Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 32 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Shanti Andriyanti
"Penelitian ini bertujuan membangun sebuah prototype home network system dengan mengimplementasikan OSGi framework dan teknologi Jini. Dalam penelitian ini penulis mempelajari dan menerapkan penggunaan teknologi Jini untuk menghubungkan beberapa OSGi framework dan pengendalian home network system melalui internet. Jaringan komputer yang menghubungkan dan mengendalikan berbagai macam peralatan elektronis di rumah disebut sebagai home network. Standar protokol yang dapat digunakan untuk home networking antara lain adalah Bluetooth, uPnP, HAVi dan X10. Untuk mengintegrasikan peralatan yang memiliki protokol-protokol berbeda tersebut dan menghubungkan sebuah home network dengan internet diperlukan sebuah service gateway. Open Service Gateway Initiative (OSGi) Consortium mengembangkan spesifikasi standar untuk service gateway. Sun Microsistem mengembangkan perangkat lunak berbasis Java yang mengimplementasikan standar OSGi yaitu Java Embedded Server. Jini merupakan salah satu standar untuk home networking dan sistem terdistribusi berbasis Java. Teknologi Jini memungkinkan komunikasi antar OSGi framework. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara OSGi framework dan teknologi Jini dapat diimplementasikan dalam pembuatan home gateway untuk home network system."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2002
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anisa Fitriyah Hadi
"Manusia mengembangkan teknologi yang semakin canggih tidak lain untuk memudahkan mereka dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Di era millenium baru ini, dibutuhkan suatu teknologi yang dapat memberikan user kemudahan dalam mengakses informasi kapanpun dan dimanapun mereka berada. User tidak perlu harus selalu memberi input yang banyak secara eksplisit untuk membuat komputer menjalankan tugasnya. Suatu teknologi yang disebut context-aware computing dapat memenuhi kebutuhan tersebut dan akan menjadi trend yang penting untuk dikembangkan di masa depan. Tugas akhir ini bertujuan untuk menggali issue context?aware dalam lingkungan pervasive computing dan memanfaatkan UPnP network untuk mengimplementasikan aplikasi context-aware yang sederhana dalam lingkungan komputasi tersebar. Ide pemanfaatan UPnP ini berdasarkan dari kebutuhan arsitektur context-aware yang terdapat dalam fitur UPnP network seperti eventing, querying dan pendeteksian device dan sensor. Implementasi dari aplikasi ini menggunakan bahasa pemograman Java yang dilengkapi dengan Xerces untuk membaca bahasa XML. Juga beberapa library seperti javax.com untuk koneksi serial port dan cyberlink untuk koneksi jaringan UPnP."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2004
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Badai Aqrandista
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2001
S26948
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Edwin Rachmad Fajarianto
"Pemanfaatan teknologi virtualisasi oleh operator telekomunikasi sudah bukan hal yang baru lagi karena teknologi virtualisasi terbukti memberikan efisiensi dalam menurunkan total cost ownership (TCO) pada pusat data yang besar dan kompleks. Meskipun demikian pemanfaatan teknologi virtualisasi dengan tugas dan fungsi yang berbeda dari sebelumnya, yaitu sebagai lingkungan simulasi infrastruktur teknologi informasi virtual akan mempengaruhi keputusan perilaku pengguna untuk mengadopsi dan memanfaatkan teknologi tersebut. Selain tiga faktor utama, yaitu perceived ease of use, perceived usefulness, dan behavior intention, model juga diperluas dengan menambahkan faktor computer self-efficacy dan task-technology fit sebagai variabel eksternal. Model ini juga diperluas dengan menambahkan commitment to system use sebagai faktor sosial yang mempengaruhi pengguna. Pengujian hipotesis dalam model penelitian ini menggunakan variance-based Partial Least Squares (PLS) dengan trimming model, dan terbukti hanya 6 hipotesis diterima dari total 14 hipotesis yang diajukan. Terdapat hubungan berikut yang terbukti signifikan yaitu: 1)computer self-efficacy dengan perceived ease of use, 2)task-technology fit dengan perceived ease of use, 3)identification dengan perceived ease of use, 4)perceived ease of use dengan perceived usefullness, 5)perceived ease of use dengan behavioral intention, 6)perceived usefullness dengan behavioral intention.

