Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fajar Muharisa
"Voice-over-IP atau VoIP adalah istilah yang menjelaskan penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi suara. Teknologi VoIP pada saat ini sudah cukup maju sehingga membuatnya dapat bersaing dengan POTS (Plain Old Telephone Service) sebagai sarana komunikasi suara pilihan. Selain itu, faktor penghematan biaya percakapan telpon juga menjadi daya tarik dari VoIP. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk melakukan perancangan dan implementasi VoIP sebagai alternatif sarana komunikasi suara di Universitas Indonesia. Studi kasus dilakukan di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer.
Langkah ? langkah pengembangan sistem VoIP meliputi tahap ? tahap analisa, perancangan, implementasi, dan pengujian terhadap sistem. Analisa yang dilakukan mencakup analisa terhadap kebutuhan sistem, analisa terhadap infrastruktur jaringan yang telah ada, serta analisa terhadap keadaan jaringan pada saat ini. Hasil dari proses analisa tersebut dijadikan sebagai dasar bagi proses perancangan yang dilakukan. Rancangan yang dibuat meliputi rancangan arsitektur sistem dan jaringan, serta rancangan basis data sistem. Proses implementasi dilakukan dengan menggabungkan aplikasi third-party yang diperlukan dengan infrastruktur jaringan yang telah ada.
Pengujian dilakukan terhadap kualitas suara yang dihasilkan oleh sistem VoIP hasil implementasi. Parameter ? parameter yang diujikan antara lain jitter dan packet loss. Dari dokumen rancangan yang dihasilkan, serta dari hasil pengujian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa sistem VoIP dapat dijadikan alternatif sarana
komunikasi suara. Hal tersebut ditandai dengan berhasilnya implementasi yang dilakukan. Selain itu, kualitas suara yang dihasilkan sistem cukup bagus. Namun, pengembangan lebih lanjut harus dilakukan apabila sistem VoIP hasil implementasi hendak dijadikan pengganti sistem POTS yang digunakan pada saat ini (i.e PSTN dan
PBX). Layanan ? layanan seperti yang diberikan oleh sistem POTS harus dapat direplikasi oleh sistem VoIP secara keseluruhan, agar transisi dapat berjalan dengan"
Depok: Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adhityo Priyambodo
"Pada tulisan ini, penulis melakukan penelitian dalam membangun sebuah sistem komunikasi yang dapat menjembatani dua buah media network yang berbeda yaitu jaringan bluetooth dan IP based network. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah membangun sebuah prototipe sistem komunikasi yang dapat memberikan fasilitas messaging maupun
percakapan voice antara alat komunikasi bergerak dengan komputer melalui sebuah IP based network. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, penulis menggunakan Session Initiation Protocol (SIP) sebagai protokol komunikasi. Penulis melakukan pengkajian terhadap SIP, analisa dan perancangan hingga melakukan implementasi sistem. Dalam melakukan implementasi sistem, penulis menggunakan beberapa perangkat lunak penunjang dari research group National Institute of Standard and Technology (NIST) antara lain NIST Proxy, NIST Presence Server dan NIST User Agent. Connected Limited Device (CLD) adalah sebuah entitas yang merepresentasikan alat komunikasi bergerak yang mempunyai keterbatasan catu daya maupun komputasi. Agar
dapat menghubungkan CLD dengan sebuah IP based network, penulis melakukan implementasi bluetooth gateway.
Dari hasil percobaan yang dilakukan pada saat penelitian, dapat disimpulkan bahwaimplementasi sistem komunikasi antara bluetooth enabled Connected Limited Device (CLD) dengan IP based network, untuk aktifitas messaging dapat diwujudkan. Pada saat melakukan
penelitian penulis mendapatkan kendala ? kendala yang dihadapi pada tahapan implementasi.
Kendala tersebut adalah tidak tersedianya Real Time Protocol (RTP) pada library multimedia yang terdapat pada perangkat keras, sehingga mengakibatkan belum berhasilnya implementasi fitur percakapan voice. Prototipe sistem yang dihasilkan pada penelitian dapat memberikan fasilitas pengiriman pesan teks antara Personal Computer (PC) dan CLD, serta antar CLD."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dimas Julian M.R.
