Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 129 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Raisha Bani Pramadhani
"ABSTRAK
Puisi Baeksu-ui Tanshik (Keluhan Si Tangan Putih) adalah salah satu karya representatif dari Kim Ki- Jin, seorang penulis Korea yang sepanjang masa kepenulisannya telah mengeluarkan banyak karya realisme sosialis. Pada periode aktifnya kegiatan KAPF, karya sastra yang diterbitkan memiliki tujuan khusus, yaitu untuk berpihak kepada kelas pekerja dan buruh dan bersifat melawan kekuasaan yang menekan kelas pekerja dan buruh, yang kemudian disebut dengan pro-munhak atau sastra proletar. Sastra proletar pada umumnya menggunakan karakteristik realisme sosialis untuk menyampaikan maksud para penyair. Penulisan ini bertujuan untuk mencari unsur realisme sosialis pada puisi
Baeksu-ui Tanshik dan membuktikan bahwa puisi tersebut merupakan puisi realisme sosialis. Karakteristik realisme sosialis dianalisis melalui pendekatan sosiologi sastra, melalui unsur pembentuk puisi yaitu kiasan dan pilihan kata. Metode yang digunakan adalah metode deskriptifanalitis, dengan pendekatan intrinsik dan ekstrinsik. Hasil riset menunjukkan bahwa puisi ini memiliki
ciri yaitu karya memiliki tokoh marxis, karya memiliki formula dan struktur, karya tidak mengandung arti yang ambigu, dan karya memiliki akhiran atau pesan yang membangun. Meski di dalam puisi ini tidak ada ciri pencantuman seseorang atau sesuatu yang dianggap rival dari sosialisme dan pemasukkan unsur politik dalam bahasa yang retoris, dapat disimpulkan bahwa puisi ini merupakan puisi realisme sosialis.

ABSTRACT
Baeksu-ui Tanshik (White Hands Sigh) is one of the representative works of Kim Ki-Jin, a Korean writer who have produced many works of socialist realism. In the period of active KAPF activities, published literary works had a special purpose, to side with the working class and are against the power that suppresses the working class, which is then called pro-munhak or proletarian literature. Proletarian literature generally uses the characteristics of socialist realism to convey the intent of poets. This research aims to look for elements of socialist realism in Baeksu-Tanshik s poetry and prove that the poem is poetry of socialist realism. The characteristics of socialist realism are analyzed through the sociological approach of literature, through the forming elements of poetry, namely figures of speech and choice of words. The method used is descriptive-analytical method, with intrinsic and extrinsic approaches. The results of the research show that this poem has the characteristic that says that the poem has a Marxist character, the poem has a formula and structure, the poem does not contain ambiguous meanings, and the poem has a constructive message or suffix. Although in this poem there is no characteristic of someone or something that is considered a rival of socialism and the inclusion of political elements in rhetorical language, it can be concluded that this poem is a poem of socialist realism."
Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Munnazakiyatul Hayati
"ABSTRAK
Karya ilmiah ini menjelaskan amanat tentang patriotisme dalam drama Mr. Sunshine. Isu patriotisme di Korea sudah ada pada zaman Joseon. Oleh karena itu penulis akan meneliti drama Mr. Sunshine untuk melihat pesan patriotisme yang ada dalam drama tersebut. Untuk penelitian ini penggunaan drama dibatasi pada episode 1, episode 7, episode 8, episode 9, episode 17, episode 18, episode 22, dan episode 24 dari 24 episode yang ada. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana penyampaian isu tentang patriotisme yang terdapat dalam drama Mr.Sunshine. kemudian penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Langkah-langkah penelitiannya yaitu pertama menonton drama Mr. Sunshine berulang-ulang, kemudian mempelajari dan mendalami teori patriotisme, dilanjutkan dengan mencari adegan-adegan dalam drama Mr. Sunshine yang terdapat isu tentang patriotisme untuk selanjutnya dianalisis penyampaian isu patriotisme seperti apa yang terdapat pada drama tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai patriotisme yang ada di dalam drama ini terdapat nilai cinta tanah air dan benci hal yang berbau asing, nilai berkorban sepenuhnya demi mempertahankan Joseon saat perang, nilai kerasionalan dalam patriotisme disertai dengan adanya misi dalam melawan musuh, nilai yang mendahulukan kepentingan membantu sesama warga negara, nilai patriotisme kreatif, dan nilai membantu sesama warga negara.

