Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 57 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Irma Damayanti
"Permasalahan yang muncul berdasarkan pendapat Khomsi bahwa ciri kalimat pada bacaan anak adalah kalimat sederhana. Kalimat sederhana yang dimaksud menggunakan ujaran pendek, sedikit kalimat bawahan, kosa kata lebih terbatas dan tidak mengandung kata-kata yang abstrak. Berdasarkan pendapat tersebut, munculah tiga pokok bahasan yaitu apakah cerita anak menerapkan pola kalimat sederhana sesuai dengan pendapat Khomsi; berapakah jumlah kata pada kalimat yang sesuai dengan kriteria ujaran pendek; jenis kalimat mana yang sering muncul.
Untuk menjawab pokok bahasan tersebut maka dilakukan penelitian pada enam bacaan anak. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan studi pustaka dan melakukan pengujian. Melalui studi pustaka diperoleh data mengenai pola kalimat sederhana dan ujaran pendek. Pengumpulan data yang berhubungan dengan kalimat sederhana di dalam buku bacaan anak dilakukan dengan mengadakan pengujian di enam bacaan anak yang berbeda pada sasaran umur pembaca.
Pengujian dengan mengambil sampel yang dimulai pada tiap bab I dan diberi nomor satu hingga seratus. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh bacaan anak menerapkan pendapat Khomsi mengenai kalimat sederhana pada bacaan anak seperti ujaran pendek, banyak menggunakan kalimat tunggal. Jumlah kata yang sesuai dengan ujaran pendek adalah yang berskala kecil (1-5 kata) dan berskala sedang (6-10 kata). Dengan dua skala tersebut jurnlah kata secara keseluruhan bisa menjadi sedikit. Berdasarkan tabel yang telah dibuat, kalimat tunggal, kalimat langsung, kalimat aktif dan kalimat pernyataan merupakan yang terbanyak frekuensi pemunculannya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S15908
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rosalina Elvira
"Dalam skripsi ini diuraikan mengenai kata kerja bantu tersebut, yaitu kata kerja mana saja yang mendapatkan hebben sebagai kata kerja bantu, yang mana saja yang mendapatkan zijn sebagai kata kerja bantu. Selanjutnya yang mana saja dapat menggunakan keduanya dan juga apa perbedaannya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2000
S15905
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kurniawan Adikusuma
"Dalam jurnalistik, seorang jurnalis harus mengetahui pemakaian kata yang tepat untuk membuat sebuah berita dan dalam hal ini diksi memegang peran penting untuk membuat berita yang baik. Selain itu, makna kata konotatif dan denotatif juga memiliki peran untuk menentukan nilai diksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan diksi yang sensasional dan tidak sensasional pada surat kabar NRC Handelsblad dan De Telegraaf. Tujuan selanjutnya adalah meneliti surat kabar yang paling sering menggunakan makna konotatif dan denotatif dan mencari hubungan antara diksi dan makna kata.
Hasilnya menunjukkan bahwa De Telegraaf memiliki 64,71 % diksi sensasional dan 60 % diksi yang bermakna konotatif. Sementara itu, NRC Handelsblad memiliki diksi tidak sensasional sebanyak 64,71 % dan diksi yang bermakna denotatif sebanyak 60 %. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak semua makna konotatif berhubungan dengan kesan sensasional karena ada juga makna konotatif namun tidak memiliki kesan sensasional. Makna denotatif juga tidak selalu berhubungan dengan kesan tidak sensasional karena ada juga makna denotatif namun memiliki kesan sensasional."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2006
S15902
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fajar Muhammad Nugraha
"Hampir di setiap rumpun bahasa ditemukan homonim. Homonim adalah hubungan antara kata yang ditulis dan/atau dilafalkan dengan cara yang sama dengan kata lain, tetapi yang tidak memiliki hubungan makna (Kridalaksana, 1993: 76). Salah satu contoh homonim yang kebetulan menjadi objek pada penelitian ini adalah kata dalam bahasa Belanda, yaitu kata maar.
