Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 79653 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Adi Suciono Jahja
"ABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara manajemen laba dengan tingkat pengembalian saham. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan publik yang memiliki saham yan Iikuid (tergabung dalam indeks LQ45) yang terdafiar di Bursa Efek Jakarta pada periode 1999-2002. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa seluruh perusahaan sampel melakukan manajemen Iaba., dan discrefionary accruafs sebagai bagian dari manajemen Iaba, tidak mempengaruhi return saham. Dengan kata lain manajemen laba tidak berpengaruh terhadap tingkat pengembalian saham pada Bursa Efek Jakarta;

ABSTRACT
This research analyze the relationship between caming management and stock retum. Research was done to examine the impact of eaming management on stock retum in Jakarta Stock Exchange for period |999 - 2002 with the most liquid stock public fimi (LQ45 index). The results indicate that all the public Finn in sample uses the earning management, and the discretionary accmals as a part of earning management has no relation with stock retum. In other word we could say there is no influence of the eaming management on stock netum in Jakarta Stock Exchange.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T34485
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Teta Taufik Rijal
"Pada portofolio investasi yang kompisisinya sebagian besar terdiri dari ekuitas saham, akan membutuhkan fokus yang lebih besar untuk melihat pergerakan return saham. Dalam penelitian mi akan dikaji mengenai volatilitas return reksa dana saham dan kinerjanya. Pengukuran volatilitas dilakukan melalui pendekatan model GARCH pada 18 Reksa Dana saham yang telah aktif paling tidak 3 tahun. Pergerakan dan sensitivitas dari reksa dana saham tentu saja dapat diduga oleh beberpa faktor beta selain beta dari indeks pasar. Dalam hal mi dasar dari pemodelan disini merupakan turunan dari Multfrictor Model (APT). Namun pendekatan variabel independentnya (faktor makro) di proxy dengan vaniabel yang berbeda. Faktor-faktor yang dijadikan vaniabel independet tersebut adalah return indeks harga saham gabungan (IHSG) , return kurs rupiáh terhadap US.Dollar dan return JIBOR. Variabel independent yang tidak signifikan akan dihilangkan dari model barn setelah itu dibuat pemodelan volatilitasnya melalui mean process dan variance process. Berdasarkan sensitivitas yang dapat dilihat dari model, sebagiai besar reksa dana masih menjadikan faktor IHSG sebagai penduga resiko. Terdapat tiga reksa dana yang memiliki proxy faktor tambahan lain yaitu DR. Reksa dana tersebut adalah Manulife Dana Saham, Panin Dana Maksima dan Si Dana Saham. Berdasarkan pemodelan volatilitas dengan pendekatan model GARCH didapatkan 17 reksa dana memiliki gejala (heteroscedastic). Namun 4 diantaranya masih kurang kuat jika volatilitasnya dijelaskan dengan menggunakan pendekatan GARCH. Reksa dana tersebut diantaranya Bahana Dana Prima, Maestrodinamis, Platinum Saham dan Scbroder Dana Prestasi Plus. Sedangkan 1 reksa dana lagi ditemukan memiliki vanians yang konstan (homoscedastic). Pada pengkuran kinerja akan dipilih 3 reksa dana urutan teratas. Berdasarkan indeks sharpe : Manulife Dana Saham, Trim Kapital, Fortis Ekuitas. Berdasarkan Indeks Treynor yaitu ; Fortis Ekuitas, Panin Dana Maksima dan Trim Kapital. Sedangkan pada Indeks Jensen yaitu Fortis Ekuitas, Panin Dana Maskima dan Trim Kapital."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2008
T23473
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Andri
"Kompensasi opsi saham memberikan peranan penting dalam memotivasi eksekutif dan non eksekutif untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi opsi saham terhadap kinerja perusahaan non keuangan di Bursa Efek Indonesia BEI tahun 2007-2016. Konsisten dengan teori siklus hidup perusahaan, penelitian ini menggunakan model regresi kuantil untuk menggambarkan tahap pertumbuhan dan penurunan dari kinerja perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi opsi saham memberikan pengaruh positif secara signifikan pada kinerja perusahaan yang lebih tinggi dan lebih rendah dari kuantil 0,05 sampai dengan 0,95. Selain itu, pengaruh kompensasi opsi saham terhadap kinerja perusahaan robust setelah menggunakan pay-for-performance sensitivity PPS sebagai alternatif variabel bebas dan pengukuran kinerja pasar