Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 108 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Doni Muhammad Qodri Romdoni
"Di MTH 27 Office Suits, air hujan dialirkan melalui pipa air hujan dan saluran keliling menuju sumur-sumur resapan, overflow dari sumur resapan dialirkan menuju Raw Water Tank yang kemudian difilter dan dimasukkan ke dalam Ground Water Tank, air dari GWT ini kemudian dinaikkan ke Roof Tank Air Bersih dan dialirkan menuju outlet-outlet air bersih gedung. Air bekas dan air kotor sisa penggunaan dialirkan menuju Sewage Treatment Plant dimana hasil air Recycling ini kemudian dinaikkan menuju Roof Tank Air Recycling dan digunakan kembali untuk flushing di closet, urinoir, dan siram tanaman, siklus ini sesuai dengan prinsip zero run off.
Pada saat hujan besar, kadangkala air hujan tidak cukup tertampung di dalam RWT dan GWT yang memiliki kapasitas terbatas, jika terjadi demikian maka floating valve pada pipa RWT akan menutup dan air hujan langsung dibuang menuju saluran kota, kondisi surplus air ini tidak berdampak biaya.
Sebaliknya pada saat shortage air recycling, back up shortage air recycling menggunakan air bersih yang dipindahkan secara otomatis dari roof tank air bersih menuju roof tank air recycling, sehingga air PDAM tidak hanya digunakan untuk kebutuhan air bersih, tetapi juga digunakan untuk flushing dan siram tanaman manakala air hasil recycling tidak berhasil memenuhi kebutuhannya, kondisi ini berdampak pada timbulnya biaya tidak terencana. Diperlukan pengetahuan akan minimal tingkat hunian gedung untuk memastikan penggunaan sistem air recycling secara optimal.

In MTH 27 Office Suits, rainwater is channeled through rainwater pipes and circular canals to infiltration wells, overflows from infiltration wells are channeled to Raw Water Tank which is then filtered and put into Ground Water Tank, the water from GWT is then raised to the Clean Water Roof Tank and channeled to the building's clean water outlets. Used water eg. grey and black water are channeled to the Sewage Treatment Plant where the recycled water is then raised to the Recycled Water Roof Tank and reused for flushing in closets, urinals, and watering plants, this cycle is in accordance with the zero run off principle.
During heavy rains, sometimes the rainwater couldn’t be accommodated in the RWT and GWT which have limited capacity, if this happens then the floating valve on the RWT pipe will close and rainwater will directly discharged into the city channel, this surplus water condition has no cost impact.
On the other hand, when there is a shortage of recycled water, the back up for such condition is that clean water automatically transferred from the Clean Water Roof Tank to the Recycled Water Roof Tank, so that PDAM water is not only used for clean water needs but is also used for flushing and watering plants when there is a shortage of recycled water, this condition has an impact on the emergence of unplanned costs. Knowing of minimum building occupancy levels is required to ensure optimal use of water recycling systems.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Karla Karmala
"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki 78,6 juta ton cadangan terukur pasir silika. Pengolahan pasir silika sebagai produk samping dari penambangan timah berpotensi menciptakan peluang ekonomi daerah. Saat ini, pengolahan pasir silika di Kabupaten Bangka menghasilkan 90-95% SiO2. Sementara itu, permintaan global untuk pasir silika dalam industri kaca diproyeksikan meningkat hingga 2025, dengan persyaratan kemurnian 99,500-99,999% SiO2. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kadar pasir silika untuk memenuhi syarat ekspor sebagai low-iron silica sand, yang juga diatur dalam Permendag RI Nomor 12 Tahun 2022 (>99,500% SiO2 dan 0,012% Fe2O3). Peningkatan kadar pasir silika dapat dilakukan dengan penggunaan ultrasonik untuk membebaskan pengotor yang inheren. Material pasir silika yang digunakan dari Bangka dan berukuran -30+100 mesh, dengan kemurnian 74,720% SiO2 dan 97,840% SiO2 (ICP-OES). Pengolahan pasir silika dapat dilakukan dengan rangkaian metode washing, classifying, intensive scrubbing (ultrasonic), gravity concentrating, magnetic separation, dan natural drying. Pasir silika masukan dengan 97,840% SiO2 dan 0,050% Fe2O3 berhasil diolah menjadi produk low-iron silica sand, yakni 99,600% SiO2 dan 0,011% Fe2O3. Dengan demikian, pasir silika di Kabupaten Bangka berpotensi diolah dan diekspor sehingga mampu menjadi sumber pendapatan negara.

