Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 11 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Arif Nurrohman
"Kekurangan asupan iodium dan polusi logam berat seperti timbal Pb dan kadmium Cd di perkotaan menyebabkan gangguan fungsi kelenjar tiroid. Struma atau goiter merupakan gangguan fungsi tiroid yang banyak dijumpai di masyarakat. Tiroidektomi menjadi salah satu penatalaksanaan pada struma yang beresiko menimbulkan komplikasi dan keluhan nyeri dan kaku leher pada pasien. Asuhan keperawatan perioperatif dengan pemberian edukasi dan latihan peregangan sendi leher dan bahu sebelum dan setelah operasi, terbukti efektif mengurangi keluhan nyeri dan kaku leher pada pasien tiroidektomi. Perawat diharapkan melakukan edukasi dan latihan peregangan sendi leher dan bahu untuk mengurangi komplikasi dan keluhan pasca tiroidektomi

Insufficient intake of iodine and heavy metal pollution such as lead Pb and Cadmium Cd in urban areas may lead to thyroid disorder. Struma or goiter is a common thyroid disorder in community. Thyroidectomy is usually performed to treat struma which may result in complications and neck pain. Perioperative care by providing education and neck and shoulder stretching exercise prior to and following surgery was proven to be effective in relieving neck pain and stiffness in post-thyroidectomy patient. Nurses are suggested to implement this exercise for perioperative patient with thyroidectomy to mitigate its complications."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2018
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Wuri Iswarsigit
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2001
T58786
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Widyastuti Handayani
"ABSTRAK
Prevalensi gangguan muskuloskeletal akibat kerja masih tinggi. Salah satu cara mengatasinya dengan latihan peregangan otot (stretching). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan peregangan otot atau stretching pada pekerja. Metode penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan rancangan pre dan post test group design with control group sebanyak 60 responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh latihan peregangan otot terhadap keluhan gangguan muskuloskeletal akibat kerja (pvalue 0,007). Faktor yang berkontribusi terhadap keluhan muskuloskeletal akibat kerja adalah lama kerja, IMT, dan latihan peregangan otot. Hasil penelitian merekomendasikan perlu dilakukan latihan peregangan otot sebanyak 5 kali sehari pada pekerja untuk mencegah keluhan ganggguan muskuloskeletal akibat kerja.

ABSTRACT
The prevalence of work related musculoskeletal disorders is still high. One strategy to overcome the problem is by the muscle exercise (stretching). The purpose of this research was to examine the influence of stretching on workers. The method used was quasi experiment pre and post test group with control that involved 60 respondents. The result of this research showed that there was significant influence of stretching on work related musculoskeletal disorders (pvalue 0,007). Factors contributed to this disturbance were work length period, body mass index, and stretching exercise. This research recommended that stretching of five times a day is important to prevent work related musculoskeletal disorders among workers."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
T41904
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
May Nurchayati
"Kram otot kaki adalah kondisi yang menyakitkan dan mengganggu proses hemodialisis. Diperlukan asuhan keperawatan non farmakologis untuk mengurangi kram otot kaki pada pasien hemodialisis rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi latihan peregangan otot kaki dan terapi relaksasi Benson intradialisis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain quasi eksperimen dengan rancangan pretest-posttest terhadap 28 responden pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Responden kelompok kontrol diberikan latihan peregangan otot intradialisis selama 30 menit, sedangkan kelompok intervensi diberikan kombinasi latihan peregangan otot dan terapi relaksasi Benson masing-masing 30 menit. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2024, menggunakan kuesioner (Moris 2024). Analisis univariat dan bivariat menggunakan bantuan program Statistical Product and Service Solution. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok, hal ini dikarenakan kondisi ruangan yang kurang kondusif untuk dilakukan terapi relaksasi Benson. Kedepannya peneliti perlu merancang ruangan yang lebih kondusif untuk mendukung terapi relaksasi Benson.

