Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 44 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Siswanto Sunarso
Jakarta: Rajawali, 2011
363.45 SIS p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Andi Hamzah
Jakarta: Sinar Grafika, 1994
363.45 AND k
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Mark, John
Boston: MTP Press, 1985
615.788 2 MAR b
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Haura Syifa
"Analisis penyimpanan dan pelaksanaan pelaporan pengawasan penyaluran psikotropika merupakan isu krusial dalam upaya pengendalian dan pengawasan obat psikotropika. Penyalahgunaan, penyelewengan, atau pelanggaran dalam penyimpanan dan pelaporan pengawasan dapat menyebabkan risiko kesehatan dan masalah hukum. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah yang mencakup aspek kepatuhan, serta efektivitas sistem pengawasan dan pelaporan psikotropika di KFTD Cabang Jakarta 3. Pengerjaan tugas khusus didasarkan pada Standard Operational Procedure (SOP) KFTD, laporan tugas terdahulu, dan literatur sebagai referensi dalam menyimpan dan melakukan pelaporan psikotropika. Pelaporan distribusi psikotropika dilaksanakan melalui situs e-was. Dilakukan pula observasi secara langsung terhadap gudang penyimpanan psikotropika untuk dibandingkan dengan CDOB dan SOP yang berlaku, lalu dilakukan pula praktik pelaporan psikotropika melalui e-was. Psikotropika disimpan di dalam ruangan khusus yang dilengkapi dengan jeruji besi dan CCTV. Ruangan mempunyai 2 kunci yang dipegang oleh APJ dan pegawai lain yang dikuasakan (TTK penanggung jawab logistik). Lemari penyimpanan terbuat dari bahan yang kuat, tidak mudah dipindahkan, mempunyai 2 kunci yang berbeda, dan dilengkapi dengan label.Kegiatan penyimpanan psikotropika yang dilakukan di KFTD Cabang Jakarta 3 telah menerapkan prinsip dan persyaratan CDOB, SOP KFTD, serta peraturan yang berlaku. Kegiatan pelaporan pengawasan pelaporan psikotropika dilakukan setiap 1 bulan sekali pada tanggal 10 bulan berikutnya kepada BPOM melalui situs e-was.

Analysis of storage and implementation of monitoring the distribution report of psychotropics is a crucial issue in efforts to control and supervise psychotropic drugs. Misuse, misappropriation, or breaches in storage and control report can lead to health risks and legal issues. Therefore, this report aims to analyze problems that include aspects of compliance, as well as the effectiveness of the psychotropic monitoring and reporting system at KFTD Jakarta Branch 3. The execution of this report is based on the KFTD Standard Operational Procedure (SOP), previous assignment reports, and literature as references in storing and reporting psychotropics. Distribution monitoring reports of psychotropics are carried out through the e-was website. Direct observations were also made of the psychotropics storage warehouses to be compared with the applicable GDP and SOPs, then the practice of reporting psychotropics through e-was was also carried out. Psychotropics are stored in a special room equipped with iron bars and CCTV. The room has 2 keys which are held by the responsible pharmacist and another authorized employee (pharmaceutical technician in charge of logistics). The storage cabinet is made of strong material, is not easily moved, has 2 different locks, and is equipped with labels. The psychotropics storage activities carried out at KFTD Jakarta Branch 3 have implemented GDP principles and requirements, KFTD SOPs, and applicable regulations. Psychotropic monitoring reports are carried out once a month on the 10th of the following month to BPOM via the e-was website."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Siswanto Sunarto
Jakarta: Radja Grafindo Persada, 2005
363.45 SIS p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Farah Mufidah
"Narkotika dan Psikotropika merupakan senyawa yang memiliki fungsi untuk mengatasi rasa nyeri dalam penggunaan dunia medis. Dengan fungsi tersebut, obat Narkotika dan Psikotropika banyak digunakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan. Namun, penggunaan yang berlebihan dan jangka panjang pengobatan dapat mengakibatkan efek samping ketergantungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan data retrospektif menggunakan metode pengelompokan data dan interpretasi data menggunakan grafik dan diagram pada peresepan obat golongan Narkotika dan Psikotropika RSUI periode maret 2020 – Februari 2021. Berdasarkan hasil analisis peresepan obat Narkotika dan Psikotropika pada periode Maret 2020 – Februrari 2021, dapat disimpulkan bahwa peresepan obat Narkotika dan Psikotropika mengalami penurunan pada bulan Januari hingga Mei 2020, kemudian mengalami kenaikan pada bulan Juni 2020 hingga Januari 2021 dan mengalami penurunan pada bulan Februrari 2021

