Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Dewi Meiyani Zakir
"Sisi lain industrialisasi adalah meningkatnya ekonomisasi masyarakat dan tidak terhindarnya proses komoditisasi (apapun jadi komoditi); yang contohnya tampak pada dunia budaya, dengan banyaknya paket bisnis 'wisata budaya''. Secara sosiologis pun terjadi transformasi makna serupa; dari benda yang tadinya sekedar bermakna "kultural," jadi lain setelah diberi pemaknaan ekonomis. Semula dimaknai "mistik" estetis, menjadi nyata karena bernilai atau 'ada harganya.' Bunga juga mengalami proses transformasi serupa. Dalam studi ini, pertautan dan transformasi komoditi bunga didekati dengan cara memahami dinamika kelompok para pelaku atau yang paling berkepentingan di bisnis bunga potong : konsumen, petani, dan pedagang.
Studi ini sebenarnya berasal dari penelitian terhadap berbagai dinamika dan pertautan kepentingan antar kelompok pedagang bunga potong; yang berkembang seiring dengan berkembangnya pariwisata dan -pada gilirannya- membawa bunga masuk ke dalam wilayah ekonomi yang makin sarat kepentingan dan persaingan. Karenanya, konflik maupun akomodasi di tingkat pedagang, bukan hanya tak terhindarkan; bahkan melekat di dalam dinamika kepentingan para pelaku terkait tersebut.
Studi dilakukan secara berseri (tidak teratur) 3 kali antara 1993 - 1998, di daerah Cipanas, Jawa Barat. Data yang didapat dan diolah, berasal dari wawancara mendalam para pedagang, petani, floris, hotel, perusahaan swasta, dan tokoh masyarakat sekitar daerah produksi. Mulanya, ada empat profit pedagang bunga; semua berasal dari daerah Cipanas. Model dan intensitas interaksi keempat kelompok pedagang tadi mengalami masyarakat sekitar daerah produksi. Mulanya, ada empat profit pedagang bunga; semua berasal dari daerah Cipanas. Model dan intensitas interaksi keempat kelompok pedagang tadi mengalami perubahan yang berarti setelah intervensi YBN ke desa. Yakni, interaksi berbagai pelaku usaha bunga potong, melahirkan tiga kelompok utama pedagang (Kelompok Tua, Bebas-Jual, dan YBN). Masalah yang dirasa pedagang serta -dan terutama- petani makin sama, bahwa ketidaksukaan mereka, lebih karena perilaku YBN (dilihat sebagai kepanjangan kekuasaan) yang tak menganggap masyarakat setempat sebagai unsur penting dalam membuat rencana program, padahal semua langkah YBN berpengaruh langsung ke masyarakat setempat. Dalam kasus ini, masuknya YBN merupakan kasus signifikan tentang sulitnya organisasi modem beradaptasi pada sistem sosial desa yang spesifik.
Tiga kelompok utama pedagang tadi punya posisi unik mengingat 'modal' dan kekuatan mereka masing-masing dalam berhubungan dengan pihak lain. Dari dinamika interaksi para pelaku usaha bunga, penelitian ini menghasilkan temuan, bahwa masing-masing kelompok -terutama dalam upaya membangun dan mempertahankan interest dan kekuatan dominasi yang mereka miliki- punya mekanisme khas saat berinteraksi. Dalam upaya memperkokoh dasar interest masing-masing, tiga kelompok pedagang tadi secara variatif, menekankan pentingnya menguasai kaum tani. Malah penguasaan dan dominasi terhadap petani mereka lakukan sistematis, karena kesadaran demi kelangsungan supply maupun kontinuitas produksi.
Kelompok pedagang Tua misalnya, lebih melakukan penguasaan pada upaya menyerang kognitif petani, dengan mereproduksi model hubungan tradisional-feodalistik; dimana petani menjadi tetap melihat dirinya sebagai sub ordinasi mereka. Pedagang baru menguasai petani justru secara langsung dan mendasar, dengan mendominasi tanah dan waktu kerja petani. YBN juga melakukan hal serupa dengan kekuatan uang, dengan cara memberi kredit bagi aneka kepentingan produksi masyarakat.