"Kebutuhan komputasi dan alokasi space yang besar terkadang menjadikan suatu ma- salah tidak dapat diselesaikan dengan single computer. Arsitektur grid menawarkan solusi komputasi yang tersebar dengan memanfaatkan resource yang ada pada setiap komputer yang terhubung pada jaringan Internet. Dengan adanya konsep komputasi
tersebar, setiap pihak yang mempunyai resource dapat saling membantu dalam mela- kukan grid computing. Salah satu kesempatan dalam membuat arsitektur grid pada bidang ilmu kompu- ter adalah information retrieval (GridIR). Banyak keuntungan yang dapat ditawarkan grid pada information retrieval, beberapa diantaranya adalah mendistribusikan koleksi dokumen, proses indexing atau query kepada banyak node, dapat digunakan algorit- ma yang kompleks yang mungkin tidak dapat diimplementasikan pada sistem non- grid karena keterbatasan sumber daya, ataupun memberikan tingkat hak akses kontrol kepada pengguna dalam mengakses dokumen. Pengerjaan tugas akhir ini terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah perancang- an dan implementasi GridIR yang dilakukan dengan memakai Globus Toolkit 4. Kedua, diadakan pengujian untuk membandingkan kecepatan pada sistem dengan kuantitas node yang berbeda pada saat memasukkan dokumen dan melakukan query. Selain
kecepatan, juga diamati perubahan dokumen yang diterima oleh multiple nodes diban- dingkan dengan single node. Berdasarkan hasil pengujian, sistem dua node berjalan lebih cepat daripada sistem
satu node pada saat memasukkan dokumen dan melakukan query. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku bagi sistem tiga node, karena ada node yang kemampuan komputasinya lebih rendah yang mendapat bagian beban komputasi yang kurang lebih sama dengan node lainnya yang kemampuan komputasinya lebih tinggi. Selain itu, dibandingkan dengan perolehan dokumen pada node tunggal, perubahan dokumen yang diterima oleh sistem multiple nodes akan semakin besar seiring dengan penambahan node pada sistem."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sirajudin Maizir
"Teknologi grid computing menawarkan beberapa peluang baru yang menarik, salah satunya adalah kemudahan untuk melakukan resource sharing. Resource yang di-sharing ini bisa meliputi banyak hal, mulai dari CPU, memory, storage, bandwidth jaringan, hingga berbagai alat percobaan. Peluang ini sangat berguna untuk sebuah online lab. Sayangnya riset yang selama ini dilakukan di Fasilkom belum banyak menyentuh aspek praktis dari pemanfaatan grid. Oleh karena itu perlu dilakukan eksplorasi dalam pemanfaatan teknologi grid, terutama dalam bentuk pembuatan service yang merupakan salah satu antarmuka ke teknologi grid yang ada.
Tulisan ini akan membahas pembuatan service sederhana untuk mengetahui sejauh mana peluang yang ditawarkan dan batasannya. Studi kasus yang dipilih untuk diimplementasikan dalam bentuk service adalah permasalahan perkalian matriks. Studi kasus ini dipilih karena cukup sederhana untuk diimplementasikan, memungkinkan paralelisasi, dan cukup mengeksploitasi kemampuan grid yang ada.
Toolkit yang digunakan dalam penelitian ini adalah Globus Toolkit 4 (GT4), yang merupakan implementasi de facto dari standar yang ada. Hal-hal yang diujicoba antara lain bagaimana GT4 menangani node yang mengalami failure, serta bagaimana proses resource registration and discovery dilakukan. Berdasarkan ujicoba yang dilakukan, diketahui bahwa terjadinya failure ketika mengakses sebuah service yang memiliki suatu resource dapat langsung diketahui oleh user. Akan tetapi GT4 tidak menyediakan fasilitas untuk secara otomatis me-resume request yang sebelumnya sudah dikirimkan ke sebuah service. Untuk resource registration, masih harus dilakukan secara manual oleh user atau programmer dari service yang bersangkutan.