Maar termasuk ke dalam kelompok homonim karena maar juga termasuk ke dalam lebih dari satu kelas kata. Maar bisa menjadi konjungsi dan juga bisa menjadi adverbia. Berkaitan dengan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu di mana letak perbedaan maar sebagai konjungsi dengan maar sebagai adverbia dari segi posisi dan anti, dan apakah penggunaan maar (adv) dapat mempengaruhi formalitas suatu teks."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2007
S15766
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agung Citra Purnama
"Penelitian mengenai kesalahan dalam pembentukan jamak oleh mahasiswa Program Studi Belanda tingkat satu bertujuan untuk menjabarkan bentuk-bentuk kesalahan dalam pembentukan jamak yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Belanda tingkat satu dan menjabarkan faktor penyebab munculnya kesalahan tersebut. Dasar teori yang digunakan adalah teori pembentukan jamak bahasa Belanda dan teori tentang kesalahan dalam pembelajaran bahasa asing dan bahasa kedua yang dikemukakan oleh William Littlewood. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kepada 32 mahasiswa Program Studi Belanda tingkat satu yang menjadi responden penelitian. Konten dari angket yang berbentuk soal disesuaikan dengan materi tentang pembentukan jamak yang telah dipelajari oleh pars responden. Konten tersebut terdiri atas sepuluh variabel kategori pembentukan jamak.
Setelah memaparkan sejumlah data dan menganalisisnya, pada akhir penelitian ditarik kesimpulan bahwa bentuk-bentuk kesalahan dalam pembentukan jamak yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Belanda tingkat satu berupa kesalahan dalam ejaan dan kesalahan dalam penentuan akhiran pembentuk jamak. Selain itu, juga ditemukan faktor penyebab munculnya kesalahan tersebut, yakni karena faktor transfer ketentuan akhiran pembentuk jamak bahasa Inggris, faktor generalisasi ketentuan-ketentuan dalam ejaan dan akhiran pembentuk jamak bahasa Belanda, dan faktor penggunaan ketentuan atau aturan dalam pembentukan jamak bahasa Belanda secara bersamaan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
S15829
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Irene Intan Hapsari
"ABSTRAK
Dalam pengajaran bahasa Belanda, pemelajar tidak hanya diminta untuk menguasai empat bidang keterampilan, seperti membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Namun, pemelajar juga perlu menguasai gramatika bahasa Belanda untuk meningkatkan keempat bidang keterampilan tersebut. Salah satu materi pengajaran gramatika pada buku ajar bahasa Belanda adalah pengajaran kalimat imperatif. Penelitian kualitatif ini menganalisis perbandingan pengajaran kalimat imperatif pada buku Contact! 1 dan De opmaat dari segi sintaksis. Berdasarkan E-ANS, terdapat enam bentuk kalimat imperatif. Pada penelitian ini ditemukan perbedaan bentuk-bentuk kalimat imperatif yang diajarkan pada kedua buku. Selain itu, temuan sampingan dari penelitian ini adalah perbedaan cara pengajaran kalimat imperatif dan juga model latihan yang disajikan pada masing-masing buku ajar.

ABSTRACT
To learn Dutch language, students not only required to have knowledge of four skills, such as reading, writing, listening, and speaking. However, students also need to have knowledge of the Dutch grammar to enhance those four skills. One of the grammar lessons in Dutch teaching books is imperative sentence. This qualitative thesis analyzes the comparison of imperative sentence teaching in between Contact! 1 and De opmaat in terms of syntax. Based on E-ANS, there are six forms of imperative sentence. This research found several differences of imperative sentence forms that been taught in both books. Furthermore, as a side analysis, this research found the differences way of teaching imperative sentence and the exercise models that presented in each teaching book."
2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mega Putri Riandi
"Makalah non-seminar ini membahas representasi Indonesia yang terdapat dalam tiga buah lagu karya Wieteke van Dort yaitu Arm Den Haag (1975), Geef Mij Maar Nasi Goreng (1991), dan Terug Naar Soerabaja (1991).  Wieteke van Dort adalah seorang Indo yang lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Indonesia, tepatnya di Surabaya. Penulis ingin melihat bagaimana seorang Indo merepresentasikan Indonesia melalui karyanya.  Ketiga lagu tersebut dianalisis menggunakan teori semiotik Ferdinand de Saussure. Kesimpulan yang ingin dicapai adalah bagaimana lirik dari ketiga lagu tersebut memiliki makna yang merepresentasikan Indonesia.
