Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Imelda Sary
"Arus Globalisasi serta perkembangan di bidang ilmu pengetahuan dan tehnologi, sangat mempengaruhi seluruh sendi kehidupan bagi seluruh umat manusia, yang menuntut ketangguhan sumber daya manusia, agar mampu untuk lebih berkompetisi lagi dengan SDM lainnya, baik di tingkat Regional maupun Internasional.
Perencanaan SDM merupakan suatu kegiatan didalam merencanakan tenaga kerja, agar sesuai dengan kebutuhan Dinas/instansi/Perusahaan/Lembaga, serta efektif dan efisien dalam membantu terwujudnya tujuan yang ingin dicapai, khususnya di Dinas Pendapatan Daerah Kota Tangerang, yang dikepalai oleh seorang Kepala Dinas dan Dinasllnstansi lain pada umunya.
Tujuan penulisan tesis ini adalah untuk mempelajari kondisi pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Tangerang dari faktor-faktor kritis yang berkaitan dengan Perencanaan Penempatan Pegawai, serta merancang bangun strategi dan komponen strategis Perencanaan Penempatan Pegawai (SDM), agar dapat dicapai Efektifitas Kerja Pegawai yang handal sesuai dengan kebutuhan Dinas Pendapatan Daerah Kota Tangerang di masa mendatang.
Upaya pembenahan persoalan yang dihadapi oleh Dinas Pendapatan Daerah Kota Tangerang, dilakukan dengan menggunakan suatu analisis pendapat responden yang berkaitan dengan berbagai aspek Perencanaan Penempatan Pegawai, melalui kuesioner atau daftar pertanyaan penelitian. Analisis dilakukan dengan uji statistik dengan menggunakan analisis korelasi.
Dari analisis korelasi tersebut dapat diketahui hubungan antara variabel X, dalam hal ini adalah hasii kuestioner Perencanaan Penempatan Pegawai terhadap variabel Y sebagai hasil kuestioner Efektifitas Kerja Pegawai, serta untuk mengetahui seberapa besar hubungan sebab akibat kedua variabel tersebut. Percobaan dengan analisis korelasi dilakukan untuk menguji hipotesis serta untuk menemukan hubungan kausal, sehingga dari analisis ini dapat diformulasikan berbagai cara yang dirangkum dalam suatu Perencanaan Penempatan Pegawai yang terdapat di lingkungan Dinas Pendapatan Daerah Kota Tangerang.
Perencanaan Penempatan Pegawai yang berlaku di Dinas Pendapatan Daerah Kota Tangerang untuk meningkatkan Efektifitas Kerja Pegawainya, sudah sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak yang terkait, karena antara Perencanaan Penempatan Pegawai yang baik telah dapat mendorong Dinas Pendapatan Daerah untuk Iebih meningkatkan lagi Efektifitas Kerja SDM di Dinas tersebut khususnya. "
2001
T8722
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syahril Hasan
"Salah satu tantangan terbesar dalam pemberian pelayanan kesehatan di rumah sakit dewasa ini adalah terpenuhinya harapan masyarakat akan mutu dan kapasitas pelayanan rumah sakit. Disadari bahwa mutu pelayanan yang kurang baik akan menyebabkan pemborosan waktu dan sumber daya, meningkatkan kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan pelayanan dan meningkatkan resiko untuk terjadinya kesulitan lainnya. Sedikitnya 85 % dari masalah pelayanan kesehatan adalah pada proses pelaksanaan pelayanan, dan masalah pada proses tersebut adalah masalah manajemen.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pelayanan dan optimalisasi penggunaan fasilitas instalasi bedah sentral dengan menggunakan analisis linear programming dalam rangka memberikan pelayanan operasi yang optimal di RSUD Pasar Rebo. Pemilihan RSUD Pasar Rebo sebagai lokasi penelitian disebabkan karena merupakan rumah sakit swadana, dimana pihak manajer akan berusaha meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan agar diperoleh peningkatan pendapatannya yang akan digunakan untuk membiayai operasionalnya sendiri.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian Riset Operasi (Operations Research). Pengamatan kegiatan pelayanan instalasi bedah sentral dilakukan selama satu tahun anggaran dengan mengambil data sekunder, dengan keluaran berupa lama waktu tindakan bedah dan jumlah tindakan bedah yang kemudian dilakukan analisis optimalisasinya dengan metode linear programming bantuan komputer.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat penggunaan instalasi bedah sentral sebelum dioptimalkan yaitu kamar operasi untuk tindakan bedah umum 50.51 %, kamar operasi untuk tindakan bedah kebidanan dan penyakit kandungan 51.26 %, kamar operasi untuk tindakan bedah mata serta telinga, hidung dan tenggorokan 14.72 %. Lama waktu tindakan bedah umum elektif besar, sedang dan kecil adalah 90.21, 36.33 dan 21.77 menit, tindakan bedah kebidanan dan penyakit kandungan elektif besar, sedang dan kecil adalah 79.59, 46.33 dan 27.17 menit serta tindakan bedah mata elektif besar, THT elektif sedang dan kecil adalah 74.19, 27.92 dan 19.38 menit. Rata-rata jumlah tindakan bedah umum elektif besar, sedang dan kecil adalah 0.20, 1.04 dan 0.74 tindakan, tindakan bedah kebidanan dan penyakit kandungan elektif besar, sedang dan kecil adalah 0.48, 0.05 dan 0.40 tindakan serta tindakan bedah mata elektif besar, THT elektif sedang dan kecil adalah 0.13, 0.64 dan 0.03 tindakan.