Dari ujicoba juga ditemukan bahwa jumlah memory yang dapat digunakan oleh sebuah service di atas GT4 lebih terbatas daripada aplikasi Java biasa. Selain itu ditemukan juga bahwa proses pengiriman data dalam jumlah besar untuk sebuah service harus menggunakan mekanisme tersendiri. Karena jika data tersebut dikirimkan sebagai argumen dari sebuah operasi ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama dan memory yang tidak sedikit. Komponen Reliable File Transfer (RFT) dari GT4 tampaknya dapat digunakan dalam hal ini. Terakhir, ada 2 cara untuk melakukan komputasi secara terdistribusi di atas GT4. Cara pertama dengan membuatnya sebagai service, atau cara kedua dengan memanfaatkan komponen Grid Resource Allocation and Management (GRAM) dari GT4. GRAM adalah komponen dari GT4 yang menangani masalah execution management dengan memanfaatkan local job scheduler yang ada di sebuah mesin. Penelitian ini memilih cara pertama karena lebih fleksibel dan dinamis."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2006
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
GST Agus Komang Lastrawan
"Sebuah laboratorium online dalam sistem e-learning menyediakan media untuk melaksanakan tugas eksperimen suatu mata kuliah melalui Internet. Penggunaan layanan grid pada eksperimen laboratorium online menjadi teknologi yang revolusioner saat ini. Teknologi grid ini difokuskan pada penggunaan sumber daya yang heterogen dan tersebar, serta untuk memecahkan masalah komputasi yang kompleks pada suatu eksperimen. Dengan menggunakan laboratorium online berbasis layanan grid, para mahasiswa dapat melaksanakan eksperimen, dengan memanfaatkan sumber daya komputasi dan data yang terdapat pada lingkungan grid secara bersamaan.
Pada pelaksanaan tugas akhir ini penulis mengembangkan prototype laboratorium online yang berbasis layanan grid untuk keperluan eksperimen analisis data yang terdistribusi. Penulis mempersiapkan suatu lingkungan grid di Fakultas Ilmu Komputer yang terdiri atas 3 buah komputer menggunakan perangkat lunak Globus Toolkit 4. Kemudian penulis menambahkan prototype modul eksperimen pada sistem e-learning Moodle dan menghubungkannya dengan layanan grid. Sebagai studi kasus, penulis mengembangkan eksperimen pengambilan keputusan dengan analisis Pareto terhadap data yang tersebar pada beberapa basis data yang berbeda (heterogen). Pengambilan dan pengiriman data pada eksperimen ini dilakukan oleh layanan grid, yang dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak Open Grid Services Architecture Data Access and Integration (OGSA-DAI).
Dalam pengembangan modul eksperimen pada Moodle, penulis menemukan kesulitan untuk menghubungkannya dengan layanan grid secara langsung. Oleh karena itu, penulis mempersiapkan grid portal sebagai aplikasi mediasi antara modul eksperimen Moodle dan layanan grid. Pada tahap pengujian, penulis menguji heterogenitas basis data yang dapat digunakan sebagai sumber daya dalam ingkungan grid. Melalui layanan grid yang telah diinstalasikan pada masing-masing komputer dalam lingkungan grid, penulis melakukan eksperimen analisis Pareto. Eksperimen ini mengambil data dari sumber daya data (data resource) yang tersebar pada lingkungan grid. Penulis berkesimpulan bahwa pengembangan laboratorium online berbasis layanan grid untuk kebutuhan eksperimen analisis data, mampu memberikan sumber daya berupa basis data yang heterogen dan terdistribusi pada organisasi virtual (virtual organization)."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2006
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Andriansyah
