Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
S4938
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
S4928
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
S4930
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eriestu Rizqi Prananda
"Berdirinya pabrik yang belum terlalu lama di desa Wajok Hilir, membuat perusahaan belum mempunyai hubungan yang kuat dengan masyarakat sekitar, khususnya masayarakat desa Wajok Hilir. Hal ini disebabkan karena belum adanya program komunikasi eksternal strategis yang dilakukan Holcim di sekitar pabrik Pontianak. Komunitas apabila tidak dikelola akan menimbulkan potensi-potensi masalah baru lainnya seperti menimbulkan antipati komunitas terhadap perusahaan kemudian akan menyebabkan timbulnya jarak antara perusahaan dengan lingkungan sekitar. Hal tersebut pada akhirnya menciptakan citra negatif perusahaan di mata masyarakat. Dengan demikian, melakukan program komunikasi eksternal, salah satunya melalui kegiatan Community Relation adalah salah satu cara perusahaan untuk menjaga citranya tetap baik di mata salah satu stakeholders yang ada di sekitar perusahaan, yaitu community atau masyarakat sekitar.
Ketiadaan program komunikasi ekternal terhadap komunitas sekitar menghilangkan potensi PT. Holcim Indonesia untuk memperoleh dukungan dan juga citra positif dari salah satu stakeholder paling penting di daerah tersebut. Solusi Strategi program yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menyusun satu rangkaian program komunikasi eksternal yang di implementasikan melalui kegiatan Community Relation yang terdiri dari tiga program yang saling berhubungan.
Tujuan Progran adalah Menciptakan komunikasi dan hubungan yang baik antara Holcim dengan masyarakat sekitar Desa Wajok Hilir. Membangun citra positif bagi PT. Holcim Indonesia di mata para stakeholder terutama masyarkat desa Wajok Hilir Pontianak. Membantu masyarakat desa Wajok Hilir untuk meningkatkan kualitas hidup mereka yang secara tidak langsung akan berdampak pada kelancaran dan keberlanjutan operasi perusahaan Khalayak Sasaran Masyarakat Desa Wajok Hilir, Pemerintah Desa Wajok Hilir, Masyarakat Pontianak, Pemerintah Kabupaten Pontianak, Media Massa, dan Masyarakat Indonesia. Pesan Kuncinya adalah Pesan yang ingin disampaikan melalui tema ini adalah bahwa Holcim merupakan perusahaan yang sangat peduli dengan pemangku kepentingan mereka antara lain adalah masyarakat sekitar. Holcim percaya bahwa keberlangsungan perusahaan akan tercapai apabila perusahaan tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat sekitar.

The factory was build in Wajok Hilir village a long time ago, has made the company has a strong relationship with society, especially Wajok Hilir. The company hasn?t a strategic external communication programin Pontianak. If the company didn?t provide a good development for community, it would make a gap between company and community. Thus, by providing a strategic external communication program, such as, community relation programs, the company will have a positive image and impression on their stakeholders.
Because there is no a strategic external communications program, PT. Holcim Indonesia hasn't got a good reputationon their stakeholders even the most important stakeholders. Solution To reach program strategies the company would arrange one sequence external communication program, there will be 3 program of community relation activations.
Objectives Program are Build a good communication and relationship between PT. Holcim Indonesia and society around Wajok Hilir. Build a good positive image for PT. Holcim Indonesia on their stakeholder especially society of Wajok Hilir Pontianak 3. Help the society for life improvement, which has a good impact for society. Target Audience Society of Wajok Hilir, Local Government of Wajok Hilir, Society of Pontianak, Local Government of Pontianak, and Citizen. The message that would to express through this theme are PT. Holcim Indonesia is concern to their stakeholder. Holcim believes that corporate sustainability comes from the corporation from society and its company
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
TA-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Duddy Hadiwido
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2009
S5179
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Aldina Sabrini Is
"Modernisasi membawa kebutuhan adanya pembukaan saluran-saluran aspirasi politik baru termasuk partai politik baru. Terlihat dari perkembangan partai politik yang tidak konstan. Banyak partai politik lama dan baru yang hilang muncul seja pemilu tahun1955. Salah satu partai yang muncul pada tahun 2014 adalah Partai Solidaritas Indonesia.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan partai politik baru yang menargetkan anak muda yang termasuk dalam generasi Y atau Millenials sebagai pemilih dan partisan politiknya dalam pemilu 2019. Namun berdasarkan Survei Nasional Saiful Muljani Research and Consulting, hanya 50.6 persen anak muda yang memiliki kepercayaan terhadap partai politik dan hanya 49.8 persen yang memiliki partisipasi politik yang tinggi (berdasarkan riset Lembaga Kajian Demokrasi dan Hak Asasi Demos Indonesia).
Penulisan karya akhir ini bertujuan untuk merancang serangkaian kegiatan marketing public relation melalui kegiatan special event yang dapat meningkatkan awareness publik terhadap Partai Solidaritas Indonesia.

