Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 155 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Wishnu Jati Wikantyasa
"ABSTRAK
Dampak-dampak negatif yang terjadi pada pelaksanaan proyek konstruksi bisa menyebabkan tidak tercapainya : mutu, walau dan biaya sesuai dengan perencanaan. Oleh karena itu perlu dilakukan identifikasi penyebab terjadinya dampak negatif tersebut selanjutnya diambil tindakan koreksi. Peralatan merupakan unsur pendukung utama dalam pelaksanaan suatu proyek sehingga perlu dikendalikan supanya tidak terjadi cost overrun. Indikator penyebab terjadinya cost overrun pada manajemen peralatan dibagi menjadi 5 kategori, yaitu : biaya kepemilikan, biaya operasional, biaya pemeliharaan, biaya perbaikan dan biaya pengelolaan (overhead). Berdasarkan hasil survey, indikator biaya operasional mempunyai sumber resiko cost overrun paling banyak Dalam penelitian ini analisa yang dilakukan adalah analisa tingkat resiko yang dilanjutkan dengan analisa statistik dengan bantuan program SPSS 11.0, untuk mencari dampak signifikan kemudian dilakukan simulasi dengan program Crystall Ball, untuk mencari probabilitas terjadinya cost overrun dad dampak signifikan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada indikator biaya kepemilikan, indikator biaya operasional dan indikator biaya pengelolaan mempunyai dampak signifikan yang sama, yaitu : meningkatnya biaya perbaikan karena kapasitas alas tidak sesuai, profit menurun karena tingginya biaya sewa, profit menurun karena lemahnya sistem administrasi dan penjamin kontrak dan penundaan pelaksanaan kegiatan konstruksi karena tingginya frekuensi perbaikan perbaikan alat. Untuk indikator biaya pemeliharaan, dampak yang signifikan adalah : arus kas mengalami perubahan karena kesalahan dalam merencanakan perkiraan anggaran biaya yang terlalu rendah untuk peralatan, rneningkatnya biaya perbaikan karena kapasitas alat tidak sesuai, dan penundaan pelaksanaan kegiatan konstruksi karena tingginya frekuensi perbaikan perbaikan alat. Sedangkan untuk indikator biaya perbaikan dampak yang signifikan adalah : arus kas mengalami perubahan karena kesalahan dalam merencanakan perkiraan anggaran biaya yang telalu rendah untuk peralatan, meningkatnya tingkat kerusakan alat karena kapasitas alat tidak sesuai, meningkatnya biaya perbaikan karena kapasitas alat tidak sesuai, dan profit menurun karena lemahnya sistem administrasi dan penjamin kontrak.

ABSTRACT
The negative effects of construction a project can make failure to achieve: quantity, time and cost, that have been planned It's necessary to identify& the reason of negative effect for determine the corrective action. Equipment is main support of construction project so they need to be controlled the indicator cost overrun of the equipment management consist of the own cost, operational cost, maintenance cost, repair cost and overhead cost. According survey result, Indicator of operation cost has the most cost overrun risk resource. This thesis use risk level analysis, statistic analysis with SPSS software, then simulation with Crystal Ball Software to find probability of cost overrun. The result indicates that the indicator of own cost, operation cost and overhead have same significant effect. That are the increasing of repair cost because equipment capacity isn't compatible, decrease of profit because highly rent cost, decrease of profit because the weakly of administration system and contract guarantor, and delay of construction project because the highly frequency repair of equipment. For the indicator of maintenance cost, the significant effects are the change of cash flow because the lower budget, increase of repair cost because equipment capacity isn't compatible, and delay of construction project because the highly frequency repair of equipment. Then the significant effect for indicator of repair cost are the change of cash flow because the lower budget, increase of equipment breakage level because equipment capacity isn't compatible, increase of equipment repair cost because equipment capacity isn't compatible, and decrease of profit because the weakly of administration system and contract guarantor."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T10216
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Haryono Wahyudi Wibowo
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
T41013
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Makmur Solahudin
"

