Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 147 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ajeng Biantari
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor organisasional sebagai penyebab burnout pada caregiver di SOS Children?s Village, Cibubur, Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan tipe penelitian studi kasus. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa caregiver mengalami beberapa aspek yang terdapat pada faktor organisasional sebagai penyebab burnout, seperti beban kerja yang berat, reward yang masih kurang, ketidakpercayaan dan kurangnya keterbukaan organisasi, konflik di dalam komunitas, serta konflik nilai-nilai dengan organisasi.

ABSTRACT
The purpose of this research is to describe the organizational factors that cause burnout to caregiver in SOS Children?s Village, Cibubur, Jakarta Timur. This research is a qualitative research with descriptive approach and case study type. The research result shows that caregivers are experiencing some of the aspects of organizational factors as the cause of burnout, such as workload, insufficient reward, breakdown of the community, distrust and lack of openness, and conflict with the organization.
"
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2015
S61437
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Leiter, Michael P.
San Francisco: Jossey-Bass , 2005
158.723 LEI b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Elga Oktavia
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2010
S3552
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yudi Setiadi
"ABSTRAK
Semua bentuk tranportasi udara bagi publik membutuhkan pengawasan manajemen yang berkelanjutan, sebagaimana diketahui, kecelakaan masih tetap terjadi. Perusahaan penerbangan sipil di Indonesia seperti maskapai X mempunyai pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan maskapai lain dalam hal penerbangan di daerah perintis. Selama penerbang masih berada di kokpit, penerbang harus tetap mempunyai kontrol dan laik untuk terbang. Penerbang harus paham tentang implikasi keselamatan terhadap mesin di udara dan lingkungan mereka. Stres yang berlebihan bisa merupakan faktor utama terhadap kecelakaan dan insiden. Bumout merupakan sindrom kelelahan emosional, depersonalisasi, dan pengurangan pencapaian diri, yang terjadi pada individu yang bekerja dengan orang lain (Maslach, 1982). Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran burnout pada penerbang maskapai X yang bertugas di daerah perintis Papua secara umum, yang diikuti saran praktis bagi maskapai dan penerbang, untuk mendeteksi psychological fitness dalam rangka mengurangi human error pada operasi penerbangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Variabel dalam penelitian bumout ini diukur dengan Maslach Bumout Inventory (MBI) yang dikembangkan oleh Maslach dan Jackson pada tahun 1981 dan sudah pernah digunakan di Indonesia oleh Cicilia Yetiprawasti tahun 1991). Ada tiga dimensi yang diukur dalam MBI, yaitu kelelahan emosional, depersonalisasi, dan reduced personal accomplishment. Disimpulkan bahwa setidaknya sekali dalam satu tahun seorang penerbang maskapai X yang bertugas di daerah perintis Papua mengalami kondisi kelelahan emosional dan reduced personal accomplishment. Dimensi depersonalisasi tidak pernah dirasakan oleh penerbang maskapai X yang bertugas di daerah perintis Papua. Diharapkan hal ini dapat diikuti dengan asesmen oleh para ahli atau expert judge pada saat medical check up untuk memenuhi standar kesehatan guna memperpanjang lisensi penerbang, wawancara oleh pihak manajemen, dan partisipasi penerbang. Kesehatan psikis penerbang dapat dipulihkan dan karimya dapat diselamatkan jika didapat konseling yang tepat pada tahap awal sebelum terjadi gangguan mental."
2005
S3499
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nabilla Dhisti Priyasdamaranti
"Perawat merupakan profesi dengan tingkat burnout yang tinggi, menurut Montgomery et al (2010) setidaknya 1 dari 3 perawat mengalami burnout. Burnout merupakan masalah yang cukup serius karena diasosiasikan dengan berbagai kosekuensi negatif baik bagi pekerja, keluarganya, klien, maupun bagi organisasi tempat ia bekerja. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk melihat faktorfaktor psikososial apa saja yang berpengaruh terhadap burnouti pada perawat di ruang rawat inap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah cross-sectional, lokasi penelitian dilakukan di RSAU dr. Esnawan Antariksa pada tahun 2017. Populasi penelitian ini sebanyak 129 orang dengan sampel sebanyak 74 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang disusun oleh penulis dengan mengadopsi kuesioner dari COPSOQ II, QPS Nordic, dan Oldenburg Burnout Inventory. Hasil uji univariat penelitian ini menunjukan bahwa proporsi kelompok responden yang paling besar yaitu berusia ≥ 30 tahun (58.1%), berjenis kelamin perempuan (89.2%), berpendidikan DIII (87.8%), berstatus menikah (75.7%), dan masa kerja <10 tahun (75.7%). Hasil uji bivariat didapatkan bahwa beban emosional (p = 0.02; r= 0.360), tekanan peran (p = 0.000; r= 0.820), dukungan sosial (p= 0.000; r= -0.623), serta penghargaan&pengakuan (p= 0.000; r= -0.657) memiliki hubungan yang signifikan terhadap burnout. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor psikososial yang bersifat job demand (beban emosional dan tekanan peran) memiliki hubungan yang berpola positif terhadap burnout, sedangkan faktor psikososisal yang bersifat job resource (dukungan sosial dan penghargaan&pengakuan) memiliki hubungan yang berpola negatif terhadap burnout.