Modernization brings the need of new political aspirations channel including a new political party. Seen from the development unconsistency of political party. Many old and new party that shrink and appear since 1955. One of the party that emerged in 2014 is Partai Solidaritas Indonesia.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) is a new political party that targets young people who belonged to the generation Y or Millenials as voters and participants politics in election 2019. However, based on the National Survey Saiful Muljani Research and Consulting, only 50.6 percent of young people who have trust in the party politics and only 49.8 percent have high political participation (based Research Institute for Democracy and Human Rights Demos Indonesia).
This thesis aims to design a series of marketing public relations activities that can increase public awareness of the Solidarity Party of Indonesia.
Modernization brings the need of new political aspirations channel including a new political party. Seen from the development unconsistency of political party. Many old and new party that shrink and appear since 1955. One of the party that emerged in 2014 is Partai Solidaritas Indonesia.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) is a new political party that targets young people who belonged to the generation Y or Millenials as voters and participants politics in election 2019. However, based on the National Survey Saiful Muljani Research and Consulting, only 50.6 percent of young people who have trust in the party politics and only 49.8 percent have high political participation (based Research Institute for Democracy and Human Rights Demos Indonesia). This thesis aims to design a series of marketing public relations activities that can increase public awareness of the Solidarity Party of Indonesia.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fayza Safinatunnaza
"Tren program pemasaran afiliasi yang terus berkembang menunjukkan adanya potensi pemajakan baru yang signifikan bagi penerimaan negara. Namun, kompleksitas regulasi perpajakan atas penghasilan afiliator menjadi hambatan dalam optimalisasi potensi tersebut. Rumitnya ketentuan perpajakan membuat afiliator kesulitan dalam memenuhi kewajiban pajaknya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam konteks ini, skema pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) Final muncul sebagai alternatif kebijakan yang potensial untuk menjawab isu tersebut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran terkait prospek penerapan alternatif kebijakan pemotongan PPh Final atas penghasilan berupa komisi yang diperoleh afiliator dari program pemasaran afiliasi daring di Indonesia apabila ditinjau dari asas simplicity. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengadopsi paradigma post-positivisme, serta menggunakan teknik pengumpulan data studi kepustakaan dan studi lapangan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema PPh Final atas penghasilan afiliator memenuhi asas simplicity karena memberikan kemudahan dalam pelaksanaan kewajiban perpajakan serta berpotensi meningkatkan kepatuhan pajak wajib pajak afiliator. Meskipun demikian, penerapan skema pemotongan PPh Final atas penghasilan afiliator tidak bisa diimplementasikan secara seragam kepada seluruh kelompok afiliator. Skema PPh Final lebih tepat diterapkan terhadap kelompok afiliator berpenghasilan rendah dikarenakan skema pemajakan normal yang kompleks sulit dinilai memberatkan dan menimbulkan beban pajak bagi afiliator, serta berpotensi menurunkan tingkat kepatuhan pajak. Sementara itu, bagi kelompok afiliator berpenghasilan tinggi, skema pemajakan normal dengan mendorong penyelenggaraan pembukuan atau pencatatan dinilai lebih tepat untuk diimplementasikan karena lebih mencerminkan asas keadilan serta menjaga potensi penerimaan pajak.

The increasing prevalence of affiliate program marketing reflects the emergence of new taxable income sources that hold significant potential to enhance Indonesia’s state revenue. However, the complexity of tax regulations related to affiliate income poses an obstacle to optimizing this potential. Complicated tax provisions create challenges for affiliates in fulfilling their tax obligations in accordance with the prevailing regulations. In this context, the Final Income Tax scheme emerges as a potential policy alternative to address this issue. Therefore, this study aims to explore the prospects of implementing an alternative Final Income Tax scheme on commissions earned by affiliates from online affiliate programs marketing in Indonesia, viewed through the lens of the simplicity principle. This research employs a qualitative approach with a post-positivist paradigm, utilizing both literature review and field studies through in-depth interviews for data collection. The results of this study indicate that the Final Income Tax scheme on affiliate income fulfills the simplicity principle, as it facilitates the fulfillment of tax obligations and has the potential to improve taxpayer compliance. Nevertheless, the implementation of the Final Income Tax scheme cannot be uniformly applied to all affiliate groups. It is deemed more appropriate for low-income affiliates, considering that the current complex taxation scheme is burdensome and may reduce compliance levels. Meanwhile, for high-income affiliates, applying the regular tax scheme by encouraging bookkeeping or record-keeping is considered more suitable, as it better reflects the principle of fairness and supports sustained tax revenue potential."
Depok: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library