Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 130 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Renata Anna Maria PS.
"This writing, as a final assignment will discuss about the emp1oyec’s
performance of Autocustom XYZ Ltd. The company had a unique characteristic
of employee. Their working principle is like an artist, as described in the job
description; they cannot be too restricted, but they are also need to be well
managed. The oompany’s characteristic is also not well structured, because they
still do not have any clear prospective which can create a standard for the
employees. This may leads to conflicts and work goals loss target.
One ofthe efforts to overcome this situation is to train the employee in
building an effective team. Team building training is expectably can lead to
emp1oyee’s awareness about the impoitance of an effective teamwork. The
awareness mentioned is to build eohesiveness, which is one of many criteria of an
effective team.
Thus, a specialized team building training is formed using Appreciative
Inquiry (Al) approaching. This training covers cognitive, affective, and
psychomotor area including the 4D model from AI (discovery, dreams, design,
and destiny) as a step to build a positive attitude so it may leads to the emp1oyee’s
awareness about the effective teamwork and can create optimum efforts.
An advantage for Autocustom XYZ Ltd. 'fiom this writing is well
expected, and for other fellow student who in practice, willing to create a team
building using appreciative inquiry approaching.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2008
T34109
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Barker, James R.
London: Sage, 1999
658.4 BAR d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Novita Hidayati
"Keterlekatan dengan pekerjaan merupakan salah satu kriteria karyawan yang dibutuhkan oleh organisasi. Salah satu faktor yang diduga berperan penting dalam meningkatkan keterlekatan dengan pekerjaan adalah kohesivitas tim. Penelitian menggunakan alat ukur UWES-9 (Schaufeli, Salanova, & Bakker, 2006) untuk mengukur keterlekatan dengan pekerjaan dan TC (Carles & Paola, 2000) untuk mengukur kohesivitas tim. Dalam penelitian ini, dilakukan dua studi pada PT X. Studi 1 bertujuan untuk mengetahui hubungan kohesivitas tim dengan keterlekatan dengan pekerjaan.
Dari 72 responden yang mengikuti penelitian pada studi 1, diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kohesivitas tim dan kelekatan dengan pekerjaan (r = 0.38, p < 0.05). Selanjutnya, hasil studi 1 menjadi dasar penelitian bagi studi 2 yang hendak meningkatkan kohesivitas tim pada karyawan PT X melalui pemberian intervensi membangun tim. Dari 6 responden yang mengikuti penelitian pada studi 2, diperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan wawasan yang signifikan terkait dengan kohesivitas tim sebelum dan setelah dilakukan intervensi (z = -2.23, p < 0.05). Namun demikian, perubahan perilaku peserta sehingga menjadi lebih kohesif ternyata tidak secara signifikan terjadi (z = -1.05, p > 0.05). Penelitian berikutnya diharapkan dapat menyempurnakan program intervensi yang diusulkan agar hasil studi dapat tepat mencapai sasaran.

Work engagement is one of the characteristic of employees needed by the organization. One of considering factor to increase work engagement is team cohesiveness. We used a UWES-9 (Schaufeli, Salanova, & Bakker, 2006) to measure work engagement and TC (Carles & Paola, 2000) to measure team cohesiveness. To find out their relationship, we conducted two studies at PT X. Study 1 examine the relationship between team cohesiveness and work engagement.
There are 72 participants took part in study 1. The results is there is significantly related between team cohesiveness and work engagement (r = 0.38, p <0.05). Furthermore, the results of Study 1 are the basis for Study 2. We provide team building intervention to increase team cohesiveness. There are 6 participants who took part in study 2. The results is significantly related to increase the knowledges of team cohesiveness before and after the intervention (z = -2.23, p < 0.05) but the changes of behavior of team cohesiveness is not (z = -1.05, p > 0.05). The future study are regarded to improve the intervention program to reach out the expected results.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2018
T51717
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Evie Supriyatni
"Tugas Akhir ini membahas rencana intervensi untuk mengatasi masalah kesenjangan kompetensi karyawan PT XYZ dengan pendekatan team learning approach (pembelajaran tim). Penelitian dilakukan terhadap 30 karyawan Unit A. Hasil penelitian menunjukkan sumber masalah adalah belum memadainya public reflection dan shared meaning dalam roda pembelajaran tim. Pada public reflection, tim melakukan refleksi secara bersama mengenai pengalaman tim pada masa lalu serta melakukan introspeksi terhadap pengalaman tim tersebut. Pada shared meaning, tim menciptakan gagasan dan kemungkinan untuk bertindak serta membangun dasar yang sama agar tim dapat mencapai pemahaman bersama. Alternatif intervensi yang direkomendasikan adalah menciptakan pemimpin tim yang efektif dengan mengadakan pelatihan kepemimpinan kepada para supervisor menggunakan Lewin's Change Model.

