Ditemukan 64 dokumen yang sesuai dengan query
Priangga Arganiz
"Manajemen material menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pada sebuah proyek konstruksi karena dapat memengaruhi kualitas, waktu dan biaya konstruksi. Di Indonesia, penerapan teknologi pada konstruksi khususnya dibidang manajemen material masih belum berkembang dengan pesat. Teknologi RFID yang terintegrasi dengan IoT merupakan salah satu teknologi otomatisasi yang dapat dikembangkan untuk manajemen material pracetak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor yang memengaruhi penerapan teknologi RFID yang terintegrasi dengan IoT untuk manajemen material pracetak di Indonesia dan menganalisis pengembangan model prototipe sistem teknologi RFID yang terintegrasi dengan IoT. Metode penelitian yang digunakan adalah survey kuesioner dengan uji PLS-SEM untuk mengolah data dan pengembangan sistem teknologi yang dilengkapi dengan validasi pakar. Hasil yang didapat adalah faktor ketersediaan sumber daya, biaya implementasi, keterkaitan stakeholders, risiko implementasi, dan kondisi proyek memiliki pengaruh signifikan secara langsung maupun tidak langsung terhadap penerapan teknologi RFID yang terintegrasi dengan IoT untuk manajemen material pracetak. Di antara ke lima faktor tersebut, faktor risiko implementasi memiliki pengaruh paling signifikan terhadap penerapan teknologi RFID yang terintegrasi dengan IoT untuk manajemen material pracetak. Selain itu, pengembangan sistem teknologi RFID yang terintegrasi dengan IoT dapat melakukan dapat bermanfaat khususnya sebagai teknologi otomatisasi dalam pendataan dan visible untuk diterapkan pada manajemen material pracetak.
Materials management is a crucial factor in construction projects as it can impact the quality, time, and cost of construction. In Indonesia, the adoption of technology in construction, particularly in materials management, is still not advancing rapidly. Integrated RFID technology with the Internet of Things (IoT) is among the automation technologies that can be developed for precast material management. Therefore, this study aims to analyze the relationship between factors that are influencing the implementation of integrated RFID technology with IoT for precast material management in Indonesia and to examine the development model of the integrated RFID technology system with IoT. The research methods include a questionnaire survey with PLS-SEM data analysis and the development of technology systems validated by experts. The results show that factors such as resource availability, implementation cost, stakeholder involvement, implementation risk, and project conditions have a significant direct and indirect impact on the implementation of integrated RFID technology with IoT for precast material management. Among these factors, the implementation risk factor has the most significant influence. Furthermore, the development of the integrated RFID technology system with IoT proves beneficial, especially as an automation technology for data recording and visibility in precast material management."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Rosma Indriyani
"Pembangunan Jalan Tol saat ini sedang gencar dilakukan baik dilakukan oleh Pemerintah maupun oleh pihak swasta. Namun pada pelaksanaannya sering terjadinya keterlambatan penyelesaian pembangunan Jalan Tol. Keterlambatan penyelesaian ini mengakibatkan banyak dampak diantaranya timbulnya potensi klaim, meningkatnya biaya konstruksi yang dapat berimbas kepada meningkatnya biaya investasi hingga merusak image/ citra dari perusahaan dan Pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan Project Management Body Of Knowledge (PMBOK) 6th Edition dan PMBOK 7th Edition untuk mengetahui risiko-risiko apa saja yang muncul pada tahap Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Jalan Tol. Studi literatur dilakukan untuk penyusunan variabel, kemudian dilakukan evaluasi pakar, pilot survey, penyebaran kuesioner utama kepada responden, melakukan evaluasi, uji validasi dan reliabilitas, korelasi, analisa faktor. Didapatkan 9 risiko dengan level tertinggi pada tahapan perencanaan dan dan 13 risiko untuk tahapan pengendalian. Dari faktor risiko dominan disusun pengembangan proses berupa penyusunan prosedur sebagai salah satu bentuk mitigasi dari risiko dominan. Penelitian ini melakukan pengembangan terhadap 16 prosedur untuk tahapan perencanaan dan pengendalian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Operator Jalan Tol dalam melakukan perencanaan dan pengendalian pembagunan jalan tol, sehingga dapat meminimalis terjadinya keterlambatan penyelesaian pembangunan Jalan Tol.
