Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 12 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: Balai Penerbit, 1989
070.51 PER
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yeremia Angga Sugiyanto
"Digitalisasi yang terus berkembang pesat tmengubah pola khalayak dalam menggunakan keaktifannya untuk memperoleh manfaat dari konsumsi media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika transformasi konsumsi media dari editor-mediated ke non-editor mediated dan kembali ke editor mediated. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratification untuk melihat peran aktif khalayak untuk memperoleh manfaat dari media dalam memenuhi kebutuhannya. Adapun pendekatan dan metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode narrative psychology. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa preferensi konsumsi media oleh khalayak dapat ditentukan oleh faktor trust, yang diperoleh melalui kredibilitas yang dibangun melalui ketaatan pada etika jurnalistik yang menjamin akurasi dan proses verifikasi informasi, seperti yang dilakukan oleh Editor Mediated.

Digitalization has changed audience patterns in using their activeness to gain benefit from media consumption. This study aims to determine the dynamics of media consumption transformation from editor-mediated to non-editor-mediated and back to editor-mediated. This study uses the Uses and Gratification theory to see the audience's active role in obtaining the benefits of the media in meeting their needs. The approach and research method using a qualitative approach with the narrative psychology method. This study indicates that the media consumption preferences can be determined by the trust factor, which is obtained through the credibility built through adherence to journalistic ethics that ensures the accuracy and verification process of information, as practiced by Mediated Editors."
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Macnamara, Jim
Sydney: Prentice-Hall, 1996
659.2 MAC h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Komalawati
"Sura kabar merupakan media komunikasi tertua di
dunia ini. Sejak kelahirann a i a telah mampu menjalankan
fung!::.j.nya te~- u t ama sebaga." pemberi infor masi. Namun
perkemb a ngan teknologi me lahirkan media lain di C~n t ar--a ny a
t .elevisi , j en .is media ~ w tl i o v i sua 1 yang mendorong
ter- j adinya kom petisi a n tar media . Surat kabar berusaha
eksistensinya a ar d apat tetap hidu p dan
memperoleh perhatian khalayak. Untuk itu pihak p engelola
dengan membe r i ped-.a t.ian l ebi t! pada penr.l.mpilan
desaln surat kabar.
Dalam merancan§ d e saio s e orang editor
tida k hanya memenu h i kri teria menarik saj a, t etapi j uga
harus memenuhi fungs.ional des.a i n =.epert.i.
mfo?nqkategC~risasi berita~ merefleksikan sifat-si fat dan
kepri badi an surat kabar serta memudahkan dan me mpercepat pembaca menyerap informasi.
Penelitian e ksplor-atif ini bertujuan mengetahui
~d e dan pertimbang an apa saja yang mendasar-i pemilihan
dapat memenuhi kriter-ia fungsional dan
estetika tersebut. Mel a lui 1>.~awanc ara mendalam dengan
editor lima sur-at kabar di Jakarta, penelitian ini
ingin mengetahui pemahaman teoritis seorang editor da l .am
arti ia lebih menda ~ ari p i lihan-pilihan elemen desainnya
dengan teor i atau lebih banyak mengand alkan in tuisi
.improvisasi.
Sec;:a ra umum, pemahc"?!man t ec
memada." • Mereka mc-.s:"lh mencari·-cari kons.e p desain SU i~ at
mere -~ a. I< e ± rrg in ~in un t Li k l eoih me maham.:'~ dan
mendal ami te0ri-teor-i desa i n kur ang d idukung oleh si tuasi
da l am prakteknya dengan be r-bekal . teor-i ya 19
mereka bukan hanya haru s menggabungkan teor i tersebut
dengan pr±n -s.i p e"'S teti ka, namun j uga harus:. mengikuti
kemauan red-ksi d an :ebijaksanaan perusahaan"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1993
S4038
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nenay Ika Putri
"PT. X merupakan salah satu perusahaan yang bergcrak di bidang penerbitan majalah, yang mengangkat fenomena seputar "tren tempat tinggal". Saat ini PT X sedang mengalami permasalahan terkait dengan kinenja pemimpin redaksi. Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada pihak manajemen PT. X disebutkan bahwa kompetensi pemimpin redaksi selama ini jauh dari apa yang diharapkan. Pemimpin umum PT. X beranggapan bahwa pemred tidak menunjukkan kinerja yang maksimal sebagai pemimpin redaksi. Keluhan yang disampaikan adalah kinerja pemred sclama ini dinilai kurang produktif, hal ini disebabkan karena pemimpin redaksi tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugasnya. Proscs pengangkatan pemimpin redaksi selarna ini didasarkan pada keputusan beberapa orang level pemimpin di PT. X. Parameter untuk menilai kemampuan seorang karyawan yang digunakan di perusahaan dilakukan melalui observasi selama ia bekerja dan penilaian langsung olch pemimpin perusahaan.