Dinding penahan tanah (DPT) metoda Branch Block merupakan salah satu jenis dinding penahan tanah yang dikembangkan di Jepang dan mulai di aplikasikan sejak tahun 2003, sedangkan Indonesia diperkenalkan sejak tahun 2017, dengan nama Turap Progresif (TUPRO). Lokus praktek keinsinyuran ini merupakan salah satu kawasan perumahan di Bogor yang terletak di tengah perbukitan. Permasalahan yang dihadapi akibat kontur tanah perbukitan ini membuat di beberapa area memerlukan cut and fill sehingga diperlukan penanganan potensi tanah longsor pada sisi tanah urukan yang tinggi dan curam. Tujuan laporan praktek keinsinyuran ini adalah mendapat gambaran pencegahan tanah longsor menggunakan DPT metoda branch block. Metoda laporan menggunakan metoda deskriptif, interpretasi data yang diperoleh didokumentasikan dalam bentuk laporan Praktek Keinsinyuran dilengkapi dengan sisi Etika Praktek Keinsinyuran, Profesionalisme, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lindung Lingkungan. Pelaksanaan proyek pembangunan DPT metoda Branch Block ini merupakan solusi dalam mencegah tanah longsor pada tebing tanah urukan yang tinggi dan dengan sudut kemiringan yang terjal. Kesimpulan laporan keinsinyuran ini adalah DPT Metoda Branch Block dapat menjadi alternatif solusi dalam penanganan bahaya tanah longsor di Indonesia.

 

 


The branch block method is a retaining wall developed in Japan and has been applied since 2003, in Indonesia the branch block method was introduced in 2017 with the name Turap Progressive (TUPRO). The locus of this study was in one of the residential areas in Bogor, which is situated in the middle of the hills. Cut and fill at the steep side of the landfill is necessary to handle the potential landslides. This study aims to get an overview of landslide prevention using the branch block method. This study uses a descriptive approach, the interpretation of the acquired data is documented in this report, which includes aspects of engineering ethics, professionalism, occupational health and safety, and environmental protection. Implementing the branch block construction project serves as a solution to prevent landslides on high embankments with steep slopes. In conclusion, the branch block method can be an alternative solution for addressing Indonesia's landslide hazards.

 

"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Rochim
"Pekerjaan Erection Girder merupakan pekerjaan konstruksi beresiko tinggi yang menuntut kontraktor pelaksana untuk mematuhi standard dan peraturan yang berlaku guna melaksanakan pekerjaan yang aman. Dalam Proyek Pembangunan Akses Simpang Tak Sebidang (STS) Martadinata terdapat pekerjaan Erection Girder dengan tipe PCI dengan bentang 40.6 m sebanyak 5 buah pada lokasi Overpas Bukit Indah. Metode pelaksanaan pengangkatan menggunakan crane dengan jenis Crawler dengan kapasitas angkat 250 Ton sebanyak 2 buah. Setelah dilakukan Review untuk menjaga stabilitas girder, perlu dipastikan bahwa aspek – aspek penunjang harus terpenuhi yaitu pengecekan nilai Camber yang didapatkan sebesar 73 mm, 57mm, 41 mm, 56 mm dan 44 mm serta nilai Deformasi Lateral sebesar 16 mm, 26 mm, 34 mm, 35 mm dan 45 mm. Selain itu dalam perhitungan Safery Factor didapatkan nilai Crane Ratio sebesar 2.9 , Safety Factor Shacle sebesar 19.95 dan Safety Factor Sling sebesar 17.57. Dari segi keamanan bracing, terdapat rekomendasi atas penggunaan Bracing atau pengaku pada Girder berupa leverblock pada bagian tumpuan girder dengan penggunaan 2 turnbuckles untuk memastikan keseimbangan pengencangan chainblock, baja siku yang di ikat dengan tieroad dan dilas dengan angkur pada abutment, bracing menggunakan baja yang dikaitkan antar girder, serta bracing silang menggunakan besi yang di las antar girder.