perusahaan, tobin rsquo;s q sebagai variabel terikat. Hasil penelitian ini mendukung stewardship theory dan mengimplikasikan bahwa kompensasi opsi saham dapat menjadi keputusan strategis perusahaan yang dapat digunakan pada berbagai tahap bisnis dalam rangka untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Stock option based compensation plays an important role in motivating executive and non executive to enhance firm performance. This research aims at investigating the effect of stock option based compensation on firm performance on listed companies during 2007 to 2016. Consistent with corporate life cycle theory, this research employs quantile regression model to capture growth and decline stage of firm performance. The results indicate that the effect of stock option based compensation is significantly positive at higher and lower quantile performance level from 0,05 to 0,95. Furthermore, the impact of stock option based compensation on firm performance is robust as pay for performance sensitivity PPS is applied as an alternative independent variable and market based measures, with tobin rsquo s q as the dependent variable. The results support the stewardship theory and suggest that stock option based compensation could be a strategic decision at various business stage to enhance firm performance.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2017
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aditya Firmansyah
"Penelitian ini mempelajari pengaruh dari perhatian investor dalam menjelaskan imbal hasil abnormal dari 425 perusahaan non-finansial yang tergabung dalam Bursa Efek Indonesia pada 2015 – 2019. Perubahan tingkat perhatian investor diukur melalui tingkat pencarian di internet dari Google Trend. Regresi data panel menunjukkan bahwa tingkat pencarian harian di internet jumlah berita dapat secara konsisten menjelaskan imbal hasil abnormal dan dapat diasosiasikan dengan peningkatan imbal hasil abnormal. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan variabel perhatian lain sebagai variabel kontrol, seperti imbal hasil ekstrim hari sebelumnya, jumlah berita, tingkat perdagangan abnormal, dan volatilitas saham. Meskipun secara umum menunjukkan hasil yang konsisten, hasil pengukuran pada regresi data panel dengan model fixed effect menunjukkan probabilitas yang cukup rendah.

This study investigates the effect of internet search and news headline on explaining abnormal return of 425 non-financial companies listed on Indonesia Stock Exchange from 2015 to 2019. Investor attention is measured by internet search volume from Google Trend. Panel data regression results show that daily internet search can consistently explain today’s abnormal return and can be associated with higher abnormal return. The model includes other proxies of attention: yesterday’s abnormal return, number of news, abnormal trading activity, and stock volatility. The model shows consistent result, but the probability is not high.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zainal Arifin H. Masri
"Laba perusahaan adalah pendapatan usaha yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan dan kewajiban lain dalam tahun buku yang bersangkutan. Harga pasar (market price) merupakan harga pada pasar riil. Harga pasar merupakan harga yang paling mudah ditentukan karena merupakan harga dari suatu saham pada pasar yang sedang berlangsung atau, jika pasar sudah tutup, maka harga pasar adalah harga penutup (closing price) dari suatu saham. Pergerakan Harga saham dapat diamati pada indeks harga saham. Indeks harga saham merupakan indikator yang menggambarkan kondisi pasar saham. Dengan adanya indeks harga saham investor dapat mengetahui trend pergerakan harga saham saat ini, apakah sedang aktif atau sedang lesu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh laba perusahaan terhadap pergerakan harga saham perusahaan yang bersangkutan. Penelitian ini dibatasi hanya pada perusahaan- perusahaan yang masuk dalam indeks harga saham LQ 45. Data yang dibutuhkan adalah laba perusahaan yang masuk dalam indek harga saham LQ 45 dan indeks harga saham LQ 45. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif, antara lain : analisis korelasi, analisis determinasi, analisis regresi linear sederhana dan t-test.Hasil analisis menunjukkan bahwa laba perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham indeks LQ 45, hal ini ditunjukkan nilai t hitung< t tabel (0,4164 <1,671)."