Proses penempatan yang tidak melalui suatu proses, diduga menjadi salah satu penyebab kurang efektilhya kinerja pemimpin nedaksi. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dlperlukan suatu model kompetensi pada jabatan pemimpin redaksi untuk dapat digunakan oleh PT. X dalam memilih dan rnenempatkan seorang staf redaksi untuk memegang jabatan pemred yang akan bcrakhirjabatannya dalam waktu dekat. Oleh karena itu penulis mengusulkan unmk menyusun suatu model kompetensi spesiflk untuk jabatan Pemimpin Redaksi, termasuk di dalamnya penentuan level dan indikator perilaku untuk setiap kompetensi. Penulis mengajukan 6 kompetensi spesiflk untuk Pemimpin Redaksi PT. X. Kompetensi spesiflk tersebut adalah Managing Others, Planning & Organizing Entrepreneurial Skill, Networking, Crealivity, dan Concern for Excellent.

PT. X is one of the publishing companies who focus on exploiting current housing trend phenomena. lt is in now in trouble conceming editor in chiefs performance. Management mentioned in the interview that editor in chiefs competency is far from the expected. The director assumes that he hasn’t show the optimum performance so far. This happens because the person in charge doesn’t have enough ability to meet his requirement. Moreover, this lack of competency leads to disrespect from his inferiors which also cause the motivational decreasing. The worst scenario would be that the company would be hard to survive from competitor’s attack.
The process in appointing the person in charge is based on managerial decisions, but not always in some organizing standardization process, like competency assessment. For all this time, company uses observation and judgment from direct supervisor as the parameter to assess someone’s capability. The lack of standardization in this company’s mapping system is accused as the reason for chief in editorial`s inefficiency. To deal with that, the company needs a competency model for this position to choose and put the right person as the editorial chief For that, author suggests to design a specific competency model for the position of editor in chief; including all behavioral level and indicator for each of them. Based on the interviews with all the job holders, author proposes 6 specific competencies for chief editor. Those competencies are Managing Others, Planning & Organizing, Entrepreneurial Skill, Networking, Creativity, dan Concem for Excellent.
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2008
T34057
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Himawanto
"Proses publikasi sejak naskah diterima hingga disetujui dalamjurnal geologi kelautan nasional menuntut efisiensi waktu untuk mempercepat transfer sains serta memperkenalkan indikator bibliometrik baru di Indonesia. Kajian ini bertujuan untuk mengukur kecepatan editor pada Jurnal Geologi Kelautan (JGK) dan Bulletin of The Marine Geology (BMG) tahun 2009-2017. Metode penelitian menggunakan 219 artikel dari pangkalan daring JGK dan BMG, direkam data histori publikasi termasuk judul, penulis, institusi, sitiran, dan halaman.Metode straight counting diberlakukan terhadap penulis dan afiliasinya. Guna mengidentifikasi jenis kelamin penulis diterapkan analisis gender. Histori publikasi dianalisis menggunakan norma kecepatan editor, sedangkan uji korelasi Pearson dengan signifikansi p < 0.05 menggunakan IBM SPSS. Rata-rata durasi editor kedua jurnal mencapai 199.17 hari dan dalam konteks ini BMG lebih efisien. Secara statistik, sitiran dan kecepatan editor berkorelasi signifikan (r = -0.147, p = 0.030). Durasi editor yang efisien dikontribusikan kepengarangan kolaborasi dan penulis perempuan. Menurut institusi utama,kecepatan editor paling efisien mencapai 129 hari. Selain bermanfaat untuk mutu jurnal dan akselerasi publikasi, efisiensi durasi editor meningkatkan kepercayaan penulis terhadap JGK dan BMG. Untuk menyempurnakan temuan ini, jurnal nasional dalam bidang sejenis berpeluang dianalisis pada kajian selanjutnya"
