Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Nina Wahyu Widyawati
"Skripsi ini membahas mengenai makna puisi yang mengandung pisuhan berdasarkan analisis struktur puisi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebelas puisi yang mengandung pisuhan dalam Antologi Geguritan Abang Wora Wari. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan makna puisi yang mengandung pisuhan sekaligus menyajikan data pisuhan serta mengklasifikasikannya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-analisis. Kerangka konseptual teoritis yang digunakan adalah analisis struktur oleh Pradopo dan unsur-unsur pembangun puisi oleh Karsono H Saputra. Hasil dari penelitian ini adalah makna sebelas puisi yang mengandung pisuhan serta klasifikasi pisuhannya.
This thesis explain about meaning of poems which contain profanity according to analytical structure of poems. Data that used in this thesis consist of eleven poems which contain profanity in Antologi Geguritan Abang Wora Wari. The aims of this research are to know the meaning of poem contain profanity as well as to present the data and classify profanity. Research method that used is descriptive-analysis. Theoretical conceptual framework that used is opinion on analytical structure by Pradopo and elements of poetry builder by Karsono H Saputra."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S55285
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Sabila Rosyida
"Penelitian “Penggunaan Kata Makian pada Komunitas Penggemar Game MOBA: Kajian Sosiolinguistik” disusun untuk membandingkan penggunaan kata makian pada komunitas penggemar game Mobile Legends dengan komunitas penggemar game DOTA 2. Penelitian ini ditulis berdasarkan citra kedua komunitas tersebut yang terkenal senang berkata kasar. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari komentar di akun @dotaindonesia2 dan @emak_moba di Instagram sepanjang Januari—Maret 2022. Pengklasifikasian data dilakukan berdasarkan bentuk, referensi, dan kategori makian sesuai teori Wijana tahun 2004. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa komunitas penggemar game Mobile Legends menggunakan kata makian dengan referensi yang lebih variatif. Hal ini dipengaruhi oleh kemudahan akses Mobile Legends yang dapat dimainkan di telepon pintar sehingga lebih banyak orang dari berbagai kelas dapat memainkannya. Di sisi lain, komunitas penggemar game DOTA 2 menunjukkan penggunaan kata makian yang sedikit lebih variatif dari sisi asal bahasanya. Hal ini dipengaruhi oleh kemudahan berpindah server sehingga interaksi pemain antarnegara lebih sering terjadi. Dengan demikian, kata makian yang digunakan dapat berasal dari dua bahasa atau lebih.
The research "The Use of Swear Words in MOBA Game Fan Community: A Sociolinguistics Study" was written to compare the use of swear words in the Mobile Legends game fan community with the DOTA 2 game fan community. This research is a qualitative descriptive research. Data was collected from comments on the @dotaindonesia2 and @emak_moba accounts on Instagram during January - March 2022. The classification of data was carried out based on forms, references, and categories of swearing according to Wijana's theory in 2004. Based on the results of the study, it was found that the Mobile Legends game fan community used swear words with more varied references. This is influenced by the ease of access to Mobile Legends which can be played on smartphones, so that more people from various classes can play it. On the other hand, the DOTA 2 game fan community shows the use of swear words that are slightly more varied in terms of the origin of the language. This is influenced by the ease of switching servers so that player interactions between countries occur more frequently. Thus, the swear words used can come from two or more languages."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library