Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 206275 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Retty Octi Syafrini
"Harga diri rendah (HDR) merupakan penilaian atau perasaan negatif mengenai diri sendiri atau kemampuan diri sendiri. Munculnya pikiran negatif pada klien skizofrenia dikarenakan adanya kesulitan dalam berfikir jernih dan logis, sering kali sulit konsentrasi sehingga perhatian mudah teralih yang berlanjut membuat klien gaduh gelisah dan menyebabkan perilaku kekerasan. Upaya yang dapat dilakukan untuk pasien dengan gangguan jiwa yang didiagnosa HDR dan risiko perilaku kekerasan (RPK) yaitu dengan memberikan psikoterapi diantaranya cognitive therapy (CT), cognitive behaviour therapy (CBT), rational emotive behaviour therapy (REBT), dan assertive training (AT). Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan dengan pendekatan model adaptasi. Kegiatan asuhan keperawatan dilakukan pada 13 orang klien di ruang Sadewa RSMM Bogor. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa CT, CBT, dan REBT efektif diberikan pada klien HDR dan AT, CBT, REBT, serta kombinasi CBT dan AT efektif diberikan pada klien RPK. Berdasarkan hasil diatas perlu direkomendasikan bahwa terapi spesialis perlu diberikan pada klien HDR dan RPK.

Low self esteem (HDR) is a negative feelings or assessment about ownselves or ownselves capability. The emergence of negative thoughts on schizophrenia clients are caused by the difficulty in thinking clearly and logically, and frequent difficulty in concentrating leading to easily distracted attention which ends up in restlessness. This condition later would trigger violence behaviors. Amongst some treatments that can be given to clients diagnosed with HDR and violence behaviour risks (RPK) are psychotherapies as cognitive therapy (CT), cognitive behaviour therapy (CBT), rational emotive behaviour therapy (REBT), andassertive training (AT). This article aims to describe the implementation of nursing care management by using adaptation model approach. The nursing care was given to 13 clients at Sadewa room RSMM Bogor. The findings showed that the implementation of CT, CBT, and REBT were given effectively to HDR clients; and AT, CBT, REBT, and the combination of CBT and AT were effectively given to RPK clients. Based on the above findings, it is recommended that specialist therapies to be given to HDR and RPK clients."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Netrida Netrida
"[ABSTRAK
Resiko Perilaku Kekerasan merupakan diagnosa keperawatan yang terbanyak ditemukan di ruang Intensive Kresna Pria Rumah Sakit Dr. H Marzoeki Mahdi Bogor sebanyak 70%. Tujuan Karya Ilmiah Akhir ini untuk menjelaskan penerapan terapi Assertiveness Training (AT), Cognitive Behaviour Therapy (CBT), dengan menggunakan pendekatan Teori Interpersonal Peplau, Stress Adaptasi Stuart. Analisis dilakukan pada 39 klien AT, dan 20 klien CBT dalam kurun waktu 16 Februari -17 April 2015. Hasil pelaksanaan AT dan CBT meningkatkan kemampuan mengatasi perilaku kekerasan, meningkatkan penurunan tanda gejala perilaku kekerasan pada aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial. AT dan CBT merupakan terapi yang efektif untuk mengatasi masalah risiko perilaku kekerasan. ABSTRACT Violent risk behaviours as one of nursing diagnosis usually found at Male Intensive Care Ward as approximately 70%. The purpose of this scientific paper was to describe the application of Assertiveness Training (AT), and Cognitive Behaviour Therapy (CBT), utilizing Peplau?s Interpersonal Theory and Stuart?s Stress-Adaptation Theory as approach. The result of assertiveness training to 39 clients cognitive behaviour therapy to 20 clients during a period of 16 February-17 April 2015 showed that those combination of therapies could improve the ability of clients to deal with their aggressive behaviours, and decreased the signs and symprotms of violent behaviours in cognitive, affective, physiological, behaviour and social aspects. These
therapies had proved to be effective for treating the clients with violent risk behaviors. , Violent risk behaviours as one of nursing diagnosis usually found at Male Intensive Care Ward as approximately 70%. The purpose of this scientific paper was to describe the application of Assertiveness Training (AT), and Cognitive Behaviour Therapy (CBT), utilizing Peplau’s Interpersonal Theory and Stuart’s Stress-Adaptation Theory as approach. The result of assertiveness training to 39 clients cognitive behaviour therapy to 20 clients during a period of 16 February-17 April 2015 showed that those combination of therapies could improve the ability of clients to deal with their aggressive behaviours, and decreased the signs and symprotms of violent behaviours in cognitive, affective, physiological, behaviour and social aspects. These
therapies had proved to be effective for treating the clients with violent risk behaviors. ]"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
SP-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Arya Ramadia
"Perilaku kekerasan merupakan respon maladaptif dari marah. Respon Maladaptif yang muncul dari marah dapat mengancam dan membahayakan diri sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat sehingga meraka memerlukan pengobatan dan perawatan dirumah sakit. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penerapan terapi cognitive behaviour therapy dan assertive training dengan pendekatan Model Adaptasi Roy pada klien risiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor. Intervensi keperawatan yang dilakukan adalah cognitive behaviour therapy dan assertive training pada 8 orang dan assertive training pada 10 orang klien dalam kurun waktu 17 Februari - 18 April 2014 di Ruang Gatot Kaca RSMM Bogor.