Toll road construction is currently being intensively carried out by both the government and the private sector. However, in practice there are often delays in completing the construction of toll roads. This delay in completion results in many impacts, including the emergence of potential claims, increased construction costs which can result in increased investment costs and even damage to the image of the company and the Government. This research uses the Project Management Body of Knowledge (PMBOK) 6th Edition and PMBOK 7th Edition approaches to find out what risks arise at the Toll Road Development Planning and Control stage. Literature studies were carried out to prepare variables, then expert evaluation was carried out, pilot surveys were carried out, distribution of the main questionnaire to respondents, evaluation, validation and reliability tests, correlation and factor analysis. There were 9 risks with the highest level at the planning stage and 13 risks for the control stage. From the dominant risk factors, process development is developed in the form of procedures as a form of mitigation of the dominant risk. This research developed 16 procedures for the planning and control stages. It is hoped that the results of this research can provide input for Toll Road Operators in planning and controlling toll road construction, so as to minimize delays in completing toll road construction."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Ade Saputra
"Konstruksi Jembatan di Indonesia sering kali menghadapi tantangan serius dalam hal kerusakan struktural dan terbatasnya umur layanan yang memiliki dampak negatif terhadap keselamatan dan keamanan. Kondisi jembatan di Indonesia yang masih dalam kondisi baik hanya 1.2% sementara itu, jembatan lainnya telah mengalami kerusakan dan mendekati batas usia layannya. Pekerjaan pemeliharaan dan perawatan menjadi sangat penting untuk menjamin keamanan dan keberlanjutan jembatan. Sering kali pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan tidak mencapai tujuan yang diharapkan karena kurangnya prosedur pelaksanaan yang jelas, hal tersebut dapat diatasi melalui pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP) pekerjaan pemeliharaan dan perawatan pada pekerjaan struktur jembatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pendekatan berbasis Work Breakdown Structure (WBS) dan analisis risiko yang terintegrasi dengan Building Information Modeling (BIM). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja pemeliharaan dan perawatan jembatan beton melalui penerapan SOP yang efektif dan efisien. Penelitian ini dikumpulkan melalui analisis arsip dan wawancara dengan para ahli. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Delphi, metode deskriptif dan metode statistik Kendall’s Tau untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi kinerja pemeliharaan dan perawatan jembatan beton.
Bridge construction in Indonesia often faces serious challenges in terms of structural damage and limited service life which has a negative impact on safety and security. The condition of bridges in Indonesia that are still in good condition is only 1.2% while other bridges have deteriorated and are approaching the limit of their service life. Maintenance and maintenance work is very important to ensure the safety and sustainability of bridges. Often the implementation of maintenance and maintenance does not achieve the expected goals due to the lack of clear implementation procedures, this can be overcome through the development of Standard Operating Procedures (SOP) maintenance and maintenance work on bridge structure work. The method used in this research involves a Work Breakdown Structure (WBS) based approach and risk analysis integrated with Building Information Modeling (BIM). The main objective of this research is to improve the maintenance and maintenance performance of concrete bridges through the implementation of effective and efficient SOPs. The research was collected through archival analysis and interviews with experts. Data analysis was conducted using the Delphi method, descriptive method and Kendall's Tau statistical method to identify key factors affecting the performance of maintenance and maintenance of concrete bridges."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Najla Farhan Hafiz