"Saat ini terdapat berbagai merek basis data relasional, misalnya MySQL, Oracle, SQL Server. Untuk dapat menerapkan konsep basis data tersebar pada bermacam-macam produk tersebut, diperlukan suatu mekanisme komunikasi, yang dapat mendukung eksekusi query pada tabel-tabel basis data relasional yang multi produk. Salah satu cara untuk merealisasikan hal di atas, adalah penggunaan XML Web service sebagai sistem komunikasi, dan penggunaan XML XPath Query sebagai representasi SQL query. Kedua teknologi tersebut akan diimplementasikan dalam tugas akhir, yang memiliki tujuan untuk mengembangkan mekanisme eksekusi query pada tabel-tabel basis data relasional yang multi produk. Pengembangan di sini hanya terbatas pada mekanisme pengeksekusian query insert, delete, update, dan select sederhana. Yang dimaksud dengan query sederhana, adalah query yang tidak memiliki unsur nested, dependency, ordering. Pengembangan juga tidak mencakup penanganan pada isu-isu sistem basis data terdistribusi seperti, konkurensi, atomcity, logging. Pada tugas akhir ini juga dilakukan uji coba sistem yang telah dikembangkan.Uji coba dilakukan dengan melakukan pengeksekusian query yang dikenakan pada dua buah PC dengan platform sistem operasi yang berbeda (Windows dan Linux), dan merek basis data yang berbeda (SQL Server dan MySql). Dari hasil uji coba akan terlihat kemampuan sistem, dalam mengeksekusi query yang dikenakan pada basis-data basis data yang multi produk dengan benar. Hasil uji coba juga memperlihatkan performa yang masih lambat dari sistem, dalam mengeksekusi data dengan ukuran lebih dari 1000 record."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2004
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bayu Adianto Prabowo
"Cylindrical Hidden Multi-Layer Perceptron Back Propagation (CHMLP-BP) adalah sistem jaringan syaraf tiruan berdasarkan multy-layer perceptron untuk mengenali objek 3 dimensi secara horizontal. Arsitektur CHMLP-BP dikembangkan lebih lanjut menjadi Hemisphere Structure of Hidden Layer (HSHL) sehingga mampu mengenali objek 3 dimensi secara vertikal dan horizontal dengan lingkup ½ bola. Efektifitas HSHL mendorong disempurnakannya arsitektur HSHL agar dapat mengenali objek 3 dimensi dengan lingkup 1 bola penuh. menjadi Spheric Structure of Hidden Layer. Dalam pengembangan SSHL dilakukan juga penambahan pemrosesan pada citra masukan dengan melakukan inversi dan perentangan nilai piksel citra masukan. Dilakukan juga modifikasi pada metode pengklasifikasian kelas pada neuron keluaran dari penggunaan batas treshold ½ untuk menentukan apakah neuron harus dibaca sebagai 1 atau 0 menjadi menggunakan metode greedy dengan harapan proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan pengenalan objek 3 dimensi menjadi lebih baik. Metode eksperimen yang dilakukan pada SSHL menggunakan Percentage of Learning/Testing Paradigm. Kemampuan pengenalan objek 3 dimensi terbaik didapatkan pada jenis jaringan Multiplied untuk arsitektur SSHL Tunggal maupun Jamak dengan prosentase data pelatihan sebesar 47% didapatkan pengenalan sekitar 94% - 95% khususnya menggunakan Multiplied 3 Lapis yang mencapai 95.87%. Pengenalan terburuk pada SSHL didapatkan pada SSHL Tunggal Normal dengan prosentase data pelatihan sebesar 26% diperolah hasil pengenalan mencapai 81.02%."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2004
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Surbakti, Eunike Endariahna
"Proyek adalah suatu kegiatan yang memiliki jangka waktu untuk menciptakan produk yang unik, pelayanan dan hasil. Implementasi aplikasi adalah bentuk yang paling dirasakan oleh end users sehingga sangat dibutuhkan manajemen proyek perangkat lunak yang baik. PT BCA Finance berdasarkan hasil Evaluasi KPI semester dua tahun 2017, ada 4 proyek yang belum implementasi. Selain itu, berdasarkan data yang didapatkan di project management mengenai status proyek aplikasi lima tahun terakhir, ada 104 proyek dalam pengerjaan baik outsourcing maupun inhouse. Pentingnya peranan perangkat lunak di PT BCA Finance menyebabkan perlunya prosedur baku dalam pengembangan perangkat lunak.
