Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 72 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Susilawati Endah Peni Adji
"Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan - gambaran sikap dan posisi perempuan; fungsi penggambaran posisi-tinggi perempuan dalam bidang supranatural; serta sikap implied author terhadap sistem patriarki dan isu gender - dalam cerpen-cerpen Danarto.
Dengan menggunakan teori kritik sastra feminis yang beperspektif kritik ideologis, tulisan ini mendekonstruksi teks cerpen cerpen Danarto yang selama cenderung dinilai mengungkapkan permasalahan religiusitas. Dengan perspektif ini dihasilkan gambaran bahwa sikap perempuan sangatlah ambivalen, dan posisi mereka juga bervariasi. Perempuan golongan tua dari kelas atas cenderung mendukung sistem patriarki. Perempuan muda dari kelas atas cenderung bersikap protes dan menggugat terhadap sistem patriarki. Sementara perempuan dari kelas bawah tidak hanya ditindas oleh kelas atas, tetapi juga oleh sistem patriarki. Penindasan ini semakin terlihat ketika ia memasuki bidang publik. Bidang yang di dalamnya perempuan dapat memiliki posisi tinggi dan kekuasaan adalah bidang supranatural.
Dengan mengkombinasikan, kritik sastra feminis dan kategori gender yang dikemukakan Scott, tulisan ini menghasilkan deskripsi representasi perempuan simbolik, konsep normatif, institusi dan organisasi sosial, identitas subjektif, serta gender sebagai indikasi hubungan kekuasaan_ Perempuan simbolik yang direpresentasi dalam teks cerpen Danarto memiliki dua citra, baik positif maupun negatif. Citra positif sifat perempuan ini diwujudkan melalui representasi Maria dan Rabi'ah. Citra negatif sifat perempuan diwujudkan dalam representasi Ratu Pantai Selatan (dari pandangan orang awam dan santri). Pembentukan konsep normatif perempuan bersumber dari representasi perempuan simbolik. Pembentukan itu dilakukan oleh patriarki sehingga meletakkan perempuan dalam posisi yang inferior, tunduk, dan ditindas. Dalam pembentukan norma itu digunakan mitos yang berkesan menghargai perempuan, seperti "ratu rumah tangga" dan "surga terletak di telapak kaki ibu".
Dalam institusi dan organisasi sosial perempuan kelas bawah dipandang rendah dan tidak dihargai meskipun ia bersikap profesional. Perempuan tetap dipandang sebagai pendatang baru dari bidang domestik yang tenaganya tidak dihargai. Identitas subjektif dalam teks cerpen Danarto terlihat melalui tokoh perempuan mu.da dan kelas atas yang berintelektual. Indikasi hubungan kekuasaan antara perempuan dan laki-laki dalam teks cerpen Danarto adalah tradisional, sebagai warisan patriarki. Perempuan tetaplah inferior, dibatasi wilayahnya (oleh patriarki) dalam bidang domestik, sementara laki-laki tetaplah superior dan mempunyai wilayah di publik. Lebih jauh, dalam bidang domestik yang dianggap sebagai wilayah perempuan ini pun, perempuan harus tunduk dan terikat dengan aturan sistem patriarki yang mengungkung mereka. Karena dalam kehidupan faktual - .yang meliputi kehidupan dalam bidang domestik dan publik -- perempuan ditindas dan tidak mempunyai kekuasaan, maka perempuan mengkompensasikan diri. ke dalam bidang supranatural, suatu bidang yang di dalamnya perempuan dapat memiliki kekuasaan.
Berdasarkan gambaran sikap dan posisi perempuan tersebut tercermin adanya sikap implied author yang bertolak dari pandangan dasar mistik untuk mengungkapkan kondisi faktual perempuan. Tercermin adanya keambivalensian sikap implied author dalam memandang patriarki dan isu gender. Di satu sisi ia menyadari adanya ketimpangan sistem patriarki dalam menempatkan perempuan.. Sehirigga, ia juga menyetujui gerakan feminis yang berusaha menggugat ketimpangan patriarki itu - sebatas gerakan itu tidak menyebabkan perempuan memiliki citra negatif: menggugurkan kandungan. Namun, di sisi lain dia juga tidak menginginkan perubahan pada kemapanan dan kekokohan sistem patriarki itu sendiri. Sehingga, keberhasilan perjuangan feminisme baru dengan isu gendernya itu juga akan sulit terwujud.