Jakarta: Pusat Kajian Ilmu Ekonomi (Puskanomi) Universitas Indraprasta PGRI, 2017
330 JABE 3:3 (2017)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Bernd Agastya
"Penelitian ini menganalisis apakah penggunaan informasi yang saling berkaitan dalam revenue surprise, earnings surprise, dan prior returns dapat memberikan nilai tambah kepada penerapan strategi investasi di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2001-2012. Penelitian ini juga secara tidak langsung melakukan pengujian terhadap keberadaan fenomena momentum harga dan post-earnings-announcement drift. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa investor cenderung bereaksi kurang terhadap informasi kinerja fundamental, namun sebaliknya bereaksi berlebihan terhadap informasi kinerja pasar 6 bulan sebelumnya. Hal tersebut terlihat dari penerapan strategi momentum pendapatan dan laba yang efektif, namun tidak dengan strategi momentum harga. Pengujian dominasi strategi menunjukkan bahwa terdapat kontribusi profit yang independen satu sama lain, dan kontribusi profit ini tetap signifikan setelah dilakukan penyesuaian terhadap CAPM dan model 3 faktor Fama-French. Penerapan strategi multivariat terbukti memberikan tambahan return yang positif dan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap informasi memiliki konten eksklusif yang tidak dihargai oleh pasar dan investor cenderung kurang mempertimbangkan implikasi gabungannya selama periode penelitian.

This study analyses whether the usage of interrelated informations in revenue surprise, earnings surprise, and prior returns adds value to the implementation of investment strategy in Indonesia Stock Exchange for 2001-2012 period. This study also indirectly examines the existence of price momentum and postearnings- announcement drift anomalies. This study finds that there is a tendency of investors to underreact to fundamental performance information, but on the other hand overreact to previous 6 months market performance information. It is explained by the effectiveness revenue and earnings momentum strategies, and the ineffectiveness of price momentum strategy. The test of strategy domination shows that each strategies has an independent profit contribution to each other, and these profits persist even after being adjusted to the CAPM and Fama-French 3 factors model. It is proven in this study that the implementation of multivariate strategies gives significant positive incremental returns. This indicates that each informations has an exclusive content that is unpriced by the market and investors tend to underestimate the combined implication of those informations during the research period."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S56243
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Keberhasilan perusahaan dalam mencapai laba ditentukan oleh faktor ekonomi. Dengan menggunakan model analisis Multi Indeks, penelitia ini menyimpulkan bahwa tingkat pengembalian pasar, tingkat inflasi yang tidak diharapkan tingkat bunga deposito dan harga emas berpengaruh nyata terhadap tingkat pengembalian investasi saham. Sementara pendapatan bersih dan nilai tukar tidak berpengaruh nyata."
Manajemen Usahawan Indonesia, XXXII (06) Juni 2003: 31-40, 2003
MUIN-XXXII-06-Juni2003-31
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sri Yulianti
"Penelitian ini menyelidiki apakah pemilik perusahaan yang akan go public memilih metode-metode akuntansi dengan melakukan income-increasing discretionary accrual pada periode IPO.
