Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Henle, Paul
Frankfurt: Suhrkamp, 1975
401 HEN s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta : Fakultas Sastra Universitas Indonesia
050 SOP 3:3(1980) (2)
Majalah, Jurnal, Buletin  Universitas Indonesia Library
cover
Aryadi Sukmana
"Skripsi ini membahas tiga tema besar, yaitu media televisi, budaya massa dan Cultural Studies. Konstruksi budaya massa melalui media televisi merupakan hubungan yang terjadi diantara kedua tema tersebut, kemudian Cultural Studies memberikan pandangannya mengenai fenomena tersebut. Budaya massa yang dihasilkan dari konstruksi media televisi tersebut merupakan suatu jenis budaya yang memiliki hak yang sama untuk menunjukkan eksistensinya tanpa adanya pembedaan antara budaya tinggi dan budaya rendah.

The Focus of this study is about three big topics, they are television, mass culture, and Cultural Studies. The construction of mass culture is the relationship between mass culture itself and television, and then Cultural Studies wants to give its view on this socio-cultural phenomenon. Mass culture which made by the construction through television is one type of the culture that has the same rights to exist without any differentiation between high culture and lower culture."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S16163
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Taty Sunarti
"Dari seluruh bahasan dapatlah ditampilkan pokok-pokok pikiran van Peursen sebagai berikut. Pokok pertama adalah bahwa kebudayaan itu bertahap tiga, yaitu tahap mitis, ontologis, dan fungsional, yang paralel, bukan vertikal. Maksudnya adalah bahwa tahap yang satu bukan berarti lebih tinggi dari pada tahap yang lain, melainkan samalah derajatnya, hanya bentuknya sajalah yang berbeda. Pokok pikiran kedua adalah bahwa dilihat dari segi fungsinya, kebudayaan itu mencari relasi-relasi. Sesuatu itu berarti dalam hubungannya dengan sesuatu yang lain. Kata gungsi selalu menunjukkan kepada pengaruh terhadap sesuatu yang lain. Apa yang kita namakan fungsional tidak berarti sendiri, tetapi justru dalam suatu hubungan tertentu ia memperoleh arti dan maknanya. Dengan demikian, pemikiran fungsional menyangkut hubungan pertautan, dan reIasi. Pokok pikiran ketiga adalah bahwa kebudayaan itu harus dipandang sebagai kata kerja, bukan kata benda. Bahwa kebudayaan itu adalah bukan barang-barang koleksi belaka, melainkan sebagai kegiatan dan tindakan manusia. Pokok pikiran keempat adalah bahwa apabila dipandang dari segi fungsi kebudayaan maka yang lebih penting adalah bukan apa-nya, melainkan bagaimananya. Bukan itu ada atau apa itu, melainkan bagaimana itu ada. Pokok pikiran kelima adalah bahwa kebudayaan itu merupakan suatu strategi atau masterplan, yaitu suatu rencana yang diarahkan ke masa depan, suatu posisi dan kondisi untuk menyelenggarakan kebudayaan yang baru. Pokok pikiran terakhir adalah bahwa kebudayaan mempunyai hubungan yang erat dengan ilmu, teknologi dan etika. Satu sama lain saling mempengaruhi dan menentukan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1987
S16038
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library