"Berdasarkan data Kementerian PUPR pada tahun 2022, sebagian besar jembatan nasional berada dalam kondisi tidak baik. Kondisi dan kelaikan operasional jembatan sebagai infrastruktur pendukung pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu hal yang perlu dijaga oleh pengelola dengan melaksanakan pekerjaan pemeliharaan dan perawatan. Namun, pekerjaan pemeliharaan dan perawatan jembatan sebagai bagian dari industri konstruksi memiliki potensi kecelakaan kerja yang tinggi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan dalam industri konstruksi seperti perencanaan keselamatan konstruksi berbasis ruang lingkup proyek. Selain itu, penggunaan teknologi konstruksi BIM dalam perencanaan dan penyampaian informasi keselamatan dapat memungkinkan pencegahan dan pengendalian risiko bersamaan dengan pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan integrasi perencanaan keselamatan konstruksi berbasis WBS dengan BIM berupa visualisasi 3D untuk aktivitas berisiko pada pekerjaan pemeliharaan dan perawatan jembatan serta pengaruhnya terhadap kinerja keselamatan konstruksi. WBS sebagai pernyataan lingkup proyek mengidentifikasi elemen dan aktivitas berisiko untuk perencanaan keselamatan konstruksi dan visualisasi 3D dengan BIM berdasarkan skenario pelaksanaan pekerjaan dan jenis kerusakan yang terjadi. Visualisasi RKK berbasis WBS dengan BIM yang dilakukan pada 55 elemen dan 476 aktivitas dalam standar WBS yang memiliki tingkat risiko besar dan sedang memiliki pengaruh dalam meningkatkan kinerja keselamatan konstruksi, terutama pada elemen SMKK penerapan kebijakan dan pelaksanaan program keselamatan konstruksi.
Based on data from the Ministry of Public Works in 2022, most of Indonesia’s bridges are in poor condition. The condition and operational feasibility of bridges as a infrastructure that supports economic growth needs to be maintained by carrying out maintenance and preservation work. However, bridge maintenance and preservation work as part of the construction industry has a high potential for work accidents. Various efforts have been made to reduce the potential for accidents in the construction industry such as project scope-based construction safety planning. In addition, the use of BIM construction technology in the planning and delivery of safety information can enable risk prevention and risk control throughout the project lifecycle. This research aims to develop the integration of WBS-based construction safety planning with BIM in the form of 3D visualization for risky activities in bridge maintenance and preservation work and its effect on construction safety performance. WBS as a project scope statement identifies risky elements and activities for construction safety planning and 3D visualization with BIM based on work implementation scenarios and types of damage that occur on bridge elements. Visualization of WBS-based safety plan with BIM carried out on 55 elements and 476 activities in the WBS standard that have a large and medium risk level has an influence in improving construction safety performance, especially on the elements of construction safety management system which are policies implementations and construction safety programs."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ilham Jiemas
"Dalam beberapa tahun terakhir (2018 – 2023), Indonesia telah mengalami kemajuan yang signifikan dalam sektor industri konstruksi. Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki potensi investasi infrastruktur yang menjanjikan, termasuk dalam pembangunan rumah susun. Namun, industri konstruksi juga dikenal sebagai salah satu sektor dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi dibanding sektor lainnya. Kecelakaan kerja tidak hanya membahayan tenaga kerja, tetapi juga dapat merugikan perusahaan. Pertumbuhan angka kecelakaan kerja yang terus meningkat setiap tahunnya di Indonesia menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada keselamatan pekerja, produktivitas perusahaan, dan perekonomian bidang konstruksi secara keseluruhan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan adalah dengan menyusun perencanaan keselamatan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat perencanaan keselamatan konstruksi pada pekerjaan arsitektur proyek rumah susun (bangunan baru) di seluruh Indonesia dengan menggunakan metode validasi pakar. Dari hasil penelitian ini, dirumuskan sasaran dan program untuk meningkatkan kinerja keselamatan konstruksi pada proyek rumah susun (bangunan baru) khususnya pada pekerjaan arsitektur berdasarkan uraian pekerjaan dengan empat aspek kecelakaan kerja, yaitu tenaga kerja, alat, material, dan lingkungan.