Jakarta: Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi, 2019
020 VIS 21:1 (2019)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Zulhasril Nasir
"Kajian tentang kebebasan pers adalah studi yang tak hentihentinya. Bukan saja disebabkan pemahaman kebebasan pers itu berbeda-beda di tiap-tiap masyarakat, tetapi makna kebebasan pers itu selalu berubah sesuai dengan perkembangan suatu masyarakat. Sementara itu, konsep tentang kebebasan pers lebih statis karena mengikuti struktur sosial dan sistem politik yang sudah ada (structural-functionalism) yang sifatnya impersonal dan terlembaga. Proses interaksi (interactionism) antara perkembangan masyarakat dengan konsep kebebasan pers yang statis itu yang kemudian menghasilkan bentuk "peran pers" dalam kurun waktu tertentu. Jadi, peran pers dapat dikatakan sebagai hasil interaksi yang bersifat impersonal dan sekaligus personal. Disebut personal karena terdapat sifat subyektif di dalamnya, yaitu dari kalangan yang terlibat dalam proses interaksi itu: wartawan (pers), pejabat (pemerintah) dan anggota (masyarakat).
Dengan kata lain, ketiga unsur tadi, pers, pemerintah dan masyarakat selalu mempunyai persepsi masing-masing tentang makna kebebasan pers. Bagaimana mereka memandang, menerjemahkan atau mengartikan peran pars itulah yang dalam konteks ini disebut sebagai "realitas subyektif."
Dalam penelitian kali ini, bukanlah kajian sekali, gus tentang persepsi ketiga kalangan itu, tetapi hanya dari sudut pandang kalangan pers saja. Alasannya adalah, pertama, pers adalah pelaku utama dalam menciptakan kebebasan pers, kedua, pers semakin dibebani peran dan tanggungjawabnya diantara inelemahnya fungsi lembaga penyampai aspirasi masyarakat yang ada, seperti DPR. Ketiga, dalam kondisi dan situasi seperti di atas, pers kadangkala berada pada posisi terpojok yang sebagian disebabkan karena ketidaktahuan kalangan non-pers terhadap realitas yang dihadapi pers, dan sebagian lagi terdapatnya pergeseran persepsi kalangan pers sendiri dalam membawakan peran mereka.
Dengan menggunakan metode wawancara dan pendekatan kualitatif, penulis berusaha mendapatkan persepsi kalangan wartawan terhadap kebebasan pers dewasa ini dengan bertitik tolak pada kasus pembredelan tiga media tahun 1994: Tempo, Detik dan Editor. Mereka yang diwawancarai adalah wartawan senior termasuk wartawan dari ketiga yang dibredel itu.
Dari data yang diperoleh menunjukkan terdapatnya perbedaan persepsi kalangan pers terhadap kebebasan pers, terutama dalam mengaktualisasikan peran mereka dalam masyarakat. Yang menarik adalah, mereka tetap menganggap masih ada kebebasan pers di Indonesia meskipun dengan cara menciptakan "jalan tikus" agar terbebas dari rambu-rambu pembredelan. Mereka pun meyakini, kalau pemerintahan berganti kehidupan pers akan lebih baik dari pada sekarang.
Selain itu, ditemukan pula bahwa kalangan pers sudah cukup siap dan mempunyai kiat sendiri dalam menghadapi tekanan baik dari kalangan pemilik modal(owner) atau dari pemodal besar dalam menjaiankan perannya. Caranya, antara lain, membuat rubrik khusus untuk publikasi bisnis, memperkuat profesionalisme dan solidaritas internal.