"Gender and Patriarchy in Danarto's Short Stories". This research is objected to show - the pictures of women's attitudes and positions; the function of depiction of women's high-position in the field of supernatural; the implied author's attitudes towards the patriarchy and gender issues- in Danarto's short stories.
Applying the theory of Feminist Literary Criticism that has the ideology critique perspective, this writing deconstructs the texts of Danarto's short-stories which, even now, tend to be considered to reveal the religious issues. As a result of this perspective, it is found that woman?s attitudes and their positions are so various. The old women of the upper-class tend to support the patriarchy. While the young women of the upper-class tend to criticize and protest the patriarchy. Meanwhile, the lower-class women are not only oppressed by the upper-class but also oppressed by the patriarchy as well. This oppression is more visible in the public field. The field where the women can possess high-position and power is in the supernatural.
Combining the Feminist Literary Criticism and Gender Category, proposed by Scott, this writing offers the descriptions of symbolic women's representations, normative concepts, social institutions and organizations, subjective identities, and gender as a power relationship indication. Symbolic women that are represented in the texts of Danarto's short-stories have two images: both positive and negative. The positive images of the women's characters manifested through the symbolic representations of Maria and Rabi'ah. The negative images of the women's characters manifested by the symbolic representations of Ratu Pantai Selatan (from the layman and santri's point of view). The construction of women's normative concepts derives from the symbolic women's representation. The construction built by the patriarchy, so that the women situated in the inferior, submissive, and ?oppressed positions. In constructing that norms, myths are used, which have impression to highly respect women, such as "The queen of household" and "Heaven lays down on the mother's sole of foot".
In the social institutions and organizations, the lower-class women are looked down on and unrespected although they have professional attitudes. That women still considered as the new corners in the domestic field, where their capacities are never taken into consideration. Subjective identities in the texts of Danarto's short stories, axe visible through the young women character of high-class and intellectual. The indication of the power relationship between women and men in the texts of Danarto's short'stories is traditionally, as the patriarchy inheritance. Women are always be the inferior, their authorities are limited (by the patriarchy) in that domestic field. On the other hand, men are always be the superior and have public authorities. Farther, in that domestic field, which is to be the women's region, the women have to submit and cling to the patriarchy rules that bound them. Since in the factual life-which covers the domestic field and public lives- the women are oppressed and they don't have any power, so that they compensate themselves into the supernatural, a spacious where that women can gain the power.
Based on the pictures of the women's attitudes and positions, there is an implied author's attitudes which come from the basic view of magic in order to express the women's factual conditions. The implied author has the attitude of ambivalence in looking at the patriarchy and gender issues. On one side, he realizes that there is an unbalance of patriarchy in positioning the women so that, he, too, agrees with the feminist movement which tries to claim that patriarchy defects-as far as that movement does not bring about the women's becoming have negative images: abortion. Meanwhile, on the other side, he does not want the change on. the establishment and strict of the patriarchy itself. In that case, the product of the struggle in the new feminism and its gender issues are also hard to be achieved.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2000
T823
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Billy Sarwono
"Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana ibu rumah tangga kelas menegah di Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tanggerang, Bekasi) memberikan pemaknaan terhdap karir politik Megawati Soekarnoputri sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia dan untuk mengetahui tipe-tipe ibu rumah tangga kelas menengah yang mempunyai pemaknaan dominan, negosiasi ataupun oposisi.Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dan perpektif feminis dan kerangka kaian budaya (cultural studies) terutama pemikiran Stuart Hall mengenai encoding dan decoding. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam (indept interview) dengan informan ibu rumah tangga yang berasal dari kelas menengah di wilayah Jabotabek. Penentuan karakteristik informan mengikuti kriteria Spradley (1997: 6), sedangkan pemiihannya mengikuti prosedur non random (Jansen 2002: 238-239). Kuyalitas penelitian ditentukan berdasarkan kriteria Creswell (Poerwandari 2001: 102-106). Pengorganisasian data menggunakan analytical framework approach (Patton 2002: 431-534) dan analisis data dilakukan melalui thematic coding (Jencen 2002: 251). Data sekunder diperoleh melalui analisis wcana media van Dijk yang menjelaskan produksi teks oleh individu atau kelompok pembuat teks. Penelitian ini menemukan bahwa resistensi perempuan kelas menengah di Jabotabek terhadap ideologi gender dominan, yaitu partiarkisme, masih lemah."