The Bangka Belitung Islands province has a measured reserve of 78.6 million tons of silica sand. Processing silica sand as a byproduct of tin mining has the potential to create economic opportunities for the region. Currently, silica sand processing in the Bangka Regency yields 90-95% SiO2. Meanwhile, the global demand for silica sand in the glass industry is projected to increase until 2025, with purity requirements of 99.500-99.999% SiO2. Therefore, an increase in the silica sand content is needed to meet the export requirements as low-iron silica sand, which is also regulated in the Indonesian Trade Minister Regulation No. 12 of 2022 (>99.500% SiO2 and 0.012% Fe2O3). The increase in silica sand content can be achieved through the use of ultrasonic technology to remove inherent impurities. The silica sand material used from Bangka is sized -30+100 mesh, with purity levels of 74.720% SiO2 and 97.840% SiO2 (ICP-OES). Silica sand processing can be carried out through a series of methods, including washing, classifying, intensive scrubbing (ultrasonic), gravity concentrating, magnetic separation, and natural drying. Silica sand with an input of 97.840% SiO2 and 0.050% Fe2O3 has been successfully processed into low-iron silica sand products, with 99.600% SiO2 and 0.011% Fe2O3. Thus, silica sand in the Bangka Regency has the potential to be processed and exported, becoming a source of national revenue.
"
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
PR-PDF
UI - Dokumentasi  Universitas Indonesia Library
cover
Marpaung, Sugiarto
"Skripsi ini membahas pemanfaatan refinery off gas sebagai sumber energi listrik dan termal menggunakan Gas Turbine Generator dan Exhaust Boiler pada pengolahan minyak mentah. Refinery off gas merupakan gas sisa hasil destilasi minyak mentah.
Refinery plant membutuhkan energi listrik dan uap panas selama proses destilasi berlangsung. Refinery off gas digunakan sebagai bahan bakar gas turbine generator dalam menghasilkan energi listrik dan energi termal pada gas buang dapat dikonversi menjadi uap panas menggunakan exhaust boiler. System ini dikenal sebagai combine heat and power system atau co-generation system.
Energi listrik dan uap panas yang dihasilkan sebagai energi dalam menunjang proses destilasi minyak mentah pada refinery plant, sehingga penyediaan energi pada refinery dengan pemakaian produk minyak dapat dikurangi. Energy kimia yang terkandung dalam refinery off gas dapat dimanfaatkan dengan combine heat and power system yang direncanakan memiliki efisiensi 74,97% pada beban listrik 100%, efisiensi energi listrik 22,63% dan efisiensi energi termal 52,33 %.

Thesis is arranged to utilize refinery off gas as source of electricity and thermal energy using gas turbine generator and exhaust boiler in refinery plant. Refinery off gas is residual gas yield of distillation of crude oil.
Refinery plant needs electricity and steam during distillation process. Refinery off gas is used as fuel of gas turbine generator to generate electricity then thermal energy of exhaust gas can be converted to be steam using exhaust boiler. This system is known as combine heat and power system or co-generation system.
Generated electricity and steam will be utilized for distillation process of crude oil in refinery plant, it means provision of energy in refinery plant by consuming oil products can be reduced. Chemical energy content of refinery off gas can be utilized by combine heat and power system which is planned to have efficiency 74.97% at 100% electricity load, electrical energy efficiency 22.63%, and thermal energy efficiency 52.33%.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Arga Fransdika
"Struktur atap Jakarta International Stadium mempunyai ukuran 244m x 269m di ketinggian puncak 82m. Melakukan pekerjaan assembling pada ketinggian 70-80 meter di atas permukaan tidaklah mudah. Dengan metode konvensional diperlukan alat bantu perancah yang tinggi, tingkat kesulitan terkait kepresisian saat proses fit up, serta tingkat risiko yang tinggi dari segi keselamatan kerja. Dengan kondisi seperti itu, perlu inovasi metode proses pemasangan Atap Jakarta International Stadium yaitu menggunakan metode lifting dengan strand jack. Dimana dengan metode lifting ini, rangka atap dilakukan assembling di ground level lalu dilakukan lifting sampai elevasi rencana. Dari aspek keamanan dan mutu, lifting menggunakan strand jack lebih aman dilakukan karena lebih banyak pekerjaan dilakukan di bawah. Hal ini membuat sisi pengawasan dan pengendalian terhadap alat maupun pekerja lebih mudah dilakukan. Pekerjaan di bawah juga dapat meminimalisir faktor angin yang berdampak pada kenyamanan saat melakukan pekerjaan.Dari aspek waktu pelaksanaan pekerjaan struktur atap metode lifting menggunakan strand jack memerlukan waktu 486 hari. Hal ini lebih cepat jika dibandingkan dengan metode konvensional yang memerlukan waktu 1121 hari.

