Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Amalia
"Latar belakang: kemampuan komunikasi yang efektif merupakan salah satu
kompetensi dasar yang harns dimiliki dokter. Sepanjang masa studi di fakultas
kedokteran mahasiswa dituntut untuk bisa mengembangkan kemampuan komunikasi
Selain melalui materi yang diberikan dalam kurikulum, mahasiswa diharapkan dapat
meningkatkan kemampuan dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Namun
demikian belum pemah dilakukan penelitian untuk melihat hubungan antara kegiatan
ekstrakurikuler dengan kemampuan komunikasi. Tujuao: mengetahui adanya
hubungan kegiatan ekstrakwikuler dengan kompetensi komun ikasi interpersonal
mahasiswa FKUL Metode: studi cross-sectional dilakukan pada mahasiswa tingkat
empat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan instrument kuesioner
Imerpef:':>onaf Communication Competency sea/e. Rerata skor maltasiswa dianalisis
berdasarkan jenis dan jumlah kegiatan ekstrakurikuler serta peran mahasiswa dalarn
ke!,rlatan ekstrakurikuler yang diikuti. HasH: nilai p untuk jumlah dan peran
mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah 0,364 dan 0,533. Nilai p untuk
kegiatan kerohanian, seni dan olahraga, keilmuan, keorganisasian, dan sukarelawan
adaJah 0,234; 0,145; 0,619; 0,502; dan 0,034 Kesimpulao: terdapat hubungan antara
kegiatan sukarelawan dengan kompetensi komunikasi interpersonal mahasiswa.
Sementara itu jumlah kegi at an , peran dalam kegiatan, dan jenis kegiatan selain
sukarelawan tidak berhubungan dengan kompetensi komunikasi interpersonal
mahasiswa."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2016
S70454
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Miranti Susilowati
"Tesis ini bertujuan untuk melihat peningkatan kompetensi komunikasi interpersonal dan kinerja pre ops pilot dengan memberikan pelatihan komunikasi interpersonal yang efektif. Berdasarkan penggalian data awal melalui wawancara dengan asisten manajer training dan chief pilot fixed wing, diketahui bahwa sampai saat ini belum pernah dilakukan pengukuran terhadap kinerja dan kompetensi komunikasi interpersonal pada pre ops pilot. Mereka juga mengeluhkan bahwa pre ops pilot yang ada di perusahaan memiliki kinerja yang belum maksimal, dimana komunikasi interpersonal merupakan aspek yang masih perlu dikembangkan. Sebanyak 7 pre ops pilot di PT. X menjadi sampel di penelitian ini.
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi komunikasi interpersonal dengan kinerja. Bentuk hubungan tersebut bersifat positif, dimana semakin tinggi kompetensi komunikasi interpersonal, maka semakin tinggi kinerja mereka. Selain melihat hubungan, peneliti juga melihat efektivitas dari pelatihan komunikasi interpersonal yang diberikan terhadap kompetensi komunikasi interpersonal dan kinerja. Hasilnya menunjukkan bahwa pelatihan tersebut efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi interpersonal, tetapi belum efektif dalam meningkatkan kinerja pre ops pilot di PT. X.

