Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Febrian Nur Pamungkas
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku bunuh diri yang terdapat dalam film Koe no Katachi (2016) karya Yamada Naoko. Penulis menggunakan teori interpersonal bunuh diri Joiner dalam Van Orden (2010) dan Three-Step Theory of Suicide Klonsky dan May (2015) untuk menganalisis perilaku bunuh diri dalam film Koe no Katachi dengan metode mise en scene Monaco (2000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bunuh diri yang digambarkan oleh film Koe no Katachi berupa pemikiran bunuh diri sebanyak empat kali (aktif dan pasif) dan percobaan bunuh diri yang digagalkan sebanyak satu kali. Selain itu, film ini tidak menampilkan pengetahuan bunuh diri yang dapat memicu fenomena suicide copycat. Film Koe no Katachi dapat dilihat sebagai refleksi situasi masyarakat Jepang dengan terus meningkatnya kasus bunuh diri remaja akibat perundungan. Peran orang-orang terdekat dari individu yang memiliki perilaku bunuh diri digambarkan menjadi solusi paling efektif dalam pencegahan bunuh diri. Sementara itu, partisipasi pihak-pihak seperti, pemerintah, sekolah, dan komunitas masyarakat yang seharusnya aktif dalam penanganan masalah ini terlihat minim. Oleh karena itu, film ini dapat dilihat sebagai kritik sosial kurangnya kepedulian institusi formal seperti sekolah dan negara terhadap perilaku bunuh diri dan perundungan remaja.
This study aims to analyze the suicidal behavior contained in the film Koe no Katachi (2016) by Yamada Naoko. The author uses Joiner's interpersonal theory of suicide in Van Orden (2010) and Klonsky and May's Three-Step Theory of Suicide (2015) to analyze suicidal behavior in Koe no Katachi film with Monaco’s (2000) mise en scene method. The results showed that the suicidal behavior described in Koe no Katachi consists of four suicidal thoughts (active and passive) and one failed suicide attempt. In addition, this film does not feature any suicide knowledge which can trigger the phenomenon of copycat suicide. Koe no Katachi can be seen as a reflection of current Japanese society, in which the number of adolescent suicides is increasing due to act of bullying. People who are closest to the suicidal individuals are described to be having a major role and are most effective in preventing the act of suicide. Meanwhile, participation of parties such as the government, schools, and communities in dealing with this matter are considered to be minimal. Therefore, this film can be seen as a social critique of formal institutions such as schools and the state due to their ignorance towards adolescent suicidal behavior and bullying."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library
Febryna Farindra Yasa
"Artikel ini membahas mengenai dinamika keikutsertaan Indonesia dalam kontes kecantikan Miss Universe selama tahun 1984 – 2005. Miss Universe merupakan kontes kecantikan berskala internasional yang tertua di dunia, kontes ini sangat populer karena banyaknya negara-negara yang ikut serta dalam ajang tersebut. Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut serta dalam kontes Miss Universe sejak tahun 1974. Sejak tahun tersebut Indonesia sering mengirim perwakilan untuk menjadi peserta di ajang Miss Universe walaupun sempat absen beberapa tahun. Selama mengikuti kompetisi tersebut banyak reaksi yang timbul di kalangan masyarakat dan juga pemerintah, ada yang mendukung dan tidak sedikit juga yang menolak bahkan melarangnya. Penelitian mengenai kontes kecantikan di Indonesia sudah pernah dilakukan dengan sudut pandang sejarah dan juga ilmu komunikasi, namun belum ada yang membahas mengenai keikutsertaan Indonesia secara khusus ke ajang internasional seperti Miss Universe. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu tahap heuristik atau pengumpulan data dan sumber sejarah melalui koran sejaman, wawancara dan dokumen. Kedua yaitu tahap verifikasi untuk mengkritik sumber-sumber yang telah terkumpul di tahap heuristik, ketiga yaitu tahap intepretasi untuk menyusun benang merah dari peristiwa sejarah dari sumber-sumber yang sudah valid dan terakhir adalah tahap historiografi untuk menuliskan hasil penelitian sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika mengenai keikutsertaan Indonesia dalam kontes Miss Universe tahun 1984 – 2005 terjadi akibat perbedaan antara kedudukan wanita Indonesia saat itu dengan visi dan misi yang diusung dalam sebuah kontes kecantikan sehingga dinamika tersebut juga mempengaruhi prestasi dan pencapaian Indonesia dalam mengikuti kontes Miss Universe.
This article discusses about the dynamics of Indonesia's participation in the Miss Universe beauty pageant during 1984 – 2005. Miss Universe is the oldest international beauty pageant in the world, this contest is very popular because of the many countries participating in the event. Indonesia has been one of the countries that have participated in the Miss Universe contest since 1974. Since that year, Indonesia has often sent representatives to participate in the Miss Universe contest even though it had been absent for several years. During the competition, many reactions arose among the community and also the government. Some support it, but not a few refuse or even banned it. Research on beauty pageants in Indonesia has been done from a historical point of view as well as communication studies, but no one has discussed Indonesia's participation specifically in international events such as Miss Universe. This research uses the historical method which consists of four stages. The first stage is heuristics or data collection and historical sources through contemporary newspapers, interviews, and documents. The second is the verification stage to criticize the sources that have been collected in the heuristic stage. The third is the interpretation stage to compile a common thread of historical events from valid sources and the last is the historiography stage to write down the results of historical research. The results of this study indicate that the dynamics regarding Indonesia's participation in the Miss Universe contest in 1984 – 2005 occurred due to the difference between the position of Indonesian women at that time and the vision and mission carried out in a beauty contest so that these dynamics also affect Indonesia's achievement in participating in the Miss Universe contest."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library