This non-seminar paper discusses the representation of Indonesia contained in three songs by Wieteke van Dort namely Arm Den Haag (1975), Geef Mij Maar Nasi Goreng (1991), and Terug Naar Soerabaja (1991). Wieteke van Dort is an Indisch who was born and spent her childhood in Indonesia, precisely in Surabaya. The author wants to see how an Indisch represents Indonesia through his work. All three songs were analyzed using the semiotic theory of Ferdinand de Saussure. The conclusion to be reached is how the lyrics of the three songs have a meaning that represents Indonesia.
"
2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Astrina Nadia Wandasari
"Apa yang terjadi pada masa penjajahan Belanda di Hindia Belanda meninggalkan kesan yang begitu dalam bagi setiap pihak yang terlibat, tidak hanya kaum inferior tetapi juga kaum superior. Penceritaan kembali mengenai apa yang terjadi pada masa kolonial dilakukan melalui berbagai media, salah satunya karya sastra postkolonial Familiefeest karya Theodor Holman. Secara jelas dan nyata pasti terjadi diskriminasi pada masa tersebut. Dengan metode penelitian deskriptif-sinkronis, diteliti bagaimana penggambaran diskriminasi yang ditemukan dalam cerita Familiefeest beserta dampak yang dihasilkannya. Melalui cerita ini, ditemukan diskriminasi ras, etnis, dan kebangsaan yang terjadi pada tokoh didalamnya, yang notabene adalah kaum superior pada masa kolonial tersebut, dan dampak yang dialami para tokoh tersebut tidaklah ringan karena menyangkut masalah psikis dan masa depan mereka. Diskriminasi yang mereka alami mengubah sifat, perilaku, dan kehidupan mereka. Mereka memandang negatif akan masa depan dan selalu dihantui oleh rasa takut, terancam, dan malu.

What happened during the Netherlands‟ colonialism in the Dutch East Indies left deep impression to every side that involved this moment, not only the inferior side but also the superior side. About what that happened on colonial period was told through many media, one of them is through postcolonial literature, Familiefeest by Theodor Holman. Discrimination was clearly and obviously happened on that moment. By using descriptive-synchronic method, the description and the effects of discriminations on Familiefeest were researched and found. On Familifeest was found racial, ethnic, and nationality discriminations that were experienced by the personages that on this story were superior people on colonialism moment. The effects that they experienced weren‟t simple things because those have correlation with psychological problem and how they faced their future. It changed their character, behavior, and life. They looked negatively about their future and haunted by fear, threat, and shame."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Puteri Risdayani
"Makalah ini membahas tinjauan sosiolinguistik terhadap sebuah iklan yaitu iklan Rosѐe Hoegaarden (bir pink). Bir adalah salah satu minuman yang terkenal di dunia yang disukai dan dikonsumsi oleh banyak orang setiap hari, terlebih di belahan dunia yang memiliki 4 musim. Saat ini terdapat variasi yang baru dari bir, yaitu bir yang berwarna pink. Bir pink adalah salah satu produk yang cukup menarik perhatian masyarakat. Bir ini berbeda dengan bir pada umumnya, karena warnanya merah muda dan terlihat identik dengan perempuan karenanya rasanya lebih manis daripada bir pada umumnya. Pada iklan bir pink juga terlihat perbedaan dengan bir pada umumnya, karena biasanya dalam sebuah iklan bir, laki-laki selalu mendominasi dan menjadi pemeran utama yang disorot. Dalam makalah ini, penulis menganalisis iklan Rosѐe Hoegaarden (bir pink) berdasarkan S-P-E-A-K-I-N-G yang merupakan singkatan dari Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequences, Key, Instrumentalities, Norms, Genres yang dikemukakan oleh Dell Hymes. Dari model tersebut, iklan dapat dipaparkan secara terperinci. Penilitian ini menggunakan metode kepustakaan karena dengan metode tersebut, peneliti dapat menggambarkan dan memaparkan bagaimana iklan tersebut ditinjau dari segi S-P-E-A-K-I-N-G. Data yang dianalisis sebanyak 4 buah iklan bir Hoegaarden dengan berbagai versi. Setelah dianalisis dari keseluruhan aspek yang diteliti, ada beberapa aspek yang paling menonjol yaitu Setting (Latar dan Tempat), Participants (Pelaku), Ends (Tujuan), dan Norms (Norma). Hal tersebut menunjukkan bahwa sebuah iklan dapat diteliti dan dipaparkan berdasarkan S-P-E-A-K-I-N-G.