Dari penelitian ini pun dapat disimpulkan bahwa pers jauh lebih siap dibandingkan pemerintah (termasuk birokrasi) dalam mengantisipasi perkembangan yang terjadi dalam masyarakat. Tidak transparannya alasan-alasan pembredelan terhadap tiga media di pertengahan 1994 itu salah satu bukti pula bahwa pemerintah telah menempakan dirinya sebagai penguasa yang sesungguhnya."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 1996
T4914
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Reza Agung Priambodo
"Naskah yang menjadi objek penelitian ini adalah Menak Pandhawa. Naskah Menak Pandhawa merupakan produk dari pesisiran dan bercirikan sebagai naskah menak. Penelitian filologi digunakan untuk menerbitkan edisi teks Menak Pandhawa dengan menggunakan metode naskah tunggal. Alih aksara yang digunakan yaitu edisi standar. Ikhtisar pada setiap pupuh juga ditampilkan untuk memudahkan memahami isi cerita. Hal yang menarik dari teks Menak Pandhawa adalah isi dari cerita ini menggabungkan dua epos yang berbeda yaitu menak dan Mahabharata.
Dalam cerita, terjadi usaha pengislaman yang dilakukan oleh kerajaan Kuparman terhadap Astina dan Amarta. Setelah berhasil menaklukkan Astina, Kuparman tidak berhasil dalam menaklukkan Amarta. Namun pada akhir cerita terjadi pernikahan antara putri kerajaan Kuparman dan putra dari Arjuna yang mengakibatkan kedua kerajaan berdamai. Analisis struktural digunakan untuk mencari tema besar yang terkandung dalam teks Menak Pandhawa.

Manuscript which is the object of this study is Menak Pandhawa. Menak Pandhawa manuscript is a product of the coastal and characterized as a marvelous script. Philology research used to publish editions Menak Pandhawa text by using a single script. Transliteration used is the standard edition. Overview on each stanza also shown to facilitate understand the story. The interesting thing is Menak Pandhawa text contents of this story combines two different epics Mahabharata and the Menak.
In the story, going on the Islamization efforts undertaken by the kingdom of Kuparman to Astina and Amarta. After successfully conquering Astina, Kuparman not succeed in conquering Amarta. But at the end of the story happens Kuparman royal wedding between the daughter and the son of Arjuna which resulted in the two kingdoms at peace. Structural analysis is used to find the major themes contained in the text Menak Pandhawa.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S45975
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Evie Kemala Dewi
"Pekerja di sektor perkantoran, khususnya industri penerbitan, seperti editor buku, setter, desainer grafis, dan staf administrasi rentan mengalami gangguan muskuloskeletal (MSD) akibat posisi kerja statis, penggunaan komputer yang intensif, dan desain workstation yang kurang ergonomis. Namun, penelitian mengenai ergonomi di industri penerbitan di Indonesia masih terbatas dan perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko ergonomi yang memengaruhi keluhan gangguan muskuloskeletal pada editor buku, setter, desainer grafis, dan staf administrasi di Penerbit X tahun 2025 serta memberikan rekomendasi kegiatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode proportional random sampling. Jumlah sampel yang didapatkan yaitu 86 orang. Untuk mengukur keluhan gangguan muskuloskeletal menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), dan untuk mengukur postur kerja menggunakan Rapid Rapid Office Strain Assesment (ROSA). Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan nilai p <0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat 54,7% responden mengalami keluhan gangguan muskuloskeletal. Keluhan terbanyak yang dirasakan responden yaitu daerah leher (85%), bahu (69%), punggung bawah (67%), punggung atas (60%), dan pergelangan tangan (52%). Sebagian besar skor ROSA responden <5, tetapi masih ada responden yang mendapatkan skor ≥5 (26,7%). Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia responden (>28 tahun) dan keluhan gangguan muskuloskeletal, dengan nilai p = 0,041. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dan keluhan gangguan muskuloskeletal (p = 0,016). Masa kerja responden (>5 tahun) juga berhubungan dengan keluhan gangguan muskuloskeletal (p = 0,004). Selanjutnya, ditemukan pula hubungan antara kepuasan kerja responden dan keluhan gangguan muskuloskeletal, dengan nilai p = 0,034. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keluhan gangguan muskuloskeletal pada pekerja di Penerbit X berhubungan dengan usia, postur kerja, masa kerja, dan kepuasan kerja.

