Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 57062 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Persepsi nyeri setiap individu tergantung pada faktor fisiologis dan psikososial. Pada
faktor fisiologis rangsangan nyeri dibawa ke serebra melalui tulang belakang, spino
talamik lateral, medula, pons dan mesensefalon, sehingga individu menyadari adanya
nyeri, lokasi, jenis dan intensitasnya. Sedangkan faktor psikososial antara lain
meliputi masa lalu, emosi, lingkungan dan budaya. Kedua faktor fisiologis dan
psikososial mengkontribusi terhadap persepsi nyeri seseorang (Berger & Williams,
1999). Nyeri yan timbul akibat adanya kelainan kaki klien diabetes mellitus atau
diabetic foot akibat gangguan pembuluh darah, gangguan syaraf infeksi dan stress
mekanik atau pemakaian alas kaki yang sempit sehingga mudah melukai kulit yang
dapat berubah menjadi gangren. Kelainan kaki diabetic ini merupakan salah satu
komplikasi diabetes yang sangat ditakuti, dan sampai saat ini masih kurang
diperhatikan (diabetes edukator, 1993). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
persepsi nyeri klien dibetes melitus yang, mangalami gangguan tungkai. Penelitian ini
dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto dengan jenis penelitian deskriptif tinjauan
sederhana Penelitian dilakukan terhadap 30 responden rawat jalan. Pengumpulan
data dengan menggunakan kuisioner untuk mengumpulkan data demografi, rata-rata
skor persepsi nyeri positive dan negative pada klien diabetes yang mengalami gangguan
tungkai. Hasilnya mengatakan bahwa klien laki-laki yang, berusia lebih dari 60 tahun
dapat mentoleransi rasa nyeri. Hal ini terdapat juga dalam teori bahwa persepsi nyeri
dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, pengalaman nyeri dan pengetahuan Hal ini
dapat dibuktikan bahwa klien yang telah lama mengalami diabetes dengan ganguan
tungkai, usia yang telah dewasa, berpengetahuan dan berwawasan luas serta lebih
banyak pada klien laki-laki lebih bertoleransi terhadap nyeri"
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5227
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Jumlah penderita Diabetes Mellitus di Indonesia akan meneapai 12 juta pada tahun 2025. Sebagai salah satu komplikasinya penderita diabetes mengalami disfungsi ereksi yang cukup tinggi yaitu 27-82 % menurut beberapa kepustakaan di negara-negara barat dan 42-52% di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi klien Diabetes Mellitus terhadap gangguan aktifitas seksual. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif sederhana. Responden diambil di Poliklinik Endokrin RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dengan kriteria klien yang sudah didiagnosis DM tanpa membedakan tipe I dan tipe II, serta laki-laki yang sudah menikah. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang dibagi datum 2 bagian, data 1 tentang demografi yang berisi 4 pertanyaan dan data II tentang persepsi sebanyak 10 pertanyaan. Dan kuesioner yang dirancang peneliti didapatkan hasil persepsi responden yang setuju bahwa klien DM ada gangguan terhadap aktifitas seksual sebesar 80 % dan yang tidak setuju sebesar 20 %. Persepsi responden yang setuju bahwa klien DM tidak ada gangguan terhadap aktifitas seksual sebesar 46 % dan yang tidak setuju 54 %. Responden yang setuju terhadap aktifitas pendukung untuk melakukan aktifitas seksual sebesar 77% dan yang tidak setuju 23%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persepsi klien DM terhadap gangguan seksual cukup tinggi tetapi motivasi untuk melakukan aktifitas pendukung yang mendukung terhadap aktifitas seksual juga cukup kuat. Selanjutnya hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi peneliti Iainnya."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5219
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hapsarini Nelma
"ABSTRAK
Latar Belakang Penyakit kronis Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang
banyak ditemui pada masyarakat Indonesia. Penderita penyakit ini membutuhkan
penanganan jangka panjang yang tidak hanya meliputi pengobatan namun juga
perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup membutuhkan adaptasi yang
terkadang menimbulkan stress bagi penyandang penyakit ini. Stress yang tidak
dikelola dengan baik dapat menyebabkan penderita masuk dalam kondisi depresi