This study ojers an intervention plan to overcome employee conmetency gap of PT XYZ through team learning approach Conducted for 30 employees of Unit A, result of study is showing that root of cause was due to inadequacy of public rejlection and shared meaning in team learning wheel. In public reflection team is conducting reflection and review about team experience in the past. In shared meaning team is creating ideas and act possibilities, together with builthng agreed foundation to achieve understanding. Recommended alternative interventions is to create epeetive team leader by providing leadershhn training to supervisors using Lewin's Change Model."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2009
T34198
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Talita Wardhana Bachtiar
"Sebagian besar grup terbentuk karena adanya kesamaan latar belakang, sejarah, kepercayaan, ketertarikan, atau tujuan. Meskipun memiliki latar belakang yang sama, setiap anggota tetap memiliki perbedaan dalam hal kepribadian dan peran. Perbedaan ini membuat grup menjadi menarik karena semua anggota harus beradaptasi dan menyesuaikan diri sesuai dengan suasana grup yang terbentuk. Dalam tesis ini akan dijelaskan tentang sponsorship team saya dalam acara bernama "Kompetisi Ekonomi" yang akan mengaplikasikan teori pada praktek yang terjadi berdasarkan pengalaman. Analisis ini akan menjelaskan dari proses terbentuknya grup, sifat-sifat dalam grup, teknik, peran, konflik yang terjadi dalam grup, dan bagaimana cara menyelesaikannya.

Most of groups are established because of having the same background which could be the same history, same belief, the same interest, or the same goals. Although having the same background, each member has different personalities and preferred roles to be in a group. This differences make the group interesting when all the members have to adjust their behavior based on the group environment. Through this essay, I will discuss about my sponsorship team on event called "Indonesian Economic Competition" where I will relate the theories into real practices that happen on my team. The analysis will explore things from the process of the group development, group behavior, roles, conflicts that happen during the period, and how did I overcome the problems.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Maginn, Michael
New York: McGraw-Hill, 2003
658.402 2 MAG m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Brill, Naomi Isgrig
New York: J.B. Lippincott, 1976
361 BRI t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
McMahon, Rosemary
Geneva: World Health Organization, 1992
362.110 68 MCM b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Abdul Aziz Rivaldho
"Loyalitas terhadap tim sangat penting dalam industri olahraga terutama karena kurangnya kontrol terhadap hasil pertandingan. Untuk itu perlu ada pendekatan relasional untuk menciptakan loyalitas para supporter. Selain itu, perlu juga ditambahkan pendekatan hierarchy of effects, cognition - affection - conation, untuk membantu menjelaskan seberapa kuat dan loyal hubungan antara konsumen olahraga dan timnya terjalin. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Modelling dengan bantuan software LISREL 8.51. Penelitian ini menemukan bahwa team attachment memiliki pengaruh positif dengan team loyalty. Kedua, membuktikan bahwa team self - expression memiliki pengaruh positif dengan team attachment. Ketiga, membuktikan bahwa team trust memiliki pengaruh positif dengan team attachment. Terakhir, membuktikan bahwa team involvement memiliki pengaruh positif dengan team attachment.

In sport industry, loyalty was considered as one of the most important aspect as the lack of match control often to happen. Therefore, relational approach is needed in order to create supporters's loyalty. Moreover, hieararchy of effects; cogmition-affection-conation is needed to describe further the relationship between consumers and the club itself. This research used Structural Equation Modelling (SEM) with Lisrel 8.51 as the statistical software. Furthermore, this research found that team attachment had a positive influence towards team loyalty. It was also prove that team self expression had a positive influence towards team attachment. Last but not least, This research found that team involvement had a positive influence towards team attachement.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
S59200
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ali Maksum
"ABSTRAK
Bila kita menyimak perjalanan prestasi olahraga Indonesia di tingkat regional maupun internasional, olahraga beregu kurang memiliki catatan yang menggembirakan dibandingkan dengan olahraga perorangan. Pertanyaan yang muncul adalah: apakah kita tidak mempunyai potensi di cabang olahraga beregu? Apakah pembinaan cabang olahraga beregu yang selama ini berjalan kurang efisien dan efektif? Apakah karena memang kita tidak mampu membentuk dan mengembangkan cabang olahraga beregu yang baik sehingga menjadi sebuah tim yang solid dan andal untuk berprestasi? Tujuan penelitian ini adalah ingin mengembangkan program intervensi psikologis yang terwujud dalam bentuk pelatihan yang efektif untuk meningkatkan kohesivitas tim pada cabang olahraga beregu.
