Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Agnes Widanti
Jakarta: Kompas, 2005
331.133 598 AGN h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Febrian Nurul Febrian
"ABSTRACT
Buruh perempuan merupakan kelompok yang rentan untuk gagal memberikan ASI eksklusif. Biasanya buruh perempuan akan menghabiskan separuh harinya untuk bekerja di pabrik. Penelitian ini dilakukan pada buruh perempuan yang memiliki anak usia 6-23 bulan, menggunakan teknik cluster sampling dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemberian ASI Eksklusif pada buruh perempuan di Kabupaten Subang serta faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian diperoleh gambaran 3,6% buruh perempuan melakukan praktek pemberian ASI eksklusif dan 96,4% buruh perempuan tidak melakukan praktek pemberian ASI Eksklusif. Terlihat gambaran faktor bahwa sebagian besar buruh perempuan jarang terpapar informasi (69,7%) dan kurang mendapat dukungan di tempat bekerja (71,4%). Hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi bagi petugas kesehatan agar memiliki pengetahuan yang baik sebagai penyedia informasi utama, juga bagi pemerintah untuk selalu memastikan bahwa di tempat bekerja tidak ada diskriminasi terhadap perempuan yang ingin memerah ASI dan bagi perusahaan agar menyediakan fasilitas dan kebijakan.

ABSTRACT
Female labor forces nowadays are considered to be potentially unsuccessful in conducting exclusive breastfeeding practice to their babies. That case might happened since female workers tend to spend almost all day long to work in the factory. This study was conducted to female workers who have baby around 6-23 months on age. The purpose of this study was to know the potrait of female labor conducting exclusive breastfeeding practice and factor affecting exclusive breastfeeding practice. The study implemented simple quantitative descriptive design by taking cluster sampling method. The result showed that only 3,6% female workers in Subang who successfully breastfeed their baby exclusively. That means there are 96,4% female workers who didn't implement exclusive breastfeeding to their babies. Several factors revealed that almost all female labor are rarely to expose the information about exclusive breastfeeding (69,7%) and obtain to lack of support at workplace (71,4%). It is recomended that health care professional must provide good information, goverment must guarantee that workplace is free of discrimination against mother who prefer to pumping breastmilk and company must allow the facility and regulation."
2016
S63973
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ayu Wulandari
"Kajian ini membahas pandangan dan peran Setiati Surasto terhadap perbaikan nasib buruh perempuan pada tahun 1940an sampai 1960an. Kajian ini bermula dari diskriminasi yang dilakukan oleh perusahaan atau majikan terhadap buruh perempuan karena mereka selalu dianggap sebagai tenaga kerja murah dari masa ke masa. Buruh perempuan dianggap sebagai tenaga kerja yang tidak terampil sehingga dinilai layak untuk dieksploitasi tenaganya. Hal ini mengakibatkan diskriminasi dalam berbagai bentuk mulai dari diskriminasi dalam pemberian upah sampai pelanggaran terhadap hak-hak mereka. Kajian ini dikerjakan dengan metode penelitian sejarah dengan menggunakan sumber primer berupa surat kabar dan majalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketimpangan kondisi yang dihadapi buruh perempuan melahirkan agensi dan aktivisme perempuan. Termasuk diantaranya adalah Setiati Surasto yang menyuarakan pandangannya mengenai kesetaraan dan kesejahteraan bagi buruh perempuan melalui tulisan hingga aksi secara langsung di lapangan. Kajian ini juga mengisi kekosongan dalam historiografi Indonesia, terutama dengan menghadirkan biografi aktivis buruh perempuan pada periode awal kemerdekaan Indonesia.

This research discusses the views and roles of Setiati Surasto in improving the fate of women labour between the 1940s and 1960s. This study stems from companies’ or employers’ discrimination that always considers female labour as cheap labour from time to time. Women labour were seen as unskilled workers, feasibly exploited and not appreciated. Consequently, women labour experiences discrimination in various forms, ranging from wages to violations of their rights. This study used historical research methods in which newspapers and magazines were primary sources. The findings indicate that the inequality that they experience generates women’s agency and activism. Setiati Surasto was one of the activists who voiced her views on equality and welfare for women labour through writing and direct action. This research has filled the gaps in Indonesian historiography, especially by presenting the biography of a women’s labour activist during the early period of Indonesian independence."
Kalimantan Barat : Balai Pelestarian Nilai Budaya , 2023
900 HAN 7:1 (2023)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sesmita Regar
"Terkadang terjadi benturan antara tuntutan peran di pekeijaan dan keluarga pada wanita menikah dan bekerja di luar rumah. Tuntutan tersebut memicu konflik dikenal dengan konflik keija-keluarga. Dampak muncul pada kedua peran tersebut khususnya pekeijaan diantaranya menurunkan workplace wellbeing. Pada penelitian ini, peneliti akan meneliti hubungan konflik kerja-keluarga dan workplace wellbeing pada buruh pabrik perempuan. Peneliti menyebarkan 75 kuesioner pada buruh pabrik perempuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara konflik keija-keluarga dengan workplace wellbeing pada buruh pabrik perempuan.