In recent years (2018 - 2023), Indonesia has experienced significant progress in the construction industry sector. As a developing country, Indonesia has promising potential for infrastructure investment, including in the construction of flats. However, the construction industry is also known as one of the sectors with a high level of accident risk compared to other sectors. Work accidents not only harm the workforce, but can also harm the company. The growth in the number of work accidents that continues to increase every year in Indonesia is a serious concern because it can have an impact on worker safety, company productivity, and the construction sector economy as a whole. One of the efforts made to reduce the risk of accidents is to develop construction safety planning. This research aims to create a construction safety plan for architectural work in flats projects (new buildings) throughout Indonesia using the expert validation method. From the results of this research, targets and programs will be formulated to improve construction safety performance in flats (new buildings) projects, especially in architectural work based on job descriptions with four aspects of work accidents, namely workers, tools, materials, and the environment."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Muhammad Mizan Muslim
"Daya saing merupakan konsep yang sukar untuk dipahami dengan baik tetapi dianggap sebagai konsep krusial oleh para peneliti untuk meningkatkan kinerja daya saing suatu negara. Globalisasi yang pesat memberikan tantangan baru bagi negara berkembang yang mengancam kontribusi sektor dalam negeri, salah satunya adalah konstruksi. Industri konstruksi Indonesia berada di peringkat ke-72 berdasarkan Global Competitiveness Report 2019, hal ini merupakan capaian buruk mengingat negara tetangga, Singapura berada di posisi ke-1, dan Malaysia pada posisi ke-35. Saat ini sektor perekonomian yang terpaut dengan industri konstruksi adalah sektor bangunan gedung. Namun pertumbuhan sektor ini dalam 5 tahun terakhir tidak cukup baik, bahkan negatif. Oleh karena itu, penting memiliki model daya saing agar dapat dijadikan alat ukur untuk mengetahui apa saja yang perlu ditingkatkan. Penelitian ini memberikan pengembangan dari model konseptual hexagon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepada 48 responden yang terlibat dalam sektor bangunan gedung. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan tujuh dari sembilan variabel hasil modifikasi model berpengaruh dominan, dan dapat digunakan sebagai indikator untuk mengukur dan meningkatkan performa daya saing industri konstruksi sektor bangunan gedung di Indonesia. Pengembangan model ini diharapkan memberikan langkah awal terkait pengembangan model daya saing industri konstruksi yang komprehensif di masa depan.
Competitiveness is a concept that is not well understood but considered as crucial concept by all researchers to improve the performance of nation competitiveness. Rapid globalization has created new challenges for developing countries, threaten contribution of domestic sector, one of them is construction. Based on Global Competitiveness Report 2019, Indonesia’s construction industry is at 72nd, this is a bad achievement compared to Singapore at 1st position and Malaysia at 35th. Nowadays, the economic sector closely related to construction industry is the building sector. However, growth of the building sector in the last five years has not improved, even minus. Therefore, it is important to have a competitiveness model so it can be used as a measuring tool to find out what needs to be improved. This study provides the development of Hexagon conceptual model. Data collection was carried out using questionnaires among the 48 respondents who are involved in building construction industry. Data response was analyzed using PLS-SEM. The result showed that seven from nine variables of the development Hexagon competitiveness conceptual model are the dominant factors, and it can be used as an aspect for measuring competitiveness performance of the building sector in Indonesia. The model is expected to trigger comprehensive research regarding competitiveness model of the construction industry in the future."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Dhaniah Fijriyani
"Beberapa pembangunan gedung kantor di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan selama 5 (lima) tahun terakhir mengalami keterlambatan dalam penyelesaian proyek. Hal tersebut disebabkan proses pengendalian pembangunan gedung kantor belum belum berjalan dengan baik dengan memperhatikan risiko yang dapat mempengaruhi kinerja waktu. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian yang disebarkan kepada responden dan dilakukan validasi oleh pakar. Analisa risiko kualitatif dilakukan pada penelitian untuk mengetahui faktor risiko yang ada selama siklus hidup pembangunan gedung dan mengembangkannya dengan manajemen risiko berbasis PMBOK edisi keenam. Hasil dari penelitian ini berupa faktor risiko tinggi dan respon risiko untuk pengembangan pedoman pengendalian proyek pembangunan gedung kantor yang ada di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan sehingga dapat meningkatkan kinerja waktu proyek.
