Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 20 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ismail Fahmi
"Kewaspadaan standart merupakan instrumen yang efektif untuk melindungi dan mengurangi angka kejadian infeksi pada tenaga kesehatan dan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat tentang kewaspadaan standart di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi. Desain penelitian ini deskriptif sederhana teknik pengambilan sampel yang digunakan Proporsional Random Sampling, sampel berjumlah 64 responden. Data dianalisis secara univariat.
Hasil penelitian menunjukan gambaran pengetahuan tentang kewaspadaan standart sudah baik: pengetahuan baik tentang cuci tangan sebanyak 64,1%, 70,3% memiliki tingkat pengetahuan baik tentang alat pelindung diri, 67,2% memiliki pengetahuan yang baik tentang pengelolaan benda tajam, pengetahuan baik tentang pengelolaan alat kesehataan bekas pakai sebanyak 70,3%, pengetahuan baik tentang pengelolaan limbah infeksius sebesar 70,3%. Disarankan untuk penelitian lebih lanjut agar meneliti faktorfaktor yang mempengaruhi upaya pencegahan infeksi.

Standard precaution is an effective instrument to protect and decrease infection rate in health professionals and patients. The aim of this study was to know the overview of nurse knowledge about standard precaution in Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi. Simple descriptive study with proportional random sampling was conducted among 64 respondents. The data was analyzed by univariate analysis.
The results showed that overview of nurse knowledge was good: good knowledge about hand wash was 64,1%; 70,3% had good knowledge about personal protective equipments, second hand health equipments, and infectious waste management; and 67,2% had good knowledge about sharp things management. There is need to identify factors that influence prevention of infection for further research.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S43123
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ratna Indraswati
Jakarta: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
T-pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muadi
"Iklim kerja dalam sebuah organisasi terbentuk dari persepsi pekerja terhadap kebijakan, dukungan, kejelasan organisasi, penghargaan dan tanggungjawab. Iklim organisasi selanjutnya akan menciptakan iklim kerja yang dapat mempengaruhi pekerja terhadap kepuasan kerja dan produktivitas kerja perawat. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan hubungan antara iklim kerja, dan kepuasan kerja dengan produktivitas kerja perawat Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total populasi yang telah memenuhi kriteria inklusi, yaitu seluruh perawat pelaksana yang bekerja di ruang rawat inap BRSUD Waled Cirebon yang berjumlah 141 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang disusun berdasarkan elemen-elemen iklim kerja, kepuasan kerja, dan produktivitas kerja. Hasil uji validitas dan reliabilitas didapatkan seluruh pernyataan dalam kuesioener adalah valid (0,3705- 0,9266) dan reliabel (0,9709). Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat Hasil penelitian adalah 50,4% perawat mempunyai persepsi baik tetang iklim kerja, 51,8% perawat puas dalam bekerja dan 53,2% bekeija produktif. Adanya hubungan yang bermakna antara iklim kerja dan kepuasan kerja dengan produktivitas kerja perawat.Variabel yang paling berhubungan dengan produktivitas keija adalah kepuasan kerja, kejelasan organisasi, dan tanggung jawab serta jenis kelamin sebagai variabel confounding. Variabel kepuasan kerja merupakan variabel yang paling berhubungan dengan produktivitas kerja (p value=0,000; OR=13,784). Saran: penelitian ini diharapkan bagi pihak manajer rumah sakit mempertahankan dan meningkatkan iklim kerja yang baik guna mencapai kepuasan kerja dan meningkatkan produktivitas kerja melalui sosialisasi tentang visi, misi, tujuan organisasi dan perbaikan komunikasi antar petugas kesehatan di rumah sakit.