The purpose of this study is to see an increasing of interpersonal communication competence and performance in pre ops pilots by giving an effective interpersonal communication training. Based on the initial data through interviews with the assistant manager training and chief pilot fixed wing, the company haven't been conducted performance appraisal and interpersonal communication competency in pre ops pilot. They also complained that the existing pre ops pilot doesn't have an optimized performance, where interpersonal communication is an aspect that needs to be developed. Seven pre ops pilot at PT. X participated in this study.
The result indicated that there is a significant relationship between interpersonal communication competency and performance. The form of the relationship is positive, where the higher interpersonal communication competence that they have, the performance is also high. In addition, the researcher also examined the effectiveness of interpersonal communication training toward interpersonal communication competence and performance. The result showed that training is effectively improve interpersonal communication competence, but not in the performance of pre ops pilot in PT.X.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2012
T30992
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Indra Eko Wicaksono
"ABSTRAK
Kompetensi komunikasi antarbudaya diartikan sebagai suatu kesan bahwa
perilaku dalam suatu interaksi itu efektif dan layak dalam konteks yang ada. Suatu
interaksi dikatakan efektif dan layak selama tujuan atau hasil yang diharapkan dapat
terpenuhi dengan pengorbanan yang relatif rendah dan dilakukan dengan cara-cara
yang selaras dengan nilai, norma, dan ekspektasi dari suatu hubungan. Kompetensi
komunikasi antarbudaya relevan untuk dibicarakan, terutama bagi pemeriksa BPK,
karena mereka sering berinteraksi dengan terperiksa yang memiliki latar belakang
budaya yang berbeda dengan dirinya. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan
gambaran mengenai bagaimana kompetensi komunikasi antarbudaya yang dimiliki
oleh pemeriksa BPK, khususnya mereka yang bertugas di Kantor Perwakilan BPK
Provinsi Jawa Timur, ketika melakukan interaksi dan komunikasi dengan terperiksa
yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang pada kegiatan pemeriksaan
terinci atas LKPD TA 2015.
Menggunakan strategi studi kasus dan pendekatan kualitatif dengan paradigma
interpretif, penelitian ini meminjam teori atau model kompetensi komunikasi
antarbudaya Brian H. Spitzberg untuk memperoleh pemahaman tentang tema yang
dikaji. Penelitian ini menemukan bahwa, dalam konteks kegiatan pemeriksaan
sebagai tempat kerja atau workplace, pemeriksa BPK telah memiliki motivasi,
pengetahuan dan keterampilan yang efektif dan layak. Kesimpulan ini diperkuat oleh
penilaian terperiksa yang menganggap interaksinya dengan pemeriksa BPK selama
ini telah berjalan dengan layak sehingga hubungan diantara keduanya pun, baik
sebelum ataupun setelah interaksi terjadi, selalu berjalan dengan baik

ABSTRACT
Intercultural communication competence is considered broadly as an
impression that behavior is appropriate and effective in a given context. An
interaction considered to be effective and appropriate as long as the valued goal or
rewards can be accomplished at the minimum costs or alternatives and doing so in an
appropriate manner, based on values, norms, and expectations of a relationship. An
intercultural communication competence is a competence that has relevancy with the
nature of the job of the BPK auditors because they usually interact with an auditee
that culturally has a different background with them. This research is expected to
give a broad picture about how the intercultural communication competence of the
BPK auditors, especially the ones who work in The East Java Representative Office
of BPK, when they are interacting and communicating with the auditee in Sampang
regency, as part of audit work on a local government financial statement of fiscal
year 2015.
Using a case study as a research strategy and a qualitative approach with an
interpretive paradigm, this research elaborate the theme of the study using the Brian
H. Spitzberg?s Model of Intercultural Competence to get an understanding about it.
Later, this research found that, in a given context, the auditors of BPK already have
an effective and appropriate motivation, knowledge, and skills. This conclusion is
being strengthened with the auditee judgmenet that considered his relationship with
the BPK auditors, before or after the interaction took place, has always been good."
2016
T45627
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bonny Raynata
"ABSTRAK
Penelitian ini membahas pengaruh kompetensi komunikasi interpersonal dan motivasi terhadap kualitas pelayanan account representative Direktorat Jenderal Pajak di Lingkungan Kantor Wilayah DJP Jakarta Selatan Penelitian ini menggunakan paradigma positivis dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei kepada 194 responden dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis data multivariat dengan menggunakan analisis regresi. Hasil dari penelitian ini menunjukan ada pengaruh yang signifikan dari Kompetensi Komunikasi Interpersonal , motivasi terhadap kualitas pelayanan. Baik secara sendiri sendiri maupun secara bersama. Walau tidak besar pengaruhnya , hal ini menunjukaan kompetensi komunikasi tidak bisa dianggap tidak penting dalam memberikan pelayan. Kompetensi Komunikasi interpersonal yang tinggi dengan penerapan yang benar, dapat menghasilkan kualitas pelayanan yang prima .