Girder lifting work is a high-risk construction work that requires the implementing contractor to comply with applicable standards and regulations in order to carry out the work safely. In the Interchange of Martadinata Project, there are 5 PCI type Erection Girder works with a span of 40.6 m at the Bukit Indah’s Overpass. The lifting method uses 2 cranes of the crawler type with a lifting capacity of 250 tonnes. After a review is carried out to maintain the stability of the girder, it is necessary to ensure that the supporting aspects must be fulfilled, namely checking the Camber values obtained at 73 mm, 57mm, 41 mm, 56 mm and 44 mm and the Lateral Deformation values at 16 mm, 26 mm, 34 mm , 35mm and 45mm. Apart from that, in calculating the Safery Factor, the Crane Ratio value was 2.9, the Shacle Safety Factor was 19.95 and the Sling Safety Factor was 17.57. In terms of bracing safety, there are recommendations for the use of bracing or stiffeners on girders in the form of leverblocks at the support of the girder with the use of 2 turnbuckles to ensure the balance of chainblock tensioning, steel angles tied with tieroads and welded with anchors on the abutments, bracing using steel that is linked between girders, as well as cross bracing using iron welded between the girders."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 23
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Reza Febriano
"Pembangunan jaringan Jalan Tol JORR merupakah salah satu proyek infrastruktur penting sebagai penghubung konektivitas antar wilayah yang diharapkan dapat mempercepat mobilitas serta meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi di wilayah Jabodetabek. Pelaksanaan penyelesaian proyek pembangunan JORR Seksi W2 Utara Seksi II (Kebon Jeruk-Ulujami) Paket 3 Segmen Cileduk-Joglo pada periode tahun 2012 sampai dengan 2014 yang terletak di bagian sisi barat ini diharapkan dapat memberikan manfaat yakni melengkapi jaringan Jalan Tol JORR yang sebelumnya masih belum terhubung.

Penerapan Manajemen Proyek dalam merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengendalikan kegiatan organisasi serta sumber daya sangat penting sehingga pengelolaan proyek pembangunan JORR Seksi W2 Utara Seksi II (Kebon Jeruk-Ulujami) Paket 3 Segmen Cileduk-Joglo dapat berjalan sesuai dengan rencana. Dalam pengelolaan Proyek Pembangunan Jalan Tol JORR W2 Utara Seksi II (Kebon Jeruk-Ulujami) Paket 3 Segmen Cileduk-Joglo telah dilakukan evaluasi dari aspek biaya, mutu dan waktu. Pengelolaan proyek ini telah dilakukan analisis terhadap output pada proses pengendalian biaya, mutu dan waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta dituangkan dalam Kontrak Pekerjaan beserta perubahannya. Analisis terhadap output pada proses pengendalian biaya, mutu dan waktu proyek tersebut dengan melakukan monitoring dan evaluasi selama proyek berlangsung. Selain itu juga dilakukan evaluasi terhadap penerapan Kode Etik Insinyur sebagai pedoman dan landasan tingkah laku dalam melaksanakan proyek, serta implementasi penerapan Keselamatan, Kesehatan, Keamanan Kerja dan Lingkungan (K3L) untuk konstruksi jalan dan jembatan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, terdapat kenaikan biaya sebesar Rp 20.753.777.000,- atau 11,96% dan penambahan waktu kontrak sebanyak 60 hari kalender namun kenaikan biaya dan penambahan waktu tersebut masih dalam batas toleransi, karena dapat dikendalikan dengan baik sehingga tidak terjadi cost overrun dan keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Mutu pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Proyek pembangunan telah diselesaikan secara profesional, menjalankan dasar Kode Etik Insinyur serta memperhatikan K3L sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