Work climate in organization is formed from the staffs perception upon policy, support, organizations clarity, reward and responsibility. In tum it will create a working climate influencing the staff with else job satisfaction and with productivity of nursing staff. The research was descriptive the relationshif between work climate and job satisfaction with productivity of the nursing staff. The research was description correlation through cross sectional approach. The research used total population which have fulfilled inclusion criterias were 141 nurses. The instrument applied to this study was modified a instrumenL The validity and reliability test of the work climate instrument, job satisfaction instrument and productivity of the nursing staff instrument was validity and productivity of the nursing staff instrument was validity (0,3705-0,9266) and reliability (0,9709). The result of univaried analysis described, nurses who perceived good to the work climate 50,4%, who had good job satisfaction 51,8% and 53,2%. The productivity of nursing staff. The conclusion of this study showed that there was significant relationship between work climate and job satisfaction with productivity of nursing staff. Therefore the dominant variables that correlated with productivity of nursing staff was job satisfaction (p value = 0,000; OR = 13,784)from this result can be suggested for direction hospital, it was increased work climate to satisfaction job and increasing work conditioning quality through communication effectiveness."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
T26581
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Langitan, Rosamey Elleke
"ABSTRAK
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional case control study yaitu penelitian restrospektif tujuannya untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kejadian turnover perawat dengan membandingkan antara kasus 15 perawat yang turnover dengan kontrol 48 perawat yang tidak turnover di Rumah Sakit Bhakti Yudha Depok.
Hasil penelitian menggambarkan ada hubungan bermakna antara umur, status pernikahan, lama kerja, iklim organisasi, kinerja, dengan kejadian turnover. variabel yang paling berhubungan dengan kejadian turnover adalah kinerja (p=0,001 OR 10,8). Manajemen rumah sakit harus meningkatkan kinerja perawat sehingga dalam melaksanakan tugas dan pelayanan lebih optimal serta memperhatikan sistem rekrutmen tenaga dengan baik dan benar untuk menekan angka kejadian turnover perawat.

ABSTRACT
This research uses descriptive correlational design of case control study retrospectively study aims to identify factors that influence the incidence of turnover among nurses by comparing 15 cases of nurse turnover with 48 controls who did not nurse turnover in Depok Yudha Bhakti Hospital.
The results illustrate a significant correlation between age, marital status, length of work, organizational climate, performance, with the incidence of turnover. Variables most correlated with the occurrence of turnover is the performance (p = 0.001 OR 10.8). Management should improve the performance of hospital nurses so that in carrying out the duties and services more optimally and with regard to recruitment system properly to reduce the incidence of nurse turnover.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
T28477
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Umrah
"Kualitas tidur merupakan hal yang sangat penting dipenuhi oleh setiap individu, tidak terkecuali perawat. Penurunan kualitas tidur mampu mempengaruhi kinerja perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kontribusi kualitas tidur dengan kinerja perawat di rumah sakit yang bekerja secara shift malam. Penelitian ini menggunakan desain penelitian study cross sectional pada 151 perawat di Rumah Sakit Universitas Indonesia. Analisis menggunakan uji bivariat Wilcoxon Signed Test. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan anatara kualitas tidur dengan kinerja perawat (p<0.001; p<0.05). Penelitian ini menyatakan bahwa karakteristik penghasilan memiliki hubungan dignifikan dengan kualitas tidur (p=0.042). Rumah sakit perlu memperhatikan kesejahteraan perawat dalam hal pemenuhan waktu istirahat.

Sleep quality is very important to be fulfilled by every individual, including nurses. A decrease in sleep quality can affect nurses' performance in providing nursing care. This study aims to determine the contribution of sleep quality to the performance of nurses in hospitals who work in night shifts. This study used a cross sectional study research design on 151 nurses at the University of Indonesia Hospital. Analysis using the wilcoxon signed test bivariate test. The results of this study showed a relationship between sleep quality and nurse performance (Sig <0.001). This study states that income characteristics have a significant relationship to sleep quality (p=0.042). Hospitals need to pay attention to the welfare of nurses in terms of fulfilling rest time."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Godgift Morris
"ABSTRAK
Penilaian kompetensi adalah salah satu metode dalam proses kredensial perawat untuk menilai kompetensi perawat sesuai dengan standar praktik keperawatan. Tujuan dari proses ini adalah untuk memastikan kompetensi profesional perawat sebagai jaminan terhadap perlindungan hak-hak pasien. Rumah Sakit Cikini selesai penilaian kompetensi untuk perawat klinis dan menemukan bahwa rentang skor ke-3 perawat klinis tingkat lebih rendah dari perawat klinis kelas 2 dan 1. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan kelas 3 perawat klinis tentang kompetensi dengan kesiapan perawat dalam menghadapi kompetensi penilaian. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Sampel dibawa dengan menggunakan 55 perawat klinis kelas 3 dengan metode purposive sampling. Penelitian penggunaan instrumen adalah qustionnaire. Analisis data menggunakan uji chi square dengan (α ≤ 0,05).
Hasil penelitian menemukan nilai p = 0,556 (nilai p> α), tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan perawat klinis kelas 3 tentang klinis kompetensi dengan kesiapan perawat dalam menghadapi penilaian kompetensi. Sosialisasi berkala tentang kompetensi perawat diperlukan untuk perawat klinis, dan membuat penelitian terkait faktor lain yang mempengaruhi kesiapan perawat di menghadapi penilaian kompetensi

