Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Betarianti Darma
"[Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas auditor terhadap reaksi pasar. Kualitas auditor sebagai variabel independen, dilihat dari pengalaman auditor melakukan penyajian kembali (restatement) atas laporan keuangan(restatement related auditor). Reaksi dari pasar sebagai variabel dependen dinilai menggunakan Cummulative Abnormal Return (CAR). Penelitian ini memiliki lima variabel kontrol yaitu rasio leverage, income before tax, ukuran perusahaan, danjenis KAP. Objek penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2013. Berdasarkan pengujianempiris dengan Random Effect Model (REM) diperoleh hasil bahwa reaksi pasar berpengaruh signifikan lebih negatif pada perusahaan yang diaudit oleh restatement related auditor dari yang diaudit oleh non restatement related auditor.

The objective of this research is to analyze the effect of auditor’squality on market reaction. Auditor’s quality as independent variable will be measured bythe auditor experience with restatement of the financial statements (restatement related auditor). Market reaction as dependent variable will be measured by Cummulative Abnormal Return (CAR).This research uses fivecontrol variables, leverage ratio, income before taxes, company’s size, and type of public accountant firm. The object of this research is manufacturing company that listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2010-2013. Based on empirical study with RandomEffect Model (REM) shows that market reaction hasa significantly negative effect to the company which have been audited by restatement related auditor, compare with audited bynonrestatement related auditor., The objective of this research is to analyze the effect of auditor’s quality on
market reaction. Auditor’s quality as independent variable will be measured by
the auditor experience with restatement of the financial statements (restatement
related auditor). Market reaction as dependent variable will be measured by
Cummulative Abnormal Return (CAR). This research uses five control variables,
leverage ratio, income before taxes, company’s size, and type of public accountant
firm. The object of this research is manufacturing company that listed in Indonesia
Stock Exchange (IDX) in 2010-2013. Based on empirical study with Random
Effect Model (REM) shows that market reaction has a significantly negative effect
to the company which have been audited by restatement related auditor, compare
with audited by non restatement related auditor]
"
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The objective of this study is to investigate whether market reacts to reverse stock split announcement. If market reacts to the announcement therefore the announcement has information content and vice versa
"
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Retno Wulandari
"Environmental, social and governance (ESG) konsep semakin banyak diadopsi di pasar saham, sehingga isu lingkungan, sosial, dan tata kelola penting bagi konsumen, investor, dan pemangku kepentingan. Hal yang sama berlaku untuk keberadaan board gender diversity (BGD). Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan yang mengungkapkan ESG yang terdaftar di BEI selama tiga tahun. Menerapkan analisis regresi data panel sebagai framework ekonometrik, dalam menjelaskan efek tidak langsung dari keberadaan BGD terhadap konsekuensi pengungkapan ESG dan reaksi pasar. Hasil temuan konsisten dengan penelitian sebelumnya yaitu menemukan pengaruh negatif signifikan pengungkapan ESG terhadap reaksi pasar dan keberadaan BGD memperkuat pengaruh negatif pengungkapan ESG pada sub-score lingkungan.Temuan konsisten dengan teori stakeholder, dan agency. Penelitian berkontribusi untuk membantu investor dan manajer portofolio mengevaluasi keberadaan BGD mempengaruhi ESG dan pasar serta membantu mereka membuat keputusan investasi yang lebih baik. Selain itu, regulator dapat menambah kebijakan untuk memasukkan BGD sebagai persyaratan perusahaan publik. Keterbatasan penelitian pada ketersediaan informasi komposisi gender perusahaan yang mengungkapkan ESG dan masih sedikitnya perusahaan di Indonesia yang menerapkannya, sehingga penelitian tentang pengaruih tidak langsung BGD terhadap pengungkapan ESG dan pasar belum banyak dilakukan.