The construction of the JORR toll road network is an important infrastructure project aimed at connecting regions, which is expected to accelerate mobility and improve the distribution of goods and services to support economic growth in the Greater Jakarta area (Jabodetabek). The completion of the JORR Toll Road Project for Section W2 North, Section II (Kebon Jeruk-Ulujami), Package 3, Segment Cileduk-Joglo, between 2012 and 2014, which is located on the western side, is expected to provide benefits by completing the JORR network, which was previously incomplete. The application of Project Management in planning, organizing, leading, and controlling organizational activities and resources plays a crucial role in ensuring the successful execution of the JORR Toll Road Project for Section W2 North, Section II (Kebon Jeruk-Ulujami), Package 3, Segment Cileduk-Joglo according to the plan. In managing the JORR Toll Road Project for Section W2 North, Section II (Kebon Jeruk-Ulujami), Package 3, Segment Cileduk-Joglo, Jasa Marga has conducted evaluations in terms of cost, quality, and time. The company also performed an analysis of the outputs from cost, quality, and time control processes according to the applicable regulations, which were incorporated into the Work Contract and its amendments. The analysis of the outputs from the cost, quality, and time control processes was carried out through monitoring and evaluation during the project. Additionally, an evaluation was conducted on the implementation of the Engineer's Code of Ethics as a guideline and foundation for conduct during the project, as well as the application of Safety, Health, Work Security, and Environmental (K3L) measures for the construction of roads and bridges. Based on the evaluation results, the project experienced a cost increase of IDR 20,753,777,000 or 11.96% and an extension of 60 calendar days for the contract. However, the rise in cost and time was well controlled, ensuring that no cost overruns occurred and the project was completed on time. The quality of the work met the established standards. The project was completed professionally, adhering to the Engineer's Code of Ethics and ensuring compliance with K3L regulations."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ike
"Gedung Central Control Room (CCR) di suatu pembangkit PLTG adalah salah satu bangunan penting, karena terdapat peralatan elektrikal sebagai pengendali proses jarak jauh yang mengontrol jalannya proses produksi lewat monitor yang terhubung dengan alat-alat yang ada dilapangan suatu pembangkit listrik. Dalam laporan ini akan di jelaskan tentang studi kasus mengenai saluran penghantar listrik (Busduct) yang menabrak balok utama di gedung CCR yang mengharuskan untuk memotong tinggi balok dari 750 mm menjadi 400 mm. Dan juga akan dijelaskan analisis teknis perbaikan balok dan analisis non teknis dari segi Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup (K3L) , biaya pekerjaan dan waktu yang telah ditentukan. Perkuatan dan modifikasi balok sudah selesai dilakukan dan terpasang dengan aman yaitu dengan menambah bracing profil baja H 200.200.8.13 dan H 150.150.7.10 dibawah balok yang berfungsi menahan lendutan dan memperkuat balok beton akibat berkurangnya tinggi balok.

The Central Control Room (CCR) building in a PLTG plant is one of the important buildings, because there is electrical equipment as a remote process controller which controls the course of the production process via monitors connected to equipment in the field of a power plant. In this report, we will explain a case study regarding an electrical duct (Busduct) that hit a main beam in the CCR building which required cutting the beam height from 750 mm to 400 mm. And it will also explain the technical analysis of beam repairs and non-technical analysis in terms of Security, Safety, Health and Environment (K3L), work costs and predetermined time. Reinforcement and modification of the beam has been completed and installed safely, namely by adding steel profile bracing H 200.200.8.13 and H 150.150.7.10 under the beam which functions to resist deflection and strengthen the concrete beam due to reduced beam height. "