Leg muscle cramps are a painful condition and interfere with the hemodialysis process. Non-pharmacological nursing care is needed to reduce leg muscle cramps in routine hemodialysis patients. This study aims to determine the effect of a combination of leg muscle stretching exercises and Benson intradialysis relaxation therapy. This research is an experimental study with a quasi-experimental design with a pretest-posttest plan for 28 respondents in the control group and treatment group. Respondents in the control group were given intradialysis muscle stretching exercises for 30 minutes, while the intervention group were given a combination of muscle stretching exercises and Benson relaxation therapy for 30 minutes each. Data collection was carried out in June 2024, using a questionnaire (Moris 2024). Univariate and bivariate analysis using the help of the Statistical Product and Service Solution program. There was no significant effect between the two groups, this was because the room conditions were not conducive to carrying out Benson relaxation therapy. In the future, researchers need to design a room that is more conducive to supporting Benson's relaxation therapy."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Triandana Budi Wisesa
"Latar Belakang: Operator crane merupakan pekerjaan yang memiliki resiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal. Studi epidemiologi yang dilakukan oleh Kuswaha et al menunjukkan bahwa dari 90% operator crane, 63% mengalami nyeri leher.1 Operator crane melakukan sebagian besar aktivitas kerja mereka dengan postur tubuh yang janggal pada leher, bahu dan punggung. Prevalensi nyeri leher yang tinggi dikaitkan dengan derajat fleksi leher yang tinggi serta postur statis dan janggal saat duduk. Postur membungkuk yang terus menerus dapat menyebabkan ketegangan dan tekanan pada jaringan lunak di sekitar tulang belakang. 2 Bekerja mengoperasikan crane dalam posisi duduk statis dan membungkuk ke bawah dan dalam waktu yang lama merupakan bagian dari tuntutan pekerjaan yang tidak dapat diubah secara teknis, sehingga perlu dilakukan kontrol, salah satunya dengan program peregangan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah peregangan yang dilakukan dalam waktu dua minggu (lebih singkat dari studi referensi) mampu menurunkan nilai VAS nyeri leher pada operator crane, serta untuk mengetahui berapa nilai penurunan VAS tersebut. pengukuran sebelum peregangan dan setelah peregangan.
Metode: Studi analitik dengan desain within group experiment with repeated measurement. Dilakukan terhadap 25 orang responden yang dipilih secara consecutive sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Penelitian dilakukan dengan pemberian edukasi gerakan peregangan yang dilakukan dalam durasi sekitar lima menit, dilakukan dua kali dalam sehari yaitu sebelum dan setelah bekerja, dilakukan lima hari dalam satu minggu, selama dua minggu. Kemudian dilakukan pengukuran nilai Visual Analog Scale (VAS) sebelum dilakukan peregangan dengan sesudah dilakukan 5 hari peregangan dan 10 hari peregangan.
Hasil: Didapatkanya nilai prevalensi nyeri tengkuk sebanyak 39,6% serta terdapat penurunan signifikan dari nilai nyeri sebelum dilakukan peregangan (VAS = 5 (3-7)) dengan nilai nyeri setelah dilakukan peregangan (VAS = 3 (1-5)) dengan nilai p<0,01 dari uji wilcoxon. Tidak didapatkannya perubahan yang bermakna terhadap faktor individu yang dinilai, baik berdasarkan variabel umur, status gizi, kebiasaan olahraga, dan kebiasaan merokok.
Kesimpulan: Peregangan otot dapat menurunkan nilai nyeri tengkuk leher pada subjek penelitian operator crane, yang diukur berdasarkan Visual Analogue Scale (VAS) dengan intervensi peregangan dilakukan  selama 2 minggu.      

Background: Working to operate a crane in a sitting position for a long time with the back and neck bent is considered to be associated with an increased risk of neck and back pain disorders in crane operators, and is part of the job demands that cannot be changed technically. It is necessary to control the incidence of neck pain in crane operators, one of which is by stretching. The purpose of this study was to prove whether stretching that was carried out within two weeks (shorter than the reference study) was able to reduce the VAS value in neck pain in crane operators.
Methods: This study used an analytical study in the form of within group experiment with repeated measurement design. This research was conducted at the X container terminal located in North Sumatra, carried out when there were still social restrictions on the Covid-19 pandemic in October 2020. This study involved 25 respondents, who were obtained through consecutive sampling. Interventions were carried out by providing education for the McKenzie stretching movements which were about five minutes duration, twice a day, before and after work, for five days a week, in two weeks. Then the Visual Analog Scale (VAS) value was measured before stretching, 5 days of stretching and 10 days of stretching. The stretching and VAS measurement activities were monitored by the company doctor as well as the research team whose perceptions were matched.