ABSTRACT
Competency assessment is one of the methods in the nurse credential process to assess nurse competency in accordance with nursing practice standards. The purpose of this process is to ensure the professional competence of nurses as guarantees for the protection of patient rights. Cikini Hospital finished competency assessment for clinical nurses and found that the range of scores of clinical nurses was lower than clinical nurses grade 2 and 1. This study was conducted to determine the relationship between the level of clinical nurse's grade 3 knowledge about competence and nurses' readiness to face competency assessment. This research uses descriptive analysis method. Samples were taken using 55 clinical nurses class 3 with a purposive sampling method. Research on the use of instruments is qustionnaire. Data analysis using chi square test with (α ≤ 0.05). The results found a value of p = 0.556 (p value> α), there was no relationship between the level of clinical nurse knowledge grade 3 about clinical competence with the readiness of nurses in facing competency assessment. Periodic socialization about nurse competencies is needed for clinical nurses, and make research related to other factors that influence nurses' readiness in facing competency assessment
"
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fredna J.M. Robot
"Beban kerja perawat adalah seluruh kegiatan atau aktifitas yang dilakukan oleh seorang perawat selama bertugas di suatu unit pelayanan keperawatan. Beban kerja perawat penting diketahui, dalam mengevaluasi kebutuhan tenaga perawat di ruang rawat inap rumah sakit umum Prof dr R. D. Kandou Manado. Asuhan keperawatan merupakan beban kerja utama perawat dan menjadi fokus dari semua aktifitas perawat dapat dilaksanakan dengan baik, bila jumlah tenaga perawat tercukupkan. Tujuan dari penelitian ini dapat mengetahui beban kerja perawat pelaksana, diketahui kebutuhan jumlah tenaga perawat di ruang rawat inap rumah sakit umum Prof dr R. D. Kandou Manado. Desain penelitian menggunakan deskritif analitik untuk mengobservasi kegiatan perawat pelaksana dengan menggunakan metoda work sampling. Sampel penelitian adalah pekerjaan perawat pelaksana rawat inap yang dilakukan selama shift berlangsung baik shift pagi, shift sore maupun shift malam, total sebanyak 330 sampel. Instrumen penelitian menggunakan format observasi kegiatan perawat pelaksana, dengan panduan klasifikasi jenis kegiatan perawat. Penetapan waktu dan perawat yang diamati menggunakan teknik random sampling dengan interval waktu lima menit. Hasil analisis kegiatan terbanyak dari perawat pelaksana di ruang rawat inap Irina B adalah kegiatan keperawatan langsung 46,67%, dengan pencapaian waktu kegiatan 843 menit dari total waktu 2380 menit. Kebutuhan perawat pelaksana di ruang rawat inap Irina B dengan kapasitas 29 tempat tidur dan BOR rata-rata 90,1% dengan hasil beban kerja dihitung berdasarkan formula standar Dep.Kes, hasilnya ruangan ini kelebihan 3 perawat dari jumlah yang ada sebanyak 27 perawat. Rekomendasi: Manajemen Keperawatan Dan Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia perlu mempertimbangkan beban kerja perawat sebagai acuan dalam menentukan kebutuhan tenaga keperawatan. Diperlukan evaluasi kembali uraian tugas perawat dalam mengoptimalkan waktu kerja perawat.

The staff nurse workload is activity of nursery Service in general ward unit. Nurse workload is important knowing, in evaluation conceming the fulfil of nursing staff in general ward unit Prof dr R-D.Kandou Manado Hospital. Nursing care is essention nurse and focus from activity nursery, with analysis workload it can be discovered the number of sufficient nurses required based on rational workload, and it can also improve the application of nurses based on proportional workload and this in tum will improve the work methode of the nurses, so that Service level quaiity can be increased. This research is aims to discovered the number sufficient nurses required based on a rational workload. The design was using descriptive analysis with method used is work sampling. The sample of this research was 57 staff nurses in those wards. The instruments were workload by observation from on the based format activity nursery. The Standard time observation with interval 5 minutes with random sampling. The result of the research, it is gained in the Irina B inpatients ward the nursery Service directly gets the most portion (46,67%) and the recearched time is 843 minutes from total time is 2380 minutes. Based on the above data, the calculation of nursing staff need, at Irina B care room with capacity 29 beds and BOR 90,1% have three nursing staff overage from 27 nursing staff. Recomendation for direction hospital, it was consider nurse workload for the based requirement nursing personal inpatients ward, and supervision to optimalisasion productive time nursing staff."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T26556
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Kris Linggardini
"Dokumentasi keperawatan merupakan indikator mutu asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan supervisi dengan pendokumentasian berbasis komputer yang dipersepsikan perawat pelaksana di RSUD Banyumas. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian perawat pelaksana sebanyak 70 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara supervisi dengan pendokumentasian berbasis komputer dengan p=0,003, ada hubungan antara lama kerja dengan pendokumentasian berbasis komputer dengan p= 0,007. Frekuensi supervisi merupakan variabel yang paling berhubungan dengan pendokumentasian proses keperawatan (p=0,001).

