Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Anna Uswatun Hasanah Rochjana
"ABSTRAK
Kebiasaan dokter di Indonesia masih banyak memberikan obat dalam bentuk racikan. Peracikan obat menjadi perhatian oleh karena banyak munculnya kejadian yang tidak dikehendaki seperti masalah farmasetika dan interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah farmasetika inkompatibilitas dan interaksi obat pada resep racikan pasien pediatri rawat jalan di RSUD Cibinong pada bulan Januari ndash; Agustus 2016. Metode penelitian ini adalah gabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Data yang diambil menggunakan total sampling sebanyak 506 lembar resep racikan, 4 informan yang terdiri dari 2 orang dokter spesialis dan 2 orang apoteker. Hasil analisis menunjukkan bahwa resep racikan paling banyak dibuat sediaan puyer 94,9 . Obat yang sering dibuat adalah salbutamol 223 resep . Masalah farmasetika inkompatibilitas sebesar 3,4 17 lembar resep . Masalah interaksi obat sebesar 45,1 228 lembar resep , total interaksi obat sebanyak 329 interaksi obat. Masalah polifarmasi sebanyak 0,4 . Faktor yang mempengaruhi dokter terkait masalah resep racikan, inkompatibilitas, interaksi obat dan polifarmasi terdiri dari persepsi dokter yang menyatakan bahwa masalah yang terjadi karena ketersediaan obat dan kurangnya pengetahuan dokter. Masalah farmasetika dan interaksi obat pada resep racikan dapat dihindari apabila ada informasi dari bagian farmasi mengenai obat yang ada interaksi dan obat yang tidak boleh diracik.

ABSTRACT
Physician habits in Indonesia still provide a lot of medicine in the form of compounding. Compounding the drug is of concern because of the advent of unwanted events such as pharmaceutical problems and drug interactions. This study aims to analyze pharmaceutics problems incompatibility and drug interactions on compounding prescription of pediatric outpatient in RSUD Cibinong period January ndash August 2016. Method of research is quantitative and qualitative research. The data were taken with the total sampling of 506 compounding prescriptions, four informants consisting of two specialists and two pharmacists. Results of the analysis showed that the most compounding prescriptions made are puyer 94.9 . Pharmaceutics problem incompatibility of 3.4 17 recipe sheets . The problem of drug interaction was 45.1 228 prescriptions , total drug interactions of 329 drug interactions. Polypharmacy problem of 0.4 . The driving factors were affecting physicians over the issue of compounding prescription, incompatibilities, drug interactions and polypharmacy due to doctor 39 s perception that problems are the availability of drugs. Pharmaceutical problem and drug interactions in compounding prescriptions can be avoided if there is information from the pharmacy department of drug interactions and drugs that cannot be compounded."
2018
T50529
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nadya Tsurayya
"Ketika obat yang disimpan akan digunakan, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya expired date, BUD, dan juga kondisi fisik obat. Istilah expired date sudah umum didengar oleh masyarakat namun tidak dengan istilah beyond use date (BUD). Sediaan farmasi yang sudah dibuka kemasan aslinya akan memiliki masa simpan yang berbeda dengan expired date yang tertera pada kemasan, masa simpannya akan menjadi lebih cepat yang dikenal dengan beyond use date (BUD). Pada tugas khusus Laporan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Puskesmas Kecamatan Kalideres ini dilakukan pembuatan brosur edukasi & informasi beyond use date sediaan farmasi dan contoh analisis beyond use date (BUD) pada resep racikan puyer di Puskesmas Kecamatan Kalideres sehingga dapat digunakan sebagai bahan edukasi dan informasi. Selain itu pada tugas khusus ini dilakukan analisis penetapan BUD dari resep racikan yang ditujukan pada pasien anak. Selain informasi hasil analisis BUD, perlu disampaikan juga kepada pasien jika sebelum tanggal tersebut racikan puyer sudah berubah warna, bau, rasa, dan membentuk massa yang keras atau lembab dan lengket menggumpal, maka obat sudah tidak dapat lagi digunakan sebab obat sudah rusak dan tidak dapat dijamin efektifitas dan keamanannya. ...... When the stored medicine is to be used, there are several things you need to pay attention to, including the expiration date, BUD, and also the physical condition of the medicine. The term expired date is commonly heard by the public, but not the term beyond use date (BUD). Pharmaceutical preparations that have been opened in their original packaging will have a shelf life that is different from the expiry date stated on the packaging, the shelf life will be shorter, known as the beyond use date (BUD). In this special task of the Pharmacist Professional Work Practice Report (PKPA) at the Kalideres District Health Center, educational brochures & information on beyond use date on pharmaceutical preparations and examples of beyond use date (BUD) analysis on puyer concoction recipes at the Kalideres District Health Center were made so that they could be used as educational materials. and information. In addition, in this special task, an analysis of BUD determination was carried out from concoction prescriptions aimed at pediatric patients. Apart from information on the results of the BUD analysis, it is also necessary to convey to the patient that if before that date the powder mixture has changed color, smell, taste, and formed a hard or moist and sticky lumpy mass, then the medicine can no longer be used because the medicine has been damaged and cannot be used. Guaranteed effectiveness and safety."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Nurhayati Asha
"ABSTRAK
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang
bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja. Kegiatan Praktik Kerja Profesi Apoteker di Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat diharapkan dapat memberikan pengalaman, pengetahuan serta gambaran langsung terkait dengan peran serta fungsi apoteker di puskesmas. Praktek kerja dilakukan dari tanggal 11 April sampai dengan tanggal 3 Mei 2016. Tugas khusus berjudul Kajian Kesesuaian Farmasetik Pada Resep Racikan di Puskesmas Kecamatan Tambora Jakarta Barat.