2004
JPIN-III-2-MeiAugust2004-1
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ery Agus Kurnianto
"Penelitian ini membahas fungsi tokoh supernatural dan strategi teks dalam mendobrak wacana tentang perempuan yang terdapat dalam antologi cerpen Sihir Perempuan karya Intan Paramaditha dengan memperhatikan penggunaan sudut pandang, tokoh, dan simbol-simbol yang dipakai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori kategori gender. Kesimpulan yang didapat adalah tokoh supernatural dalam antologi Sihir Perempuan digunakan untuk menyuarakan suara perempuan yang terepresi. Teks digunakan untuk mendobrak wacana tentang perempuan yang merepresi dan menempatkan perempuan di posisi yang sangat dirugikan.

The focus of this research is the functions of supernatural characters and textual strategies in making a breakthrough towards the discourse of women in Sihir Perempuan, a short-story anthology by Intan Paramadhita which obsreve the point of view, character, and symbols used in it. The method used in this study is the descriptive method. The theory used is gender category theory. The conclusion is that the supernatural characters in Sihir Perempuan function as the voice of repressed women. The text is used to make a breakthrough about women who repress and locate women in the restrained position."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
T26046
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Fatimah Rommy S.
"Abdurrahim Nashar adalah seorang sastrawan atau lebih tepatnya disebut sebagai cerpenis yang berasal dari Mesir. Ia dan karya-karyanya memang belum cukup terkenal dibidang kesusatraan Arab modern. Namun, kemampuannyadalam mengarang sebuah cerpen cukup memperkaya karya-karya sastra Arab, khususnya dibidang cerita pendek. Kehadiran cerpen-cerpennya juga turut sekaligus dapat menggambarkan situasi dan keadaan nyata yang tengah terjadi di negara-negara Arab. Dengan membaca cerpen-cerpen Arab, maka dapat terlihat kondisi lingkungan masyarakat serta karakter bangsa Arab pada umumnya. Pada tahun 1991, Abdurrahim Raja_ Nashar menerbitkan buku kumpulan cerpennya yang kedua yang berjudul !! ????? ???? ???? . Dalam bukunya tersebut terdapat beberapa cerpen yang mengisahkan tentang seorang tokoh laki-laki. Cerpen yang menjadi sumber data primer pada skripsi ini berjudul ????? ????? (Syeikh Ruswan), ???? ??? ???? (Penyebrang Jalan Naik Keledai), dan ???????? ???????? (Pengakuan Seorang Oposisi Laki-Laki). Ketiga cerpen tersebut bertemakan tentang perjuangan seorang tokoh laki-laki yang menjadi tokoh utamadalam cerita tersebut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian skripsi ini adalah metode struktural dan atau pendekatan analisis, yaitu pendekatan yang memusatkan perhatian kepada analisis dari segi intrinsik karya sastra. Untuk menganalisis sebuah karya sastra dengan menggunakan metode ini, maka yang harus dikaji dan diteliti adalah aspek yang membangun karya sastra itu sendiri. Pada skripsi ini, yang diteliti adalah unsur-unsur intrinsik yang berkaitan dengan citra laki-laki, seperti: tema, penokohan, latar, dan amanat cerpen. Pada ketiga cerpen tersebut sangat terlihat jelas bahwa tokoh laki-laki mempunyai pengaruh yang besar terhadap jalan ceritanya. Terdapat beberapa kesamaan dari beberapa karakter tokoh laki-lakinya, yaitu sombong, arogan dan kasar, pekerja keras dan pantang menyerah, religius, serta pintar dan tegas. Beberapa karakter tersebut sekligus menggambarkan beberapa karakter tokoh orang Arab, khususnya laki-laki.