This article discusses about a sociolinguistic review to an ad for Rosѐe Hoegaarden (the pink beer). Beer is one of the world most famous beverages which is liked and consumed by many people everyday, especially in parts of the world that has four seasons. Currently there are a whole lot of new variations of beer in the market, i.e. the pink beer. The pink beer is one of the products that caught people’s attention. This beer is different with other beers in general because of the unusual pink colour and often associated with women because the taste is sweeter than any other beers in general. In the pink beer commercial we can also see the distinction with the other brands because usually the ads are men orientated and they are the main focus of the ads. In this article, the author analyzed the Rosѐe Hoegaarden ad based upon S-P-E-A-K-I-N-G which is an abbreviation for Setting and Scene, Participants, Ends, Act Sequences, Key, Instrumentalities, Norms, Genres proposed by Dell Hymes. From these models, advertising can be described in details. This research uses literature methods because with this method researchers are able to describe and explain how the ads are reviewed by the S-P-E-A-K-I-N-G terms. Data were analyzed by analyzing 4 Hoegaarden beer commercials with various versions. After all aspects that are being studied are analyzed, there are certain prominents aspects which really stands out that is the Setting and Scene, Participants, Ends and Norms. It shows that an advertisement can be studied and presented based on the S-P-E-A-K-I-N-G model.
"
Depok: [Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia;, ], 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Zaenab Karimah
"ABSTRAK
lappy Bird merupakan sebuah permainan yang fenomenal di akhir tahun 2013 yang menjadi sorotan publik. Permainan ini kemudian dibuat film kartun pendek yang menarik banyak penonton dari berbagai belahan dunia. Film kartun adalah salah satu media hiburan untuk masyarakat. Kud merupakan kanal di Youtube yang mengunggah film kartun dengan genre komedi dan tema-tema yang sedang hangat di masyarakat. Penulis ingin mengetahui bagaimana tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi pada tuturan antara tokoh-tokoh yang terdapat di dalam film Kud Flappy Bird. Tuturan tokoh yang telah ditranskrip kemudian dianalisis berdasarkan teori tindak tutur menurut Austin dengan melihat tindak lokusi dan ilokusinya serta melihat arah perbubahan antara kata-kata (woorden) dengan fakta (wereld). Jenis tindak ilokusinya dianalisis berdasarkan teori tindak ilokusi oleh Searle. Selain itu, untuk melihat bentuk perlokusinya film ini dianalisis berdasarkan teori perlokusi menurut Cohen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan analisis deskriptif untuk menganalisis tuturan pada film kartun secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukan bagaimana tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi yang terkandung pada tuturan film kartun Kud Flappy Bird.

ABSTRACT
Flappy Bird is a fenomenal game that has entered the public spotlight in the end of 2013. Afterwards This game has risen in popularity on other platforms as well, such as being made into a short film cartoon which attracted a lot of viewers around the world. Cartoons are generally one of the most popular forms of media entertainment. Kud is a Youtube channel that uploads cartoon videos within the comedy genre and it discusses trending topics in the society. The writer is doing his best to implement the locutionary, ilocutionary and perlocutionary acts within the speech of the characters. This can for example be seen in the video of Kud called Flappy Bird. The dialogs of the characters that have been transcripted and then analyzed. This was based on the speech acts theory of Austin by looking at the locutions and the ilocutions as well as the change occurred between the words (woorden) and the world (wereld). The illocutionary category is analyzed based on the speech according to Searle?s theory. Beside of that, to see the form of the perlocutionary acts in this film is analyzed through the theory of perlocutionary acts of Cohen. This study uses qualitative methods and descriptive analysis to analyze the whole speech in this cartoon film. The result of this locutionary, illocutionary and perlocutionary can be seen in the speech of the cartoon film of Kud's Flappy Bird.
"
2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6   >>