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ridwan Widjaja
"Tinta Poliuretan akan digunakan sebagai bahan pengikat (binder) untuk tinta yang dapat diaplikasikan ke produk-produk makanan. Proyek pabrik produksi Tinta Poliuretan ini adalah sebuah turn-key project yang dilakukan melalui serangkaian proses keinsinyuran multi-disiplin. Proses produksi ini sangat baru dan mengandalkan hasil peningkatan (scale up) dari fasilitas pabrik percontohan. Proses praktik keinsiyuran seperti dijelaskan di laporan ini dimulai dari desain, hingga menjadi fasilitas pabrik produksi Tinta Poliuretan dengan skala komersial yang dapat beroperasi sesuai harapan. Proses keinsinyuran seperti ini menjadi sebuah tren di industri secara umum, dimana investasi proses atau produk baru dan perluasan pabrik menjadi salah satu tumpuan untuk pertumbuhan bisnis di industri. Desain teknik praktis yang sejalan dengan teknologi, peralatan, dan metode yang ada di pasar, akan menghasilkan produk atau sistem yang dapat menghasilkan produk berkualitas sesuai harapan, secara aman, tepat waktu, dan sesuai anggaran dalam kasus bisnis investasi klien industri.
Polyurethane ink will be used as a binder for ink that can be applied to food products. This Polyurethane Ink production plant project is a turn-key project carried out through a series of multi-disciplinary engineering processes. This production process is very new and relies on the results of scaling up from pilot plant facilities. The engineering practice process described in this report starts from design, to becoming a commercial-scale Polyurethane Ink production plant facility that can operate as expected. Engineering processes like this are becoming a trend in the industry in general, where investment in new processes or products and factory expansion is one of the cornerstones for business growth in the industry. Practical engineering design that is in line with existing technologies, equipment, and methods on the market, will result in a product or system that can produce quality products as expected, safely, on time, and within budget in the investment business case of industrial clients."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Riski Aditya
"Pada tahun 2023 PT. Yakult Indonesia Persada melakukan perbaikan di area pabriknya yang berada di Desa Pesawahan Cicurug Sukabumi, Jawa Barat. Salah satunya adalah penggantian ceiling pada area moulding room. Existing ceiling pada area tersebut menggunakan material akustik diganti menjadi material sandwich panel agar ruangan menjadi lebih kedap dan kebersihannya mudah dikontrol. PT. Takenaka Indonesia dimana penulis bekerja sebagai site engineer ditunjuk sebagai kontraktor yang melaksanakan proyek tersebut dengan durasi pengerjaan 12 bulan. Adapun metode pekerjaan yang dilakukan adalah menggunakan sistem temporary stage sehingga memisahkan antara area produksi owner dan area kerja konstruksi. Temporary stage yang digunakan menggunakan rangka baja UNP yang diatasnya ditumpangi sandwich panel dengan tebal 50 mm sebagai lantai kerjanya. Setelah temporary stage selesai dipasang, tahap selanjutnya adalah melakukan pembongkaran existing ceiling, pemasangan ceiling hanger UNP dan pemasangan ceiling baru berupa material sandwich panel PIR dengan tebal 100 mm dengan metode slip joint. Dengan menetapkan standard kerja yang tinggi, PT. Takenaka Indonesia juga berkomitmen untuk menjaga aspek safety dalam setiap proses kerjanya. Hal ini dibuktikan dengan melakukan toolbox meeting, penyediaan alat P3K & klinik serta melakukan simulasi tanggap darurat gempa bumi. Selain itu pihak kontraktor juga menjunjung tinggi integritas kerja dengan menaati kode etik keinsinyuran yang berlaku. Sehingga, pekerjaan bisa selesai dengan tepat waktu dan dengan kualitas yang baik.

