Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Siti Nurdiyana
"Artikel ini membahas bagaimana partisipasi masyarakat dalam penataan wilayah yang dipengaruhi oleh kepemimpinan lokal serta peran pendampingan Non-Governmental Organization (NGO) pada penduduk Kampung Akuarium. Studi-studi sebelumnya cenderung melihat faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi dari sisi internal individu, yaitu pengetahuan, jenis kelamin, usia, serta rentang waktu individu tinggal di sebuah wilayah. Studi ini lebih memilih aspek kepemimpinan lokal sebagai variabel independen, dengan argumentasi bahwa sebagian besar masyarakat cenderung akan mengikuti apa yang disampaikan oleh pemimpin lokalnya, sehingga semakin tinggi tingkat kepemimpinan lokal maka semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat. Di sisi lain, NGO juga memainkan peran penting dalam membantu masyarakat pada proses penataan kampung kota, sehingga semakin tinggi tingkat pendampingan NGO maka semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat. Studi ini dilakukan menggunakan survei kepada 58 responden berusia 18-65 tahun yang dipilih melalui stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan tlingkat partisipasi masyarakat relatif tinggi, serta tingkat kepemimpinan lokal dan tingkat pendampingan NGO yang tinggi. Uji statistik Somers d menunjukkan adanya pengaruh tingkat kepemimpinan lokal terhadap tingkat partisipasi, serta spesifik signifikan pada kelompok laki-laki. Sementara itu, pendampingan NGO tidak memengaruhi tingkat partisipasi.
This article discusses how community participation in relation to structuring of area affected by local leadership and NGO assistance on residents in Kampung Akuarium. Based on previous studies, the discussion of factors affects the level of participation can be seen from the internal side of individuals, like knowledge, gender, age, and the time span of individuals living in an area. This study involves local leadership as an independent variable, with the argument that most people tend to follow what was presented by local leaders so the higher level of local leadership, the higher level of community participation. On the other hand, NGO also play an important role in helping community in structuring are process, so the higher level of NGO assistance, the higher level of community participation. This study was conducted using a survey to 58 respondents in the 18-65 years old selected through stratified random sampling. The results showed a relatively high level of community participation, local leadership level, and NGO assistance. Somers d statistic test shows the influence of the local leadership level to the level of participation, specifically significant in male group. Meanwhile, NGO assistance does not affect the level of participation."
2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
Nadiyah Fairuz Zahirah
"Pembangunan di Indonesia selama ini cenderung terfokus di Pulau Jawa, sehingga menyebabkan ketidaksetaraan ekonomi dan sosial yang signifikan antara wilayah. Namun, ada strategi yang menjanjikan, yaitu pembangunan sosial daerah. Uniknya, pembangunan di setiap daerah harus adaptif, mempertimbangkan atribut lokal seperti tantangan, regulasi, dan sumber daya manusia. Di sinilah peran Think Policy Local Shapers hadir yang berkomitmen untuk memajukan pembangunan sosial di daerah melalui pengembangan kepemimpinan. Penelitian mengenai program pengembangan kepemipinan lokal pada keilmuan Kesejahteraan Sosial masih terbatas. Penelitian studi deskriptif dalam pendekatan kualitatif ini menemukan bahwa program ini fokus pada tiga area pembangunan sosial: (a) peningkatan kapasitas penggerak daerah, (b) penguatan komunitas, dan (c) intervensi. Think Policy Local Shapers juga menerapkan pendekatan adaptif, memfasilitasi peserta melalui berbagai program seperti coaching, mentoring, dan sesi berbagi. Dengan demikian, program ini memperkuat manajemen adaptif dan adaptasi komunitas. Rekomendasi penelitian: Think Policy Local Shapers dapat memaksimalkan potensi di setiap area intervensi, sehingga peserta dapat merasakan manfaat berkelanjutan dan mendukung pembangunan sosial di wilayah masing-masing.
In Indonesia, development has predominantly focused on Java Island, resulting in significant economic and social disparities between regions. However, there is a promising strategy: local social development. Interestingly, development in each region must be adaptive, considering local attributes such as challenges, regulations, and human resources. This is where Think Policy Local Shapers come in, committed to advancing social development in regions through leadership development. Research on local leadership development within the field of Social Welfare is still limited. A qualitative descriptive study found that this program focuses on three areas of social development: (a) enhancing the capacity of local leaders, (b) strengthening communities, and (c) implementing bottom-up interventions. Think Policy Local Shapers also apply an adaptive approach, facilitating participants through various programs like coaching, mentoring, and sharing sessions. Consequently, the program strengthens adaptive management and community adaptation. Research recommendation: Think Policy Local Shapers should maximize the potential in each intervention area, allowing participants to experience sustainable benefits and support social development in their respective regions."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library