Applied virtual technology is not uncommon system in the telecommunication operator since this technology has been used long time ago and shows highly efficiency in term of data center operational costs and as well able to decrease the total cost ownership (TCO) which is usually high and complex. However, the use of virtualization technology with different tasks and functions as virtual infrastructure simulation environment will be influencing user behavior decision to adopt and to utilize virtualization as the target technology. In addition to the primary three indigenous factors: perceived ease of use, perceived usefulness, and behavior intention, the model was also extended with computer self-efficacy and the task-technology fit constructs as external variables. The model was also expanded with commitment system of use to assess the degree to which social influences affect user. Data were collected using a survey questionnaire while the hypothesized relationships in the research model were tested employing the variance-based Partial Least Squares (PLS) with trimming model technique. This study showed there were only 6 of 14 hipothesis were significant accepted. Here below were the corelation was proof to be statisticaly significant: 1)computer self-efficacy and perceived ease of use, 2)task-technology fit and perceived ease of use, 3)identification and perceived ease of use, 4)perceived ease of use and perceived usefullness, 5)perceived ease of use and behavioral intention, 6)perceived usefullness and behavioral intention."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nanang Sadikin
"Infrastruktur teknologi informasi yang handal diperlukan untuk mendukung kelancaran proses bisnis. PT XYZ menggunakan e-mail untuk melakukan proses bisnisnya. Penelitian ini mencoba untuk memberikan solusi arsitektur yang handal untuk PT XYZ. Penelitian ini menggunakan metode Architecture Development Method (ADM) The Open Group Achitecture Framework (TOGAF) untuk menyusun solusi yang tepat bagi arsitektur Enterprise E-mail PT XYZ. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk menyusun penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara dengan manajer teknologi informasi PT XYZ dan studi literatur. Data yang ada kemudian diolah untuk menghasilkan solusi arsitektur untuk PT XYZ. Hasil penelitian ini adalah suatu solusi arsitektur SI/TI khususnya Enterprise E-mail yang handal bagi PT XYZ.

Reliable information technology infrastructure is needed to support a smooth business processes. PT XYZ use e-mail to conduct of business process. This research tries to give a reliable architecture solutions to PT XYZ. this research uses Architecture Development Method (ADM) The Open Group Achitecture Framework (TOGAF) method to develop the right solution for Enterprise E-mail architecture of PT XYZ. Data collection techniques that are used to compose the research is observation, interview with PT XYZ Information Technology Manager and literature study. The data are then processed to produce a solution architecture for PT XYZ. The results of this research are reliable IS/IT architecture solution for PT XYZ, especially Enterprise E-mail."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Insan Akhir Suryana
"Seiring waktu organisasi dalam menjalankan kegiatannya berkembang dan berubah sesuai kebutuhan untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Perencanaan dan pengembangan Enterprise Architecture (EA) terhadap suatu organisasi menjadi bagian penting dalam upaya mendukung kegiatan organisasi agar lebih efisien, efektif dan mampu beradaptasi dengan perubahan proses bisnis yang ada. Pengembangan aplikasi di Kementerian Sekretariat Negara masih dilakukan oleh masing-masing unit kerja sehingga terjadi kesulitan dalam hal integrasi antar aplikasi, kemudian masih adanya duplikasi data antar aplikasi menyebabkan tidak efisiennya penyimpanan data. Dalam penelitian ini penulis berusaha membuat rancangan EA menggunakan TOGAF Framework. Diharapkan bahwa solusi yang didapat sesuai dengan keperluan bisnis organisasi sekarang dan yang akan datang. Data yang didapat diperoleh melalui dokumen yang ada di Kementerian Sekretariat Negara seperti standar pelayanan, peraturan menteri sekretaris negara, hasil observasi dilapangan maupun melalui wawancara dengan orang yang terkait dengan pengembangan SI/TI. Data yang diperoleh kemudian diolah untuk mendapatkan solusi arsitektur. Web services dan virtualisasi digunakan untuk merancang sistem aplikasi dan teknologi. Dalam penelitian ini diberikan langkah-langkah dalam pengembangan arsitektur."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2013
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Abdul Hadi
"Saat ini penggunaan teknologi informasi dalam menjalankan fungsi bisnis dan aktifitas bisnis perusahaan menjadi sebuah kebutuhan yang harus dimiliki oleh perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas bisnisnya. Serta peranan teknologi informasi dapat menjadikan perusahaan memiliki kemampuan dalam bersaing serta keunggulan dalam bersaing (competitive advantages). Untuk mendapatkan hasil penerapan teknologi informasi yang optimal diperlukan suatu framework pengembangan teknologi informasi. Pengembangan teknologi informasi diperoleh melalui perencanaan teknologi informasi yang bersifat menyeluruh dan terintegrasi dalam bentuk arsitektur enterprise. Dalam pengembangan arsitektur enterprise dibutuhkan alat bantu berupa enterprise architecture framework. TOGAF ADM merupakan enterprise architecture framework yang digunakan dalam penelitian ini. Metode TOGAF ADM memberikan hasil berupa arsitektur enterprise dalam bentuk arsitektur bisnis, arsitektur aplikasi, arsitektur data dan arsitektur teknologi. Rancangan arsitektur enterprise ini dapat dijadikan sebagai pedoman atau blue-print perusahaan untuk perancangan dan pengembangan teknologi informasi.