Hasil optimalnya dengan masing-masingnnya melaksanakan 2.88 tindakan bedah umum elektif sedang dengan memperoleh pemasukan sebesar Rp. 507,782.6, melaksanakan 1.30 tindakan bedah kebidanan dan penyakit kandungan elektif besar dengan memperoleh pemasukan sebesar Rp. 454,071.5.- serta melaksanakan 1 tindakan bedah mata elektif besar dan 1 tindakan bedah THT elektif sedang dengan memperoleh pemasukan sebesar Rp. 524,400.-. Akhirnya disarankan untuk menentukan unit cost masing-masing jenis tindakan bedah supaya diperoleh nilai keuntungan yang optimal, dan agar tercapai tujuan optimalisasi penggunaan instalasi bedah sentral, para pelaksana agar benar-benar mengetahui tujuan yang akan dicapai, pembagian tugas dan tanggung jawab yang terperinci, serta membuat jadual pelayanan pasien dengan memperhitungkan lama waktu tindakan bedahnya dan waktu antara tindakan bedah.

Optimization Analysis on Central Surgery Installation by Linear Programming Method in Pasar Rebo District Hospital East JakartaOne of the biggest challenge in health services is to fulfill community needs in quality and capacity. Lack of good services would cause inefficiency and increasing other mistakes. At least 85 % of problem in health services is management problem.
The objective of this research to describe the pattern of operating room utility and to optimize operation room utility. The choosing of Pasar Rebo Hospital as research location is just because of its status as Swadana Hospital, where the management pays some effort to raise the service quality and quantity in order to achieve higher income so they could run their operation by themselves.
This kind of study is called Operations Research. The observance of the service activities of central surgery installation is taken in a year period of budgetary by taking the secondary data, and the output is length of surgery time and how many surgery activities that are followed by optimize analysis through computerize linear programming methods.
The conclusion of the study: the using of central surgery installation before the optimizing is 50.51 % for the general surgery room, 51.26 % for obstetric and gynecology surgery room, 14.72 % for ophthalmology and otorhinolaryngology surgery room. The time that needed for the general surgery (large, medium, small elective) are 90.21, 36.33, and 21.77 minutes, for the obstetric and gynecology (large, medium, small elective) are 79.59, 46.33, and 27.17 minutes; and ophthalmology surgery (large elective), Otorhinolaryngology medium and small elective surgery are 47.19, 27.92, 19.38 minutes. The average amounts of general surgery for large, medium and small elective are 0.20, 1.04, and 0.74 session. Obstetric and gynecology surgery for large, medium and small elective are 0.48, 0.05, and 0.40 session; the ophthalmology surgery for large elective, otorhinolaryngology surgery for medium and small elective are 0.13, 0.64 and 0.03 sessions.
The optimum income result from the 2.88 general session for medium elective surgery is Rp. 507,782.6, from the 1.30 obstetric and gynecology surgery session for large elective is Rp. 454,071.5, and 1 session of ophthalmology surgery for large elective and 1 session of ottorhinolaryngology surgery for the medium elective is Rp. 524,400. Finally, it's suggested to determine the unit cost of each kind surgery in order to reach the optimum benefits. And in order to reach the objective of the optimizing of central surgery installation usage, the staffs have to understand the goals and objective they are going to achieve, the distribution of jobs in detail and patient service scheduling considered the time needed for the surgery session and time between the surgery Sessions.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1995
T2546
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library