ABSTRACT
This research explains some message about patriotism in a drama entitled Mr. Sunshine. The issue of patriotism in Korea dates back to the Joseon period. The author will examine the drama to see some message of patriotism in the drama. The use of the drama is limited to episode 1, 7, 8, 9, 17, 18, 22, and 24 of the 24 episodes. The problem statement of this research is how the issue of patriotism is conveyed within the drama. This research s method is descriptive qualitative methods. The steps are, first, watching drama Mr. Sunshine repeatedly, then studied and explored the theory of patriotism, followed by searching for scenes in drama, where there is an issue about patriotism, then analyze the issue of patriotism as stated in the drama. The results indicate that the values of patriotism in this drama are the value of the love of the homeland and hate foreign things, the value of sacrificing fully to maintain Joseon during war, the rational value in patriotism accompanied by a mission to fight the enemy, the value of prioritizing the interests of helping fellow citizens, the value of creative patriotism, and the value of helping fellow citizens.
"
Fakultas Ilmu Pengatahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Devina Salma Izzati
"ABSTRAK
Humanisme merupakan salah satu aliran atau paham dalam ilmu filsafat yang menjunjung tinggi nilai dan martabat manusia, serta menjadikan manusia sebagai tolak ukur dari segenap penilaian, kejadian dan gejala di atas muka bumi ini. Humanisme menyorot seluruh aspek kemanusiaan dalam seorang individu, baik dari segi interaksinya dengan individu lain, maupun interaksinya dengan dirinya sendiri. Sesuai dengan hal tersebut, tema humanisme dalam cerita pendek Neowa Namanui Sigan (Time for You and Me Alone) karya Hwang Sun-won dapat dilihat melalui narasi atau dialog yang terjadi di antara satu tokoh dengan tokoh lainnya, serta yang dilakukan satu tokoh pada dirinya sendiri. Hasil analisis menunjukkan bahwa, cerita pendek ini menampilkan unsur humanisme dengan menyorot tindakan-tindakan yang diambil seorang individu ketika telah berada di ambang kematian; apakah individu tersebut masih dapat mempertahankan hati nuraninya, atau malah, sifat egois demi bertahan hidup akan mulai muncul ke permukaan. Dalam Berdasarkan riset yang telah dilakukan, dalam Neowa Namanui Sigan, juga dapat ditemukan unsur humanisme yang menampilkan manusia dengan karakternya yang bermacam-macam, dinamis dan kadang terkesan kontradiktif.

ABSTRACT
Humanism is one of the courses or concepts in philosophy which upholds the values and dignity of humans and makes humans as a benchmark to measure all kinds of judgments, events and symptoms that are happening on this earth. Humanism highlights all aspects of humanity in an individual, both in terms of their interactions with other individuals, as well as their interactions with their very own selves. In accordance with this, the theme or aspect of humanism in Hwang Sun-won's short story Neowa Namanui Sigan (Time for You and Me Alone) can be seen through the narration or dialogue that occurs both between a character and other characters, as well as between a character and his own self. The very results of the analysis conducted that, this short story displays the element of humanism by highlighting the actions taken by an individual when he is on the verge of death; whether the corresponding individual can still maintain his conscience, or instead, selfishness for survival will begin to surface within himself. Based on the research that has been done, it can be concluded that in Neowa Namanui Sigan can also be found elements of humanism which display human beings with their various, dynamic and sometimes contradictive characters."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Bintang Fajaratri Mentari
"ABSTRAK
Jurnal ini membahas tentang isu industrialisasi dan pembangunan Korea Selatan yang terdapat dalam puisi ekologi karya Choi Seung Ho era 1990-2000-an. Penelitian ini menggunakan tiga puisi Choi Seung Ho yang masing-masing berjudul ldquo;Gongjang Jingdae rdquo;, ldquo;Mul Wie Mul Arae rdquo; dan ldquo;Nabi rdquo; sebagai bahan analisis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan isu-isu yang terdapat pada masyarakat Korea Selatan terkait industrialisasi dan pembangunan. Penulis menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis teks puisi. Dalam penelitian ini penulis menemukan kesimpulan bahwa dalam kegiatan puisi ekologinya, Choi Seung Ho berusaha menggambarkan isu-isu terkait industrialisasi dan pembangunan melalui simbol-simbol fisik berupa lingkungan alam yang tercemar. Simbol-simbol alam yang rusak inilah yang nantinya akan dikaitkan oleh realita sosial masyarakat Korea.