Metode pengembangan perangkat lunak akan berdampak langsung terhadap bagaimana proyek dibagi dalam fase, estimasi, tugas dan sumber daya yang dibutuhkan. Sebelum menyusun prosedur tersebut, metode pengembangan perangkat lunak ditentukan oleh kriteria dan sub kriteria dalam pemilihannya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode yang paling sesuai untuk pengembangan perangkat lunak di PT BCA Finance.
Metode yang digunakan untuk mencari rekomendasi metode pengembangan perangkat lunak di PT BCA Finance menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP). Metode pengambilan keputusan AHP dipilih untuk evaluasi multi-tujuan, menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif dalam pengambilan keputusan, memperhitungkan ketidakpastian dan ketidaktepatan dalam evaluasi dan sudah banyak diterapkan dalam perbankan dan finansial.

Project is an activity that has a period of time to create unique products, services and results. Application implementation is the form that is most felt by end users, so good software project management is needed. PT BCA Finance based on the results of the 2017 semester KPI evaluation, there are 4 projects that have not been implemented. In addition, based on data obtained in project management regarding the status of application projects in the past five years, there are 104 projects in the work of both outsourcing and inhouse. The importance of the role of software in PT BCA Finance has led to the need for standard procedures in software development.
Software development methods will have a direct impact on how the project is divided into phases, estimates, tasks and resources needed. Before compiling the procedure, the method of software development is determined by the criteria and subcriteria in its selection. Therefore, this research needs to be done to determine the most suitable method for software development at PT BCA Finance.
The method used to find recommendations for software development methods at PT BCA Finance using Analytic Hierarchy Process (AHP). AHP decision-making methods were chosen for multi-purpose evaluation, combining qualitative and quantitative analysis in decision making, taking into account uncertainties and inaccuracies in evaluations and have been widely applied in banking and finance.
"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Sari Hikmatul Husna Zaid
"Saat ini telah berkembang context aware system yang memungkinkan para penggunanya untuk tidak terlalu banyak melakukan intervensi terhadap tujuan sistem dan menunjang sisi mobilitas dari pengguna. Sistem tersebut dapat memudahkan pengguna untuk melakukan kegiatannya sehari-hari. Dalam bidang kesehatan juga sangat dimungkinkan untuk menggunakan sistem tersebut. TRuST (Temukan Rumah Sakit Terdekat) E-Health Mobile Context Aware System adalah prototipe sebuah context aware system yang dikembangkan untuk mobile device.
Sistem ini dapat membantu seseorang yang membutuhkan layanan medis, untuk dapat menentukan dan menunjukan rumah sakit (RS) terdekat dari lokasinya saat itu. RS yang ditemukan oleh TRuST diharapkan dapat memberikan pelayanan medis yang paling sesuai dengan penyakit kronis yang diderita oleh pengguna TRuST. Sistem ini dikembangkan dengan menggunakan teknologi teknologi terbaru yang dikeluarkan oleh Microsoft seperti Windows Mobile 6, Visual Studio 2008, LinQ, dan WCF atau Windows Communication Foundation. TruST juga menggunakan semantic web untuk melakukan reasoning dalam mencari rumah sakit terdekat secara ?cerdas?, sehingga mengurangi intervensi pengguna dengan sistem Laporan ini adalah dokumentasi pengembangan Prototipe TRuST yang mencakup tahap analisis kebutuhan dan ontologi yang digunakan sebagai knowledge base, llalu penjelasan tentang perancangan sistem, proses implementasi dan diakhiri dengan tahap pengujian sistem."