Ada dua alasan utama mengapa issuers memiliki motivasi yang tinggi untuk menaikkan keuntungan yang dilaporkan. Pertama, tidak adanya informasi harga sebelum penawaran telah membuat sulit pihak-pihak yang terlihal dalam proses IPO untuk menetapkan harga secara rasional. Kedua, ketiadaan informasi harga pasar ditambah kenyataan bahwa earnings merupakan salah satu target utama dalam evaluasi harga saham di pasar modal semakin memberi peluang kepada issuers untuk mengatur tingkat laba yang dilaporkan. Pengujian dilakukan terhadap 37 perusahaan yang go public tahun 1995 sampai dengan 1997 di Bursa Efek Jakarta. Model yang dikembangkan oleh Aharony et al (1993) serta persamaan empiric yang dibuat Healy, DeAngelo (1988) dipilih untuk pengujian data dengan melakukan beberapa modifikasi sesuai dengan keterbatasan data dan karakteristik IPO.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa earnings management ditemukan di 19 dart 37 perusahaan pada periode IPO. Hipotea kedua yaitu adanya hubungan antara penjualan, perkembangan perusahaan, arus kas operasi, umur rata-rata asset tetap, hutang jangka panjang serta proporsi kepemilikan modal atas perseroan tidak dapat diterangkan dengan baik( pada penelitian ini. Hal ini disebabkan telah terjadinya kesalahan type I dalam pengujian, karena menolak hipotesa yang pada hakikatnya benar. Hasil penelitian ini juga menyatakan bahwa harga saham tidak sepenuhnya ditentukan oleh ditemukan atau tidaknya earning management pada periode IPO. Faktor-faktor seperti image perusahaan, kebijakan-kebijakan perusahaan, peraturan-peraturan pemerintah, kondisi perekonomian dan politik secara umum juga turut mempengaruhi harga saham ke tingkat keseimbangan.

This research investigate whether owner of company to go public chosen accounting method conducted accrual income increasing discretionary period IPO.
There is two special reason why issuers own high motivation to boost up reported advantage. First, inexistence of information of price before tender have made unrighteous difficult in concerned in course of IPO to price rationally. Second, no information of market price added by fact that earnings represent one of especial goals in evaluation of price of share in capital market progressively give opportunity to issuers to arrange story,- level of reported advantage. Examination conducted to 37 company which go public of year 1995 up to 1997 in Effect Exchange Jakarta. Model developed by Aharony et al (1993) and also equation of empiric made by Healy, Deangelo (1988) selected for examination of data conducted some modification as according to limitation of data and characteristic IPO.
Result of research indicate that earnings management found 19 from 37 company at period IPO. Hypothesizing of Second that is existence of relation among sale, company growth, cash flow operate for, age of mean of asset remain to, long term liabilities and also proportion of its ownership of capital for copartner ship cannot be explained better at this research. This matter is caused by have the happening of mistake of type I in examination, because refusing hypothesizing which intrinsically correctness. Result of this research also express that price of share is not full determined by found earning management of at period IPO. Factors like image company, company policy, governmental regulation, condition of economics and political in general also partake to influence price of share to balance storey level.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2004
T20091
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Pratiwi Eka Puspita
"Saat ini terdapat hampir 400 emiten saham syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Banyaknya jumlah tersebut menyulitkan para investor untuk memilih saham terbaik yang akan dijadikan portfolio. Oleh karena itu, diperlukan analisis clustering untuk mendapatkan kelompok saham yang memiliki nilai imbal hasil yang diharapkan. Sejauh ini, aktivitas yang penting dalam aktivitas clustering adalah penentuan tingkat perbedaan antar objek dalam suatu dataset. Dalam studi kasus penelitian ini, objek yang dimaksud adalah data deret waktu terkait harga saham untuk emiten-emiten saham syariah. Metode yang umum digunakan dalam mengukur dissimilarity measure tersebut adalah Euclidean distance dan dynamic time warping (DTW). Euclidean distance merupakan metode konvensional yang masih sering digunakan meskipun telah berkembang metode yang lebih kompleks, DTW. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik kedua metode tersebut dalam studi kasus data deret waktu tentang harga saham. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengetahui efektivitas variabel candle dalam memprediksi harga saham. Mulanya, dilakukan pembersihan terhadap dataset sebelum diaplikasikan metode dissimilarity measure. Selanjutnya, hasil tersebut menjadi acuan dalam analisis hierarchical clustering dan dipilih kelompok terbaik. Selain itu, dilakukan pula prediksi harga saham menggunakan kombinasi beberapa variabel bebas yang terdiri atas OHLC, technical, dan candle. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Euclidean distance lebih efektif dibandingkan DTW dalam memberikan rekomendasi portfolio pilihan. Selain itu, tambahan variabel candle dalam kombinasi variabel OHLC dan technical mampu meminimalkan error dengan baik.