ABSTRACT
Puskesmas is a technical unit of district/city health officice that responsible for
organizing the health development in a work area. Activity Apothecary
Professional Practice at Puskesmas Kecamatan Tambora West Jakarta is expected to provide experience, knowledge and description directly related to the role and functions of Apothecary in Puskesmas. Internship conducted on April 11th to May 3rd, 2016. The Specific Assignment entitled Pharmaceuticals Suitability Assessment of Compounded Prescriptions in Puskesmas Kecamatan Tambora, West Jakarta."
2016
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Mellynia Tri Sugiarti
"
Dalam meningkatkan mutu maupun cakupan pelayanan kefarmasian yang baik di apotek, standar pelayanan kefarmasian perlu diperhatikan agar sesuai dengan protokol untuk pelayanan pelanggan di apotek tersebut. Bentuk pelayanan resep, mulai dari penerimaan, pemeriksaan ketersediaan, penyiapan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai termasuk peracikan obat, pemeriksaan, hingga penyerahan obat pada pasien perlu disertai pemberian informasi yang tepat pada pasien. Hal tersebut agar pengobatan yang diberikan pada pasien tepat dan sesuai harapan terapi yang diinginkan. Pada setiap tahap alur pelayanan resep juga perlu dipastikan sebagai upaya pencegahan terjadinya kesalahan pemberian obat (medication error), salah satunya terjadinya interaksi obat maupun efek samping yang tidak diinginkan. Pengamatan terkait efek samping dan interaksi obat pada obat-obatan yang diresepkan pasien dilakukan pada lima resep polifarmasi racikan yang diberikan per Januari 2023. Obat-obatan yang diresepkan tersebut biasanya terdiri atas lima atau lebih kandungan zat aktif obat yang dilakukan peracikan untuk dijadikan bentuk sediaan lain yang lebih praktis digunakan pasien. Beberapa resep obat racikan polifarmasi yang telah diamati dapat berpotensi menimbulkan interaksi obat, baik interaksi dalam level menengah (intermediate) maupun level mayor serta beberapa efek samping tidak diinginkan dapat timbul dari penggunaan obat, baik sebagai akibat dari penggunaan bersamaan dengan obat lain maupun akibat penggunaan jangka panjang.
......In improving the quality and scope of good pharmaceutical services in pharmacies, it is necessary to pay attention to pharmaceutical service standards in accordance with the protocols for customer service in these pharmacies. The form of prescription services, starting from reception, checking availability, preparation of pharmaceutical preparations, medical devices and consumable medical materials including dispensing drugs, examinations, to dispensing drugs to patients needs to be accompanied by providing appropriate information to patients. This is so that the treatment given to the patient is appropriate and according to the expectations of the desired therapy. At each stage of the prescription service flows it is also necessary to ensure as an effort to prevent medication errors, one of which is the occurrence of drug interactions and unwanted side effects. Observations related to side effects and drug interactions for medicines prescribed by patients were carried out on five concoction polypharmacy prescriptions given as of January 2023. The prescribed medicines usually consist of five or more active ingredients of the drug which are compounded to be made into other dosage forms which is more practical for patients to use. Several prescriptions for polypharmacy concoctions that have been observed have the potential to cause drug interactions, both interactions at the intermediate level and major level and some unwanted side effects can arise from drug use, either as a result of concomitant use with other drugs or as a result of long- term use."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Isnaini
"Apotek merupakan fasilitas kesehatan yang melakukan pelayanan yang salah satunya adalah pelayanan untuk farmasi klinik. Kegiatan pelayananan farmasi klinik yang terdapat di Apotek adalah bagian dari kegiatan Pelayanan Kefarmasian yang berhubungan langsung serta bertanggung jawab terhadap pasien. Pengkajian dan pelayanan resep merupakan salah satu pelayanan farmasi klinik yang ada di apotek. Kegiatan pengkajian Resep yang ada di apotek dibagi menjadi tiga, meliputi administrasi, kesesuaian farmasetik dan pertimbangan klinis. Tujuan pengkajian berdasarkan tiga aspek tersebut untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam pelayanan obat (medication error). Ada beberapa kesalahan pengobatan atau medication error yang sering terjadi seperti pemberian obat yang tidak tepat, pemberian dosis obat yang salah, kesalahan dalam menulis atau kesamaan bunyi nama obat, kesalahan pada penggunaan serta kesalahan pada perhitungan dosis obat yang diresepkan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengkajian 10 resep racikan dan 10 resep non-racikan yang ada di Apotek Kimia Farma 494 Beji Depok pada periode bulan April 2023. Hasil kajian dari 20 resep yang dilakukan, permasalahan yang banyak terjadi terdapat pada aspek klinisnya seperti ada interaksi obat. Terdapat 3 jenis interaksi obat pada resep racikan dan non racikan yaitu interaksi mayor, moderat, dan minor.
......
Pharmacy is a healthcare facility that provides services, one of which is clinical pharmacy services. Clinical pharmacy services in pharmacies are part of pharmaceutical services directly related to and responsible for patient care. Prescription assessment and service are among the clinical pharmacy services available in pharmacies. Prescription assessment activities in pharmacies are divided into three parts: administrative, pharmaceutical suitability, and clinical consideration. The purpose of assessing prescriptions based on these three aspects is to prevent medication errors. Several common medication errors include incorrect drug administration, wrong drug dosage, errors in writing or sound-alike drug names, errors in drug use, and errors in calculating prescribed drug doses. This study aims to assess 10 compounded and 10 non-compounded prescriptions at Kimia Farma Pharmacy 494 Beji Depok during April 2023. From the study's results, it was found that clinical aspects such as drug interactions were the most prevalent issue. There were three types of drug interactions found in compounded and non-compounded prescriptions: major, moderate, and minor interactions."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library