Hasil pelaksanaan cognitive behaviour therapy dan assertive training dapat menurunkan tanda dan gejala perilaku kekerasan pada aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial dan peningkatan kemampuan koping adaptif dalam menghadapi peristiwa yang menimbukan perilaku kekerasan. Berdasarkan hasil diatas rekomendasi penulisan ini adalah terapi cognitive behaviour therapy dan assertive training pada klien risiko perilaku kekerasan dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa.

Violence behavior is a maladaptive response of anger. Maladaptive Response that occur in anger can menca and endanger ownself, family and society enviroment so they need treatment and medication in hospital. The aim of this Study is to describe the application of Cognitive Behavior Therapy and assertive training by using Roy Adaptation Model to client risk of violent behavior at Marzoeki Mahdi Hospital. in Bogor. Nursing interventions was cognitive behavior therapy and assertive training on 8 people and assertive training to 10 clients during 17 February to 18 April 2014 at Gatot Kaca Room RSMM in Bogor.
The results of the implementation of assertive training and cognitive behavior therapy may reduce signs and symptoms of violence behavior in cognitive, affective, physiological, behavioral and social and increase in adaptive coping skills to face of events that raises violence behavior. Based on the result above, recommendation from this paper is Cognitive Behavior Therapy and Assertive Training can be used as standard therapy of psychiatric nursing specialist to client with risk of violence behavior Key Word: Risk of Violence Behavior.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Aulya Akbar
"[ABSTRAK
Pikiran negative pada klien harga diri rendah kronik menyebabkan klien sulit berpikir jernih dan logis terhadap diri sendiri. Tujuan penulisan ini untuk memberikan gambaran pengaruh penerapan terapi pikiran perilaku dan psikoedukasi keluarga pada klien harga diri rendah kronik. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan teori adaptasi Roy dan model stres dan adaptasi Stuart. Tindakan keperawatan terapi pikiran perilaku diberikan pada 20 klien dimana 15 keluarga klien diberikan psikoedukasi keluarga. Hasil pelaksanaan terapi pikiran perilaku dan psikoedukasi pada klien menunjukan adanya penurunan tanda gejala pada aspek social dan perilaku serta peningkatan kemampuan keluarga dalam pemberian terapi psikofarmaka dan mengunkapkan pikiran negative yang lebih besar dibanding klien dan yang hanya mendapatkan terapi pikiran dan perilaku, Kombinasi terapi pikiran perilaku dan psikoedukasi keluarga dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa.ABSTRACT Cognitive distortions in clients with chronic low self-esteem causes the client difficult to think clearly and logically against yourself. The purpose of writing is to provide an overview the effect of applying cognitive behavior therapy and family psychoeducation in clients with chronic low self-esteem. The method used is descriptive analytic approach Roy adaptation theory and models of stress and adaptation Stuart. Nursing actions cognitive behavior therapy given to 20 clients of which 15 families given client family psychoeducation. The results of the implementation of behavioral therapy and psychoeducation thoughts on the client shows signs of a decrease in the symptoms of social and behavioral aspects as well as improving the ability of the family in therapy cognitive distortions psikofarmaka and express larger than the client and is just getting the mind and behavior therapy, combination therapy thoughts and behavior family psychoeducation can be used as standard therapy nursing specialists soul., Cognitive distortions in clients with chronic low self-esteem causes the client difficult to think clearly and logically against yourself. The purpose of writing is to provide an overview the effect of applying cognitive behavior therapy and family psychoeducation in clients with chronic low self-esteem. The method