The roof structure of the Jakarta International Stadium measures 244m x 269m at the height of 82m. Assembling work at an elevation of 70-80 meters above ground: with the conventional method, a high level of scaffolding, the difficulty level is related to precision during the fit-up process and a high level of risk from the work safety perspective. With such conditions, it is necessary to innovate the method of installing the roof of the Jakarta International Stadium, namely using the lifting method with strand jacks. With this lifting method, the roof truss is assembled at ground level and lifted up to the planned elevation. From safety and quality, lifting using a strand jack is safer because more work is done below. It makes supervision and control of tools and workers easier to do. The work below can also minimize the wind factor, which impacts work comfort. From the time of carrying out the roof structure work, the lifting method using strand jacks takes 486 days. It is faster when compared to the conventional way, which takes 1121 days."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Sudirwan
"Unit Pelaksana Teknis Pengukuran dan Pengujian Bahan Konstruksi adalah Laboratorium Penguji pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Tangerang, yang melaksanakan fungsinya untuk melaksanakan pengujian bahan konstruksi. SNI ISO/IEC 17025 : 2017 merupakan Persyaratan Umum untuk Kompetensi Laboratorium Penguji dan Laboratorium Kalibrasi. Dengan telah menunjukkan kompetensinya sebagai laboratorium penguji, dengan menerapkan secara konsisten SNI ISO/IEC 17025 : 2017, maka KAN ( Komite Akreditasi Nasional) menerbitkan dan memberikan sertifikat Aktreditasi dengan Nomor LP -1696 -IDN sebagai Laboratorium Penguji. Hal ini memberikan kepastian atas hasil uji yang diterbitkan oleh Laboratorium Penguji yang dimiliki Pemerintah Daerah dan memberikan kepastian atas penilaian kualitas atas pekerjaan mutu Konstruksi di lapangan.

The Technical Implementation Unit for Measurement and Testing of Construction Materials is the Testing Laboratory at the Tangerang City Spatial Planning Public Works Service, which carries out its function to carry out testing of construction materials. SNI ISO/IEC 17025 : 2017 is a General Requirement for the Competence of Testing Laboratories and Calibration Laboratories. By demonstrating its competency as a testing laboratory, by consistently applying SNI ISO/IEC 17025: 2017, KAN (National Accreditation Committee) issues and grants an Accreditation certificate with LP Number -1696 -IDN as a Testing Laboratory. This provides certainty for the test results issued by the Testing Laboratory owned by the Regional Government and provides certainty for the quality assessment of construction quality work in the field."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Junaiedy Malay
"Ciujung Priority Civil Works Package 3 adalah paket pekerjaan penanggulangan banjir yang dikerjakan oleh PT. PP-AMKA KSO, merupakan proyek yang menggunakan dana pinjaman dari Asian Devlopment Bank. Sebagai bentuk tanggung jawab Indonesia proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitarnya Sungai Ciujung. Praktik keinsinyuran ini bermaksud untuk mengevaluasi progres pekerjaan di Proyek Ciujung Priority Civil Works Package 3. Hasil evaluasi penulis deviasi progress pada bulan 13 waktu pelaksanaan sebesar – 14.970 %, kemudian penulis mencari langkah-langkah penanganan pelaksanaan pekerjaan dengan cara melakukan Mutual Check, Rekayasa Desain, dan Contract Change Order (CCO), langkah tersebut diambil untuk mengejar ketertinggalan progress. Kemudian hasil dari evaluasi yang diterapkan dilapangan untuk mampu mengejar progress pekerjaan sesuai dengan progress yang direncanakan.