Penelitian ini didesain menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah pengembangan program yang bertujuan untuk menyusun dan mengembangkan paket program pelatihan kohesivitas. Langkah ini dilakukan mengingat belum adanya paket pelatihan kohesivitas tim, terutama di Indonesia, yang secara khusus dikembangkan untuk tim olahraga. Dad studi literatur yang dilakukan ditemukan materi pelatihan yang terdiri dari: (1) kerjasama tim, (2) identitas dan kebanggaan tim, (3) hubungan interpersonal, (4) kepercayaan, (5) tujuan dan norms kelompok, (6) fungsi dan peran pemain dalam tim, dan (7) pengelolaan konflik. Ketujuh materi tersebut kemudian dikembangkan dalam bentuk paket/kurikulum pelatihan kohesivitas yang akan diterapkan pada penelitian tahap kedua selama dua bulan. Tahap ini bertujuan untuk melihat efektivitas program pelatihan yang telah dikembangkan kepada khalayak sasaran. Implementasi program dilakukan dengan pendekatan eksperimen. Sebagai kelompok eksperimen adalah SSB (Sekolah Sepak Bola) Indonesia Raya dan sebagai kelompok kontrolnya adalah SSB Putera Gelora Surabaya. Kedua SSB ini kondisinya relatif sama, baik dari karakteristik siswa maupun pelatihnya.
Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen GEQ (Group Environment Questionnaire) yang dikembangkan berdasarkan teori kohesivitas dari Carron (1982). Ujicoba instrumen yang bertujuan menguji validitas dan reliabilitasnya dilakukan terhadap 84 atlet cabang olahraga beregu. Uji validitas yang dilakukan dengan cara mengorelasikan skor setiap butir pernyataan dengan skor total (item-total correlations) menghasilkan
koefisien korelasi antara .41 sampai dengan .72, sementara uji reliabilitas yang dilakukan dengan metode Alpha Cronbach didapatkan koefisien antara .70 sampai dengan .82.
Pengolahan data dilakukan dengan teknik uji statistik Analisis Kovarian Multivariat (MANCOVA) dengan data prauji sebagai kovariat. Untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif terhadap penelitian yang dilakukan, juga dilakukan wawancara kepada peserta pelatihan dan pengamatan selama proses pelatihan berlangsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi "ketertarikan sosial", peserta dari tim yang mengikuti program pelatihan kohesivitas memiliki skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta dari tim yang tidak mengikuti program pelatihan dengan nilai F = 26,577 pada p < .01. Pada dimensi "ketertarikan tugas" peserta dari tim yang mengikuti program pelatihan kohesivitas tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna dibandingkan dengan peserta dari tim yang tidak mengikuti program pelatihan dengan nilai F = 1,734 pada p .196 atau lebih besar dari .05. Pada dimensi "keterpaduan sosial" peserta dari tim yang mengikuti program pelatihan kohesivitas memiliki skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta dari tim yang tidak mengikuti program pelatihan dengan nilai F = 18,255 pada p < .01. Pada dimensi "keterpaduan tugas" peserta dari tim yang mengikuti program pelatihan kohesivitas memiliki skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta dari tim yang tidak mengikuti program pelatihan dengan nilai F = 4,325 pada p < .05.
Sementara itu, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pada semua dimensi GEQ terdapat perbedaan antar kelompok yang sangat bermakna dengan uji F (Wilks' Lambda) = 14,644 pada p < .01. Artinya, secara keseluruhan peserta dari tim yang mengikuti program pelatihan, kohesivitas tinmya lebih baik dibandingkan dengan peserta tim yang tidak mengikuti program pelatihan.
Dengan memperhatikan hasil penelitian tersebut, maka cukup beralasan jika pada cabang olahraga beregu, khususnya sepakbola, diberikan intervensi psikologis yang terwujud dalam bentuk pelatihan kohesivitas sebagai sarana meningkatkan tampilan (performance) tim. Pelatihan dilakukan dalam bentuk paket tersendiri maupun terpadu (integrated) dalam serangkaian program pelatihan yang telah tersusun. Secara khusus pelatihan diarahkan pada bagaimana pentingaya melakukan kerjasama dalam tim, perlunya pemahaman setiap pemain terhadap tugas dan fungsinya dalam tim, adanya komunikasi, sikap saling percaya di antara anggota tim, bangga terhadap tim, dan mengembangkan hubungan interpersonal di antara anggota tim.
"
1999
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>