Sometimes, there are incompatible demands in work and family roles when married women work outside the home. This incompatible demands make conflict is well-known as workfamily conflict. Impact of this role conflict was occurred in work domain and expected reduce workplace wellbeing. In this research, researcher will examine relationship workfamily conflict and workplace wellbeing among women labor. Researcher spreaded 75 questionnaires among women labor. This research found significant relationship among work-family conflict and workplace wellbeing in women labor."
Depok: Universitas Indonesia, 2010
S3641
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rostineu
"Studi ini menganalisis peran organisasi perempuan Kristen yang dikenal sebagai Korea- YWCA (Young Women Christian Association), dalam demokratisasi bagi kaum buruh perempuan di kawasan industri kota Seoul, Republik Korea, tahun 1961 hingga 1987. Korea-YWCA adalah organisasi perempuan Kristen pertama yang dibentuk di Korea tahun 1922 pada masa kolonial Jepang (1910-1945). Melalui peristiwa demo buruh perempuan yang terjadi di kota Seoul tahun 1975, penelitian ini menganalisis peran organisasi Korea-YWCA dalam menghidupkan kembali semangat demokrasi dan sumbangsihnya dalam meruntuhkan kediktatoran pemerintah. Dengan menerapkan pendekatan strukturis dari Lloyd dan sumber arsip dari Republik Korea, penelitian ini menekankan dinamika peran Korea-YWCA dalam penegakan demokrasi yang terjadi sepanjang rentan waktu yang ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa secara konseptual, gagasan penegakan demokrasi oleh Korea-YWCA di periode 1961 hingga 1979 berakar dari reformasi politik nasional Korea di akhir abad ke-19 yang berhasil mencetak perempuan modern Korea, yang disebut sinyeoseong.Gerakan kemerdekaan rakyat Korea yang disebut Samil Undong, yang meletus di masa kolonisasi Jepang (1910-1945), menjadi titik tolak Korea-YWCA sebagai organisasi berbasis ajaran Kristen yang bersifat politis sehingga peran Korea-YWCA dalam demokratisasi pun sudah terlihat sejak dibentuk di tahun 1922. Peran Korea- YWCA dalam demokratisasi di tahun 1961 hingga 1987 berhasil mempresentasikan peran agency bernama Park Esterd dalam bentuk perluasan sektor kerja bagi kaum buruh perempuan Korea. Adapun peran Korea YWCA dalam demokratisasi pada periode ini bersumber dari gagasan Park Esterd yang diakui telah menghadirkanminjujueui room (ruang demokrasi) yang sangat menekankan kebebasan. Gagasan demokratis dari Park Esterd menjadi fondasi dalam transformasi pada kaum perempuan Korea yang dapat dijelaskan alasannya sebagai berikut. Bahwa, ajaran agama Kristen bagi masyarakat Korea tidak hanya dipandang sebagai agama baru, tetapi juga sebagai ideologi yang dipupuk dalam wadah organisasi sehingga melahirkan perempuan modern. Selain itu, terkait dengan demokratisasi, di bawah kepemimpinan Park Esterd, peran Korea-YWCA dapat sekaligus mengungkap semangat Puritanisme Amerika yang membentuk karakter kaum Kristen Korea yang menekankan nilai-nilai toleransi, tekun, dan rajin sehingga mengantarkan Republik Korea menjadi negara yang maju.