Environmental, social and governance (ESG) concepts are increasingly being adopted in the stock market and are important to consumers, investors and stakeholders. The conditions are the same for presence of board gender diversity. This study uses all samples of companies listed on the IDX for three years that have issued ESG disclosures. Applying panel data regression analysis as an econometric framework, in explaining the indirect effect of the presence of BGD on the consequences of ESG disclosure and market reaction. The findings are consistent with previous research, a significant negative effect of ESG disclosure on market reaction and the presence of BGD strengthens the negative effect of ESG disclosure, but on the environmental sub-score. The findings are consistent with stakeholder and agency theory. Research contributes to helping investors and portfolio managers evaluate how the presence of BGD affects ESG and the market and helps them make better investment decisions. In addition, regulators may add policies to include gender diversity as a standard requirement for public companies. This research is limited by the availability of information regarding the gender composition of companies that disclose ESG and there are still very few companies in Indonesia that apply it, and not much research has been conducted on the indirect effect of BGD on ESG disclosure and the market."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ivan Ludica Toha
"ABSTRAK
This thesis investigates market reactions to mergers and acquisitions
announcements and methods of payments by cash and stocks to both
Acquiring/Surviving company and Target based on daily stock (abnormal) returns
whose stocks are listed in the Jakarta Stock Exchange. It utilizes market efficiency
framework specifically the event study methodology by observing 28 samples of
Indonesian public companies for period 2004-2010 with an estimation period of
250 days and an event window of 71 days [-lO,6O]. This research employs the
Single Index Market Model as the expected return model due to the assumption
that the individual stock return is the function of the index/market return.

Abstract
Thesis ini menganalisa reaksi pasar terhadap pengumuman merger dan akuisisi
dan metode pembayaran dalam bentuk kas dan saham terhadap perusahaan
Pengakuisisi dan Diakuisisi yang sahamnya terdaftar di PT Bursa Efek Indonesia
dengan menggunakan imbal hasil (tidak normal) harian. Thesis ini memanfaatkan
kerangka pasar yang efisien khususnya metodologi studi kejadian dengan
melakukan observasi terhadap 28 sampel dari perusahaan publik untuk periode
2004-2010 dengan periode estimasi sebanyak 250 hari dan perfode kejadian 7]
hari [-10, 60]. Penelitian ini menggunakan the Single Index Market Model untuk
mendapatkan espektasi imbal hasil dengan asumsi bahwa imbal hasil dari
masing-masing saham adalah fungsi dari imbal hasil indeks atau pasar saham."
2012
T30319
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Lina Hapsari Wijayanti
"Tujuan utama penelitian ini adalah menginvcstigasi apakah reaksi pasar yang teljadi akibat peristiwa peledakan bom dipengaruhi oleh jenis industri (mdustri pariwisata atau industri laiunya), untuk pexistiwa yang teljadi di Indonesia selama tahun 2000 sampai dengan 2005. Selain jenis industri, variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah proporsi kepemilikan saham asing.
Penelitian ini menemukan bahwa reaksi pasar dipengaruhi secara signiiikan oleh jenis industri namun tidak dipengaruhi secara signifikan oleh proporsi kepemilikan saham asing. Penelitian ini juga menemukan, hanya return pada hari tegiadi peristiwa peledakan bom saja yang bemilai signitikan negatif.