Results: The prevalence value of neck pain was 39,6% and there was a statistically significant decrease in VAS levels from VAS = 5 (3-7) before stretching to VAS = 3 (1-5) after stretching for 2 weeks with p values 0.000. There were no significant changes in individual factors that could potentially be confounding factors, such as age, nutritional status, exercise habits, and smoking habits during the experiment.
Conclusion: Muscle stretching can reduce the value of neck pain in crane operator research subjects, which was measured based on the Visual Analog Scale (VAS) with stretching interventions carried out for 2 weeks.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Iryana
"Latar Belakang. Nyeri tengkuk merupakan keluhan yang sangat umum, dimana 70% populasi pekerja pernah mengalami nyeri tengkuk.Para pekerja penjahit yang bekerja dengan posisi duduk menunduk banyak yang mengeluhkan nyeri tengkuk.Untuk mengatasi keluhan nyeri tengkukkarena kekakuanotot salah satunya dapat dengan menggunakan latihan peregangan.
Tujuan. Menilai pengaruh latihan peregangan dan penyuluhanterhadap berkurangnya keluhan nyeri tengkuk dibandingkan pemberian penyuluhan saja pada pekerja penjahit diUsaha Mikro, Kecil, danMenengah (UMKM) pembuatan boneka di Bogor.
Metode. Penelitian ini merupakan penelitian uji non randomized control trial yang dilakukan dengan intervensi latihan peregangan dan penyuluhan. Pengumpulan data meliputi wawancara, pengisian kuesioner, pemeriksaan fisik umum dan pemeriksaan spesifik tengkuk serta pemeriksaan intensitas nyeri dengan Visual Analog Scale (VAS).
Hasil. Dari 42 subyek penelitian yang terdiri dari 21 subyek pada kelompok kontrol yang mendapatkan penyuluhan saja dan 21 subyek pada kelompok intervensi dengan latihan peregangan dan penyuluhan didapatkan hasil ada perbedaan bermaknapada nilai VAS setelah intervensi. Penurunan nilai VAS pada kelompok intervensi yang lebih besardengan rerata 1,904 + 1,578 di bandingkan dengan kelompok kontrol 0,476 + 1,986. Pada perbedaan nilai VAS pagi sebelum bekerja, nilai VAS siang pada waktu istirahat dan Nilai VAS sore setelah bekerja ada perbedaan bermakna. Pada analisis multivariat pengaruh intervensi dan masa kerja mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap penurunan nilai VAS.
Kesimpulan. Latihan peregangan otot yang dilakukan selama 5-10 menit sebanyak 3 kali sehari selama 2 minggu dan secara teratur dapat mengurangi intensitas nyeri tengkuk.

Background : Neck pain is a very common complaint, where 70% of the working population had experienced neck pain. Seamstresses who work in a bow sitting position have the most complain of neck pain.To reliefthe neck pain problemdue to muscle tightness the option of stretching exercises can be used.
Purpose: To assess the effectiveness of stretching exercises witheducation to the reduction of neck pain complaints, compared with educationonly among seamstresses at Small, Medium Enteprise (SME)dolls in Bogor.
Methods : This study is a non-randomized control trial involving stretching exercises and education interventions. Data collection includes interviews, questionnaires, physical examination, specific inspection of neck and examination of neck pain intensity using Visual Analog Scale (VAS).
Results : Of the 42 study subjects consisting of 21 subjects in the control group who received education only and 21 subjects in the group intervention with stretching exercises and education showedthere is a significant difference in VAS score after intervention. Decreasing VAS value in the intervention group were greater with average value 1,904+1,578 compare with control group 0,476+1,986. On the difference in VAS morning before work, during the VAS value at rest and VAS Value evening after working there were significant differences. In the multivariate analysis the influence of the working groups and a has a significant influence onthe VAS value.
Conclusion : Stretching exercices are done for 5-10 minute of three time a day for 2 weeks regularly can reduce neck pain intensiti.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"This book presents the latest findings in the field of investigation of molecular mechanisms of mechanical stretch and the role of cytokines in response of different tissues to it. On the one hand this volume demonstrates how mechanical stretch enhances cytokines production. It describes how cytokines influence tissues and cells on a background of a mechanical stretching. It provides a description of how cells in different tissues are activated by stretch and cytokines via various signaling pathways, and how they change their gene expression. The book is a unique collection of reviews outlining current knowledge and future developments in this rapidly growing field. Knowledge of biomechanics, and mechanisms which underlie it on molecular, cellular and tissue, is necessary for understanding of the normal functioning of living organisms and allows to predict changes, which arise due to alterations of their environment."