ABSTRACT
This journal described about South Korea rsquo s industrialization and development issue which is written in ecological poems written by Choi Seung Ho in 1990 2000 rsquo s era. This research focused on three of Choi Seung Ho rsquo s poems which are ldquo Gongjang Jingdae rdquo , ldquo Mul Wie Mul Arae rdquo and ldquo Nabi rdquo as a material analysis. The purpose of this research was to describe industrialization and development issues in South Korea. The researcher used qualitative method to analyze the poems. In this research, the researcher found a conclusion that in his ecological poem rsquo s activity, Choi Seung Ho tried to describe industrialization and development issues through the physical symbols of the polluted natural environment. Later on, this polluted natural rsquo s symbols will be connected to korean social reality."
2017
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Indrati Asyariri
"ABSTRAK
Korea Selatan merupakan salah satu negara yang mengalami aging population. Fenomena ini memberikan
permasalahan tersendiri bagi lansia, salah satunya depresi. Depresi pada lansia digambarkan dalam salah
satu film Korea berjudul Jugyeojuneun Yeoja atau lebih dikenal dengan judul The Bacchus Lady. Penelitian
ini menjelaskan bagaimana depresi di kalangan masyarakat usia lanjut digambarkan dalam film tersebut.
Penulis menunjukkan faktor-faktor apa saja yang menjadi latar belakang tingkat depresi pada lansia di
Korea dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan deskriptif analisis. Penelitian
dilakukan dengan mengamati film terlebih dahulu, kemudian menganalisis gambaran depresi pada
masyarakat lanjut usia di Korea yang terdapat dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari semua
faktor yang ada, kurangnya dukungan sosial dari keluarga sebagai akibat dari lunturnya nilai bakti pada
orang tua merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan gejala depresi pada lansia di
Korea.

ABSTRACT
South Korea is one of countries experiencing aging population. This phenomenon presents its own problems
for the elderly, such as late-life depression. Depression on the elderly is depicted on one of Korean movie
titled Jugyeojuneun Yeoja or known as The Bacchus Lady. This research aims to explain how late-life
depression is depicted on the movie. The author will show the factors related to late-life depression in Korea
which is depicted in the movie using qualitative research method through descriptive analysis approach.
This research will be conducted by observing the movie, then analyzing the depictions of late-life
depression in Korea. The results showed that of all the factors that exist, the lack of social support from the
family as a result of the fading of devotion values to the elderly is the most influential factor in improving
depressive symptoms in the elderly in Korea."
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Khairana Ariani Wibowo
"ABSTRAK
Setiap individu memiliki tendensi melakukan pengorbanan, dan oleh karena itu, pengorbanan menjadi topik yang sering diangkat dalam karya sastra. Pengorbanan menjadi salah satu topik yang diangkat penulis cerpen modern Korea, Kim Yujeong, khususnya dalam cerpennya yang berjudul Ddaengbyot dan Bombom. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pengorbanan masyarakat Korea dalam cerita pendek Ddaengbyot dan Bombom karya Kim Yujeong. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data studi pustaka. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pengorbanan dalam cerpen Ddaengbyot dan Bombom karya Kim Yujeong merepresentasikan konsep pengorbanan khas masyarakat Korea yaitu jeong, han dan hyo. Pengorbanan dalam Ddaengbyot merepresentasikan konsep jeong dan han, sementara pengorbanan dalam Bombom merepresentasikan konsep jeong, hyo dan han.

ABSTRACT
Every individual has the tendency to sacrifice; therefore, sacrifice is often used as a topic in literature works. Sacrifice is also used as a topic by a modern Korean writer, Kim Yujeong, especially in his works that are called Ddaengbyot and Bombom. This study aims to describe the Korean concepts of sacrifice from Ddaengbyot and Bombom. This study uses qualitative research method with literary research as the data research method. From this study, the writer finds that the sacrifices described in Ddaengbyot and Bombom written by Kim Yujeong represent three specific Korean concepts of sacrifice. Those concepts are jeong, han and hyo. Sacrifices described in Ddaengbyot contain the value of jeong and han, whereas the sacrifices described in Bombom contain the value of jeong, hyo, and han.