This research determined to investigate whether industry classification (tourism industry or other industries) affects market reaction on bombing attacks for incident that happened in Indonesia at time period 2000 until 2005. Adds to industry classification, control variable used on this research is the proportion of foreign ownership.
This research shows that market reaction is signihcantly affected by industry classification but is not significantly affected by proportion of foreign ownership. The research is also discover that significantly negative of retum only happen to the day of bombing attacks.
"
Depok : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T33826
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Hapsari Kusumaningrum
"Penelitian ini membahas tentang reaksi pasar terhadap perusahaan yang menerbitkan obligasi dalam rentang waktu 2002-2014. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi cumulative abnormal return saham sebelum dan sesudah penerbitan obligasi dan untuk mengetahui variabel apa yang paling mempengaruhi reaksi pasar dalam penerbitan obligasi. Variabel tergantung dalam penelitian ini diproksikan dengan cumulative abnormal return saham, variabel penentu yang digunakan adalah Price to book value dan free cash flow. Variabel kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah firm size, Debt to equity ratio, dividend payout ratio, rating obligasi dan kepemilikan peruahaan.
Hasil penelitian membuktikan bahwa penerbitan obligasi berpengaruh secara signifikan terhadap reaksi pasar. Hasil pengujian tersebut memberikan nilai statistik F yang tinggi hingga diperoleh nilai signifikansi nyata. Nilai F yang diperoleh adalah sebesar 4.907 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 pada model 1 dan dan nilai F sebesar 5.074 signifikan sebesar 0,000 pada model 2. Nilai ini berada di bawah taraf signifikansi 5 0,05 dan 10 0,10 . Berdasarkan adjusted R square nilai pengaruh yang diberikan oleh variable bebas terhadap CAR adalah sebesar 36.3 pada model 1 dan 37.3 pada model 2.
Berdasarkan hasil ini disimpulkan bahwa seluruh variabel bebas secara serentak memilliki pengaruh yang signifikan dengan CAR secara statistik. Secara individu terdapat dua variabel yang berpengaruh secara signifikan. Variabel yang paling berpengaruh pada model 1 adalah PBV dengan signifikansi 0.001 dan memiliki hubungan positif dengan reaksi pasar dan rating obligasi signifikan sebesar 0.015 dan memiliki hubungan positif. Pada model 2 variabel independen yang berpengaruh adalah PBV dengan signifikansi 0.005 dan berpengaruh positif, rating obligasi dengan signifikansi 0.007 dan dividend payout ratio signifikan secara negatif sebesar 0.065.

This research examines about stock reaction to bond issuance announcement in listed company in Indonesia Stock Exchange within 2002 2014. The aim of this research is to identify cumulative abnormal return before and after bond issuance announcement and to identify which is the most significant variables of stock reaction in bond issuance announcement. Dependent variable is cumulative abnormal return. Independent variables are Price to book value and free cash flow. Controlling variables are firm size, Debt to equity ratio, dividend payout ratio, bond rating and ownership structure. Methode of the research is event study.
The results show that in general there is significant relation of bond issuance announcement to stock reaction. The statistic F hypothesis is 4.907 with signifancy 0.000 in model 1 and F hypothesis is 5.074 with signifancy 0.000. it is below the significancy of 5 and 10 . According to adjusted R square the significant value from dependent variables to CAR is 36.3 in model 1 and 37.3 in model 2 . On the other hand, there are two independent variable that significantly affect the reaction. The first one is price to book value with significancy 0.005 and the second one is bond rating with significancy 0.007"
Depok: Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chatarina Anintyarini
"ABSTRAK
Tujuan utama penelitian ini adalah menginvestigasi reaksi pasar di Indonesia terhadap pengumuman Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang penerapan pedoman tata kelola perusahaan terbuka dengan pendekatan ldquo;comply or explain rdquo;, dan kecenderungan jenis industri industri keuangan atau industri lainnya , serta konsentrasi kepemilikan terhadap kepatuhan implementasi POJK dimaksud dalam laporan tahunan. Uji event study menunjukkan bahwa pengumuman POJK ini tidak direspon oleh pasar. Peraturan ini telah diketahui oleh publik sebelumnya dan OJK telah mengeluarkan ketentuan terkait corporate governance untuk industri tertentu maupun ketentuan lain yang spesifik. Lebih lanjut, hasil analisis data memperlihatkan bahwa industri keuangan memiliki kecenderungan yang lebih tinggi terhadap kepatuhan implementasi POJK. Hal ini menunjukkan bahwa sektor keuangan dikelola dengan lebih akuntabel dan transparan. Sementara terkait dengan konsentrasi kepemilikan, perusahaan dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi tidak memiliki kecenderungan untuk kurang mematuhi POJK melalui penyampaian penerapan pedoman tata kelola dalam laporan tahunan, mengingat ketentuan tersebut bersifat wajib untuk seluruh perusahaan terbuka.