Nurse is one of the profession with high level of burnout, Montgomery et al (2010) state at least 1 out of three nurses will have burnout at some point in their career. Burnout is a serious problem and associates with negative outcomes for the worker, their family, their clients, and for the organization it self. Therefore, this research is conducted to evaluate the determinant factors and their correlation with burnout. This research used cross sectional method, located in RSAU dr. Esnawan Antariksa on 2017. Population of this study is 129 people, and the sample is 74 respondents. Data was collected by questionnaire that is adapted from COPSOQ II, QPS Nordic, and Oldenburg Burnout Inventory. Univariate analysis showed by highest proportion among its group, age >30 years old (58.1%), woman (89.2%), DIII (87.8%), married (75.7%), and tenure <10 years (75.7%). Bivariate analysis showed that emotional demand (p=0.02; r= 0.360), role stress (p=0.000; r= 0.820), social support (p=0.000; r= -0.623), and reward & recognition ( p= 0.000; r= -0.657) has significant correlation with burnout. The result of this study showed that job demand (emotional demand and role stress) have a positive correlation with burnout, while job resource (social support and reward & recognition) have a negative correlation with burnout."
Depok: Universitas Indonesia, 2017
S69345
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desy Rahmayanty Rahayu
"[ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Burnout pada Perawat di RS dr M.Hoesin Paembang. Penelitian potong lintang ini menggunakan kuisioner Maslach Burnout Inventory (MBI). Sampel dipilih secara purposive melibatkan 84 orang perawat. Kejadian Burnout pada Perawat di IRNA A dan IRNA D pada katagori rendah sebesar 85,7 % dan pada katagori sedang sebesar 14,3%. Variabel yang paling berpengaruh adalah pendidikan dan unit kerja. Disarankan agar rumah sakit mengevaluasi ulang komposisi perawat dengan perbandingan tempat tidur serta pengornisasian ruang rawat.

ABSTRACT
The purpose of this research was to determine factors associated with Burnout among Nurses in Dr. M. Hoesin Hospital Palembang. This cross sectional research was using Maslach Burnout Inventory (MBI) questionnare. Samples of this study were collected using purposive sampling, involving 84 nurses. The study revealed that 85,7% of nurses in IRNA A and IRNA D RS Dr.M. Hoesin have low category of Burnout and 14,3% of them have moderate category. Education and working unit were two main factors associated with Burnout.The study suggested to re-evaluate composition of nurses versus number of bed, as well as to re-organize inpatient ward., The purpose of this research was to determine factors associated with Burnout among Nurses in Dr. M. Hoesin Hospital Palembang. This cross sectional research was using Maslach Burnout Inventory (MBI) questionnare. Samples of this study were collected using purposive sampling, involving 84 nurses. The study revealed that 85,7% of nurses in IRNA A and IRNA D RS Dr.M. Hoesin have low category of Burnout and 14,3% of them have moderate category. Education and working unit were two main factors associated with Burnout.The study suggested to re-evaluate composition of nurses versus number of bed, as well as to re-organize inpatient ward.]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Windayanti
"Perawat dituntut dapat menjadi figur yang dibutuhkan oleh pasiennya, dapat bersimpati kepada pasien, selalu menjaga perhatiannya, fokus, dan hangat kepada pasien (P.A. Parker & Kulik dalam Taylor, 1999). Banyaknya tanggung jawab dan tuntutan yang harus dijalani oleh perawat, menunjukkan bahwa profesi perawat rentan sekali mengalami burnout terhadap pekerjaannya. Burnout merupakan suatu kondisi penurunan energi mental atau fisik setelah periode stres kronik yang tidak sembuh-sembuh berkaitan dengan pekerjaan, terkadang dicirikan dengan pekerjaan atau dengan penyakit fisik (Perry & Potter, 2005).
Burnout menurut Maslach dan Jackson (dalam Sarafino, 2002) memiliki tiga komponen, yaitu emotional exhaustion, depersonalization, dan perceive inadequacy of professional accomplishment. Burnout bersumber dari lingkungan kerja dan individu (Caputo, 1991). Lingkungan kerja dalam hal ini adalah lingkungan rumah sakit yang terbagi atas status yang berbeda yaitu rumah sakit pemerintah dan swasta yang dapat membuat perawat cenderung mengalami burnout.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, dan menggunakan accidental sampling sebagai teknik pengambilan sampel. Subjek penelitian berjumlah 160 orang perawat dari empat rumah sakit, yang terdiri dari 80 orang perawat rumah sakit pemerintah dan 80 perawat rumah sakit swasta.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada dimensi emotional exhaustion diperoleh t-hitung sebesar 0,842; p>0,05, pada dimensi depersonalization diperoleh t-hitung sebesar 1,139; p>0,05, dan pada dimensi perceived inadequacy of professional accomplishment diperoleh t-hitung sebesar 1,567; p>0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada perawat rumah sakit pemerintah dan perawat rumah sakit swasta terhadap dimensi burnout.

