low self esteem (HDR) is a negative feelings or assessment about ownselves or ownselves capability. The emergence of negative thoughts on schizophrenia clients are caused by the difficulty in thinking clearly and logically, and frequent difficulty in concentrating leading to easily distracted attention which ends up in restlessness. This condition later would trigger violence behaviors. Amongst some treatments that can be given to clients diagnosed with HDR and violence behaviour risks (RPK) are psychotherapies as cognitive therapy (CT), cognitive behaviour therapy (CBT), rational emotive behaviour therapy (REBT), andassertive training (AT). This article aims to describe the implementation of nursing care management by using adaptation model approach. The nursing care was given to 13 clients at Sadewa room RSMM Bogor. The findings showed that the implementation of CT, CBT, and REBT were given effectively to HDR clients; and AT, CBT, REBT, and the combination of CBT and AT were effectively given to RPK clients. Based on the above findings, it is recommended that specialist therapies to be given to HDR and RPK clients."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Netrida Netrida
"[ABSTRAK
Resiko Perilaku Kekerasan merupakan diagnosa keperawatan yang terbanyak ditemukan di ruang Intensive Kresna Pria Rumah Sakit Dr. H Marzoeki Mahdi Bogor sebanyak 70%. Tujuan Karya Ilmiah Akhir ini untuk menjelaskan penerapan terapi Assertiveness Training (AT), Cognitive Behaviour Therapy (CBT), dengan menggunakan pendekatan Teori Interpersonal Peplau, Stress Adaptasi Stuart. Analisis dilakukan pada 39 klien AT, dan 20 klien CBT dalam kurun waktu 16 Februari -17 April 2015. Hasil pelaksanaan AT dan CBT meningkatkan kemampuan mengatasi perilaku kekerasan, meningkatkan penurunan tanda gejala perilaku kekerasan pada aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial. AT dan CBT merupakan terapi yang efektif untuk mengatasi masalah risiko perilaku kekerasan. ABSTRACT Violent risk behaviours as one of nursing diagnosis usually found at Male Intensive Care Ward as approximately 70%. The purpose of this scientific paper was to describe the application of Assertiveness Training (AT), and Cognitive Behaviour Therapy (CBT), utilizing Peplau?s Interpersonal Theory and Stuart?s Stress-Adaptation Theory as approach. The result of assertiveness training to 39 clients cognitive behaviour therapy to 20 clients during a period of 16 February-17 April 2015 showed that those combination of therapies could improve the ability of clients to deal with their aggressive behaviours, and decreased the signs and symprotms of violent behaviours in cognitive, affective, physiological, behaviour and social aspects. These
therapies had proved to be effective for treating the clients with violent risk behaviors. , Violent risk behaviours as one of nursing diagnosis usually found at Male Intensive Care Ward as approximately 70%. The purpose of this scientific paper was to describe the application of Assertiveness Training (AT), and Cognitive Behaviour Therapy (CBT), utilizing Peplau’s Interpersonal Theory and Stuart’s Stress-Adaptation Theory as approach. The result of assertiveness training to 39 clients cognitive behaviour therapy to 20 clients during a period of 16 February-17 April 2015 showed that those combination of therapies could improve the ability of clients to deal with their aggressive behaviours, and decreased the signs and symprotms of violent behaviours in cognitive, affective, physiological, behaviour and social aspects. These
therapies had proved to be effective for treating the clients with violent risk behaviors. ]"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Satrio Kusumo Lelono
"Salah satu terapi mengatasi Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri Rendah pada Skizofrenia adalah dengan melakukan terapi CBT dan REBT. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas CBT dan REBT terhadap klien Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri Rendah di RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian quasi experimental pre-post test with control group. Sampel berjumlah 60 orang yang meliputi 30 orang kelompok intervensi dan 30 orang kelompok kontrol.
Hasil penelitian menunjukkan penurunan tanda gejala klien Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri Rendah lebih tinggi pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol (p value<0.05). Terapi CBT dan REBT efektif menurunkan Perilaku Kekerasan sebesar 61 %, Halusinasi 52,1% dan Harga Diri Rendah 66,2%. Peningkatan kemampuan kognitif, afektif dan perilaku pada kelompok intervensi sebesar 74,53%. Terapi CBT dan REBT direkomendasikan diterapkan sebagai terapi keperawatan lanjutan dalam merawat klien Skizofrenia dengan Perilaku Kekerasan, Halusinasi dan Harga Diri Rendah.

One of behavior therapy to overcome violence, hallucinations and Low Self- Esteem in Schizophrenia is to do a CBT and REBT. This study aims to examine the effectiveness of CBT and REBT Violence against the client behavior, hallucinations and Low Self-Esteem in RS Dr. H. Mahdi Marzoeki Bogor. Quasiexperimental research design pre-post test with control group. Samples numbered 60 people including 30 people the intervention group and 30 control group.
The results showed conduct client signs symptoms of decreased violence, hallucinations and Low Self-Esteem is higher in the intervention group compared to the control group (p value <0.05). CBT and REBT therapy effectively lowered by 61% Violent behavior, hallucinations 52.1% and 66.2% of Low Self-Esteem. Increased cognitive skills, affective and behavior in the intervention group at 74.53%. CBT and REBT therapy is recommended as a therapy applied in the advanced nursing care for schizophrenia clients with violent behavior, hallucinations and Low Self-Esteem.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2011
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>