ABSTRACT
The purpose of this study is to investigate the market reaction in Indonesia to the announcement of Financial Service Authority Regulation POJK on the implementation of the guidelines of corporate governance with ldquo comply or explain rdquo approach. In addition, this study is also to look at the trends in industry financial industry or other industries , as well as the ownership concentration on the compliance of the implementation of POJK which intended on the annual report. The event study test shows that this POJK announcements not responded by the market. This regulation has been known by the public before and Financial Service Authority OJK has issued regulations related to corporate governance for any particular industry as well as other specific regulations. Furthermore, the result of the analysis shows that the financial industry has a higher trend to the compliance of the implementation of POJK. This indicates that the financial industry is managed more accountably and transparently. While related to the ownership concentrations, firms with high ownership concentrations do not have a tendency to disobey POJK through the submission of the implementation of guidance of corporate governance in the annual report, since such regulations is mandatory for all public firms. "
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T50486
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dinni Rahmi Prihatini
"Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui reaksi pasar akibat pengumuman RPT yang mengandung benturan kepentingan. Selain itu juga bextujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengungkapan RPT yang mengandung benturan kepentingan, praktek corporate governance, dan struktur kepemilikan terhadap reaksi pasar akibat pengumuman RPT yang mengandung benturan kepentingan. Sampel yang digunakan adalah pengumuman RPT yang mengandung benturan kepentingan yang diperoleh dari Pusat Data Bkonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (PDEB-FEUI) yang diidentifkasi sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Setelah dilakukan pengumpulan data, selanjutnya data diregresi menggunakan metode regresi sederhana. Hasil dari penelitian ini, pasar pada umumnya bereaksi positif terhadap pengumuman RPT yang mengandung benturan kepentingan.
Studi ini menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pengungkapan RPT yang mengandung benturan kepentingan terhadap reaksi pasar. Hal ini berkaitan dengan pengungkapan yang baik sesuai dengan Ketentuan Bapepam No.IX.E.l merupakan salah satu mekanisme proteksi terhadap pemegang saham rninoritas, sehingga hak-hak mcrcka akan terlindungi dengan baik. La Porta et.aI (1999, 2000) menemukan hubungan antara proteksi terhadap pcmegang saham minoritas dengan nilai pcrusahaan. Studi ini juga menemukan bahwa pada kelompok perusahaan dengan praktek corporate governance yang Iebih baik berhubungan dengan imbal hasil abnormal saham yang lebih tinggi. Sependapat dengan dengan Kim (2006), penelitian ini menemukan bahwa struktur kepernilikan, yaitu cashqlow leverage tidak berhubungan dengan reaksi pasar.