Metode Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain single subject design
dan pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling. Partisipan
terdiri dari 2 subjek yang memiliki kriteria GDS>150, divonis menyandang
Diabetes Mellitus, dan hasil ukur berdasarkan Beck?s Depression Inventory berada
pada golongan depresi berat atau golongan depresi ringan-sedang. Pertemuan
berjalan 6 kali ditambah 1 pertemuan untuk asesmen awal. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu cognitive behavior therapy. Hasil
Berdasarkan hasil pengukuran sebelum dan sesudah intervensi diperoleh hasil
partisipan mengalami penurunan tingkat depresi yang diindikasikan dengan
partisipan yang lebih tenang setelah intervensi dan penurunan skor pada Beck?s
Depression Inventory serta adanya perubahan pada pikiran negatif. Kesimpulan
Penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan cognitive behavior therapy efektif
dalam menurunkan tingkat depresi dan mengubah pikiran negatif pada penderita
Diabetes Mellitus tipe 2. Partisipan juga menyampaikan bahwa pendekatan ini
memberikan manfaat karena dapat melatih partisipan mengendalikan isi
pikirannya.

ABSTRACT
Background Chronic illness Diabetes Mellitus has been found as big cases in our
country. People who has this illness has to take a long time period of treatments,
not only use drugs for long period but also change their life style. Changing life
style sometimes stressful for people who has this illness. If they can?t handle
stress properly, they will down to depression. Method This research use single
subject design and purposive sampling to take participants who can join this
research. Criteria that use in this research are people who has Diabetes Mellitus
type 2, GDS>150, and people in mild-moderate group or severe group of
depression based on Beck?s Depression Inventory. This research consist of 6
sessions and 1 session for assessment. Cognitive behavior therapy was used in this
research. Result Based on before and after intervention measurement, participant
showed decrease of depression and change negative thoughts. It can be seen by
decrease of scores Beck?s Depression Inventory and participant?s reports.
Conclusion This research has proven that cognitive behavioral therapy effective
to decrease depression and change negative thoughts Diabetes Mellitus type 2
patients."
2012
T31698
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Cilik Ratnaningrum
"Diabetes mellitus adalah kondisi terjadinya peningkatan kadar gula darah yang disebabkan gangguan sekresi atau fungsi insulin yang terjadi minimal dalam 2 kali pemeriksaan. Pada klien DM tipe 2 masalah psikososial yang muncul adalah ansietas. Penyebab ansietas pada klien DM tipe 2 disebabkan kare informasi yang salah tentang penyakit DM, masalah psikosomatik yang telah ada sebelumnya atau kekawatiran adanya komplikasi dari DM.
Ansietas adalah kondisi yang perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar yang dialami oleh seseorang. Intervensi keperawatan ansietas pada klien dengan DM tipe 2 adalah tehnik relaksasi nafas dalam dan hypnosis lima jari yang dimodifikasi dengan aspek spiritual.
Tehnik relaksasi nafas dalam dan hypnosis lima jari yang dimodifikasi dengan aspek spiritual dapat menurunkan ansietas pada klien DM tipe 2. Pada pasien DM tipe 2 yang mengalami ansietas dapat dilakukan tehnik relaksasi nafas dalam. Hypnosis lima jari yang dimodifikasi aspek spiritual dapat dilakukan pada klien dengan latar belakang spiritual yang kuat.

Diabetes mellitus is a condition increased blood sugar levels due to impaired insulin secretion or function that occurs at least 2 times in the examination. DM client appears on both physical and psychosocial problems. Psychosocial issues that arise in client with type 2 DM is Anxiety. Anxiety causes of diabetes mellitus due to misinformation about diabetes disease, psychosomatic problems that have been there before or concerns the complications of diabetes.
Anxiety is a condition that uncomfortable feeling faint or concerns experienced by someone. previously. Anxiety nursing interventions to clients with type 2 diabetes mellitus is a breath of relaxation techniques and five fingers hypnosis in a modified with a spiritual aspect.
