Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
Ernesth Whanarahardja
"Tesis ini disusun dengan keingintahuan untuk memahami lebih lanjut proses interpretasi dari sebuah strategi marketing global, bagaimana AstraZeneca Indonesia menerjemahkan Strategi Marketing dan Strategi Brand Global Onglyza kedalam Strategi Marketing dan Strategi Brand Indonesia sebelum tanggal peluncuran. Tujuan dari tesis ini adalah untuk memahami dan menganalisa proses interpretasi, memahami proses pembuatan strategi marketing lokal, dan untuk menganalisa faktor-faktor yang mendukung keberhasilan aktivitas pra-peluncuran Onglyza di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif interpretative. Penulis mendapatkan data penelitian melalui keterlibatan secara ekstensif di dalam tim Onglyza dan melalui wawancara.
This study is about an interpretation process of a global marketing strategy, how AstraZeneca Indonesia translated Onglyza Global Brand and Marketing Strategy into Indonesian Brand and Marketing Strategy preliminary to the launching of the product. The purpose of this study is to understand and analyze the interpretation process, understand the development of the local marketing strategy, and to analyze the factors that contribute to the success of Onglyza's pre-launch activities in Indonesia. Researches and interviews revealed that Global Brand Strategy is adapted with careful considerations of local culture. Marketing Plan is created by the local team with guidance from the Global/ Regional Marketing Team. This research is a qualitative descriptive interpretative. Data were collected through extensive involvement in the Onglyza team and interviews."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2011
T21768
UI - Tesis Open Universitas Indonesia Library
Sigismondi, Paolo
"In this volume, Paolo Sigismondi explores the dynamics of global media and entertainment, specifically analyzing the implications of the global rise of non-scripted entertainment (as reality TV programs) and the impact and consequences of the Information and Communication Technology (ICT) revolution on the content, delivery platforms, and overall business models of the media and entertainment landscape. This work aims at bridging the gap between media theories and industry practices in a rapidly evolving global mediascape, building on scholarship in the field and enriched by case studies and insights from business practice."
New York: Springer, 2011
e20410640
eBooks Universitas Indonesia Library
Salsabilla Khairunnisa Dwiputri
"Globalisasi menjadi pintu gerbang untuk penyebaran budaya Korea ke seluruh dunia sehingga minat masyarakat di dunia terhadap budaya Korea menjadi meningkat. Masuknya budaya asing di suatu negara tentu memerlukan beberapa penyesuaian ulang karena tiap negara memiliki budayanya masing-masing. Penyesuaian ini dinamakan sebagai glokalisasi, yaitu perpaduan budaya global dengan budaya lokal yang kemudian menciptakan penggabungan atau penyatuan antara yang global dengan yang lokal. Penelitian ini menganalisis upaya-upaya glokalisasi yang dilakukan restoran Kyochon dan restoran Goobne di Indonesia. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa studi pustaka, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi glokalisasi yang dilakukan di kedua restoran yang dimaksud tidak hanya sebagai bentuk strategi pemasaran, tetapi juga sebagai bentuk negosiasi antara budaya Korea dengan kebiasaan masyarakat Indonesia.
One of the impact of globalization is the spread of Korean cultures that take over the world which has led to the increased number of the public interest on the culture. The entry of foreign cultures due to globalization requires some adjustments since each country has its own culture. This adjustment is known as glocalization. The concept of glocalization is a mixture of the global and local culture which later create a fusion between the global and the local. This study is set to analyze the glocalization efforts of Kyochon and Goobne restaurants in Indonesia. The research method is descriptive qualitative with literature review, observation, and interviews as the data collection process. As a result, the glocalization strategies were carried out not only as a form of marketing strategy but also as a form of negotiation with the culture and customs of the Indonesian."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Nadya Pratiwi
"
ABSTRAKMakalah ini membahas secara deskriptif kegiatan glokalisasi dan strategi komunikasi pemasaran terpadu yang dilakukan oleh Burger King Indonesia. Kegiatan glokalisasi yang dilakukan tampak dalam menu yang ditawarkan dan hanya tersedia di beberapa negara, salah satunya adalah Indonesia. Menu tersebut adalah nasi putih dan teh melati. Selain itu, glokalisasi juga tampak dalam beberapa saluran komunikasi pemasaran terpadu yang digunakan oleh Burger King Indonesia, antara lain periklanan, pemasaran langsung, hubungan masyarakat, promosi penjualan, dan interactive/internet marketing yang sebagian besar dari konten pemasaran disampaikan melalui media digital. Penerapan glokalisasi dan komunikasi pemasaran terpadu tersebut cukup efektif dengan dibuktikan pada peningkatan penjualan, pembukaan gerai baru di beberapa wilayah di Indonesia, dan terciptanya hubungan antara target konsumen dengan Burger King Indonesia."