In 2023, PT. Yakult Indonesia Persada made improvements to its factory area located in Pesawahan Village, Cicurug, Sukabumi, West Java. One of them is replacing the ceiling in the molding room area. The existing ceiling in the area uses acoustic material replaced with sandwich panel material so that the room becomes more soundproof and its cleanliness is easy to control. PT. Takenaka Indonesia, where the author works as a site engineer, was appointed as the contractor to carry out the project with a duration of 12 months. The work method used is to use a temporary stage system so as to separate the owner's production area and the construction work area. The temporary stage used uses a UNP steel frame with a 50 mm thick sandwich panel as its working floor. Furthermore, the existing ceiling was dismantled, the UNP ceiling hanger was installed, and a new ceiling was installed in the form of a 100 mm thick PIR sandwich panel using the slip joint method. By setting high work standards, PT. Takenaka Indonesia is also committed to maintaining safety aspects in all its work. This is evidenced by holding toolbox meetings, providing first aid kits & clinics, and conducting earthquake emergency response simulations. In addition, the contractor also upholds work integrity by complying with the applicable engineering code of ethics. So, the work is completed on time and with good quality.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tubagus Naufal Dzaki
"Proyek 1250 Unit Logement Khemis Miliana adalah salah satu proyek rumah susun yang terletak di kota bernama Khemis Miliana, Provinsi Aïn Defla yang bertujuan untuk mewujudkan program perumahan di seluruh wilayah Aljazair. Proyek ini ditargetkan untuk selesai dalam 28 bulan. Metode untuk pekerjaan struktur menggunakan bekisting modular berupa Tunnel Formwork, di mana pengecoran direncanakan setiap 1 hari selesai 1 lantai. Pengecoran menggunakan tunnel formwok menghasilkan beton minim sambungan, dikarenakan dinding, kolom, balok dan pelat lantai dicor secara bersamaan dan tidak parsial. Biaya yang diperlukan untuk pekerjaan struktur menggunakan tunnel formwork lebih efisien Rp5,608,117,948 dibandingkan dengan metode konvensional dengan waktu lebih cepat yaitu 10 hari banding 130 hari. Metode tunnel formwork bisa optimal apabila digunakan minimal untuk 40 lantai dengan desain yang tipikal. Pada musim dingin terjadi inefisiensi waktu pengecoran dikarenakan waktu setting beton melebihi rencana, sehingga siklus pengecoran menjadi 5 hari. Tahap pertama untuk melakukan optimasi adalah menghitung nilai kuat tekan beton yang harus dicapai untuk pembongkaran bekisting pada waktu 12 jam setelah pengecoran di musim dingin. Berdasarkan perhitungan menggunakan cara PBI 1971 kuat tekan minimal agar bekisting aman untuk dibuka adalah 4.00 MPa. Tahap selanjutnya adalah merubah tipe admixture yang berupa superplasticizer menjadi water reducer sekaligus superplasticizer. Hasil dari modifikasi tersebut yaitu diperoleh nilai kuat tekan beton 9.00 MPa pada 12 jam setelah pengecoran. Penyelesaian pekerjaan struktur yang diprediksi akan terlambat 55 bulan dapat dihindarkan menjadi 10 bulan. Optimasi biaya terhadap prognosa kerugian adalah Rp75,892,059,681 sebagai hasil dari proses optimasi mix design beton untuk musim dingin.
Project of 1250 Unit Logement Khemis Miliana is one of the social-housing projects located in the city called Khemis Miliana, Aïn Defla Province which aims to realize a housing program throughout the Algerian region. The project is targeted for competion in 28 months. The method for structural work uses modular formwork in the form of Tunnel Formwork, where concrete casting planned to be completed 1 floor every 1 day. Casting using tunnel formwork produces minimal concrete joints, because the walls, columns, beams and floor slabs are formed simultaneously and not partially. The cost required for structural work using tunnel formwork is more efficient Rp5,608,117,948 compared to conventional methods, with faster time of completion which are 10 days compared to 130 days. The tunnel formwork method can be optimal if it used for a minimum of 40 floors with typical design. In winter, there is inefficiency in casting time because the concrete setting time exceeds plan, so the casting cycle becomes 5 days. The first stage for optimization is to calculate the compressive strength value of the concrete that must be achieved for formwork dismantling within 12 hours after casting in winter. Based on calculations using the PBI 1971 method, the minimum compressive strength so that the formwork is safe to open is 4.00 MPa. The next stage is to change the type of admixture from superplasticizer to water reducer and superplasticizer. The result of this modification was to obtain a concrete compressive strength value of 9.00 MPa 12 hours after casting. Completion of structural work which was predicted to be 55 months late could be avoided by 10 months. Cost optimization of the loss prognosis is Rp75,892,059,681 as a result of the concrete mix design modification."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mohamad Taufik H.A
"Dalam pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi di lingkungan PT. X sering mengalami berbagai hambatan, dimana hal tersebut mengakibatkan tidak tercapainya kinerja kualitas pencapaian hasil pekerjaan kontraktor seperti yang diharapkan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan faktor risiko kualitas yang dominan pada tahap pelaksanaan konstruksi, serta mengetahui dampak, penyebab, dan tindakan koreksi yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas pencapaian hasil pekerjaan di masa yang akan datang. Penelitian ini dikaji berdasarkan dari berbagai sumber literatur terutama literatur mengenai manajemen risiko dan manajemen kualitas pencapaian hasil pelaksanaan konstruksi. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan cara survei dan menyebarkan kuesioner kepada kontraktor dan para pihak yang terlibat (stake holder) pada proyek konstruksi di lingkungan PT. X. Dari penelitian yang telah dilakukan ditemukan 3 variabel faktor risiko kualitas yang dominan pada tahap pelaksanaan konstruksi berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, adalah ketidak jelasan informasi lingkup pekerjaan pada saat penjelasan pekerjaan, Perencanaan (gambar/spesifikasi) yang salah/tidak lengkap, dan tidak efektifnya atau tidak adanya prosedur manajemen kualitas.

There are many problems during the implementation of the projects construction at area of PT. X, which is affected to the output of contractor to reach the expectation of quality performance. The purpose of this research is getting a dominant risk factor to influence the quality of construction stage, also finding a cause, effect and recommendation of the correction action in order to improve the quality performance in the near future This research is studied based on various source of literatures especially in concerning the management risk and management quality of output performance resulted by the construction stage. The method of this research is by doing the survey and giving questioners to contractors and stake holders in the area of projects at PT X. From the research it was found that are three variable of risk factors to the most dominant influent to the qualities of construction based on analysis data has been done, the variable are ; there are no clearly scope of work information on the bidding process, the planning (drawing/specification) are wrong and incompletely, and there are have not or ineffective procedure of quality management."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2009
T26755
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>