"
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Hasna Aziza Setiawan
"Stigma negatif dari masyarakat membuat orang yang mengalami kecemasan menjadi takut atau enggan mencari dukungan dari orang lain. Memiliki caranya tersendiri, Yi Sang dapat menuangkan rasa cemasnya dengan kekuatan imajinasinya melalui puisi. Berangkat dari penjelasan tersebut, penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan tanda-tanda yang menunjukkan kecemasan Yi Sang dalam puisi “Kkotnamu” berkaitan dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Adapun pertanyaan dari penelitian ini adalah bagaimana tanda-tanda kecemasan Yi Sang ditunjukkan dalam puisi “Kkotnamu”. Analisis objek penelitian dilakukan dengan tiga tahap, yaitu pembacaan, perujukan, dan pemaknaan melalui pendekatan psikologi sastra ekspresif. Dalam menganalisis, penulis mengaitkan kecemasan dari puisinya dengan riwayat hidup, latar belakang historis, dan kepribadian Yi Sang. Berdasarkan hasil penelitian, puisi “Kkotnamu” mencerminkan kecemasan neurotik dan objektif Yi Sang dalam meraih keinginannya. Hasil analisis didapatkan melalui larik-larik yang diidentifikasikan sebagai tanda-tanda kecemasan Yi Sang dalam puisi “Kkotnamu”. Kecemasan ini diakibatkan oleh budaya patriarki Konfusianisme dan penyakit tuberkulosis menjadi penghambat dalam meraih keinginannya. Pada akhirnya, Yi Sang mengatasi kecemasan tersebut dengan mengambil mekanisme pertahanan penyangkalan dan regresi yang berakhir menimbulkan kepasrahan Yi Sang dalam menghadapi keadaan realitas.

The negative stigma of society makes people who suffer losses afraid or reluctant to seek support from others. Having his own way, Yi Sang can express his anxieties with the power of his imagination through poetry. Departing from this explanation, this research is aimed at explaining the signs indicating Yi Sang's anxiety in the poem "Kkotnamu" related to Sigmund Freud's theory of psychoanalysis. The question of this research is how the signs of Yi Sang's anxiety are shown in the poem "Kkotnamu". The analysis of the research object was carried out in three stages, namely reading, referencing, and interpreting through an expressive literary psychology approach. The author attributed the author to the biography, historical background, Yi Sang's personality. Based on the research results, the poem "Kkotnamu". Yi Sang's neurotic and objective anxiety in achieving his desires. The analysis results were obtained through the lines identified as signs from Yi Sang in the poem "Kkotnamu". This anxiety was caused by the Confucian patriarchal culture and tuberculosis became an obstacle to achieving his desires. In the end, Yi Sang overcomes the problem by taking defensive measures of denial and that ends in resigning Yi Sang in facing the state of reality."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2021
Mk-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Rachmi Fadilah Ravelin
"ABSTRAK
Karya ilmiah ini menganalis kasus pelecehan seksual dalam puisi Goemul karya Choi Young Mi.
Meningkatnya jumlah perempuan yang berani berbicara mengenai kasus pelecehan seksual melalui
gerakan #Metoo menjadi latar belakang terciptanya puisi. Puisi ini menjelaskan tiga peristiwa pelecehan
seksual secara kronologis. Oleh karena itu, karya ilmiah ini akan menggunakan analisis sequence untuk
melihat hubungan antar peristiwa. Analisis akan fokus pada bentuk pelecehan seksual, pelaku dan
pandangan terhadap pelecehan seksual yang terdapat di dalam puisi. Penulis menggunakan metode
kualitatif deskriptif. Langkah-langkah penelitiannya yaitu membaca dan memahami puisi berulang-ulang,
kemudian memahami bentuk pelecehan seksual, memahami teori analisis sequence, lalu mencari unsur
instrinsik puisi yang berkaitan dengan pelecehan seksual dan menginterpretasikannya. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa puisi ini menggambarkan pelecehan seksual secara eksplisit dan implisit melalui tiga
peristiwa yang disusun secara kronologis serta saling berhubungan satu sama lain
hr>
ABSTRACT
This research analyze sexual harrasment case in the poem Goemul by Choi Young Mi. The increasing number of women who speak up about sexual harrasment case became the background of this poem. This poem talking about three sexual harrasment incidents arranged in chronological order. Therefore, this research use sequence analysis to see the correlation between these incidents. The analysis focus is the type of sexual harrasment, the perperator, and perspective about sexual harrasment that are mentioned in the poem. The method that is used is descriptive qualitative. The steps of the research start from reading the poem repetitively and understanding the meaning of the poem, type of sexual harrasment, sequence analysis theory, then find the elements of the poem that are related to sexual harrasment until finally finding the interpretation of the poem. The result of the poem shows that this poem described sexual harrasement explicitly and implicitly through three chronological incidents which indeed correlated."