Nowadays, the use of information technology in running the business functions and activities of the company's business becomes a necessity that must be owned by the company to improve the efficiency and effectiveness of its business. And the role of information technology can make the company ability to compete as well as excellence in competitive (competitive advantages). To get the optimal application of information technology we need a framework of information technology development. The development of information technology acquired through information technology planning is comprehensive and integrated in the form of enterprise architecture. In the development of enterprise architecture takes the form of enterprise architecture tools framework. TOGAF ADM is an enterprise architecture framework used in this study. TOGAF ADM method gives results in the form of enterprise architecture in the form of business architecture, application architecture, data architecture and technology architecture. The design of the enterprise architecture can be used as a guide or blueprint for the company's design and development of information technology."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2014
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Herry Prabowo
"[ABSTRAK
Keberhasilan dalam memberikan layanan informasi dapat memberikan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat secara umum Dengan demikian investasi yang telah dilakukan oleh RSAB Harapan Kita dalam implementasi TI seharusnya sejalan dengan tujuan organisasi dan sesuai dengan harapan stakeholders RSAB Harapan Kita sudah memiliki tata kelola TI namum masih belum optimal harusnya dengan tata kelola TI ini RSAB bisa memenuhi harapan stakeholders Agar bisa mencapai harapan itu kita harus mengevaluasinya Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tata kelola TI di RSAB Harapan Kita dengan menggunakan COBIT 5 Langkah yang dilakukan adalah wawancara yang kemudian dipetakan pada proses cobit Dari beberapa sumber didapatlah permasalahan organisasi terkait tata kelola teknologi informasi lalu dipetakan ke proses cobit yang ada Dari pemetaan tersebut kemudian peneliti membuat kuisioner untuk mengukur tingkat kapabilitas kondisi saat ini dan target dari setiap permasalahan yang ada Kemudian peneliti membuat rekomendasi yang diberikan untuk menutupi gap tersebut berdasarkan kapabilitas dan usulan tata kelola yang dihasilkan berupa rancangan tata kelola TI yang perlu diterapkan pada masing masing proses TI Kata kunci Evaluasi Tata kelola TI COBIT 5 Kapabilitas ABSTRACT
Success in providing information services can provide a positive impact for organizations and society in general Thus investments made by RSAB Harapan Kita in IT implementation should in line with organizational objectives and in accordance with the expectations of stakeholders RSAB Hope We already have IT governance yet still not optimal should the IT governance is RSAB can meet the expectations of stakeholders In order to achieve that hope we have to evaluate this study aims to evaluate the IT governance in RSAB Harapan Kita using COBIT 5 Steps taken is the interview which is then mapped to the COBIT processes From several sources obtained organizational problems related information technology governance and mapped to existing COBIT processes From mapping is then researchers made a questionnaire to measure the level of capability of the current state and the target of any existing problems Then the researchers make recommendations provided to cover these gaps based capabilities and governance proposals that produced a draft of IT governance that need to be applied to each IT process Keywords Evaluation IT Governance COBIT 5 Capability;Success in providing information services can provide a positive impact for organizations and society in general Thus investments made by RSAB Harapan Kita in IT implementation should in line with organizational objectives and in accordance with the expectations of stakeholders RSAB Hope We already have IT governance yet still not optimal should the IT governance is RSAB can meet the expectations of stakeholders In order to achieve that hope we have to evaluate this study aims to evaluate the IT governance in RSAB Harapan Kita using COBIT 5 Steps taken is the interview which is then mapped to the COBIT processes From several sources obtained organizational problems related information technology governance and mapped to existing COBIT processes From mapping is then researchers made a questionnaire to measure the level of capability of the current state and the target of any existing problems Then the researchers make recommendations provided to cover these gaps based capabilities and governance proposals that produced a draft of IT governance that need to be applied to each IT process Keywords Evaluation IT Governance COBIT 5 Capability, Success in providing information services can provide a positive impact for organizations and society in general Thus investments made by RSAB Harapan Kita in IT implementation should in line with organizational objectives and in accordance with the expectations of stakeholders RSAB Hope We already have IT governance yet still not optimal should the IT governance is RSAB can meet the expectations of stakeholders In order to achieve that hope we have to evaluate this study aims to evaluate the IT governance in RSAB Harapan Kita using COBIT 5 Steps taken is the interview which is then mapped to the COBIT processes From several sources obtained organizational problems related information technology governance and mapped to existing COBIT processes From mapping is then researchers made a questionnaire to measure the level of capability of the current state and the target of any existing problems Then the researchers make recommendations provided to cover these gaps based capabilities and governance proposals that produced a draft of IT governance that need to be applied to each IT process Keywords Evaluation IT Governance COBIT 5 Capability]"
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2015
TA-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Agung Basuki
"ABSTRAK
Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika sebagai instansi pemerintah wajib menjalankan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 Pasal 23 yaitu setiap penyelenggara sistem informasi harus memastikan interoperabilitas sistem informasi yang dikelolanya dengan sistem informasi lain yang terkait Jaminan interoperabilitas dapat dipenuhi jika tersedia mekanisme evaluasi interoperabilitas untuk sistem informasi Penelitian ini menggunakan kerangka kerja Information Systems Interoperability Maturity Model dengan pendekatan kualitatif untuk mengevaluasi penerapan interoperabilitas di lingkungan organisasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata rata interoperabilitas sistem informasi di dalam organisasi berada pada Level 1 Manual dibutuhkan perbaikan agar interoperabilitas mencapai level yang diharapkan.