Office workers, particularly those in the publishing industry such as book editors, setters, designers, and administrative staff, are prone to experiencing musculoskeletal disorders (MSDs) due to static working postures, intensive computer use, and poorly designed workstations. However, research on ergonomics in the publishing industry in Indonesia remains limited and requires further investigation. This study aims to analyze ergonomic risk factors that influence musculoskeletal complaints among book editors, setters, designers, and administrative staff at Publisher X in 2025, and to provide recommended interventions. This research employs a quantitative approach with a cross-sectional study design. Samples were selected using proportional random sampling, resulting in a total of 86 respondents. Musculoskeletal complaints were measured using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire, while working postures were assessed using the Rapid Office Strain Assessment (ROSA) method. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of p < 0.05. The results showed that 54.7% of respondents reported musculoskeletal complaints. The most frequently reported areas of discomfort were the neck (85%), shoulders (69%), lower back (67%), upper back (60%), and wrists (52%). Although most respondents had ROSA scores of less than 5, there were still some respondents with scores ≥5 (26.7%). This study found a significant association between respondents' age (>28 years) and musculoskeletal complaints, with a p-value of 0.041. Additionally, there was a significant relationship between working posture and musculoskeletal complaints (p = 0.016). The respondents’ length of service (>5 years) was also significantly associated with musculoskeletal complaints (p = 0.004). Furthermore, job satisfaction was found to be significantly related to musculoskeletal complaints (p = 0.034). Based on these findings, it can be concluded that musculoskeletal complaints among workers at Publisher X are associated with age, working posture, length of service, and job satisfaction."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Doan Andreas Nathanael
"Aplikasi real-time collaborative editor mengizinkan beberapa pengguna bekerja pada suatu dokumen dalam waktu yang sama meski dalam lokasi yang berjauhan. Real-time collaborative editor yang populer seperti Google Docs dan Figma memanfaatkan arsitektur client-server dalam mengimplementasikan fitur tersebut. Arsitektur client-server dalam membuat real-time collaborative editor memiliki beberapa kelemahan, diantaranya hilangnya kepemilikan data pengguna serta latensi sinkronisasi perubahan yang lebih tinggi daripada seharusnya. Tldraw adalah aplikasi real-time collaborative editor berupa whiteboard bersifat open-source. Tldraw masih memanfaatkan arsitektur client-server dalam implementasi real-time collaboration. Local-first software adalah proposal jenis aplikasi yang menyelesaikan kelemahan-kelemahan tersebut. Berdasarkan proposal tersebut, diusulkan implementasi Tldraw P2P yang merupakan pengembangan dari aplikasi Tldraw yang memenuhi aspek Local-first software. Tldraw P2P memanfaatkan teknologi peer-to-peer networkingWebRTC dan implementasi CRDT Yjs untuk memenuhi aspek local-first software. Dalam penelitian ini, Tldraw P2P diuji dalam aspek local-first software serta latensi sinkronisasi. Dari hasil pengujian, berhasil ditunjukkan bahwa Tldraw P2P berhasil memenuhi aspek local-first software yang tidak dipenuhi Tldraw, serta memiliki latensi sinkronisasi yang lebih rendah dibandingkan Tldraw.

A real-time collaborative editor allows multiple users to work on the same document simultaneously, even from distant geographic locations. Popular real-time collaborative editors such as Google Docs and Figma use client-server architecture in implementing these features. However, client-server architecture has a few weaknesses, such as lost user data ownership and unnecessarily higher update synchronization latency. Tldraw is an open-source real-time collaborative editor in the form of a whiteboard. Tldraw is still using a client-server architecture in its implementation. Local-first software is a proposal for a type of application that aims to solve these weaknesses. Based on the Local-first software proposal, Tldraw P2P is proposed as an implementation of Tldraw which fulfills local-first software aspects. Tldraw P2P utilizes WebRTC, a peer-to-peer networking technology, and Yjs, a CRDT implementation, to fulfill local-first software aspects. In this research, Tldraw P2P is evaluated on local-first software aspects and sync latency. The evaluation results demonstrated that Tldraw P2P had fulfilled local-first software aspects that Tldraw does not while also having lower sync latency than Tldraw"
Depok: Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>