Abstract
Abdurrahim Nashar is a writer or more accurately referred to as the short story writer who came from Egypt. He and his works are not so well known in the field of modern Arabic literatures. However, his ability to compose a short story is good enough that enriched Arabic literature, especially in the field of short stories. The presence of his short stories can also describe the real situation and condition which happened in the Arab countries. By reading the Arabic short stories, we can see the condition of society and the character of the Arabic nation generally. In 1991, Abdurrahim Raja_ 'Nashar published a second short stories collection titled ????? ???? ???? !!. In that book, there are several short stories which telling about a man and his male figure. Short stories became a source of primary data in thisundergraduate theses titled ????? ????? (Sheikh Ruswan), ???? ??? ???? (The Crosser Way Up Donkey), and ???????? ??? ????? (Recognition A Man of theOpposition). All of them have theme about the struggle of one man who became the main character in the story. Research method used in this research is structural method or analytic approach, approach which focused on the analysis of theintrinsic aspect of literature. To analyze a literary work using this method, thereare many aspects of the work that should be reviewed and investigated. In thisundergraduate thesis, the intrinsic elements associated with male images areresearched, such as: theme, characterization, setting, and the mandate of short stories. In all three short stories, it is so obviously that male characters have a bigimpact on the plot. There are many similarities of some male characters, such as: cocky, arrogant and rude, hard-working and never give up, religious, and intelligent and assertive. Some of these characters represent some characters ofArabic people, especially men"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S13236
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ery Agus Kurnianto
"Penelitian ini membahas fungsi tokoh supernatural dan strategi teks dalam mendobrak wacana tentang perempuan yang terdapat dalam antologi cerpen Sihir Perempuan karya Intan Paramaditha dengan memperhatikan penggunaan sudut pandang, tokoh, dan simbol-simbol yang dipakai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori kategori gender.
Kesimpulan yang didapat adalah tokoh supernatural dalam antologi Sihir Perempuan digunakan untuk menyuarakan suara perempuan yang terepresi. Teks digunakan untuk mendobrak wacana tentang perempuan yang merepresi dan menempatkan perempuan di posisi yang sangat dirugikan.

The focus of this research is the functions of supernatural characters and textual strategies in making a breakthrough towards the discourse of women in Sihir Perempuan, a short-story anthology by Intan Paramadhita which obsreve the point of view, character, and symbols used in it. The method used in this study is the descriptive method. The theory used is gender category theory.
The conclusion is that the supernatural characters in Sihir Perempuan function as the voice of repressed women. The text is used to make a breakthrough about women who repress and locate women in the restrained position."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
T37304
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Melinda Agnes Praditya
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas novel seorang pengarang asal Afghanistan, yaitu Khaled
Hosseini yang berjudul A Thousand Splendid Suns (2010). Novel A Thousand Splendidi Suns
menampilkan tema kekerasan dalam rumah tangga yang menjadi isu dalam novel. Untuk itu
penelitian ini akan berfokus mengungkap bentuk dominasi yang dilakukan Rasheed kepada dua
istrinya dan perlawanan terhadap dominasi tersebut. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa latar
belakang budaya patriarkis membentuk pola pikir tokoh perempuan sehingga menginternalisasi
secara ideologis yang menyebabkan mereka mengalami kekerasan simbolik maupun kekerasan
fisik dalam rumah tangganya. Dengan demikian, relasi yang terbentuk adalah relasi
ketidaksetaraan antara laki-laki dan perempuan serta menampilkan laki-laki sebagai pihak yang
dominan.