2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Singgih Zulfikar Ansori
"Perusahaan teknologi yang bergantung pada aplikasi sebagai bisnis utama tentu memperhatikan proses pengembangan produknya. Agar tetap unggul dalam persaingan dengan kompetitor, perusahaan teknologi begitu memperhatikan kelincahan (agile) dalam perkembangan produk sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar secara adaptif. Proses yang berkualitas dan agile tentu dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan tepat sesuai kebutuhan. Pendekatan dalam proses pengembangan perangkat lunak yang agile salah satunya ialah dengan kerangka kerja Scrum. Scrum merupakan kerangka kerja yang terus mengalami pembaruan dan tertuang dalam Scrum Guide.
Penelitian ini fokus pada penilaian kematangan Scrum dan penyusunan rekomendasi perbaikan implementasi Scrum dengan tempat studi kasus di PT Sepulsa Teknologi Indonesia. Sepulsa telah menerapkan Scrum selama tiga tahun terakhir. Rekomendasi mengenai perbaikan implementasi Scrum diperlukan sebagai langkah lanjutan hasil evaluasi kematangan Scrum dengan melakukan Aprraisal mengikuti Standard CMMI Appraisal Method for Process Improvement (SCAMPI C) berbasis Scrum Maturity Model (SMM) yang telah diperbarui dengan Scrum Guide 2017, lalu membentuk instrumen mengikuti format PST Tools. Penilaian tingkat kematangan di Sepulsa dilakukan pada produk bisnis Archipelago dan produk bisnis BPA. Selanjutnya, praktik- praktik yang belum terpenuhi dari hasil penilaian akan akan disusun rekomendasi perbaikannya dengan pendekatan Demings Plan, Do, Check, Act (PDCA) Cycle dan didasarkan dari Scrum Guide 2017.
Hasilnya tingkat kematangan dinilai mencapai Level 2 dengan nilai pencapaian di sub-goals 2.1 Basic Scrum sebesar 91,67% (Fully Achieved); 2.2 Software Requirements Engineering sebesar 100% (Fully Achieved); 3.1 Customer Relationship Management sebesar 95,46% (Fully Achieved); dan, 3.2 Iteration management sebesar 94,74% (Fully Achieved). Kemudian rekomendasi yang akan dilakukan adalah praktik 3.1.3.4 menjelaskan kondisi Product Backlog Items yang telah selesai oleh Product Owner saat Sprint Review dan praktik 3.2.2.4 Sprint dengan Sprint Goal yang sudah kedaluarsa akan di akhiri segera.

ABSTRACT
Technology companies in which application is the main business certainly focus on the product development process. In order to be excellent in competition with competitors, technology companies concern to agility in the development of products so that they can adaptively to meet the market needs. Great and agile process will produce high-quality and precise products as needed. One of the approaches to reach agile software- development process is the Scrum framework. Scrum is a framework that is continously updated and is contained in the Scrum Guide.
This study focuses on the Scrum maturity assessment and the making of recommendations for improving Scrum implementation at PT Sepulsa Teknologi Indonesia as the case study site. Sepulsa has been implementing Scrum for the past three years. Recommendations for improving Scrum implementation are needed as a further step in the results of Scrum maturity evaluation using the Standard CMMI Appraisal Method for Process Improvement (SCAMPI C) based on the Scrum Maturity Model (SMM) that has been updated with the Scrum Guide 2017 and formed with PST Tools format. Maturity level assessment at Sepulsa was conducted on business products which are called Archipelago and BPA. Furthermore, the mapping of gaps found from the assessment will be compiled using the Scrum Guide 2017 to form improvement recommendations using the Demings Plan, Do, Check, Act (PDCA) Cycle method.
The end result is that achievement scores at sub-goals 2.1 Basic Scrum of 91.67% (Fully Achieved); 2.2 Software Requirements Engineering for 100% (Fully Achieved); 3.1 Customer Relationship Management by 95.46% (Fully Achieved); and, 3.2 Iteration management of 94.74% (Fully Achieved) and level of maturity is considered to reach Level 2. Then the recommendation that will be practiced are practice 3.1.3.4 explaining the condition of the Product Backlog Items that have been completed by the Product Owner when the Sprint Review and practice 3.2.2.4 Sprint with Sprint Goal that has expired will be terminated immediately."
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2019
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>