Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
Aloysia Karina Nourmalitasari
"Dalam relasi antara anak dan orang tua, self-disclosure dapat mencerminkan sejauh mana anak berupaya mempertahankan kedekatan emosional dengan orang tuanya. Salah satu pendekatan pengasuhan yang diyakini mampu mendorong keterbukaan anak terhadap orang tua adalah mindful parenting. Penelitian ini difokuskan untuk mengeksplorasi hubungan antara persepsi individu terhadap mindful parenting dan kecenderungan melakukan self-disclosure pada dewasa awal. Persepsi terhadap mindful parenting diukur melalui instrumen Interpersonal Mindfulness in Parenting Scale (IM-P) yang telah dimodifikasi untuk merepresentasikan sudut pandang anak. Sementara itu, kecenderungan self-disclosure diukur dengan Revised Self- Disclosure Scale (RSDS) yang telah diadaptasi secara khusus dalam konteks relasi anak dan orang tua. Studi ini melibatkan sebanyak 245 partisipan berusia 18 hingga 25 tahun yang masih memiliki keterhubungan aktif dengan orang tua mereka. Temuan dari analisis data menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara persepsi terhadap mindful parenting dan perilaku self-disclosure pada kelompok dewasa awal (r = 0,556, p < 0,001). Implikasi dari temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan mindful parenting oleh orang tua untuk mendorong self-disclosure anak yang sedang mengalami transisi menuju masa dewasa.
Within the parent-child relationship, self-disclosure may reflect the extent to which children strive to maintain emotional closeness with their parents. One parenting approach believed to foster greater openness from children is mindful parenting. This study aimed to examine the association between individuals’ perceptions of mindful parenting and their tendency to engage in self-disclosure during emerging adulthood. Perceived mindful parenting was assessed using a modified version of the Interpersonal Mindfulness in Parenting Scale (IM-P), adapted to capture the child’s perspective. Meanwhile, self-disclosure tendencies were measured using the Revised Self-Disclosure Scale (RSDS), which was specifically tailored to the context of parent- child relationships. A total of 245 participants aged 18 to 25, who maintained active connections with their parents, took part in this study. The results revealed a significant positive correlation between perceived mindful parenting and self-disclosure behavior among emerging adults (r = 0.556, p < 0.001). These findings imply the importance of implementing mindful parenting by parents to encourage self-disclosure in children who are transitioning to adulthood."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Zakia Virgine Balqis
"Remaja merupakan masa dimana individu mulai mengalami emosi yang intens dan fluktuatif serta meningkatnya kebutuhan akan otonomi dan privasi. Hal ini membuat remaja cenderung memberikan sedikit informasi kepada orang tua atau lebih sedikit melakukan disclosure kepada orang tua. Padahal, proses disclosure tersebut dapat membantu orang tua untuk memonitor aktivitas anak remajanya. Oleh karena itu diperlukan peran orang tua untuk menciptakan lingkungan yang positif seperti melakukan penerimaan, regulasi emosi, dan menyadari kondisi emosi remaja sehingga proses komunikasi dengan remaja dapat tetap berjalan dengan baik. Perilaku orang tua tersebut terangkum dalam konsep mindfulness yang diterapkan dalam pengasuhan atau mindful parenting. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara perceived mindful parenting dengan self disclosure pada remaja. Instrumen yang digunakan untuk mengukur perceived mindful parenting adalah Interpersonal Mindfulness in Parenting Scale (IMP-31) dari De Bruin (2014) sedangkan self disclosure diukur dengan Jourard Self Disclosure Questionnaire dari Jourard dan Lasakow (1958). Sampel penelitian berjumlah 241 remaja dengan rentang usia 15 hingga 18 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perceived mindful parenting dan self disclosure pada remaja (r=0.442, p< 0.05)."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Ainur Rahmahwati
"Trait Mindfulness sudah terbukti bermanfaat bagi remaja pada berbagai setting. Di sisi lain, terdapat suatu pendekatan dalam pengasuhan anak yang kemungkinan besar dapat menyediakan lingkungan keluarga yang optimal untuk perkembangan trait mindfulness pada remaja yaitu mindful parenting. Penelitian ini bertujuan untuk melihat menguji hubungan antara mindful parenting pada orang tua dan trait mindfulness pada remaja serta perbedaan dua variabel tersebut berdasarkan gender remaja. Mindful parenting diukur melalui persepsi remaja menggunakan Interpersonal Mindfulness in Parenting Scale (IM-P) yang telah diadaptasi. Sedangkan, trait mindfulness remaja diukur dengan Mindfulness Attention Awareness Scale (MAAS) yang juga telah diadaptasi. Partisipan penelitian merupakan remaja tengah berusia 15-18 tahun yang sedang duduk di bangku SMA/sederajat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindful parenting berhubungan secara signifikan dengan trait mindfulness remaja. Lalu, tidak terdapat perbedaan tingkat trait mindfulness antara remaja laki-laki dan perempuan.
Trait mindfulness has proven to be beneficial for adolescents in various settings. On the other hand, there is an approach in parenting that is likely to provide an optimal family environment for the development of mindfulness trait in adolescents, mindful parenting. This study aimed to examine the relationship between mindful parenting and trait mindfulness in adolescents and their differences based on gender in adolescents. Mindful parenting was measured through adolescents perceptions using the Interpersonal Mindfulness in Parenting Scale (IM-P). Meanwhile, trait mindfulness was measured by the adapted version of Mindfulness Attention Awareness Scale (MAAS). The study participants were middle teens aged 15-18 years who were in high school. The results showed that mindful parenting was significantly related to trait mindfulness in adolescents. Furthermore, there is no difference in the level trait mindfulness between gender."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Khori Cahya Andini
"Kasus kekerasan yang melibatkan remaja sebagai pelaku semakin meningkat. Fenomena ini diperparah dengan tingginya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang juga memicu perilaku agresif dalam bersosial media. Peran pengasuhan orang tua sangat krusial dalam membentuk perilaku anak, termasuk perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perilaku agresif yang ditampilkan remaja dan hubungannya dengan bagaimana mereka memandang pengasuhan mindful yang dilakukan oleh orang tua mereka. Partisipan penelitian ini adalah 152 remaja dengan rentang usia 17-19 tahun dan masih tinggal dengan orang tua (ayah, ibu, atau keduanya). Hasil menunjukkan bahwa perceived mindful parenting memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap perilaku agresif remaja (r = -.551, p < .01, one-tailed), sehingga semakin remaja memandang bahwa orang tua mereka mindful dalam pengasuhan, semakin rendah pula perilaku agresif yang ditampilkan.
Cases of violence involving adolescents as perpetrators are increasing. This phenomenon is exacerbated by the high use of social media among adolescents which also triggers aggressive behavior in social media. The role of parental care is crucial in shaping children's behavior, including aggressive behavior. This research aims to look at the aggressive behavior displayed by adolescents and its relationship with how they view the mindful parenting carried out by their parents. The participants in this study were 152 adolescents aged 17-19 years and still living with their parents (father, mother, or both). The results show that perceived mindful parenting has a significant negative relationship with adolescent aggressive behavior (r = -.551, p < .01, one-tailed), so that the more adolescents view that their parents are mindful in parenting, the lower the aggressive behavior displayed."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library