Currently, there are nearly 400 sharia stocks listed on the Indonesia Stock Exchange. A large number of these makes it difficult for investors to choose the best stocks that will be used as a portfolio. Therefore, clustering analysis is needed to get a group of stocks that have the expected return value. So far, an important activity in clustering activities is to determine the dissimilarity among datasets. In this research, it used time-series data related to stock prices for sharia stocks. The methods commonly used in measuring the dissimilarity measure are Euclidean distance and dynamic time warping (DTW). Euclidean distance is a conventional method that is still frequently used rather than a more complex method, DTW. This study aims to compare the characteristics of those two methods using the time series dataset. Besides, this study also wants to determine the effectiveness of the candle variable in predicting stock prices. At first, the missing value in the dataset was omitted before the dissimilarity measure method was applied. Furthermore, these results become a reference in hierarchical clustering analysis and the best group is selected. Also, stock price predictions are carried out using the combination of several independent variables consisting of OHLC, technical, and candles. The results indicate that Euclidean distance is more effective than DTW in providing a selected portfolio. In another hand, the additional candle variable combined with OHLC and technical variables can minimize errors properly."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Lolyta Rosmelina
"ABSTRAK<>br>
Perkembangan industri properti di Indonesia menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan ekonomi negara. Jumlah perusahaan properti dan real estat yang diambil sampel dalam penelitian ini adalah 30, yang masing-masing diteliti untuk kinerja keuangan mereka pada periode 2011-2015. Ada dua variabel utama yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur jenis pendanaan equity capital dan bank loans . Dalam penelitian ini, variabel permodalan variabel modal disebut Rasio Primer PR dan variabel variabel pinjaman bank disebut dengan Debt Equity Ratio DAP . Kecenderungan pengaruh jenis pendanaan suatu perusahaan pada suatu waktu tertentu mempengaruhi cara investor menilai nilainya dan juga dapat mencerminkan return saham. Selain pengembalian harga saham, nilai perusahaan juga bisa ditafsirkan dengan melihat Earning Per Share-nya. Umumnya, diketahui bahwa ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi earning per saham perusahaan dan return saham. Secara khusus, penelitian ini mencoba untuk mengetahui apakah ukuran rasio ekuitas dan rasio hutang dapat mempengaruhi nilai perusahaan yang diproksikan oleh earning per share dan return saham. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data regresi panel dengan uji hipotesis titik terdahulu. Uji hipotesis dalam penelitian ini dapat diukur dari goodness of fit dari fungsi regresi

ABSTRACT<>br>
The development of the property industry in Indonesia becomes one of the supporting factors of the country rsquo s economic growth. The number of property and real estate companies sampled in this research was 30, each of which was researched for their financial performance in the 2011 2015 period. There are two major variables used in this research to measure the types of funding equity capital and bank loans . In this research, the equity capital variable proxy is referred to as Primary Ratio PR and the bank loan variable proxy is referred to as Debt Equity Ratio DER . The trend of influece of types of funding of a company in a certain time affects the ways investors assess its worth and can also reflect the share price return. In addition to the share price return, the value of a company can also be construed by looking at its Earning Per Share. Generally, it is known that there are many factors that may influence a company rsquo s earning per share and share price return. Specifically, this research attempts to acknowledge whether the size of equity ratio and debt ratio can influence a company rsquo s value which is proxied by the earning per share and share price return. The data analysis method used in this research was panel data regression analysis with before dot he hypothesis test. The hypothesis test in this research can be measured from the goodness of fit of the regression function"
2017
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>