Dordrecht: Springer, 2012
e20417939
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Permata Sari
"Pekerja informal merupakan salah satu pekerja yang berisiko mengalami masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang paling sering dirasakan adalah kelelahan. Karya Ilmiah Akhir Spesialis ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan di keluarga pekerja maupun pada kelompok pekerja dengan Intervensi yang diberikan adalah senam peregangan dan relaksasi otot progresif. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 10 keluarga pekerja dan 30 orang pekerja. Hasil dari intervensi didapatkan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan keluarga maupun pekerja tentang kelelahan pada pekerja, penurunan angka kelelahan, penurunan keluhan yang berhubungan dengan kelelahan, dan peningkatan tingkat kemandirian keluarga.

Informal workers are among the workers at risk of health problems. The most common health problem is fatigue. This research aims to find out the description of the implementation of nursing care in the family of workers and workers group with intervention given is the stretching and progressive muscle relaxation. The number of respondents in this study were 10 families of workers and 30 workers. The results of the interventions resulted in increased knowledge, attitudes and skills of families and workers about worker fatigue, decreased fatigue score, decreased complaints related to fatigue, and increased family self reliance. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2017
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Citra Intan Widyasari
"Mayoritas populasi produktif di Indonesia merupakan pekerja dengan lebih dari setengah populasi di Kota Depok merupakan pekerja yang bergerak di sektor formal. Pekerja diharapkan melakukan aktivitas pekerjaannya dengan kondisi sehat. Namun, pada kenyataannya pekerja menjadi populasi yang rentan mengalami penurunan kesehatan yang dibuktikan dengan tingginya angka cedera dan gangguan otot tulang rangka akibat kerja. Masalah tersebut disebabkan oleh berbagai macam yang salah satunya yaitu bahaya ergonomis. Gangguan otot dan tulang rangka akibat kerja menyebabkan ketidaknyamanan fisik seperti nyeri terutama pada leher dan punggung. Bersama dengan pemerintah, perawat ikut andil dalam peningkatan pelayanan kesehatan pekerja melalui pendekatan keluarga dengan pemberian asuhan keperawatan. Tujuan penulisan karya ilmiah ini yaitu memberikan gambaran penerapan intervensi latihan peregangan dan mekanika tubuh untuk mengatasi masalah keperawatan nyeri akut pada keluarga dengan pekerja sektor formal. Intervensi latihan peregangan dan mekanika tubuh dilakukan selama 3 minggu sebanyak 9 kali pertemuan. Pemeriksaan tingkat nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) yang diukur pada sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa intervensi latihan peregangan dan mekanika tubuh dapat menurunkan skala nyeri sebanyak 7 skala yaitu dari skala nyeri 8 menjadi 1. Penerapan latihan peregangan dan mekanika tubuh harus dilakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang optimal. Latihan peregangan dan mekanika tubuh dapat digunakan sebagai alternatif bagi pekerja sebagai upaya untuk menurunkan keluhan nyeri.