Narcotics and Psychotropics are compounds that have a function to treat pain in medical use. With this function, Narcotics and Psychotropic drugs are widely used by health care facilities. However, excessive and long-term use of medication can result in side effects of dependence. This research is a descriptive study with retrospective data using data grouping methods and data interpretation using graphs and diagrams on the prescription of Narcotics and Psychotropic drugs at RSUI for the period March 2020 - February 2021. Based on the results of the analysis of Narcotics and Psychotropic drugs prescriptions in the period March 2020 - February 2021, it can be concluded that the prescription of Narcotics and Psychotropic drugs decreased from January to May 2020, then increased from June 2020 to January 2021 and decreased in February 2021."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Alfrina Irene
"Narkotika dan psikotropika merupakan obat atau bahan yang bermanfaat di bidang pengobatan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi dapat disalahgunakan. Kemungkinan adanya penyalahgunaan ini membuat pengadaan narkotika dan psikotropika perlu diawasi. Salah satu upaya dalam pengontrolan distribusi narkotika dan psikotropika adalah dengan melakukan pelaporan berkala secara elektronik melalui Sistem Informasi Pelaporan Penggunaan Sediaan Jadi Narkotika & Psikotropika Nasional atau disingkat SIPNAP. Laporan ini dibuat agar calon apoteker dapat menggunakan aplikasi SIPNAP dan membuat laporan narkotika dan psikotropika dengan tepat dan mengerti peraturan yang mengaturnya. Metode yang digunakan dalam laporan ini adalah dengan studi literatur melalui data narkotika dan psikotropika yang ada pada Apotek Atrika periode Maret dan pada aplikasi SIPNAP, serta peraturan perundang-undangan. Kesimpulan laporan ini adalah bahwa data sediaan narkotika dan psikotropika yang dibutuhkan pada pelaporan SIPNAP adalah nama, bentuk, kekuatan sediaan, jumlah persediaan awal dan akhir bulan, jumlah yang diterima, dan jumlah yang diserahkan. Alur pelaporan narkotika dan psikotropika melalui SIPNAP adalah registrasi unit layanan, login sesuai registrasi, memasukkan data narkotika dan psikotropika yang ada pada apotek, memasukkan laporan narkotika dan psikotropika, dan mengirim laporan. Pelaporan narkotika dan psikotropika harus dilakukan setiap bulan dan paling lambat dilaporkan setiap tanggal 10 bulan berikutnya. Jika terdapat kelalaian dalam pelaporan, sanksi yang dapat diberikan berupa teguran, peringatan, denda administratif, penghentian sementara kegiatan, atau pencabutan izin.

Narcotics and psychotropics are drugs or substances that are useful in the field of medicine and scientific development, but can be misused. This possibility of abuse means that the distribution of narcotics and psychotropic substances needs to be monitored. An effort to control the distribution of narcotics and psychotropic substances is to carry out periodic reporting electronically through Sistem Informasi Pelaporan Penggunaan Sediaan Jadi Narkotika & Psikotropika Nasional or abbreviated as SIPNAP. This report was created so that prospective pharmacists can use SIPNAP application and make reports on narcotics and psychotropic substances correctly and understand the regulations that govern them. The method used in this report is a literature study through data on narcotics and psychotropic substances available at Atrika Pharmacy for the March period and on the SIPNAP application, as well as statutory regulations. The conclusion of this report is that the data on narcotic and psychotropic preparations required for SIPNAP is Universitas Indonesia the name, form, strength of the preparation, quantity at the beginning and end of the month, quantity received, and quantity delivered. The flow for reporting narcotics and psychotropic substances through SIPNAP is registering with the service unit, logging in according to registration, entering data on narcotics and psychotropic substances at the pharmacy, entering narcotics and psychotropic reports, and sending the report. Reporting on narcotics and psychotropic substances must be done every month and must be reported no later than the 10th of the following month. If there is negligence in reporting, sanctions that can be given are in the form of reprimands, warnings, administrative fines, temporary suspension of activities, or revocation of permits."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dheasandra Nur Azzahra
"Salah satu PBF resmi di Indonesia yang menyalurkan psikotropika dan prekursor farmasi adalah PT Anugerah Pharmindo Lestari. Dalam rangka mengantisipasi terjadinya penyimpangan dan/atau kehilangan psikotropika dan prekursor farmasi, penyaluran jenis obat tersebut wajib mengikuti ketentuan yang tertera dalam Pedoman Teknis CDOB tahun 2020 sehingga dilakukan pembuatan tugas khusus ini untuk mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan penyaluran obat psikotropika dan prekursor farmasi di PT APL JDC. Sebanyak 20 aspek berdasarkan CDOB tahun 2020 yang mencakup penerimaan pesanan, pengemasan, dan pengiriman ditelaah kemudian dilakukan evaluasi melalui observasi serta wawancara di lapangan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, 20 aspek atau sebesar 100% aspek penyaluran psikotropika dan prekursor farmasi telah sesuai (kategori sangat baik) dengan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 6 Tahun 2020 tentang pedoman teknis cara distribusi obat yang baik sehingga diharapkan bahwa PT APL JDC dapat mempertahankannya dengan melakukan kegiatan inspeksi diri secara berkala agar kegiatan penyaluran tetap sesuai dengan standar yang berlaku.