Deep breathing relaxation techniques and five fingers hypnosis are modified with the spiritual aspects can reduce anxiety in type 2 diabetes. clients with type 2 diabetes who experience anxiety can do deep breathing relaxation. Hypnosis five fingers are modified with the spiritual aspect can be used on the client with a strong spiritual background.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Insulin merupakan salah satu terapi yang diberikan kepada penderita diabetes mellitus untuk mengontrol kadar gula darahnya secara teratur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Eline D. Mollema pada tahun 2000 diperoleh bahwa pemakaian suntikan insulin mandiri menimbulkan rasa takut penderita diabetes mellitus terhadap terjadinya hipoglikemia, Iuka cacat tubuh, dan kematian. Penelitian ini dilakukan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo selama tiga minggu dengan menggunakan metode deskriptif eksploratif. Responden yang digunakan sebanyak 7 orang penderita diabetes mellitus. Dari hasil analisa diperoleh bahwa penderita diabetes mellitus mempunyai persepsi positif terhadap timbulnya rasa takut terhadap terjadinya hipoglikemia, luka cacat tubuh, dan kematian. Selanjutnya basil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi peneliti lainnya dan pemberi pelayanan kesehatan agar dapat mengembangkan pengelolaan yang lebih baik lagi terhadap penderita diabetes mellitus."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2001
TA5004
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Purba, Sarma Suryani
"[ABSTRAK
Diabetes Mellitus merupakan penyakit degeneratif yang terus mengalami
peningkatan pada masyarakat perkotaan. Hal ini disebabkan oleh pola hidup yang
tidak terkontrol. Perubahan pola hidup membuat penderita diabetes mellitus
mengalami stres dan kecemasan yang mengakibatkan peningkatan kadar gula
darah. Karya akhir ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis implementasi asuhan
keperawatan relaksasi otot progresif pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang
mengalami ketidakstabilan kadar glukosa darah. Evaluasi intervensi relaksasi otot
progresif (PMR) menujukkan adanya penurunan kadar glukosa darah. Pelaksanaan
PMR sebagai intervensi mandiri perawat secara teratur dapat menurunkan kadar
glukosa darah pada pasien DM tipe 2.

ABSTRACT
Diabetes Mellitus (DM) is a degenerative disease that is increasing in urban
communities. This disease is caused by the uncontrolled lifestyle. Lifestyle changes
has made people with DM experiencing stress and anxiety that cause increasing in
blood glucose levels. This case study aimed to analyze the implementation of
nursing care, especially the progressive muscle relaxation (PMR) effect in
instability blood glucose levels of patients with type 2 DM. The evaluation has
shown that PMR interventions can decrease blood glucose levels. Implementation
of progressive muscle relaxation as an independent nursing intervention regularly
can lower blood glucose levels in patients with type 2 diabetes., Diabetes Mellitus (DM) is a degenerative disease that is increasing in urban
communities. This disease is caused by the uncontrolled lifestyle. Lifestyle changes
has made people with DM experiencing stress and anxiety that cause increasing in
blood glucose levels. This case study aimed to analyze the implementation of
nursing care, especially the progressive muscle relaxation (PMR) effect in
instability blood glucose levels of patients with type 2 DM. The evaluation has
shown that PMR interventions can decrease blood glucose levels. Implementation
of progressive muscle relaxation as an independent nursing intervention regularly
can lower blood glucose levels in patients with type 2 diabetes.]"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2015
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Diah Sukaesti
"Diabetes Millitus merupakan sekelompok heterogen yang ditandai oleh kenaikkan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemi (Brunner & Suddarth, 1997).. Gangren adalah suatu kondisi dimana suatu bagian dari tubuh/jaringan menjadi mati atau nekresis, sehingga tidak mendapat suplai darah kehagian atau jaringan tersebut (Prabhkar shetty, 1999).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat ketaatan/kepatuhan klien Diabetes Mellitus dalam melakukan perawatan Iuka gengren di RS OMC. Tempat penelitian dilakukan di RS OMC mulai 10 Desember 2003 sampai dengan 4 Januari 2004.