Ciujung Priority Civil Works Package 3 is a flood management work package carried out by PT. PP-AMKA KSO, is a project that uses loan funds from the Asian Devlopment Bank. As a form of Indonesia's responsibility, this project is expected to provide benefits to the surrounding community of the Ciujung River. This engineering practice intends to evaluate the progress of work in the Ciujung Priority Civil Works Package 3 Project. The results of the author's evaluation of the deviation of progress in the 13th month of implementation time of – 14,970%, then the author looked for steps to handle the implementation of the work by conducting Mutual Checks, Design Engineering, and Contract Change Orders (CCO), these steps were taken to catch up with the progress. Then the results of the evaluation applied in the field to be able to pursue the progress of the work in accordance with the planned progress."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Josia Irwan Rastandi
"Pada pekerjaan konstruksi struktur jembatan tidak menutup kemungkinan akan terjadinya kesalahan yang mengakibatkan ketidaksesuaian dan defect. Jembatan skew steel box girder yang diteliti dalam laporan ini, diketahui memiliki ketidaksesuaian lendutan girder aktual terhadap chamber rencana. Apabila dilakukan back analysis untuk menghitung perkiraan tegangan layan berdasarkan kondisi tersebut, diperoleh tegangan melebihi tegangan ijin pada kondisi layan sehingga diperlukan perkuatan. Metode perkuatan yang dipilih adalah dengan external prestressing dengan pertimbangan bahwa prestressing dapat mereduksi tegangan berlebih pada struktur eksisting, sehingga dalam kondisi layan, tegangan masih relatif sama dengan kondisi awal dan memenuhi batasan sesuai peraturan. Metode perkuatan dengan menggunakan external prestressing ini dapat diterapkan dengan efektif sejauh direncanakan dengan baik disertai data-data dari kondisi eksisting yang akurat. Dari perbandingan antara hasil analisis pemodelan dengan pengukuran di lapangan memberikan hasil yang cukup mendekati, sehingga dapat diyakini bahwa pelaksanaan di lapangan sesuai dengan perencanaan.

In a bridge structure construction work, it is possible for errors to occur which will result in flaws and defects. The skewed steel box bridge studied in this report is known to have a mismatch in deflection between the actual and the designed chamber. If a back analysis is performed to calculate the estimated service stress based on these conditions, the stresses exceed the allowable stresses in service condition so that a repair or strengthening is required. The strengthening method chosen is external prestressing with the consideration that prestressing can reduce excess stresses in the existing structure, so the stresses in service condition are relatively still the same as in the existing structure and meet the limit according to standard. This strengthening method using external prestressing can be implemented effectively as long as it is properly designed with accurate data from the existing condition. The comparison between the results of analysis model and measurements on site shows quite close results, so it can be assured that the implementation on the site is in accordance with the design."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Zainal Luthfi
"Proyek revitalisasi pipa alat penyiram pada spherical tank pada Depot LPG Tanjung Priuk, Jakarta Utara merupakan proyek milik PT. Pertamina Patra Niaga. Terdapat 3 unit alat penyiram yang akan dilakukan revitalisasi pipa pada 3 unit spherical tank. Pengawasan mutu pada produk sambungan las pada proyek revitalisasi pipa alat penyiram mengacu pada ASME Code sebagai referensi mutu. ASME Code yang sangat berpengaruh pada proyek revitalisasi pipa alat penyiram ini adalah ASME Sec IX, ASME B31.3, dan ASME B16.5. Direct Acceptance Product merupakan suatu ukuran persentase produk yang dapat diterima melalui pengujian. Rejection Rate digunakan sebagai persentase produk sambungan las yang reject yang dihasilkan oleh welder, produk tersebut akan diuji dengan metode uji tak rusak (Non-destructive Test) Liquid Penetrant.