Several office building constructions within BPJS Ketenagakerjaan during the last 5 (five) years have experienced delays in project completion. This is because the control process for the construction of office buildings has not gone well by taking into account the risks that can affect time performance. This study used a questionnaire as a research instrument distributed to respondents and validated by experts. Qualitative risk analysis was carried out in research to determine the risk factors that exist during the building construction life cycle and develop them with risk management based on PMBOK sixth edition. The results of this study are in the form of high-risk factors and risk responses for developing guidelines for controlling office building construction projects within the Employment BPJS to improve project time performance."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Muhammad Kukuh Prawira Masruri
"Kontrak Rancang Bangun (Design and Build) telah banyak digunakan pada proyek pemerintah dalam beberapa tahun belakangan ini. Pembangunan Stadion olahraga adalah salah satu jenis proyek yang menggunakan kontrak terintegrasi Rancang Bangun dinilai memiliki kompleksitas yang tinggi dan mendesak maka penggunaan metode Rancang dan Bangun diharapkan dapat memberikan solusi dalam pelaksanaan proyek tersebut. Namun dalam penyelenggaraan penerapan kontrak terintegrasi rancang dan bangun masih menuai banyak Dispute atau perselisihan dari para Stakeholder salah satunya terhadap pemeriksaan hasil pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan Dispute pada proyek Rancang Bangun dan mengembangkan Standar Pemeriksaan Hasil Pekerjaan ditinjau dari sudut pandang Badan Pemeriksa Keuangan. Hasil dari penelitian menunjukan faktor-faktor penyebab Dispute berbasis risiko yang dominan serta tindakan korektif berdasarkan sudut pandang owner berupa standar pemeriksaan hasil pekerjaan pada proyek konstruksi.
Design and build contracts have been widely used on government projects in recent years. The construction of a sports stadium is one type of project that uses an integrated Design and Build contract which is considered to have high complexity and is urgent, so the use of the Design and Build method is expected to provide a solution in implementing the project. However, in the implementation of the integrated design and build contract implementation, it still reaps a lot of Dispute or disputes from Stakeholders, one of which is regarding the inspection of work results. This study aims to identify the factors that cause Dispute in Design and Build projects and develop Standards for Inspection of Work Results from the perspective of the Audit Board of the Republic of Indonesia. The results of the study show the dominant risk-based causes of Dispute and corrective actions based on the owner's perspective in the form of work results inspection standards on construction projects."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Sitompul, Delmart Hudson
"Pada saat pelaksanaan pengadaan dan pemasangan elevator di PT. X sering terjadi permasalahan yang mengakibatkan keterlambatan waktu pemasangan elevator. Hal ini dapat dilihat dari beberapa fenomena proyek – proyek pemasangan elevator yang dikerjakan oleh PT. X. Keterlambatan tersebut terjadi karena kurangnya antisipasi dari pihak PT. X untuk menangani permasalahan yang terjadi selama pelaksanaan pengadaan dan pemasangan elevator. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan pedoman pelaksanaan pengadaan dan pemasangan elevator berbasis risiko untuk meningkatkan kinerja waktu pemasangan elevator. Proses penelitian ini dibagi menjadi 4 tahap yaitu tahap pertama mengidentifikasi pelaksanaan pengadaan dan pemasangan elevator, tahap kedua mengindentifikasi faktor – faktot risiko pada pelaksanaan pengadaan dan pemasangan elevator yang berdampak pada kinerja waktu, tahap ketiga mengidentifikasi respon risiko untuk mengantisipasi setiap faktor risiko yang terdapat pada pelaksanaan pengadaan dan pemasangan elevator dan tahap keempat mengembangkan pedoman pelaksanaan pengadaan dan pemasangan elevator berbasis risiko untuk meningkatkan kinerja waktu. Analisa risiko yang digunakan pada penelitian ini menggunakan PMBOK 2017 dengan konsep matriks probabilitas dan dampak. Dari hasil penelitian diperoleh 4 tahapan dan 9 kegiatan hasil validasi pakar, pada pelaksanaan pemasangan elevator dengan metode false car diperoleh 6 tahapan dengan 26 kegiatan dan pada pelaksanaan pemasanganelevator dengan metode stegger/scaffolding diperoleh 6 tahapan dan 26 kegiatan. Dari hasil penelitian diperoleh 4 faktor risiko doominan pada pelaksanaan pengadaan elevator, 20 faktor risiko dominan pada pelaksanaan pemasangan elevator dengan metode false car, dan 11 faktor risiko dominan pada pelaksanaan pemasangan elevator dengan metode stegger/scaffolding.