2018
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Jesica Dwi Lusianov
"Tesis ini membahas representasi kebudayaan global dan lokal (glokal) pada dua buku teks Bahasa Inggris melalui analisis multimodalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan bagaimana citra visual merepresentasikan glokalisasi kebudayaan pada buku teks bahasa Inggris yang digunakan di kelas pembelajaran masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif yang berfokus pada citra visual dengan perspektif multimodal. Data diperoleh dari dua buku teks Bahasa Inggris kelas XI SMA kurikulum 2013 edisi revisi 2017, Buku A dan Buku B. Perbedaannya terletak pada buku pertama diterbitkan oleh Kemendikbud dan buku kedua diterbitkan oleh penerbit swasta dan lokal. Objek data dari penelitian ini adalah citra visual pada kedua buku teks bahasa Inggris. Data kemudian diklasifikasikan menggunakan teori konten kebudayaan Cortazzi dan Jin (1999), unsur kebudayaan Yuen (2011), dan dianalisis melalui pendekatan multimodal dengan menggunakan teori tata bahasa visual Kress dan van Leuween (2006). Hasil penelitiannya menunjukkan beberapa temuaan penting mengenai representasi kebudayaan di tiap buku teks tersebut. Pertama, terdapat pola glokalisasi kebudayaan pada Buku A. Representasi kebudayaan dalam citra visual Buku A lebih banyak menggunakan partisipan fiksional/kartun, proses tindakan berupa dialog, warna yang datar, tanpa bingkai dan latar belakang. Kedua, terdapat pola glokalisasi kebudayaan pada Buku B. Representasi kebudayaan dalam citra visual Buku B lebih banyak menampilkan partisipan asli, representasi konseptual simbolis, warna hitam dan putih, dengan bingkai. Ketiga, terdapat beberapa perbedaan antara Buku A dan Buku B. Dalam hal glokalisasi kebudayaan, Buku A lebih banyak merepresentasikan konten kebudayaan bahasa target (C2), sedangkan Buku B lebih didominasi konten kebudayaan lokal (C1).
This thesis discusses the representation of global and local culture (glocal) in two English textbooks through multimodal analysis. The aim of this study is to analyze and describe how visual images represent cultural glocalization in English textbooks used by Indonesian classrooms. The research employs a qualitative study by focusing on visual elements of multimodal perspectives. Data were obtained from two textbooks for grade XI Senior High School Curriculum 2013, revised edition 2017, Book A and B. The difference lies in the publisher in that the former was published by the Ministry of Education and the latter by a local and private publisher. The object of this study is the visual images found in both of the English textbooks. The data were then classified using the theory of cultural content by Cortazzi and Jin (1999), cultural elements by Yuen (2011), and analyzed with multimodal approach using the theory of visual grammar by Kress and van Leuween (2006). The study indicates several key findings of cultural representation in each textbook. First, there are several patterns of cultural glocalization in Book A in that the cultural glocalization of Book A mostly uses fictional characters/participants, action processes in the form of dialogues, and flat colors without frames and backgrounds. Secondly, the patterns of cultural glocalization in Book B reveal that the cultural glocalization of Book B mostly uses real participants, symbolic images, black and white color scale, and frames. Finally, there are some differences between the books. In terms of cultural glocalization, Book A is dominated by the representation of the cultural contents of target language (C2), whereas Book B mostly represents local culture (C1)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Maulia Ditriya Yulistiana
"Akses terhadap pasar global yang dihasilkan dari teknologi internet adalah sebuah kesempatan bagi perusahaan asing untuk mengenalkan produknya kepada khalayak yang lebih besar. Kesempatan tersebut dapat diraih melalui strategi globalisasi, yaitu dengan mendistribusikan produk yang sama dan mengkomunikasikannya secara seragam ke semua negara tujuan. Namun, pergerakan industri di seluruh dunia yang membuat konsumen tak lagi merasakan koneksi terhadap produk memicu perubahan strategi untuk dapat lebih menyesuaikan diri dengan target khalayak. Strategi ini disebut dengan glokalisasi yang dilakukan dengan membedakan cara komunikasi produk di masing-masing negara walaupun distribusi produknya sama. Proses penerapan strategi glokalisasi tersebut dapat dijelaskan melalui teori hibridisasi budaya yang mengatakan bahwa di dalam proses komunikasi yang dilakukan perusahaan asing terjadi peleburan antara budaya global yang dibawa produk dengan budaya lokal yang dimiliki oleh masyarakat. Tulisan ini akan menganalisis bagaimana Netflix menggunakan pendekatan glokalisasi dan hibridisasi budaya dalam mempromosikan produknya di Indonesia menggunakan strategi pemasaran media sosial di platform Instagram. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa di dalam konten Instagram, Netflix mengakomodasi budaya lokal seperti bahasa, makanan, dan hiburan populer yang ada di Indonesia. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan bahwa Netflix menggunakan tokoh lokal yang familiar bagi masyarakat Indonesia untuk merepresentasikan produk melalui konten yang didistribusikan.
Access to global markets resulting from internet technology is an opportunity for foreign companies to introduce their products to a larger audience. This opportunity can be achieved through a globalization strategy that distributes the same product and communicates it uniformly to all target markets. However, the movement of industries around the world that makes consumers feel no longer connected to products has triggered a change in strategy to adapt to consumers. This strategy is called glocalization, which differentiates the communication of products in different target market even though the products are distributed uniformly. The implementation of the glocalization strategy can be explained through the cultural hybridization theory which states that in the communication process, there is a fusion between the global culture brought by the product with the local culture owned by the community. This essay will analyze how Netflix uses the glocalization and cultural hybridization approach in promoting its products in Indonesia using social media marketing on Instagram. The result of the analysis conducted shows that in its social media content, Netflix accommodates local culture such as language, food, and popular entertainment. Netflix also uses local figures who are familiar to the community to represent products through distributed content."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Habin Cho
"This study aimed to investigate glocal marketing strategy that uses well balanced mixture of both globalization and localization that multinational companies refer to for business nowadays. Analysis was made through social media posts through variety of platforms such as Instagram and YouTube for representative brand Vaseline from Unilever. Foglio's (2017) suggestion of crucial features of concrete glocalization and Schiffman (2009)’s five classification of glocal marketing strategy were used to guide the analysis. Vaseline achieved seven components, demonstrating to other brands a good example of how to conduct a glocalization marketing campaign. This research was successful in conveying general themes, concepts, and real-world instances of glocalization.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran global yang menggunakan campuran yang seimbang antara globalisasi dan lokalisasi yang dirujuk oleh perusahaan multinasional untuk bisnis saat ini. Analisis dilakukan melalui postingan media sosial melalui berbagai platform seperti Instagram dan YouTube untuk perwakilan merek Vaseline dari Unilever. Saran Foglio (2017) tentang fitur penting dari glokalisasi konkret dan lima klasifikasi strategi pemasaran glokal dari Schiffman (2009) digunakan untuk memandu analisis. Vaseline mencapai tujuh komponen, menunjukkan kepada merek lain contoh yang baik tentang bagaimana melakukan kampanye pemasaran glokalisasi. Penelitian ini berhasil menyampaikan tema-tema umum, konsep, dan contoh-contoh glokalisasi di dunia nyata."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Yekti Sakanti Sayogi
"Selama beberapa tahun yang lalu, globalisasi dipandang sebagai sebuah paradigma utama yang digunakan di dalam dunia bisnis tetapi dari perspektif branding, globalisasi sudah kehilangan efisiensi awalnya. Konsumen tidak lagi merasakan adanya hubungan dengan produk yang terstandarisasi oleh sebuah perusahaan multinasional dimana perusahaan secara terus-menerus menerpa konsumen dengan strategi komunikasi yang dimilikinya. Muncul sebuah karakteristik lokal yang masuk dalam arus globalisasi tersebut yang memunculkan sebuah term baru yaitu glokalisasi. Glokalisasi memungkinkan perusahaan untuk berpikir global dan bertindak lokal menyesuaikan konsumennya. Makalah ini memaparkan analisis glokalisasi sebagai startegi komunikasi McDonald?s dan pengaruhnya terhadap mahasiswa Universitas Indonesia (the bridgeheads) sebagai kosumennya.