used is descriptive analytic approach Roy adaptation theory and models of stress and adaptation Stuart. Nursing actions cognitive behavior therapy given to 20 clients of which 15 families given client family psychoeducation. The results of the implementation of behavioral therapy and psychoeducation thoughts on the client shows signs of a decrease in the symptoms of social and behavioral aspects as well as improving the ability of the family in therapy cognitive distortions psikofarmaka and express larger than the client and is just getting the mind and behavior therapy, combination therapy thoughts and behavior family psychoeducation can be used as standard therapy nursing specialists soul.]"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Khusnul Aini
"Bunuh diri adalah sebuah peringatan untuk perilaku merusak diri atau mencelakakan diri sendiri. Klien dengan risiko bunuh diri selalu merasa semua kejadian dalam hidupnya adalah sulit dan memutuskan jalan keluarnya adalah dengan mengakhiri hidupnya sendiri (Frisch & Frisch, 2006). Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menggambarkan penatalaksanaan asuhan keperawatan dengan pendekatan The theory of reason action and planned behavior Perla Werner pada klien dengan Risiko Bunuh Diri. Penerapan cognitive therapy dan logoterapi dilakukan pada 10 orang klien di ruang Gatotkaca pada kurun waktu 20 Pebruari - 20 April 2012.
Hasil cognitive therapy dan logoterapi sangat efektif pada klien menunjukkan peningkatan dalam mencegah perilaku bunuh diri sebesar 75%. Terapi cognitive therapy dan logoterapi juga menunjukkan efektifitasnya dimana klien selain mampu berpikir positif juga mampu menemukan makna hidupnya kembali. Berdasarkan hasil di atas perlu direkomendasikan bahwa cognitive therapy dan logoterapi dapat dijadikan standar terapi spesialis keperawatan jiwa, khususnya pada klien dengan risiko bunuh diri.

Suicide is a warning to self-destructive behavior or harm themselves. Clients with a risk of suicide was always felt all the events in his life is hard and decided the solution is to the end his own life (Frisch & Frisch, 2006). The purpose of this final scientific work is to describe the nursing care management in client with suicide risk approach to the theory of reason action and planned behavior Perla Werner. The application of cognitive therapy and logotherapy performed on 10 clients in the Gatotkaca ward during the period 20 February - 20 April 2012.
The results of cognitive therapy and logoterapi very effective in preventing the client indicates of suicide an increase his ability by 75%. Cognitive therapy and logotherapy also demonstrated its effectiveness in which clients are able to think positive but also able to find meaning in his life again. Based on the above results need to be recommended that cognitive therapy and logotherapy can be standart of nursing specialists, especially on the client with a risk of suicide.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyu Rochdiat M.
"Klien yang dirawat di rumah sakit umum memiliki risiko untuk mengalami harga diri rendah (HDR) situasional dan ketidakberdayaan. Jumlah klien yang memiliki HDR situasional dan ketidakberdayaan di Ruang Dahlia Atas dan Soka Atas RSUP Persahabatan adalah sebanyak 56%. Tujuan penulisan yaitu menjelaskan hasil manajemen kasus klien HDR situasional dan ketidakberdayaan dengan melakukan terapi kognitif dan logoterapi di Ruang Dahlia Atas dan Soka Atas RSUP Persahabatan. Metode penulisan adalah studi serial kasus dengan pemberian tiga paket terapi. Evaluasi menunjukkan bahwa paket tindakan ketiga: kombinasi terapi kognitif dan logoterapi paling efektif menurunkan respon HDR situasional dan ketidakberdayaan serta meningkatkan kemampuan klien dan keluarga dalam mengatasinya. Rekomendasi laporan ini adalah penggunaan terapi kognitif dan logoterapi dapat menjadi standar terapi spesialis keperawatan jiwa pada klien HDR situasional dan ketidakberdayaan. Selain itu, laporan ini menjadi data dasar dari penelitian selanjutnya.