The nurse is claimed be able to be a figure who be needed by her patient, can to be sympathy to patient, always keep her attention, focus and hospitality to her patient (PA Parker and Kulik in Taylor 1999). There are so many responsibility and claim that be run by the nurse, show that the profession of nurse is very easy in getting burnout to her job. Burnout is mental or physic creasing condition after chronic stress period which can not treatment related to the job, sometime be classified with the job or with physic disease (Perry & Potter, 2005).
According to Maslach and Jackson (in safarino), burnout have three component namely emotional exhaustion, depersonalization and perceive inadequacy of professional accomplishment. The sources job environment and individual (Caputo, 1991) In this matter talking about the job environment is the hospital environment that consist of different status, namely government hospital and private hospital that can make the nurse tends to get burnout.
The research is done by using quantitative approach and accidental sampling as sample intake technique. Research subject is about 160 nurses from four hospitals, which consist of 80 nurses of government hospital and 80 nurses of private hospital.
This result of research show that emotional exhaustion is taken t-account is about 0,842; p>0,05, in depersonalization dimension is taken t- account is about 1, 139 p> 0,05 and in perceived inadequacy of professional accomplishment is taken t-account is about 1,567; p>0,05. This matter show that there are not significant differences in the nurse if government hospital and private hospital to burnout dimension."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2007
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 1999
S2664
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dyah Parameshwary
"ABSTRAK
Burnout merupakan suatu sindrom psikologis yang ditandai dengan adanya kelelahan fisik, depersonalisasi dan penurunan hasrat pencapaian diri yang muncul pada orang-orang yang bekelja untuk melayani orang lain. Caregiver keluarga pasien stroke adalah seluruh orang-orang yang memiliki hubungan darah terutama yang seeara psikologis terikat dengan diri penderita stroke seperti pasangan, anak, keluarga, saudara dan melakukan fimgsi perawatan dan pelayanan terhadap pasien stroke secara intens. Subyek dalam penelitian ini memiliki karakteristik: pasangan (istri), anak dan keluarga dekat pasien stroke yang dalam kesehariannya merawat pasien, telah melakukan fimgsi perawatan minimal satu tahun serta tinggal serumah dengan penderita stroke. Berdasarkan uji validitas, korelasi skor item total pada MBI bergerak antara 0.320 sampai dengan 0. 71 L Uji reliabilitas yang dilakukan dengan menggunakan Alpha Cronbach memberikan hasil koefisien reliabilitas sebesar 0.846. Hasil pengbitungan statistik menjelaskan bahwa sebanyak 21 orang (65.6%) dari 32 responden mengalami burnout dalam taraf rendah, dimana 1 4 responden (66.7%) diantaranya beljenis kelarnin wanita, berusia 20 sampai dengan 29 tahun dan 50 sampai dengan 59 tahun (33.4%), berperan sebagai anak dari pasien stroke (57.1%), bekerja sebagai karyawan swasta (52.4%) ,memiliki latar belakang SMA (42.9%), telah berperan sebagai caregiver selama 1 sampai dengan 3 tahun dan 7 sampai dengan 10 tahun (38.1%) dan melakukan perawatan dengan kondisi pasien saat ini tergolong ringan (61.9"/o)."
2007
T32837
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bella Meriska
"Penelitian ini membahas mengenai potensi pengalaman sebagai proses penumpukan ketegangan yang dialami seorang pustakawan dalam menimbulkan burnout. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dialami pustakawan yang dapat memicu burnout. Pendekatan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan menggunakan fenomenologi sebagai metode penelitian. Penelitian ini menemukan hasil bahwa burnout sebagai hasil dari proses penumpukan ketegangan terjadi pada individu dengan akumulasi waktu. Akumulasi waktu ini kemudian memunculkan sikap apatis yang sudah menjadi kebudayaan dan kebiasaan mereka sehari-hari dalam menjalankan tugasnya.

This research explain about the tendency of experience as a process of accumulative exhaustion that experienced by librarians in causing burnout. The purpose of this research is identifying factors that cause burnout. This research is using qualitative approach and phenomenology as it`s method. And the result of this research found that burnout happened in accumulative time. Because of this accumulation, the librarians are apatheti"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S52515
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>