ABSTRACT
Domination Patriarchy on Women On Female Lead Character in the Novel A Thousand Splendid Suns ABSTRACTThis research discusses a novel by Khaled Hosseini a male author from Afghanistan titled A Thousand Splendid Suns 2010 The novel expresses domestic violence in household which is increasingly prevalent and becomes an issue in Afghan society Therefore this study focuses on revealed to domination by Rasheed to two of his wife and of resistance to the domination This research found that the cultural background of patriarchy forms mindset of women and ideologically internalized so the female characters in this novel experiences symbolic and physical violence in the household Thus the relation that is formed is inequality between men and women and show men as the dominant party Key words domination patriarchy symbolic violence resistance"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
T42788
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arum Setyaning Hudi
"[ABSTRAK
Simone de Beauvoir melihat terdapat dualitas seksual dalam masyarakat yang menjadikan perempuan sebagai gender kedua. Laki-laki dianggap sebagai makhluk yang lebih tinggi daripada perempuan, bahkan hanya laki-laki yang disebut sebagai human sedangkan perempuan menjadi liyan. Dalam cerpen Le Vengeur karya Guy de Maupassant ini, dualitas seksual dapat terlihat melalui tokoh Leuillet dan Mathilde. Penelitian pada cerpen ini menggunakan pendekatan struktural dari Roland Barthes. Dualitas seksual dapat dilihat melalui analisis sintagmatik dan analisis semantik naratif. Melalui cerpen, perbedaan peran laki-laki dan perempuan dapat dilihat melalui tokoh Leuillet yang menjadi penggerak utama cerita, sedangkan Mathilde hanya berperan sebagai pendukung cerita. Tokoh Mathilde ada jika tokoh Leuillet menggerakkan cerita, dan tokoh Mathilde tidak dapat muncul di awal dengan sendirinya. Penelitian ini akan menunjukkan terdapat dualitas seksual dalam cerpen, bahwa laki-laki selalu yang menjadi tokoh penggerak dan aktif, sedangkan perempuan hanya bisa menjadi penunggu dan pasif.ABSTRACT Simone de Beauvoir notices there is sexual duality in a society where women are seen as the second gender. Men are considered superior than women, and are labeled as human, while women are persived as the others. Sexual duality is also seen in Le Vengeur written by Guy de Maupassant. This study used Roland Barthes? structural approach. Based on this study, sexual duality can be seen using the syntagmatic analysis and semantic narrative analysis. In this story, the different roles of men and women are portrayed through Leuillet and Mathilde. Leuillet is the main character, while Mathilde is the supporting character. Mathilde cannot appear in the story by herself. This study reveals that men always play the main active character, while women can only play passive supporting character.;Simone de Beauvoir notices there is sexual duality in a society where women are seen as the second gender. Men are considered superior than women, and are labeled as human, while women are persived as the others. Sexual duality is also seen in Le Vengeur written by Guy de Maupassant. This study used Roland Barthes? structural approach. Based on this study, sexual duality can be seen using the syntagmatic analysis and semantic narrative analysis. In this story, the different roles of men and women are portrayed through Leuillet and Mathilde. Leuillet is the main character, while Mathilde is the supporting character. Mathilde cannot appear in the story by herself. This study reveals that men always play the main active character, while women can only play passive supporting character., Simone de Beauvoir notices there is sexual duality in a society where women are seen as the second gender. Men are considered superior than women, and are labeled as human, while women are persived as the others. Sexual duality is also seen in Le Vengeur written by Guy de Maupassant. This study used Roland Barthes’ structural approach. Based on this study, sexual duality can be seen using the syntagmatic analysis and semantic narrative analysis. In this story, the different roles of men and women are portrayed through Leuillet and Mathilde. Leuillet is the main character, while Mathilde is the supporting character. Mathilde cannot appear in the story by herself. This study reveals that men always play the main active character, while women can only play passive supporting character.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Rasya Jilan Andjani
"ABSTRAK
Artikel ini berfokus pada representasi perempuan magribi dalam novel kiffe kiffe demain karya Fa ? za Gu ? ne. Teori yang digunakan adalah teori representasi dari Stuart Hall dan teori analisis naratif struktural dari Rolland Barthes. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Hasil dari penelitian memperlihatkan bahwa perempuan magribi dalam novel ini tidak hanya dikonstruksikan sebagai perempuan yang mendapatkan represi secara fisik dan mental akibat kultur budaya magribi yang patriarkal namun juga melawan represi dengan memiliki kuasa atas diri sendiri yang dihadirkan melalui tokoh Yasmina dan Doria yang sebagian besar melalui pendidikan. Dalam artikel ini pula, dapat terlihat bahwa adanya permasalahan perempuan magribi yang tidak hanya sebagai perempuan yang masih terdominasi oleh laki-lakinamun juga perempuan yang mendapatkan represi secara mental sebagai imigran.Kata Kunci: Representasi, perempuan magribi, patriarki, imigran

ABSTRACT
This article focuses on how the Maghreb women represented in the kiffe kiffe demain novel by Fa ? za Gu ? ne. The theories include the theory of representation by Stuart Hall and theory of structural analysis of narrative by Rolland Barthes. The method used in this study is the litterature study. The studies result shows that Maghreb women in this novel are not only constructed as women who get physical and mental repression due to patriarchal system in Maghreb culture but also broke the repression by being the women who got an education that presented by Yasmina and Doria. Moreover, In this article it can be seen that the problem of Maghreb women are not only as women who have always been dominated by the men whereas also women who get mental repression as immigrants.Keywords: Representation, Maghreb women, patriarchy, immigrant "
2018
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Bernadetta Pravita Wahyuningtyas
"Tesis ini menelaah tentang para wanita karier yang menggunakan kebiasaannya dalam merawat tubuh melalui rutinitas berSPA, yang bertujuan untuk mengatasi dominasi patriarki. Tesis ini menggunakan beberapa konsep, Pertama, muted group theory, yang menyatakan bahwa wanita adalah pihak yang terbungkam; sehingga untuk keluar dari kondisi tersebut, wanita harus melakukan transformasi diri. Transformasi tersebut selaras dengan konsep kedua, yaitu feminis eksistensialis. Dalam feminis eksistensialis, transformasi diartikan sebagai perubahan sosok wanita dari liyan menjadi diri, dari obyek menjadi subyek.