During the implementation of the procurement and installation of elevators, problems often occur which result in time delays in the completion of elevator installation. This study aims to analyze the dominant risk factors that influence the process of procurement and installation of elevators at PT. X which affects the performance of elevator installation time. Risk analysis is carried out based on PMBOK 2017, namely by using the concept of probability and impact matrix.. The results showed that there were 9 activity variables in the procurement of elevators, 26 activity variables in the installation of elevators using the falsecar method and 26 activity variables in the installation of elevators using the stegger/scaffolding method. From the research results obtained 4 dominant risk factors in the elevator procurement process with a moderate risk level, 19 dominant risk factors in the elevator installation process using the false car method with a moderate risk level."
Jakarta: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Riski Julianti
"Pelaksanaan konstruksi memiliki potensi untuk menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan sekitar proyek, sehingga industri konstruksi dunia memiliki konsep baru untuk mendukung keberlanjutan, yaitu konstruksi hijau. Dalam penerapannya, konstruksi hijau di Indonesia memiliki beberapa hambatan yang paling utama, yaitu biaya, pembuatan desain yang efisien,serta pemilihan material yang ramah lingkungan. Konstruksi hijau pada umumnya mengalami pembengkakan biaya 4,5% - 7% apabila dibandingkan dengan konstruksi konvensional. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan integrasi rantai pasok yang efisien dengan menambahkan kesadaran atas dampak lingkungan yang dapat disebut dengan rantai pasok hijau. Penelitian ini menggunakan metode structural equation model (SEM) untuk menganalisis integrasi rantai pasok hijau dalam penerapan konstruksi hijau untuk meningkatkan kinerja biaya. Dalam penelitian ini didapatkan integrasi rantai pasok hijau tersebut berfokus pada kegiatan green initiation sebagai tahap awal proyek konstruksi yang dilakukan oleh pemilik proyek serta berfokus pada kegiatan green manufacturing sebagai proses pelaksanaan proyek konstruksi untuk mencapai produk akhir konstruksi.
The implementation of construction has the potential to cause adverse impacts on the environment around the project, according to that, the construction industry has a new concept to support sustainability, namely green construction. In its implementation, green construction in Indonesia has several of the most important obstacles, namely costs, making efficient designs, and choosing environmentally friendly materials. Green construction generally experiences a cost increase of 4.5% - 7% when compared to conventional construction. Based on this, it is necessary to integrate an efficient supply chain by adding awareness of environmental impacts, which can be referred to as green supply chain. This research uses the method structural equation model (SEM) to analyze the integration of green supply chains in green construction to improve cost performance. It was found that green supply chain integration focuses on green initiation practices as the initial stage of a construction project carried out by the project owner, the integration also focuses on green manufacturing practices to achieve the final product of a construction project."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library