Client who's nursed at general hospital had risk of having situational low self esteem and powerlessness. The amount of client that nursed at Dahlia Atas and Soka Atas ward of Persahabatan Hospital who had situational low self esteem and powerlessness are fifty six percent. The purpose of this report is to show nursing care management result of situational low self esteem and powerlessness client. This report used serial case study method using three therapy package. The results showed that the third package of therapy (cognitive and logotherapy) had most effective to reduce situational low self esteem responses and also improve the ability of client and family to overcome the problem. Based on the result, it’s important to recommended that cognitive and logo therapy can be made standard of therapy of nursing specialist to client with situational low self esteem and powerlessness.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Heppi Sasmita
"Di Indonesia diperkirakan 1% - 2% penduduk atau sekitar dua sampai empat juta jiwa terkena gangguan jiwa. Survei tentang penderita gangguan jiwa tercatat 44,6 per 1.000 penduduk menderita gangguan jiwa berat seperti skizofrenia Seseorang yang mengalami skizoprenia sering diawali dengan masalah harga diri rendah dengan gejala: konsentrasi dan perhatian kurang, kepercayaan diri kurang, rasa bersalah, tidak berguna, pandangan masa depan yang suram dan pesimistis. Salah satu terapi yang dilakukan untuk meningkatkan kognitif dan perilaku klien adalah cognitive behaviour therapy(CBT).
Tujuan penelitian: menilai efektivitas cognitive behaviour therapy untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan perilaku klien harga diri rendah.
Metode penelitian: quasi eksperimen dengan penerapan cognitive behaviour therapy dengan pendekatan pre-post test. Analisis yang digunakan dependen dan independent sample t- Test regresi linier sederhana, chi-square dan Anova. Penelitian dilakukan di RSMM Bogor terhadap 58 klien yaitu 29 orang kelompok intervensi dan 29 orang kelompok kontrol.
Hasil penelitian menunjukkan cognitive behaviour therapy meningkatkan kemampuan kognitif dan perilaku klien skizoprenia dengan harga diri rendah secara bermakna (p value< 0,05). Efektiiitas cognitive behaviour therapy meningkatkan kemampuan kognitif sebesar 29,31% dan kemampuan perilaku sebesar 22,4%. Kemampuan kognitif dan perilaku lebih tinggi secara bermakna pada klien yang mendapatkan cognitive behaviour therapy dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan.
Rekomendasi hasil penelitian cognitive behaviour therapy dijadikan salah Satu terapi spesialis pada klien skizopronia dengan masalah harga diri rendah."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2007
T22870
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Sumardi
"Harga diri rendah merupakan perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri. Laporan kasus ini bertujuan untuk melihat manfaat terapi kognitif dan terapi psikoedukasi keluarga terhadap peningkatan kemampuan klien dan keluarga serta penurunan tanda dan gejala harga diri rendah pada enam klien laki-laki berusia dewasa melalui pendekatan case series. Pada tiga klien diberikan tindakan keperawatan ners dan terapi kognitif serta pada tiga klien lainnya diberikan tindakan keperawatan ners, terapi kognitif dan psikoedukasi keluarga. Hasil penerapan pada kelompok klien dengan tindakan keperawatan ners dan terapi kognitif menunjukkan penurunan tanda dan gejala harga diri rendah pada aspek kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial serta terjadi peningkatan harga diri klien dan kemampuan keluarga setelah dikombinasikan dengan terapi psikoedukasi keluarga. Kedua terapi ini direkomendasikan dilakukan bersamaan pada klien harga diri rendah, karena dukungan keluarga memberikan kontribusi pada kemampuan klien mengatasi masalahnya. Penelitian selanjutnya diperlukan untuk melihat efektivitas terapi kognitif dan terapi psikoedukasi keluarga pada harga diri rendah dengan penelitian intervensi.