Dalam hubungan dinamika dan konflik yang terjadi antar pedagang, konsumen jelas menjadi pihak paling diuntungkan; karena supremasi mereka tak pernah disoal atau digugat. Di lain pihak, petani adalah yang paling dirugikan; karena selalu jadi kelompok yang didominasi dan dikuasai demi kelangsungan berbagai kepentingan pedagang."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1998
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jihan Salsabila
"Penelitian ini berawal dari fenomena menyebarkan lagu melalui Insta Story dengan tujuan untuk menyampaikan pesan kepada seseorang. Penelitian terdahulu menunjukkan adanya kebutuhan untuk membagikan pengalaman emosional. Menggunakan teori Uses and Gratification, penelitian ini berusaha menjelaskan alasan dari pemilihan lagu dan InstaStory sebagai media untuk menyampaikan pesan personal dan emosional. Pemilihan media ini menjadi menarik karena pesan yang disampaikan merupakan pesan personal dan emosional, tetapi media yang dipilih merupakan media yang memungkinkan pesan diterima oleh sekelompok orang. Penelitian ini menggali pengalaman dan pandangan dari Generasi Z mengenai pemilihan media untuk menyampaikan pesan personal dan emosional menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu dan media sosial menjadi dua hal yang erat hubungannya dengan kehidupan kelompok usia muda. Generasi Z menggunakan kedua hal ini untuk mengekspresikan dan membagikan pengalaman emosional mereka kepada seseorang atau kepada sekelompok teman. Lagu dan InstaStory memberikan kemudahan untuk menyampaikan pesan personal dan emosional yang sulit untuk diungkapkan secara langsung. Kebutuhan untuk menyampaikan pesan personal dan emosional dapat terpenuhi tanpa perlu menuliskan pengalaman emosional secara rinci.

This research started from the phenomenon of uploading songs through InstaStory to convey a message to someone. Past research suggests there is a need to share emotional experiences. With the Uses and Gratification Theory, this study tries to explain the aim of choosing songs and InstaStory as a medium to convey personal and emotional messages. The selection of this media is interesting because the message conveyed is private and emotional, but the media chosen is a medium that allows the message received by a group of people. This study explores the experiences and views of Generation Z regarding the choice of media to convey personal and emotional messages using qualitative methods. The results show that songs and social media are two things that are closely related to the lives of young age groups. Generation Z uses song and InstaStory to express and share their emotional experiences with a person or with a group of friends. Songs and InstaStory make it easy to convey personal and emotional messages that are difficult to express in person. Generation Z can fulfill their need to communicate private messages without describing down detailed emotional experiences.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Aziiz Muhaajir
"Perkembangan ndash; perkembangan yang terjadi pada media sosial membawa perubahan juga bagi lingkungan bisnis, terutama dalam bidang e-commerce. Perubahan yang dibawa media sosial adalah dalam bentuk social commerce, di mana konsumen dapat melakukan aktivitas e-commerce di media sosial. Berangkat dari teori dukungan sosial, transfer kepercayaan, dan komitmen-kepercayaan, penelitian ini menganalisis pengaruh dari social support, trust dan community commitment terhadap social commerce intention. Sampel penelitian ini terdiri atas 150 orang responden yang merupakan pengguna aktif media sosial dan pernah melakukan transaksi komersial di media sosial dalam satu tahun terakhir. Data dianalisis menggunakan metode PLS-SEM, di mana ditemukan bahwa emotional dan informational support memiliki pengaruh terhadap trust, yang pada akhirnya akan mempengaruhi commitment dan social commerce intention.

The development of social media has brought changes into the business environment, specifically in the context of e commerce. Changes brought by social media in e commerce context is in the form of social commerce, where consumers can perform e commerce activities in social media. Using theories such as social support theory, trust transfer theory, and commitment trust theory, this research analyzes the effects of social support, trust, and community commitment on social commerce intention. The sample in this research consist of 150 active social media user and and have performed a commercial transaction on their social media within the last year. The data was analyzed using PLS SEM, and shows that informational and emotional support has some effect on trust, which in turn affects commitment and social commerce intention."
2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library