Dalam feminis eksistensialis, transformasi dapat diraih selain dengan cara bekerja di luar wilayah domestik, tapi juga ditunjang oleh penampilan yang baik melalui perawatan tubuh yang paripurna di SPA (Sanus Per Aquam), perawatan tubuh secara menyeluruh. Kebiasaan para wanita dalam merawat tubuh didapat melalui sosialisasi nilai-nilai yang diintervensikan pada diri seseorang sejak mereka kanak-kanak. Sosialisasi ini berhubungan dengan konsep ketiga yang dipakai, yaitu habitus. Intervensi atas kovensi-konvesi yang ada di lingkungan sosial seseorang, akan menjadi habitusnya.
Dalam penelitian ini, meski sosialisasi tentang posisi pria masih dianggap berada di atas wanita, namun wanita secara sadar menggunakan perawatan tubuh di SPA untuk mematahkan dominasi patriarki tersebut secara perlahan dan tidak disadari, bahkan oleh diri wanita sendiri, melalui penampilan mereka yang paripurna terejawantahkan. Sebab dengan penampilan yang paripurna, wanita dapat menyatakan eksistensinya pada setiap hal dimana mereka berada dan berkarya. SPA kemudian menjadi arena resistensi bagi wanita terhadap dominasi patriarki yang telah menekan wanita selama mereka hidup.

This thesis reviews how carrier women overcome patriarch domination by their habit of how they treat their body in a SPA Routine activity. The thesis based in a few concepts. First, the mutedgroup theory, that concerning of how females are in the position of mute; so as to get out from the condition above, a female must transform herself. The transformation must cope with the second concept about to apply, a concept of feminist existentialist, where transformations took her from common to “individual me”.
In feminist existentialisty the achievement of transformation itself is not by applying inside a domestic space alone, but appearance as well thru a physical treatment, as a plenary transformation. A transformations manifest by SPA (Sanus Per Aquam) holistical treatment. The physical treatment itself is conceming a social value, integrated early in the young of age. These are coping with the third concept, Habitnes. Compartment interventions thru stable society or social settlement sometime determine individual’s habitues.
Jn this research, gender superiority dominated by men is still concluded, and somehow physical treatments are taking superiority issues aside. In the end, patriarch dominations are resistible and solemnly fades, in the way they iive side by side with males in the world of men and excel them. Since SPA is a way to re-exist females, SPA became female’s arena to re-exist their existence in the world of patriarch domination which pressing them for as long as they shall live.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2008
T25751
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Meike Lusye Karolus
"ABSTRACT
Falling in love is a universal experience that cannot be bounded by racial, religious, ethnic, even ideological barriers. The experiences of falling in love and be in the relationships are also faced by female feminists. In the experiences of failing in love, female feminists often confront with tension between their consciousness in holding feminist ideology and their collective experiences influenced by patriarchal culture. Therefore, they have to compromise and negotiate in the relationship. This paper aims to explain contemplative experiences of female feminists who are falling in love in the patriarchal culture in the three areas of analysis: feminist thoughts which are build their consideration and consciousness, the influences of patriarchal media, and practices in the love relationship in everyday lives. This study is descriptive qualitative using in depth interview as a method toward female feminists from diverse background in Yogyakarta. Surabaya, and Jombang. The results are the concept of love from female feminists cannot be separated from the existence of their partners, the experiences and the reproduction of media about the concept of love, as well as the practices of female feminists relationships, which already creating the concept of love before entering relationships."
Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan, 2018
305 JP 23:1 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8   >>