Disain penelitian ini bersifat deskriptif dan pengambilan data secara purposive sampling. Sample yang terkumpul sebanyak 28 orang dengan Diabetes Mellitus dan ada Iuka. Data yang diperoleh dalam bentuk distribusi frekuensi.
Dari hasil penelitian didapat, tingkat ketaatan 25 orang (89.3%), tapi masih ada yang buruk yaitu 3 (10.7%)."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2003
TA5142
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Agil Bredly Musa
"Hingga saat ini, belum ada penanda biologis yang menggambarkan kondisi penyakit ginjal kronik (PGK) akibat diabetes melitus (DM) sejak dini. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasio albumin kreatinin urin (Urine Albumin Creatinine Ratio, UACR) dengan laju filtrasi glomerulus yang diestimasi (estimated Glomerular Filtration Rate, eGFR) sebagai penanda gangguan fungsi ginjal pada pasien DM tipe 2 RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Sampel urin dan serum diambil dari 18 subjek sehat dan 10 pasien DM tipe 2. Metode spektrofotometri digunakan untuk mengukur kadar albumin urin, kreatinin urin dan kreatinin serum. Data lain diperoleh dari kuesioner.
Hasilnya, nilai eGFR pasien DM (68,85 ± 15,36 (Cockroft); 73,94 ± 16,30 (CKD-EPI)) lebih rendah dibandingkan dengan subjek sehat (90,51 ± 15,69, p < 0,01 (Cockcroft); 91,13 ± 21,21, p < 0,05 (CKD-EPI)), sedangkan nilai UACR pasien DM (314,99 ± 494,92) lebih tinggi dibandingkan dengan subjek sehat (0,48 ± 0,75, p < 0,01). Namun, tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara UACR dengan eGFR pasien DM.

Until now, no biological marker that describes the condition of chronic kidney disease (CKD) due to diabetes mellitus (DM) from the outset. This study aimed to determine the relationship between urine albumin creatinine ratio (UACR) with estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) as a marker of renal dysfunction at type 2 diabetes mellitus patients at RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Urine and serum samples taken from 18 healthy subjects and 10 type 2 diabetic patients. Spectrophotometric methods used to measure levels of urinary albumin, urinary creatinine and serum creatinine. Other data obtained from questionnaires.
Results, eGFR values were lower in DM patients (68.85 ± 15.36 (Cockroft); 73.94 ± 16.30 (CKD-EPI)) compared with healthy subjects (90.51 ± 15.69, p < 0.01 (Cockcroft); 91,13 ± 21,21, p < 0,05 (CKD-EPI)), while the value of UACR in DM patients (314.99 ± 494.92) was higher than healthy subjects (0.48 ± 0.75, p < 0.01). However, there was no significant correlation between UACR with eGFR of DM patients.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S42858
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Rusdianingseh
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arti dan makna pengalaman klien dalam pengendalian DM tipe 2 di Sukatani Kota Depok. Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap tujuh partisipan. Partisipan dalam penelitian ini adalah klien DM tipe 2 yang tinggal dengan keluarganya. Data yang dikumpulkan berupa rekaman wawancara dan catatan lapangan. Hasil transkrip verbatim dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Penelitian mengidentifikasi 8 tema yaitu pemahaman, respon fisik, respon psikososial, penyesuaian pola hidup sehat, pemahaman terapi, kesulitan dalam pengendalian, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan terhadap DM tipe 2.

The aim of research was to explore the experience of client in controlling type 2 DM in Sukatani Depok. This research used descriptive phenomenology method. The data collected by in-depth interview with seven partisipants. Participants were client with type 2 DM selected by criterion sampling technique. The data gathered were in form of the results from the recording of indepth interview and field note. Data were transcribed and analyzed by using the Collaizi?s method. This study identified into eight themes, consist of knowing, physical responds, phycosocial responds, healthy lifestyle adaptation, understanding therapy, difficulty of controlling, family support and health care support of type 2 DM."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2015
T43507
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
New York: McGraw-Hill, 1970
616.462 DIA
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>