A few years ago, globalization was the new paradigm in international business, however from a branding perspective it has lost its initial efficiency giving the fact that consumers do not seem to feel a connection anymore with the standardized products of multinational companies, catered to them to strategic communication programs. Hence, the influence of local characteristics arose, and with that a new term that encapsulates the global and the local ? glocal. Glocalization encourages companies to think global, act local, and they could do so by using the global brand, while localizing certain elements of that brand in order to suit a particular country with its distinct culture. This paper emphasizes on how glocal strategy of a McDonald?s affected the bridgehead as its customers."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Axel Amorio Sebastian R
"
ABSTRAKSebagai pendatang baru di industri musik, penyanyi rap asal Indonesia Brian Imanuel atau Rich Chigga berhasilmenembus pasar musik Amerika. Agar diterima pendengar musik di Amerika, Brian Imanuel menerapkanglokalisasi yaitu dengan memasukkan unsur budaya Amerika pada karya-karyanya. Dengan menerapkanglokalisasi dalam membangun personal branding-nya, Brian dapat dikenal pendengar musik rap di Amerika danmusisi-musisi rap besar Amerika serta masuk skena musik di Amerika.
ABSTRACTAs a newcomer to the music industry, Indonesian rap singer Brian Imanuel or Rich Chigga successfully penetratedthe American music market. In order to be accepted by American music listeners, Brian Immanuel appliedglocalization by incorporating American cultural elements into his works. By applying glocalization in building his personal branding, Brian gets attention of American music listeners and also American rap musicians and enterthe music scene in America."
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Rofitahayu Purwandari
"
ABSTRAKSebagai salah satu restoran yang berfokus pada Hansik makanan Korea , An.Nyeong melakukan bebagai upaya dalam mempromosikan produk-produknya salah satunya melalui konsep glokalisasi. Jurnal ini menganalisis glokalisasi yang dilakukan An.Nyeong dalam promosi Hansik di Indonesia, khususnya Kota Depok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya glokalisasi seperti apa saja yang dilakukan restoran An.Nyeong untuk promosi Hansik sehingga sesuai dengan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah dalam promosi Hansik di Kota Depok,restoran An.Nyeong beradaptasi dengan budaya lokal dan tidak sepenuhnya mengikuti budaya yang diterapkan restoran Korea yang ada di Korea.
ABSTRACTAs one of many restaurants that focuses on Hansik Korean food , An.Nyeong did a lot of efforts in promoting their products using glocalization concept.This paper analyzes about An.Nyeong 39;s glocalization effort in promoting Hansik in Indonesia, especially in Depok City. The purpose of this research is to find out what kind of glocalization effort that An.Nyeong has done in order to promote Hansik, so it can go along well with the local culture. The research method used in this paper is descriptive qualitative. The data used for this research are collected using literature review, field observation, and interviews. The result of this study shows that, in promoting Hansik in Depok City, An.Nyeong is able to adapt with the local culture and does not fully apply all of the Korean culture that Korean restaurants mostly do in Korea. "
2018
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library