The majority of the productive population in Indonesia are workers with more than half of the population in Depok working in the formal sector. Workers are expected to carry out their work activities in a healthy condition. However, in reality, workers are a population that is vulnerable to declining health as evidenced by the high number of injuries and skeletal muscle disorders due to work. This problem is caused by various kinds of hazards, one of which is the hazard of ergonomics. Work-related musculoskeletal disorders cause physical discomfort such as pain, especially in the neck and back. Together with the government, nurses take part in improving workers' health services through a family approach by providing nursing care. The purpose of writing this scientific paper is to provide an overview of the application of stretching exercises and body mechanics interventions to overcome acute pain nursing problems in families with formal sector workers. The intervention of stretching exercises and body mechanics was carried out for 3 weeks in 9 meetings. Examination of the level of pain using the Visual Analogue Scale (VAS) which was measured before and after the intervention. The evaluation results show that the intervention of stretching and body mechanics exercises can reduce the pain scale as much as 7 scales, from a pain scale of 8 to 1. The application of stretching and body mechanics exercises must be done regularly to get optimal results. Stretching and body mechanics exercises can be used as an alternative for workers as an attempt to reduce pain."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Intan Sari Maharani
"Tesis ini disusun untuk mengetahui efektivitas pemberian latihan peregangan dan penguatan tangan terhadap fungsi tangan pada pasien artritis reumatoid (AR). Penelitian ini menggunakan desain randomized control trial. Sebanyak 32 subjek penelitian yang merupakan pasien AR yang memenuhi kriteria remisi Boolean, tidak ada deformitas, dan berusia 18-60 tahun, dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Pada kelompok perlakuan diberikan edukasi mengenai latihan tangan yang terstruktur dan dibekali dengan buku panduan dan video untuk latihan di rumah. Kelompok perlakuan melakukan latihan di rumah dengan frekuensi 2x/hari, selama enam minggu. Latihan disupervisi 3x/minggu melalui video call. Sedangkan kelompok kontrol, diberikan edukasi mengenai pentingnya latihan tangan di rumah, tanpa diberikan buku panduan dan video latihan, serta tidak dilakukan supervisi latihan. Kedua kelompok di evaluasi setiap dua minggu melalui metode kunjungan rumah. Fungsi tangan yang merupakan luaran penelitian ini adalah nilai lingkup gerak sendi (LGS) tangan (palmar dan dorsal fleksi, defisit fleksi, defisit ekstensi, defisit oposisi) yang diukur dengan goniometer, kekuatan genggaman dan kekuatan pinch yang diukur dengan dinamometer handgrip dan pinch JAMAR pada tangan dominan. Analisis statistik dilakukan untuk membandingkan perubahan nilai luaran tersebut sesudah intervensi pada kedua kelompok. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemberian latihan peregangan dan penguatan tangan efektif dalam meningkatkan fungsi tangan pada pasien AR dalam waktu 6 minggu. Pada kelompok perlakuan terdapat peningkatan nilai LGS palmar fleksi 5 (0-10) derajat, dorsal fleksi 5 (5-20) derajat, kekuatan genggaman 6,04 (± 2,6) kgf, kekuatan lateral pinch 0,97 (0,66-1,67) kgf, kekuatan three-jaw chuck 1 (±0,58) kgf, dan kekuatan tip pinch 1 (0,67-1,33) kgf. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak didapatkan peningkatan LGS dan cenderung terjadi penurunan pada kekuatan genggaman dan kekuatan pinch. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk merancang program latihan tangan yang aman pada pasien AR yang sudah mengalami deformitas.

This thesis was aimed to determine the effectiveness of giving hand stretching and strengthening exercises on hand function in rheumatoid arthritis (RA) patients. The study design was randomized control trial. A total of 32 subjects who were AR patients who met the criteria for Boolean remission, had no deformity, and aged between 18-60 years old, were divided into two groups, namely the intervention and control groups. The intervention group was given education about structured hand exercises and was provided with guidebook and video for exercise at home. The intervention group did exercise at home with a frequency of 2x/day, for six weeks. Exercise is supervised 3x/week by video call. Meanwhile, the control group was given education about the importance of hand exercises at home, without being given a guidebook and exercise video, also not supervise for exercises. Both groups were evaluated every 2 weeks through the home visit method. Hand function which is the outcome of this study is the value of the range of motion (ROM) of the hand (palmar and dorsal flexion, flexion deficit, extension deficit, opposition deficit) as measured by a goniometer, grip strength and pinch strength as measured by JAMAR handgrip and pinch dynamometer on dominant hand. Statistical analysis was performed to compare the changes in the outcome values after the intervention in the two groups. The results of the study stated that giving stretching and strengthening exercises was effective in improving hand function in RA patients within 6 weeks. In the treatment group there was an increase in ROM palmar flexion values of 5 (0-10) degrees, dorsal flexion of 5 (5-20) degrees, grip strength 6.04 (± 2.6) kgf, lateral pinch strength 0.97 (0.66 -1.67) kgf, three-jaw chuck strength 1 (±0.58) kgf, and tip pinch strength 1 (0.67-1.33) kgf. Meanwhile, in the control group, there was no increase in ROM and there was a tendency for a decrease in grip strength and pinch strength. Further research is needed to design a safe hand exercise program in AR patients who already have deformities."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>