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Halimatuzahra
"Dewasa ini, terdapat banyak media yang dapat digunakan penggemar untuk memperoleh informasi, berpartisipasi, dan berinteraksi dengan idolanya. Hal itu membuat penggemar menjadi terobsesi dengan kehidupan idola. Dalam psikologi, obsesi penggemar pada kehidupan idola dikenal dengan istilah celebrity worship. Fenomena celebrity worship dapat dilihat dalam salah satu drama Korea yang berjudul Geunyeoeui Sasaenghwal. Dengan menggunakan teori representasi dan definisi konsep celebrity worship oleh McCutcheon, penelitian ini berfokus pada penggambaran celebrity worship yang ditunjukkan oleh Deok-Mi, tokoh utama dalam drama tersebut. Penelitian yang menggunakan metode deskriptif analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi perilaku dan dampak celebrity worship yang digambarkan oleh Deok-Mi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa representasi celebrity worship yang terdapat dalam drama Geunyeoeui Sasaenghwal dapat dilihat melalui perilaku yang ditunjukkan oleh Deok-Mi. Perilaku yang ditunjukkan oleh Deok-Mi, antara lain mencari informasi idola, membeli merchandise idola, menonton acara yang menampilkan idola, dan melakukan hal yang tidak biasa demi bertemu dengan idola. Sementara itu, dampak dari perilaku celebrity worship yang ditunjukkan Deok-Mi adalah mementingkan idola daripada diri sendiri dan memiliki cara menangani stress yang baik. Melalui penelitian ini, penulis juga menemukan bahwa Deok-mi menggambarkan sosok penggemar yang dapat menyeimbangkan kehidupannya sebagai pekerja dan penggemar. 
Currently, many media can be used by fans to get some information, participate, and interact with their idols. It makes the fans obsessed with their idols lives. In psychology, the obsession of the fans towards their idols can be called celebrity worship. The phenomenon of celebrity worship can be seen in one of the Korean drama entitled Geunyeoeui Sasaenghwal. By using representation theory and the definition of celebrity worship concept by McCutcheon, this research focused on the illustration of celebrity worship behavior which was performed by Deok-Mi, the main character in that drama. This research used a descriptive analysis method that aimed to identify the celebrity worship behaviors and the effect which were performed by Deok-Mi. The result of this research showed that the representation of celebrity worship in  Geunyeoeui Sasaenghwal drama can be seen through the behavior performed by Deok-Mi. Deok-Mi represented some celebrity worship behavior such as searching information about the idol, buying idols merchandise, watching shows that showed idol, and doing unusual thing to meet idol. The negative effect of that behavior is giving priority to idol rather than herself and the positive effect is having a good way to handle stress. Through this research, the authors found that Deok-Mi portrays a fan figure who can balance her life as a worker and a fan."
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Karima Dwi Oktavia
"Penelitian ini membahas mengenai nasionalisme yang terkandung dalam lagu Korea berjudul `Dokdoneun Uri Ttang` karya Park Mun Young. Lagu ini merupakan salah satu alat propaganda Korea mengenai kepemilikan Pulau Dokdo. Dalam lagu tersebut, Park Mun Young mengilustrasikan faktor objektif nasionalisme, yaitu sejarah, budaya, kondisi sosial, dan geografi Pulau Dokdo, yang memiliki kesamaan dengan Semenanjung Korea. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan penerjemahan bebas terhadap lirik lagu lalu mengaitkan lirik lagu dengan teori nasionalisme dan menganalisis lirik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasionalisme yang terkandung dalam lirik lagu merupakan nasionalisme yang didasari oleh adanya ancaman dari luar. Dalam hal ini adalah Jepang, karena Dokdo merupakan wilayah sengketa antara Korea dan Jepang. Namun, untuk membangun nuansa nasionalismenya, Park Mun Young menggunakan faktor objektif nasionalisme dalam lirik lagu `Dokdoneun Uri Ttang`
This research was conducted to examine the sense of nationalism in a Korean song called `Dokdoneun Uri Ttang` which was created by Park Mun Young. This song is one of the propaganda media of Korea about ownership of Dokdo. Through the song, Park Mun Young has illustrated that Dokdo has similarities with the Korea Peninsula in its history, culture, social, and geographic characteristics. This research has been used with a qualitative descriptive analysis method and free translation technique to translate the song lyrics. Next, the researcher has analyzed the lyrics with nationalism theory. The result of research has shown that nationalism contained in song lyrics is nationalism based on external threats. In this case it is Japan, because Dokdo is a disputed territory between Korea and Japan. However, to build the nuances of nationalism, Park Mun Young used the objective factor of nationalism in the lyrics of the song `Dokdoneun Uri Ttang`"
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>