ABSTRACT
This research explores the influence of interpersonal communication competence and motivation to the quality of service of the Directorate General of Tax representative account in regional offices South Jakarta Research uses a quantitative approach with the positivist paradigm. Data collection methods used in this research is a survey to a 194 respondents using a questionnaire. The analysis of the data used is the multivariate data analysis using regression analysis. The result of this research showed there were significant effects of Interpersonal Communication Competence, motivation to quality of service. Either by himself alone or together. Although not a great influence, it shows the communication competence cannot be deemed not important in giving a maid. Interpersonal Communication competence is high with the correct application, can produce excellent quality of service."
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2014
T41645
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Susilawati
"ABSTRAK
Rendahnya motivasi belajar mahasiswa terutama pada partisipasi dalam perkuliahan banyak diyakini dipengaruhi oleh kompetensi komunikasi dosen dan iklim komunikasi perkuliahan. Seberapa besar pengaruh kompetensi komunikasi dosen dan iklim komunikasi terhadap motivasi belajar, belum diperoleh gambaran yang jelas. Dengan alasan tersebut, penelitian ini dirancang untuk mengetahui pengaruh kompetensi komunikasi dosen dan iklim komunikasi suportif terhadap motivasi belajar mahasiswa. Kompetensi komunikasi dosen dapat dilihat dari pengetahuan, motivasi, dan keterampilan yang dimilikinya dalam berkomunikasi. Sedangkan iklim komunikasi suportif dapat terbentuk melalui interaksi antara pimpinan dan anggota dimana pimpinan mampu menempatkan diri sejajar dengan anggota, bicara terbuka dan spontan, menciptakan kenyamanan dalam berkomunikasi, dan empatik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat eksplanatif, dengan metode survei, yaitu menyebarkan kuesioner dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling, dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi dosen memberikan kontribusi yang lebih besar dibanding iklim komunikasi suportif terhadap motivasi belajar. Namun, motivasi belajar juga dipengaruhi oleh faktor lain diluar kompetensi komunikasi dosen dan iklim komunikasi, antara cita-cita, keinginan belajar, keinginan berprestasi, penghargaan, dan lingkungan.

ABSTRAK
The low students’ learning motivation, especially on participation in lecturing widely believed to be influenced by communication competence of lecturers and communication climate. How much influence of communication competence of lecturers and communication climate on students’ learning motivation, has not obtained a clear description. For these reasons, this study was designed to determine the effect of communication competence of lecturers and supportive communication climate of students’ learning motivation. Communication competence of lecturers can be seen from the knowledge, motivation, and skills they have in communicating. While supportive communication climate can be formed with the support of leaders who are able to put themselves in line with members, open and spontaneous speech, creating convenience in communication, and empathic. This study uses a quantitative approach that is explanative, the survey method, which is disseminating questionnaires using proportional stratified random sampling technique, and analyzed by linear regression. The results showed that the communication competence of lecturers provide a greater contribution than the supportive communication climate of students’ learning motivation. However, learning motivation is also influenced by other factors beyond the communication competence and communication climate, that are the goals, the desire to learn, the desire of achievement, awards, and the environment"
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
T42477
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yusuf Sidharta
"Di era industri 4.0., semakin banyak perusahaan yang mencoba untuk melakukan digitalisasi proses layanannya. Hal ini termasuk pada penggunaan chatbot yang mulai marak di industri perbankan Indonesia, dengan tujuan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui interaksi secara cepat. Fenomena ini menarik minat peneliti untuk mempelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh kualitas komunikasi (terdiri dari akurasi komunikasi, kredibilitas komunikasi, dan kompetensi komunnikasi) terhadap kepuasan nasabah dalam menggunakan chatbot perbankan, dan memahami pengaruh upaya pemasaran yang dibantu chatbot (yang terdiri dari lima dimensi interaksi, hiburan, tren, kustomisasi, dan pemecahan masalah) terhadap kualitas komunikasi. Sampel yang digunakan berjumlah 202 orang nasabah bank, yang berusia 15 sampai 45 tahun dan pernah menggunakan chatbot sebelum penelitian dilakukan. Penelitian ini menggunakan structural equation modelling (SEM) dalam mengolah data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya pemasaran yang dibantu chatbot dapat mempengaruhi secara positif kualitas komunikasi. Sedangkan dari tiga dimensi kualitas komunikasi, hanya akurasi komunikasi dan kompetensi komunikasi yang mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan nasabah. Penelitian ini menjadi sebuah hal yang baru, karena studi ini merupakan studi pertama yang meneliti pengaruh chatbot terhadap kepuasan nasabah di industri perbankan Indonesia.

In industry 4.0., more and more firms try to digitalize their service process. That includes the popular chatbot usage in Indonesia banking industry, with the goal of more customer satisfaction through fast interaction. This sparked an interest to the writer, hence the topic of this study. This study aims to understand the influence of communication quality consisted of communication accuracy, communication credibility, and communication competence) to customer satisfaction in using banking chatbot, and to understand the influence of service agent marketing effort (consisted of five dimension: interaction, entertainment, trendiness, customization, and problem solving) to communication quality. 202 samples of banking customers were used, which age were 15 to 45 years old and had used banking chatbot before. This study used structural equation modelling (SEM) to process the data. The result showed that service agent marketing effort affects positively communication quality. While only two of three dimensions of communication quality (that is communication accuracy and communication competence) affect positively customer satisfaction. This study is a novel study, since it is the first study that discussed about chatbot effects to customer satisfaction in Indonesia banking industry."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library