Spherical tank sprinkler pipe revitalization project at Depot LPG Tanjung Priuk, Jakarta Utara is a project owned by PT. Pertamina Patra Niaga. There are 3 sprinkler unit which will be revitalized in 3 spherical tank units. Quality control process of welding joint product in this revitalization project based on ASME Code as quality reference. ASME Code used in sprinkler revitalization project are ASME Sec IX, ASME B31.3, and ASME B16.5. Direct Acceptance Product is a count of product acceptance percentage by examination. Rejection rate is used as rejected percentage of welding joint product produced by welder, there product will be examined by Non-destructive Test Liquid Penetrant Methode."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Gilbert Lesmana
"Meningkatnya kebutuhan akselerasi untuk penemuan material untuk perovskite 3D sangat penting untuk menemukan material yang bebas timah dan ramah lingkungan untuk semikonduktor dan sel surya. Solusi dominan untuk tren ini bergantung pada klasifikasi material dan penyaringan sejumlah besar material perovskit yang dilakukan setelah simulasi ab-initio. Untuk menyelesaikan masalah dua langkah, kami menggunakan algoritme pembelajaran mendalam sebagai cara untuk mengeluarkan materi baru, mempercepat penemuan materi, dan memberikan opsi yang lebih cepat untuk bereksperimen. Dalam studi ini, pembuatan perovskit 3D bebas timah baru melibatkan dua algoritme: berbasis generasi dan berbasis prediksi. Model yang digunakan masing-masing didasarkan pada Conditional Variational Autoencoders (CVAE) dan Convolutional Neural Networks (CNN). Metrik evaluasi kerugian divergensi khusus Kullback-Leibler sebesar 38 dihasilkan dari dekoder CVAE. Skor R2 0,74 - 0,81, Akurasi 0,73 - 0,87, MAE 0,3631 - 6,2339, RMSE 0,34 - 0,57 diperoleh dari 4 model prediksi yang berbeda berdasarkan 4 properti menggunakan tipe regresi dan multi kelas. Eksperimen dengan Materials Studio juga dilakukan untuk memvalidasi hasil yang dihasilkan dari algoritma CVAE. Eksperimen ini menggunakan CsPbBr3 sebagai properti target untuk membuat material baru, PrLiO3. Seperti yang diperkirakan, energi celah pita PrLiO3 kelas 2 (0 < x ≤ 1 eV) dihitung dari Materials Studio menjadi 0,979 eV, menunjukkan bahan semikonduktor dan kemampuan prediksi yang tepat dari algoritme.

The growing need of acceleration for materials discovery for 3D perovskites are imperative to find lead-free and environmentally friendly materials for semiconductors and solar cells alike. The dominant solutions for these trends rely on the classification of materials and filtering of a huge range of perovskite materials done after ab-initio simulations. To resolve the two-step problem, we used a deep learning algorithm as a way to output new materials, accelerate materials discovery and providing quicker options to experiment upon. In this study, the generation of new lead-free 3D perovskites involves two algorithms: generational-based and prediction-based. Models used were based on Conditional Variational Autoencoders (CVAE) and Convolutional Neural Networks (CNN) respectively. The evaluation metrics Kullback-Leibler custom divergence loss of 38 were generated from the CVAE decoders. R2 score of 0.74 - 0.81, Accuracy of 0.73 - 0.87, MAE of 0.3631 - 6.2339, RMSE of 0.34 - 0.57 are obtained from 4 different prediction models based on the 4 properties using both regression and multi-class type. Experiments with Materials Studio was also done to validate the generated result of the CVAE algorithm. This experiment used CsPbBr3 as the target properties to create the new material, PrLiO3. As predicted, the band gap energy of PrLiO3 class 2 (0 < x ≤ 1 eV) was calculated from Materials Studio to be 0.979 eV, indicating a semiconductor material and the correct predictive capability of the algorithm."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Napitupulu, Reynaldo Vernandes Matheus
"Pantai Lalassa ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diprioritaskan dalam pembangunan nasional berdasarkan Peraturan Presiden nomor 3 Tahun 2016 serta Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 3 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2020. Abrasi dan erosi yang terjadi pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung telah terjadi dalam jangka waktu cukup lama termasuk salah satunya adalah Pantai Lalassa sehingga mengakibatkan kondisi pantai yang kritis. Pada Tahun 2021, PT. Banten West Java (BWJ) selaku pengelola kawasan KEK Tanjung Lesung mengusulkan infrastruktur dalam bentuk breakwater di Pantai Lalassa sebagai perlindungan pantai dan kawasan wisata.

Lalassa Beach is appointed as a Special Economic Zone (SEZ), prioritized in national development based on Presidential Regulations No. 3/2016 and Presidential Regulations No. 56/2018 concerning the Second Amendment to Presidential Regulations No. 3/2016 and Government Regulations No. 26/2020. Abrasion and erosion occurred in the Special Economic Zone (SEZ) of Tanjung Lesung, which has happened for quite a long time, including one of them is Lalassa Beach resulting in critical conditions. In 2021, PT. Banten West Java (BWJ), as the administrator of the Tanjung Lesung SEZ area, has proposed a coastal infrastructure in the form of a breakwater at Lalassa Beach as protection for coastal and tourist areas."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>