Low self esteem is a feeling of worthless, meaningless and prolonged self esteem due to a negative evaluation of self and self ability. This case report aims to look at the benefits of cognitive therapy and family psychoeducation therapy on improving client and family abilities and decreasing signs and symptoms of low self esteem in six adult male clients through a case series approach. On three clients were given nursing actions ners and cognitive therapy as well as on three other clients were given nursing actions ners, cognitive therapy and family psychoeducation. The results of applying to the client group with nursing actions and cognitive therapy showed decreased signs and symptoms of low self esteem on cognitive, affective, physiological, behavioral and social aspects as well as increased self esteem of clients and family ability after combined with family psycho education therapy. Both of these therapies are recommended to be performed simultaneously on low self esteem clients, as family support contributes to the client 39 s ability to resolve the problem. Further research is needed to see the effectiveness of cognitive therapy and family psychoeducation therapy on low self esteem with intervention research.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2018
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Nyumirah
"Halusinasi merupakan diagnosa keperawatan terbanyak (54,05%) yang ditemukan mulai dari 18 Februari – 20 April 2013 di ruang Sadewa. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini menggambarkan asuhan keperawatan spesialis jiwa pada klien halusinasi. Metode yang digunakan dengan studi kasus pada 20 klien halusinasi dengan purposive sampling. Pada 7 klien dilakukan tindakan keperawatan generalis, perilaku kognitif dan psikoedukasi keluarga, 10 klien dilakukan tindakan keperawatan generalis dan terapi kognitif, dan 3 klien dilakukan tindakan keperawatan generalis dan terapi perilaku.
Hasil studi menunjukkan klien yang mendapatkan tindakan keperawatan generalis, terapi perilaku kognitif dan psikoedukasi keluarga mengalami peningkatkan kemampuan klien dalam menggunakan tanggapan yang rasional untuk melawan pikiran dan perilaku yang negatif, serta meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat klien dengan halusinasi, sehingga mengurangi tanda dan gejala munculnya halusinasi.
Hasil studi menunjukkan klien yang mendapatkan tindakan keperawatan generalis dan terapi perilaku mengalami peningkatkan kemampuan klien dalam melawan pikiran negatif yang muncul saat halusinasi muncul.
Hasil studi menunjukkan klien yang mendapatkan tindakan keperawatan generalis dan terapi kognitif mengalami peningkatkan kemampuan klien dalam melakukan perilaku yang positif saat halusinasi muncul. Tindakan keperawatan generalis, terapi perilaku kognitif dan psikoedukasi keluarga direkomendasikan untuk klien halusinasi disertai penelitian lebih lanjut.

Hallucination was the major nursing diagnose (54,5%) found during 18 - April, 20 2013 at Sadewa ward. The aim of this scientific writing paper was to described the nursing intervention spesialist mental of clients with hallucinations. The method used by the 20 client case study with purposive sampling hallucinations. At 7 clients cognitive behavioral therapy and family psychoeducation, cognitive therapy 10 clients, and 3 client behavior therapy.
The study result showed that clients get generalist nursing action, cognitive behavioral therapy and family psychoeducation increase the clients ability to use a rational response to counter negative thought and behaviors that increase the ability of hallucinations.
The study result showed clients get generalist nursing action and behavior therapy to increase the clients ability to fight the negative thoughts that arise when hallucinations appear.
The study result showed that clients get generalist nursing action and cognitive therapy have increased the ability of clients in making postive behavior as hallucinations appear. Generalist nursing action, cognitive behavioral therapy and family psychoeducation for clients hallucinations accompanied recommended further research.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
I Ketut Sudiatmika
"Karya Ilmiah Akhir ini bertujuan memberikan gambaran manajemen kasus spesialis keperawatan jiwa pada klien harga diri rendah kronis melalui pendekatan model adaptasi Roy di Ruang Yudistira Rumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Rational emotive behavior therapy (REBT) dan cognitive therapy (CT) diberikan kepada 25 klien.
Hasil yang ditemukan REBT dan CT efektif dalam menurunkan gejala harga diri rendah kronis yang ditunjukkan melalui respon kognitif, afektif, fisiologis, perilaku dan sosial. REBT dan CT direkomendasikan sebagai terapi spesialis keperawatan pada klien harga diri rendah kronis.

This study aims to describe the case management specialist in mental nursing to the patients with chronic low self-esteem using Roy adaptation model approach at Yudistira Room Dr. H. Marzoeki Mahdi Hospital in Bogor. Rational emotive behavior therapy (REBT) and cognitive therapy (CT) provided to 25 clients.
The results of REBT and CT were found effective in reducing symtoms of chronic low self-esteem is demonstreted through the response of cognitive, affective, physiological, behavioral and social. REBT and CT is recommended as therapy of nursing specialists at the client's chronic low selfesteem.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>