Nursing documentation is the indicator of nursing care quality. Supervision could affect the increasing of nursing service quality. The aim of this research was to know the correlation between supervision and computer based nursing documentation asssumed by the nurses in in-patient ward at Banyumas General Hospital. The research was designed by using quantitave method with cross sectional approach. The samples were 70 respondents. The instrument used was questionnaire.
The result showed that there is correlation between supervision and computer based documentation of nursing process (p= 0,003), there is correlation between the lenght of work and computer based documentation of nursing process (p= 0,007). The closest relationship variable toward the documentation of nursing process was the frequnecy of supervision (p=0,001)."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
T28427
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Sitanggang, Linda
"Kepemimpinan kepala ruangan sangat berpengaruh etrhadap kinerja perawat yang merupakan cerminan dari mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan karakteristik individu, kepemimpinan transformasional dengan kinerja perawat di P.K. St. Carolus Jakarta. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional terhadap 116 perawat.
Hasil penelitian mendapatkan hubungan yang signifikan antara kepemimpinan transformasional (karisma, konsiderasi individu, simulasi intelektual) dan kepemimpinan transaksional (manajemen eksepsi) dengan kinerja perawat ( p value <0,05). Tidak ada hubungan karakteristik individu meliputi usia, tingkat pendidikan, masa kerja, status perkawinan dan imabalan kontinjen dengan kinerja perawat ( p value>0,05). Variabel yang dominan berhubungan dengan konerja perawat adalah manajemen eksepsi (p value=0,006).

The Leadership of head of nurse is very influential on the performance of nurses who are a reflection of the quality of hospital services. The purpose of this study was to identify the relationship between individual characteristics, transformational and transactional leadership to the performance of nurses in nursing service quality control programmes in Health Services Sint Carolus Jakarta. This study used a cross-sectional descriptive correlation design by 116 nurses.
The study's result showed a significant relationship between transformational leadership, charisma individual consideration, intellectual stimulation, transformational leadership, and management of exceptions to the performance of nurses (p value <0.05). There is no relation between the individual characteristics such as age, education level, occupation, marital status and benefits contingent with the performance of nurses (p value > 0.05). The most dominant variable associated with the performance of nurse is a management of exception (p value = 0.006)."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
T28414
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Meilati Suryani
"Perilaku caring perawat selainditentukan oleh faktor individu juga didukung oleh lingkungan kerja yang baik. Penelitian ini mengetahui hubungan lingkungan kerja dengan perilaku caring. Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan sampel 95 pasien dan 95 perawat. PErsentase perawat yang berperilaku caring tinggi menurut persepsi pasien adalah 53%.
Hasil analisis menggunakan Chi Square menyatakan pengaturan beban kerja dan pengembangan profesional berhubungan dengan perilaku caring (p=0,000). Perawat perlu meningkatkan komppetensi dan komunikasi dengan pasien. Rumah sakit perlu meninjau kembali kebutuhan tenaga dan beban kerja perawat, menjadikan caring sebagai salah satu komponen penilaian kinerja perawat, meningkatkan role model kepala ruangan.

Caring nurse behavior not only determined by individual factor but also supported by good work environment.. This research was to recognize the relationship between work environment and nursing caring behavior according to patient's perception. This is descriptive correlation with 95 patient and 95 nurse as samples. According o patient's perception, as much as 53% of nurse are caring.
The result showed that professional development and workload managemnt are significantly associated with nursing caring behavior (p=0,000). Nurse require to improve communication skill. The hospital require improve head nurse as role model, make caring as component for nursing appraisal performance, asses the need for nursing workloada and staffing."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2010
T28396
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>