This study analyzes the role of the Christian women's organization known as Korea- YWCA (Young Women Christian Association) in the democratization for women workers in the industrial area of Seoul, Republic of Korea from 1961 to 1987. Korea- YWCA is the first Christian women's organization to be formed in Korea since 1922 during the Japanese colonial period (1910-1945). Through the events of the women's labor demonstrations that took place Seoul in 1975, this study analyzes the role of the Korea-YWCA organization in reviving the spirit of the democratization and its contribution to overthrowing the government dictatorship. Applying a structurist approach from Lloyd's and archival sources from the Republic of Korea, this study emphasizes the dynamics of the Korea-YWCA influence in social change that occurs over a defined period of time. The results showed that conceptually the idea of upholding democracy by the Korea-YWCA in the period 1961 to 1979 was rooted in the Korean national political reforms in the late 19th century which succeeded in producing modern Korean women called sinyeoseong. The Korean people's independence movement called Samil Undong which occured during the Japanese colonization (1910- 1945) became the starting point for Korea-YWCA as a political organization based on Christian teachings so that the roke of Korea-YWCA in democratization has been seen since its formation in 1922. The role of Korea-YWCA in democratization from 1961 to 1987 succeeded in presenting the role of an agency named Park Esterd in the form of expanding the employment sector for Koren women workers. The Korea YWCA’s role in democratization in the period stemmed from the idea of Park Esterd who has acknowledged to have presented the minjujuei room (democracy room) which strongly emphasized freedom. Park Estherd’s democratic ideas became the foundation for the transformation of Korean women, which can be explained as follows. Whereas, the teachings of Christianity for the Korean people are not seen as a new religion, but also as an ideology that is fostered in organization so as to give birth to modern women. In addition, with regard to democratization, under the leadership of Park Esterd, the role of Korea-YWCA can simultaneously reveal the spirit of American Puritanism that shapes the character of Korea Christians who emphasize the values of tolerance, perseverance, and diligence so as to lead the Republic of Korea to become a developed country."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
D-pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indrasari Tjandraningsih
"Kedudukan dan peran non-sentral dan non-strategis pekerja perempuan di organisasi serikat pekerja untuk sektor yang dominan perempuan sekalipun, merupakan fenomena lama yang hampir tak berubah meskipun jumlah pekerja perempuan yang menjadi anggota serikat pekerja semakin bertambah. Berbagai program telah dilakukan untuk meningkatkan peran strategis perempuan dalam organisasi serikat pekerja tetapi praktis belum menunjukkan luaran yang berarti. Melalui wawancara dengan pelaksana program kesetaraan gender untuk serikat pekerja, aktivis ketua maupun anggota perempuan dan laki-laki, studi literatur; tulisan ini menawarkan ide perlunya pendekatan yang bersifat non-eksklusif dan secara aktif dan proporsional melibatkan laki-laki dalam program-program peningkatan kesadaran dan kesetaraan gender untuk serikat pekerja. Ide ini didasarkan pada fakta bahwa di serikat pekerja program tersebut selalu diserahkan kepada atau hanya melibatkan perempuan. Strategi dalam program penyadaran dan peningkatan kesetaraan gender yang hanya melibatkan perempuan menyebabkan efektivitas program rendah karena separuh penyebab persoalan tidak dilibatkan."
Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan, 2021
305 JP 26:1 (2021)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Vivajustia
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T36570
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Purba, Marim
"ABSTRAK
Tesis ini membahas tentang faktor penghambat dan pendukung keseteraan
pemenuhan hak buruh perempuan di NV. STTC Pematangsiantar. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa faktor penghambat pemenuhan hak buruh
perempuan adalah pemahaman hak dan kewajiban, kontrol perusahaan, dan
lemahnya peran serikat buruh serta pemerintah. Faktor yang dapat mendukungnya
yaitu peran strategis dari serikat buruh dan peran pemerintah

ABSTRACT
This thesis discusses the facilitating and impeding factors for fulfillment of female
labor’s rights equality in NV. STTC Pematangsiantar. This research uses a
qualitative approach and descriptive method. The result of this research shows
that the factors that impede the fulfillment of female labour’s rights are the
understanding of rights and duties, the company’s control, and the insufficient
roles of labor unions and the government. The facilitating factors include the
strategic role of labor unions and role of government"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Both act no 13 on the year of 2003 and the ministry degree no 244 on the year of 2003 have already regulated the protection of female workers in the night. Act no 13 on the year 2003 emphasizes sanction if there is infrigements."
JHUII 13:1 (2006)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Indrasari Tjandraningsih
"ABSTRAK
Tulisan ini membahas aktivitas buruh perempuan dalam organisasi
serikat pekerja dan hambatan hambatan yang dihadapi. Pembahasan
berfokus pada tiga peran yang dijalankan perempuan buruh pabrik di
ruang domestik sebagai ibu dan istri dan di ruang publik sebagai buruh sekaligus aktivis organisasi buruh. Informasi dalam tulisan ini berasal dari amatan terhadap kegiatan berorganisasi perempuan buruh di serikat buruh dan dua buah buku bernuansa etnografis mengenai
perlawanan buruh pabrik. Subjek dipilih karena selama lebih dari dua
dekade tidak ada perubahan signifikan atas posisi perempuan dalam
gerakan buruh. Pertanyaan yang hendak dijawab dalam tulisan ini
adalah apa yang menjadi hambatan bagi buruh perempuan untuk
bekerja dan berorganisasi seperti halnya buruh laki laki. Mengapa
buruh laki laki begitu dominan pengaruhnya meskipun di industri
yang tenaga kerjanya sebagian besar perempuan. Bagaimana para
perempuan mampu menjalankan peran sebagai ibu, pekerja dansekaligus pimpinan organisasi buruh. Hasil analisis menunjukkan
peran dan stereotip gender dalam masyarakat patriarkal di lingkungan
organisasi buruh merupakan hambatan bagi perempuan untuk secara
signifikan menjadi pemain utama dalam gerakan buruh. Akan tetapi
determinasi yang kuat pada perempuan untuk melawan ketidakadilan
didukung dengan kualitas personal membuktikan perempuan mampu
berkegiatan dalam tiga arena sekaligus. "
Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan, 2018
305 JP 23:4 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>