The primary objective of this study is to investigate whether stock market reactions in response to conflict of interest of related party transaction announcements made by 'firms listed at the Indonesia Stock Exchange (ISX) are atfccted by 1) disclosure for conflict of interest of related party transaction, 2) corporate governance (CG) practice, 3) ownership structure, measured by cash- flow rights and cash flow leverage, and 4) the interaction between cash flow leverage and CG practice. This study constitutes an event study, i.e., to examine cumulative abnormal returns (CAR) surrounding the date of investment annnouncements. Through regression analysis, the study investigates &ctors influencing the abnormal return.
This study Ends highly related relationship between disclosure to contlict of interest transaction to market reaction. This finding related to disclosure recommended by Bapepam-LK under Regulation No.lX.E.l, which is one of protection mechanism to minority shareholders. La Porta et.al (l999,2000) found relationship between minority shareholder protection and high value ofthe firm. This study also finds that better corporate governance practice is related to higher cummulative abnormal return. This study also finds no relationship between ownership structure (cash-flow leverage) and market reaction, as just Kim (2006) found.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2009
T33797
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Jaka Hendardi
"Pada tahun 2009 pemerintah menurunkan tarif pajak dividen. Sejak dikeluarkan pengumuman dividen sampai dibayarkan ada jeda waktu, yang pada waktu tertentu pembelian saham pada waktu tersebut tidak mendapatkan hak dividen yaitu ex dividend date dan satu hari sebelumnya waktu perdagangan aktif merupakan cum dividend date yaitu hari terakhir investor memiliki hak atas dividen sebelum dibagikan. Dengan adanya hal tersebut maka peneliti mencoba meneliti perbandingan reaksi pasar dalam event window sebelum dan setelah kebijakan tarif pajak yang baru dari beberapa hari menjelang cum dividend date sampai beberapa setelah ex dividend date. Dari hasil uji beda yang dilakukan ditemukan tidak ada beda yang signifikan dalam event window sebelum dan setelah adanya kebijakan perpajakan yang baru namun pada hari terakhir event window didapati ada perbedaan yang signifikan atas abnormal return pada hari terakhir menjelang akhir ex dividend date. Dari penelitian juga ditemukan adanya pengaruh pengumuman dividen terhadap cumulative abnormal return dalam event window yang membuat pasar bereaksi baik sebelum kebijakan perpajakan yang baru maupun setelahnya namun tidak adanya reaksi pasar yang berlebihan dengan adanya kebijakan perpajakan yang baru kecuali menjelang akhir ex dividend date setelah adanya kebijakan perpajakan yang baru tersebut. Dan kegiatan pembayaran dividen juga meningkat setelah adanya kebijakan perpajakan yang baru.

In 2009 the government issued a policy dividend tax rate reduction. Since there is a lag between dividend announcement until dividend payment, there are a certain time which investor has no right to receive dividend that’s call ex dividend date and one active transaction day before ex dividend date is cum dividend date is the last day that the investor has the right for dividends before distribution . Given these conditions, the authors attempt to do a comparative study of market reaction in the event window before and after the introduction of the new tax rate policies on the days leading up to cum dividend date and the days after the ex dividend date . The results show there is no significant difference in event window before and after the introduction of the new tax policy but on the last day of the event window found significant differences over the abnormal return on the last day before the end of the ex- dividend date . The study also found the effect of dividend announcement on cumulative abnormal return in the event window which makes the market reacts well before the new tax policy or thereafter but not excessive market reaction to the new tax policy except towards the end of the exdividend date after the new tax policy. And dividend payment policy also rise after the new dividend tax policy.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Fatimah Vieta Prasetya Ningtias
"Penelitian ini menggunakan kepercayaan (agama) sebagai salah satu faktor yang membuat pasar saham bereaksi. Salah satu bentuk kepercayaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah berpuasa di bulan Ramadhan. Untuk membuktikan bahwa reaksi pasar yang ditimbulkan berasal dari kondisi psikologis investor saat berpuasa, maka penelitian ini membagi bulan Ramadhan menjadi tiga yaitu, Ramadhan per sepuluh hari, Ramadhan sepuluh hari terakhir (hari ganjil dan hari genap), dan Ramadhan hari ke-27. Dengan menggunakan IHSG sebagai proksi pasar dan sembilan sektor IHSS sebagai robustness check, didapatkan hasil bahwa selama periode pengamatan (2000-2013), pasar saham di Indonesia tidak bereaksi terhadap adanya bulan Ramadhan. Adapun IHSG yang bereaksi pada hari ke-27 Ramadhan tidak didukung oleh reaksi dari sembilan sektor IHSS yang digunakan dalam penelitian ini.

This study uses a belief (religion) as one of the factors that make the stock market reacts. One form of trust used in this study are fasting in the month of Ramadan. To prove that the market reaction comes from a psychological condition investors feel during fasting, the month of Ramadan this study divides into three, namely, per ten days of Ramadan, the last ten days of Ramadan (the odd and even days), and the 27th day of Ramadan. By using stock index as a market proxy and the nine sectors of IHSS as a robustness check, it is showed that during the period of observation (2000-2013), Indonesia's stock market does not react to the presence of the month of Ramadan. The JCI which reacts on the 27th day of Ramadan is not supported by the reaction of the nine sectors IHSS used in this study.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>