One of the official Pharmaceutical Wholesalers (PBF) in Indonesia that distributes psychotropic drugs and pharmaceutical precursors is PT Anugerah Pharmindo Lestari. In order to anticipate deviations and/or losses of psychotropic drugs and pharmaceutical precursors, the distribution of such types of drugs is required to adhere to the provisions stated in the 2020 Technical Guidance for Good Distribution Practices (CDOB). Hence, this specialized task was undertaken to evaluate the compliance of the distribution of psychotropic drugs and pharmaceutical precursors at PT APL JDC. A total of 20 aspects based on the 2020 CDOB, which encompass order receipt, packaging, and delivery, were examined and evaluated through field observations and interviews. Based on the observation and interviews, all 20 aspects, equivalent to 100%, of the psychotropic drug and pharmaceutical precursor distribution were deemed compliant (classified as excellent) with the Food and Drug Monitoring Agency Regulation Number 6 of 2020 concerning the technical guidelines for proper drug distribution. It is expected that PT APL JDC will maintain this standard by conducting regular self-inspections to ensure that distribution activities continue to align with the applicable standards."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Dian Theresa
"PT. Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) merupakan Pedagang Besar Farmasi (PBF) berbadan hukum yang bergerak dalam bidang layanan distribusi dan perdagangan produk kesehatan dalam jumlah besar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam penerapannya, seluruh PBF atau PBF Cabang, dan Instalasi Sediaan Farmasi wajib menerapkan prinsip-prinsip CDOB untuk seluruh aspek kegiatannya. Pada KFTD Cabang Jakarta 3 pun sudah melaksanakan prinsipprinsip ini. Selain itu, pada Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 2 tahun 2022 dijelaskan bahwa PBF dan PBF Cabang wajib menyampaikan laporan kegiatan kepada Kepala Badan POM dalam rangka pengawasan terhadap penerapan CDOB dalam menjamin keamanan, khasiat, dan mutu obat selama beredar. Salah satunya adalah pelaporan terkait penyaluran psikotropika bulanan kepada BPOM melalui e-was. Oleh karena itu, dalam laporan ini dilaksanakan pengkajian perbandingan kegiatan penyimpanan psikotropika yang baik dan benar antara praktik lapangan terhadap persyaratan yang berlaku, termasuk CDOB dan SOP KFTD, serta pelaporan pengawasan penyaluran psikotropika bulanan kepada BPOM secara e-was. Pembuatan laporan tugas khusus dilaksanakan melalui pengkajian terhadap beberapa Standar Operasional Prosedur (SOP) KFTD dan studi literatur terkait penyimpanan Psikotropika, beberapa petunjuk pedoman keluaran BPOM terkait pelaporan obat secara e-was, hingga akhirnya kegiatan penyusunan laporan khusus dilakukan menggunakan software Microsoft Word. Berdasarkan pengkajian yang telah dilaksanakan, kegiatan penyimpanan psikotropika yang diterapkan di KFTD Cabang Jakarta 3 telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip dan persyaratan CDOB, serta pelaporan pengawasan penyaluran psikotropika di KFTD Cabang Jakarta 3 dilaksanakan satu bulan sekali setiap tanggal 10 bulan berikutnya kepada BPOM melalui situs e-was
PT. Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD) is a legal entity Pharmaceutical Wholesaler engaged in distribution services and trading of health products in large quantities by statutory provisions. In practice, all Pharmaceutical Wholesaler is required to apply Good Distribution Practices (GDP) principles to all aspects of their activities. KFTD Jakarta Branch 3 has also implemented these principles. In addition, the Regulation of the Indonesian FDA Number 2 of 2022 explains that Pharmaceutical wholesalers are required to submit activity reports to the Head of the Indonesian FDA to supervise the implementation of GDP in ensuring the safety, efficacy, and quality of drugs while in circulation. One of them is reporting related to the distribution of monthly psychotropics to the Indonesian FDA through e-was. Therefore, in this report a comparative study of good and correct psychotropics storage activities is carried out between field practice against the applicable requirements, as well as reporting on supervision of monthly distribution of psychotropics with e-was basis. The preparation of the special assignment report was carried out by reviewing several KFTD Standard Operating Procedures (SOP) and literature studies related to the storage of psychotropics, several BPOM output guidelines regarding drug reporting on e-was, until finally the special report preparation activity was carried out using Microsoft Word software. Based on the studies, the psychotropic storage activities also the supervision over the distribution have been implemented at the Jakarta 3 KFTD Branch by the principles and requirements."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas ndonesia, 2023
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5   >>