ABSTRACT
Directorate General of Informatics Applications as a government agency shall execute the mandate of the Government Regulation No 82 of 2012 Article 23 that every information system operators must ensure interoperability between their information systems and the other related information systems The guarantee of interoperability can be met if there is available a mechanisms to evaluate the interoperability of information systems This study using Information Systems Interoperability Maturity Model with a qualitative approach to evaluate the implementation of interoperability within the organization The result of this study showed that the average level of information systems interoperability in organization is at Level 1 Manual needed improvement to achieve interoperability at the desired level.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2015
TA-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Parikenan
"Saat ini kepuasan pelanggan bukan hanya dilihat dari sisi fungsionalitas sistem, namun dilihat juga dari sisi stabilitas dan kualitas produk perangkat lunak terhadap fault dan error pada sistem. Kualitas perangkat lunak juga dapat didefinisikan sebagai sekumpulan karakter dan fitur dari suatu perangkat lunak yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Berdasarkan konsep tersebut ditemukan bahwa kualitas suatu proyek dapat berhubungan dengan kualitas dari permintaan. pengguna. Oleh karena itu dibutuhkan manajemen perangkat lunak untuk mengelola teknologi, pengetahuan, dan kebutuhan pengguna terhadap perangkat lunak.

Penelitian ini mencoba untuk mengetahui tingkat kematangan manajemen proyek dan rekomendasi perbaikan yang dapat diterapkan di PT XYZ. Penelitian ini meggunakan framework CMMI-DEV sebagai pengukuran manajemen proyek yang menghasilkan nilai daru suatu level managemen proyek. Setelah itu didapat kesenjangan antara hasil penngukuran saat ini dengan level berikutnya. Untuk memberikan rekomendasi dilakukannya pemetaan terkait hasil pengukuran CMMI-DEV kepada model PMBOK, sehingga dapat memberikan rekomendasi yang diharapkan perusahaan.

Dari hasil penelitian ini didapat tingkat kematangan perusahaan masih pada tingkat 1. Penulis memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan pada tingkat kematangan 2 CMMI-DEV dan dipetakan dengan model PMBOK.


Nowadays customer satisfaction is not only looking for in terms of system functionality, but also in terms of stability and quality of software products against faults and errors in the system. Software quality can also be defined as a set of characters and features of a software that suits the needs of users. Based on this concept it is found that the quality of a project can be related to the quality of demand. the user. Therefore software management is needed to manage technology, knowledge, and user requirements for the software.

This study tries to determine the level of project management maturity and recommendations for improvement that can be applied at PT XYZ. This study uses the CMMI-DEV framework as a measurement of project management that generates value from a level of project management. After that, there is a gap between the results of the current measurement and the next level. To provide recommendations to do mapping related to measurement results of CMMI-DEV to the PMBOK model, so that it can provide recommendations expected by the company.

The result of this study is the company’s maturity level is still at level 1. The author provides recommendations for improvement based on the CMMI-DEV maturity level 2 and is mapped with the PMBOK model.

"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia , 2020
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4   >>